Junior Sandreas

Junior Sandreas
Menggendong Zhafira di Bawah Hujan: Kenzo Sandreas



Kenzo yang berlari dari ruang kerjanya menuju ke belakang mansion. Kenzo mengambil payung hitam yang berada di keranjang dekat pintu keluar dari mension ke arah taman belakang.


"Tuan muda benar-benar sudah normal. Sepertinya dia sudah jatuh cinta dengan nona Zhafira tanpa di sadari olehnya." Jawab Riki melihat Kenzo.


"Selain nyoya Caca dan juga nona Bella, dan keluarganya, dia tidak pernah peduli dengan wanita manapun." Jawab Riki tersenyum melihat Kenzo.


Kenzo yang berjalan dengan cepat menggunakan payung karena suasana malam yang sudah dibasahi oleh air hujan yang cukup deras. Kenzo melihat Zhafira yang sudah di depan matanya, ia melangkah dengan pelan-pelan.


Zhafira yang sudah menangis sambil memeluk kedua kakinya dan menundukkan kepalannya.


"Dasar cingeng." Jawab Kenzo yang berada di depan Zhafira.


Zhafira yang membuka matanya dan melihat sepatu kulit berwarna hitam ada di depannya, Zhafira langsung melihat keatas, ternyata itu adalah Kenzo. Sosok yang di kenal olehnya dan sosok yang di harapkan oleh Zhafira untuk menemukannya.


"Kenzo!" panggil Zhafira dengan terkejut sambil berdiri dan tanpa sadar memeluk Kenzo dengan begitu erat. Kejadian itu terjadi begitu cepat sehingga Kenzo juga terkejut melihat sikap Zhafira. Payung yang dipegang oleh ke Injil juga terjatuh karena Zhafira yang begitu cepat memeluk dirinya.


"Kau!" melihat payung terjatuh dan dengan suara yang tidak di hiraukan oleh Zhafira dan Kenzo tidak jadi menolak dan memarahinya karena mendengar Zhafira yang menangis dalam pelukannya.


"Terima kasih telah menemukan ku. hiks hiks hiks." Jawab Zhafira terisak sambil memeluk Kenzo dengan erat.


"Dia benar-benar ketakutan." Jawab Kenzo dalam hati.


"Tidak apa-apa. Semuanya baik-baik saja. Aku di sini." Jawab Kenzo juga memeluk Zhafira untuk menenangkan.


"Aku benar-benar takut akan mati di makan oleh hewan buas. Hiks hiks hiks."


"Aku sudah memanggil orang-orang namun tidak ada yang menjawab, hanya suara-suara binatang yang menyeramkan. Bahkan aku sudah memanggil nama mu tapi tidak juga muncul. hiks hiks hiks."


"Memanggil nama ku?" tanya Kenzo.


"Iya, kau satu-satunya orang yang aku punya yang pasti akan datang menolong ku." Jawab Zhafira masih dalam Isak tangis ya.


"Benarkah?" tanya Kenzo makin kegeeran.


"Tentu saja. Karena aku hanya punya kau." Jawab Zhafira yang terus menjawab dengan jujur tanpa sadar.


"Dasar wanita polos, apakah karena ketakutannya dia tidak sadar apa yang sedang ia katakan saat ini?" tanya Kenzo.


"Apakah karena ketakutan membuatmu menjadi cengeng?" tanya Kenzo.


"Dahulu Jika masih ada Ibu, dia yang akan menemukanku dimanapun aku tersesat." Jawab Zhafira.


"Apa yang sebenarnya kau alami selama ini?" tanya Kenzo dalam hati sambil mengelus kepala Zhafira dengan lembut.


"Tenanglah. Sekarang kita kembali dulu, jika terus di sini kita akan mati kedinginan dan di makan oleh hewan buas." Jawab Kenzo yang malah menjahili Zhafira.


"Tidak-tidak. Ayo kembali!" Jawab Zhafira yang melepaskan pelukannya kemudian menarik tangan Kenzo untuk meninggalkan tempat itu. Namun baru saja melangkah sekali, Zhafira hampir terjatuh karena sudah lemas sejak tadi duduk melipat kakinya karena ketakutan. Kenzo langsung menarik kembali Zhafira dalam pelukannya saatnya Zhafira akan terjatuh.


"Dasar wanita cengeng." Jawab Kenzo yang menangkap Zhafira kemudian menggendong Zhafira.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Zhafira yang sudah di gendong oleh Kenzo.


"Diam dan pegangan dengan erat. Jika kau terus bertanya kita tidak akan sampai ke mansion." Jawab Kenzo dengan memberikan tatapan yang menekan.


"Baiklah." Jawab Zhafira yang melingkarkan kedua tangannya ke leher Kenzo.


Kenzo menggendong Zhafira berjalan ke arah mansion di bawah derasnya hujan yang sedang membasahi seluruh tubuh mereka.


"Terima kasih selalu baik kepadaku. Walaupun aku sadar bahwa aku tidak sepenting itu untuk diperlakukan seperti ini." Jawab Zhafira dengan pelan namun terdengar oleh Kenzo.


"Baiklah, aku diam." Jawab Zhafira.


Zhafira yang semakin memeluk dengan erat tubuh Kenzo. Tanpa sadar Zhafira tertidur sebentar walaupun dalam derasnya hujan.


"Dasar wanita cengeng. Bisa-bisanya tertidur di bawah hujan seperti ini. Dia benar-benar ketakutan tadi." Jawab Kenzo dalam hati melihat Zhafira. Beberapa langkah lagi Kenzo akan mendekati pintu belakang mansion.


Pelayan dan juga Riki menunggu mereka.


"Tuan, kenapa dengan nona?" tanya salah satu pelayan kemudian diikuti dengan lain-lainnya dengan panik ingin menolong Kenzo dalam menggendong Zhafira.


"Tidak perlu, biarkan aku saja. Siapkan air hangat dan baju untuknya. Riki tolong urus sisanya." Jawab Kenzo yang memerintahkan Rifki untuk mengunci pintu ke arah hutan.


"Baik tuan Muda." Jawab Riki mengambil payung dan bergegas ke arah sana untuk menutup pintu. Sedang beberapa pelayan menyiapkan makan malam dan juga menyiapkan apa yang diperintahkan oleh Kenzo.


Kenzo berjalan ke arah kamar dan masuk ke dalam kamar mandi.


"Kau bisa bangun sekarang wanita cengeng." Jawab Kenzo dengan paksa menurunkan zafira dari gendongannya dan membuat Zhafira terbangun.


"Maaf aku tertidur." Jawab Zhafira yang tersadar.


"Mandi dan bersihkan dirimu." Jawab Kenzo.


"Kau juga basah. Bagaimana dengan mu?" tanya Zhafira dengan polosnya.


"Kau sedang menggodaku untuk mandi bersama?" tanya Kenzo.


"Tidak-tidak. Baiklah kau keluar aku akan mandi." Jawab Zhafira yang membalikkan badan Kenzo untuk ke arah pintu.


"Tidak jadi mandi bersama?" Jawab Kenzo menoleh ke belakang.


"Tidak!" Jawab Zhafira yang mendorong Kenzo untuk keluar dari dalam kamar mandi kemudian mengunci pintu kamar mandi dengan cepat.


"Hahaha, benar-benar lucu." Jawab Kenzo dalam hati kemudian tersadar bahwa ada pelayan di depan matanya, Kenzo menutupi senyumnya dengan tangan kemudian kembali ke ekspresi wajah seperti biasanya.


"Siapkan baju. Dan makan malamnya buatkan saja sup ayam dan juga teh jahe hangat." Jawab Kenzo.


"Baik tuan." Jawab mereka.


Kenzo pergi dari kamarnya sendiri menuju ke kamar mandi yang berada di kamar sebelah. Kenzo membersihkan dirinya. Setelah selesai pergi ke meja makan. Begitu pula dengan Zhafira.


"Akhirnya kau sudah datang? Perempuan memang sangat lama." Jawab Kenzo.


"Iya." Jawab Zhafira dengan singkat.


"Duduklah dan minum teh jahe agar tubuh mu hangat. Setelah itu makan sup ayamnya. Jangan berdiri saja di situ." Jawab Kenzo.


"Baik tuan muda. Terima kasih." Jawab Zhafira.


"Kau sudah mengucapkan terima kasih sebanyak 1000 kali hari ini." Jawab Kenzo yang sedang menikmati makan sup ayam.


"Tapi ..." ucap Zhafira lalu dipotong oleh Kenzo sehingga ia berhenti.


"Sudah jangan menjawab lagi. Nikmati makanan mu. Setelah itu istirahat." Jawab Kenzo.


"Baiklah." Jawab Zhafira yang mengambil cangkir berisi teh jahe dan menikmati sup ayam yang sudah tersedia di meja makan.