Junior Sandreas

Junior Sandreas
Restoran Italia



Episode Kenzo Sandreas


Beberapa waktu telah berlalu, Kenzo dan Zhafira tiba di depan sebuah restoran Italia. Karena waktu sudah menunjukkan untuk makan malam maka Kenzo memutuskan untuk memerintah Riki untuk mencari restoran untuk makan malam.


"Uncle cari restoran terdekat untuk kita makan malam. Lagian butuh waktu beberapa jam lagi untuk tiba di rumah Daddy." Ucap Kenzo.


"Di depan sepertinya akan ada restoran Italia." Jawab Riki.


"Oke kita berhenti di sana saja. Dan kalau gak salah di daerah sana ada sebuah butik. Belikan satu set pakaian untuk Zhafira dan aku. Sepertinya kami butuh pakaian untuk menginap di rumah Daddy nanti." Ucap Kenzo.


"Oke." Jawab Riki.


Riki turun dari mobil setelah memberhentikan mobilnya di depan restoran Italia. Riki mengurus tempat VIP untuk Kenzo dan zafira menikmati makan malam. Setelah itu ia kembali untuk memberitahu Kenzo sudah memesankannya.


"Sudah saya pesankan." Ucap Riki.


"Terima kasih." Jawab Kenzo dengan melirik Zhafira yang masih tertidur.


Kenzo membangunkan Zhafira dengan sangat lembut. Kenzo menyentuh titik Zhafira dengan tangan kanannya untuk membangunkan Zhafira.


"Hey, bangun lah " Ucap Kenzo dengan pelan dan sebanyak 3 kali.


Zhafira membuka matanya dan melihat tangan Kenzo yang sedang menyentuh pipinya untuk membangunkan dirinya.


"Kita di mana?" tanya Zhafira.


"Di restoran Italia. Ayo makan malam." Ucap Kenzo dengan membantu badan Zhafira bangun pada posisi duduk.


"Oh, iya." Jawab Zhafira yang melihat ke kanan dan kiri. Sedangkan Kenzo keluar dari mobil dan berjalan ke pintu mobil pada posisi Zhafira. Kenzo membantu Zhafira untuk berdiri keluar dari mobil.


"Saya pergi tuan Kenzo." Ucap Riki yang menutupkan pintu sekalian berpamitan kepada Kenzo.


"Iya hati-hati dan segera kembali." Ucap Kenzo yang sedang memegang Zhafira.


Riki pergi meninggalkan mereka berdua di restoran itu.


"Kenapa paman Riki pergi?" tanya Zhafira.


"Ada yang aku perintahkan. Ya sudah ayo kita masuk." Ucap Kenzo.


Zhafira berusaha untuk merapikan rambutnya dan wajahnya. Kenzo yang melihat hal itu hanya tersenyum.


"Tidak ada yang buruk. Lebih baik masuk dulu kemudian nanti kau masuk ke toilet untuk berkaca." Ucap Kenzo masuk ke dalam restoran dan di ikuti oleh Zhafira dari belakang.


"Tunggu." Ucap Zhafira yang berlari ikut ke dalam restoran dari belakang Kenzo.


Karena menggunakan ruangan VIP yang tertutup maka hanya ada mereka berdua dengan toilet yang ada di dalamnya juga. Seseorang pelayan yang menyambut mereka dan mengantar mereka berdua ke dalam.


Zhafira langsung masuk ke dalam toilet untuk melihat wajah dirinya yang baru saja tertidur di dalam mobil. Entah apa yang di fikirkan seorang wanita ketika bangun tidur, takut menunjukkan sisi jelek wajah bangun tidur nya. Sedangkan Kenzo duduk langsung di meja itu dengan menunggu makanan sampai.


"Untung tidak buruk." Ucap Zhafira yang berkaca dengan melihat wajahnya dengan intens. Zhafira memeriksa mulai dari matanya apakah tidak ada kotoran mata kalau melihat bibirnya apalah tidak ada air liur yang keluar dari tepi bibirnya. Dan terlihat semuanya aman dan tidak sesuai dengan fikiran negatif Zhafira. Namun terlihat rambut Zhafira yang sedikit berantakan.


"Zhafira, dengan mudahnya kau tidur di dalam mobil bersama dengan Kenzo? bodoh." Ucap Zhafira dalam hatinya untuk menyalahkan diri nya.


Zhafira menghidupkan keran air dan membasuh wajahnya. Zhafira merapikan rambut dan juga merapikan penampilannya. Setelah selesai dirinya keluar dan melihat Kenzo yang sedang duduk di kursi dengan berhadapan pada hidangan yang sudah tersusun rapi di meja makan.


"Sudah selesai?" tanya Kenzo.


"Sudah." Jawab Zhafira yang tersenyum dan duduk di kursi di samping Kenzo.


"Makanlah." Ucap Kenzo.


"Iya." Jawab Zhafira.


"Kau tidak makan?" tanya Zhafira setelah beberapa menit ia menikmati makanannya tapi Kenzo tidak ada menyentuh sedikit pun makanan. Kenzo hanya memakan buah kurma dan buah apel saja.


"Tidak. Makan saja makanan mu." Ucap Kenzo dengan menikmati buah apel.


"Apakah itu sudah cukup?" Jawab Zhafira.


"Karena aku terbiasa dengan masakan buatan mu jadi melihat hidangan ini tidak membuatku selerah." Ucap Kenzo dalam hati melihat Zhafira yang sedang menikmati makanannya.


"Baiklah." Ucap Zhafira yang kembali melahap makanannya.


Setelah selesai makan, Zhafira kembali bertanya.


"Kita mau kemana?" tanya Zhafira kepada Kenzo dengan wajah yang sebenarnya takut untuk bertanya.


"Kerumah orangtua ku. Mereka meminta penjelasan karena aku mengumumkan pertunangan kita tanpa sepengetahuan mereka " Jawab Kenzo.


" Apakah perlu sampai seperti ini? Bukannya ini hanya taktik untuk membuat balas dendam?" tanya Zhafira.


"Jika ingin berpesan maka totalitas saja. Tidak perlu setengah-setengah. Dan juga ini sebagai ujian untuk mu. Mungkin jika keluarga ku menyetujui mu aku benar-benar bisa menyukai mu." Ucap Kenzo.


"Tapi bagaimana aku harus berbuat?" Ucap Zhafira yang menunjukkan wajah yang ketakutan.


"Kau takut bertemu dengan mereka?" tanya Kenzo sambil tersenyum tipis dengan kedua tangan yang di letakkan di meja pada posisi tegak berdiri saling mengepal dan wajah yang serius bertanya kepada Zhafira.


"Iya, ini pertama kalinya bertemu dengan calan mertua." Ucap Zhafira.


"Benarkah? Bukannya kau sudah hampir bertunangan?" tanya Kenzo yang membahas masa lalu Zhafira.


"Itu hanya perjodohan untuk mendapatkan harta dari Ibu ku. Tapi aku tidak pernah bertemu dengan keluarganya, bahkan dirinya juga sering aku tinggal untuk studi ku." Ucap Zhafira yang jujur kepada Kenzo.


"Benarkah?" tanya Kenzo yang ingin mengkorek semua masa lalu Zhafira.


"Iya." Jawab Zhafira.


"Tidak ada kegiatan intens yang di lakukan dengan lelaki tunangan mu dulu?" tanya Kenzo.


"Tidak. Hanya menemaninya nonton bioskop." Ucap Zhafira.


"Hanya sekedar itu?" tanya Kenzo


"Iya." Jawab Zhafira.


"Film apa yang kalian tonton? Horor?" tanya Kenzo.


"Doraemon." Ucap Zhafira dengan polosnya


"Doraemon?" tanya Kenzo terkejut.


"Iya. Karena dia mengatakan terserah jadi aku memilih itu." Ucap Zhafira.


"Oh." Jawab Kenzo dengan tertawa di dalam hati mendengar kejujuran Zhafira yang tidak di sangka-sangka olehnya.


"Bunda dan Daddy ku itu masalah gampang. Mereka tidak akan jahat kepada mu bahkan akan mendukung mu. Lihat saja nanti." Ucap Kenzo.


"Mendukung ku?" tanya Zhafira yang bingung apa maksud dari pernyataan Kenzo.


"Ikutin saja perkataan aku maka semuanya akan baik-baik saja." Jawab Kenzo.


"Lalu hal-hal apa yang harus aku perhatikan untuk pertama kali bertemu dengan mereka?" tanya Zhafira.


"Tidak ada." Jawab Kenzo.


"Misalnya membawa makanan atau hadiah pertemuan pertama?" tanya Zhafira.


"Tidak perlu." Jawab Kenzo.


"Kau yakin?" tanya Zhafira.


"Iya. Kau tenang saja. Sudah lah jangan terlalu banyak di fikirkan." Ucap Kenzo dengan wajah yang serius untuk menyakinkan Zhafira.


"Hmm. Baiklah." Jawab Zhafira.