Junior Sandreas

Junior Sandreas
Nilai Sempurna



Kriss bangun di pagi hari seperti biasannya dan bersiap-siap menggunakan pakaian formal untuk pergi menghadiri ujian dirinya. Di temani oleh Kyler dan Farel untuk bergegas ke sekolah. Mereka berdua juga ingin mengunjungi sekolah itu sebelum masa aktif sekolah berlaku. Mereka bertiga menggunakan baju kemeja dengan warna yang berbeda-beda dan juga celana panjang dengan warna yang berbeda pula.


Tiba di depan gerbang terlihat jelas suasana sekolah yang cukup luas seperti sebuah kampus. Gedung besar yang berdiri di depan halaman yang luas. Adanya taman hutan, lapangan bulu tangkis, lapangan lomba lari, lapangan basket, lapangan futsall dan kolam renang dan arena lapangan lainnya. Dengan gaya arsitek yang klasik namun terlihat enak di pandang.


Kriss, Kyler dan Farel berdiri dengan gaya mereka melihat keadaan sekolah dan mulai berjalan memasuki arena sekolah. Banyak juga siswa siswi yang hadir pada hari itu dengan memenuhi lapangan. Ada yang sedang bermain basket, bola kaki, duduk sambil membaca dan banyak aktifitas lainnya. Seperti dalam keadaan sekolah yang aktif di masa liburan.


“Tidak heran jika sekolah ini sekolah yang berbeda.” Ucap Kriss.


“Abang benar. Tempat berlatih yang sangat bagus.” Jawab Farel.


“Apakah kau lupa jangan panggil dengan sebutan abang di sekolah ini.” Ucap Kyler mengingatkan Farel untuk tidak memanggil abang kepada Kriss dengan memukul kepala Farel dengan tangan kanannya pelan.


“Aku lupa karena sudah terbiasa.” Jawab Farel.


“Baiklah, kita berpisah disini. Kalian berkeliling lah aku akan segera ke kantor guru untuk melapor.” Jawab Kriss.


“Oke. Kami akan melihatmu dengan kemampuan bertarung dan renang. Semangat untuk ujian tahap pertama.” Ucap Kyler


“Oke.” Jawab Kriss.


Mereka berpisah di sana. Kyler dan Farel pergi untuk berkeliling di sekitar sekolah. Kriss pergi ke ruang guru untuk bertemu dengan Gerry.


“Oh kau sudah tiba Kriss.” Ucap Gerry yang saat itu ingin keluar dari ruang guru.


“Pak Gerry?” tanya Kriss.


“Iya. Masuklah ke ruangan ku.” Jawab Gerry yang menarik Kriss untuk masuk kedalam ruangannya.


Mereka masuk ke ruangan kepala sekolah yang berada di sebelahnya.


“Ada apa tuan?” tanya Samuel.


“Kunci pintunya.” Jawab Gerry kepada Samuel.


“Kriss aku belum mengatakan kepada Kenzo dan juga uncle Jimmy, uncle Billy bahwa aku memerintah Samuel untuk menggantikan aku.” Jawab Gerry.


“Maksudnya?” tanya Kriss.


“Samuel adalah kepala sekolah pengganti sejak seminggu yang


lalu. Dan aku tetap dengan identitas palsuku sebagai seorang wali kelas.


Garry menjelaskan situasi saat ini dan informasi tentang sepupunya yang akan mereka lindungi dan beberapa orang harus di curigai. Setelah mereka berbincang di dalam ruang kepala sekolah itu mereka langsung melanjutkan rencana pertama. Mereka akan melakukan ujian yang akan dilakukan oleh Krissta.


“Baik tuan muda.” Jawab Samuel.


“Biasakan untuk memanggilku Gerry, berakting lah dengan baik Samuel.” Ucap Gerry.


“Maaf , iya Gerry.” Jawab Samuel.


Seluruh guru yang sudah tidak sabar dengan siapa sebenarnya murid pindahan ini, mengapa Kepala Sekolah Samuel mengatakan bahwa dia adalah murid dari keluarga biasa yang ditemukan oleh Kepala Sekolah Lama. Mereka tidak sabar untuk melihat bagaimana kemampuan yang dimiliki oleh Kepala Sekolah yang lama.


Mereka semua sudah bergosip sejak mendengar berita ini hingga hari ini. Hari yang ditunggu-tunggu oleh mereka. Mendengar pengumuman yang dibawa oleh Garry mereka semua berbondong-bondong pergi ke aula untuk melihatnya. Beberapa guru yang sombong sebagai juri yang akan menilai kemampuan Kriss.


Wajar saja guru-guru itu terlihat sombong karena banyak prestasi yang sudah mereka raih sebelum menyandang gelar sebagai guru. Prestasi yang sudah di akui oleh seluruh dunia, beberapa olimpiade yang pernah mereka raih di usia mudanya dan beberapa prestasi yang di dapatkan di masa menjadi guru.


Bidang Matematika, Sains, Sastra, Bahasa, Sosial, Teknologi dan Beladiri. Merekalah yang akan menjadi juri bagi Kriss. Mita Marcuis sebagai guru Bidang Matematika. Lucas sebagai guru Bidang Sains. Celly sebagai guru Bidang Sastra. Gerry sebagai guru Bidang Bahasa. Barca sebagai guru Bidang Sosial. Daniel sebagai guru Bidang Teknologi. Wilson sebagai guru Bidang Beladiri.


Mereka sudah berkumpul dengan membawa berbagai lembar soal yang sudah mereka siapkan untuk Kriss. Masing-masing dari mereka akan memberikan 25 soal kepada Kriss dengan waktu masing-masing 30 menit. Jadi ada 150 soal dengan waktu 3 jam. Sedangkan untuk beladiri, guru Wilson akan memerintah beberapa murid yang terhebat di sekolah itu untuk mengalahkan Kriss.


“Baiklah, karena semua orang sudah berkumpul di aula. Aku akan memperkenalkan kepada kalian, dia adalah Krissta dari yayasan yatim piatu di kota B. Dia juga bersama dengan 2 adik-adiknya yang berada dibawahnya. Mereka bertiga mendapatkan undangan khusus dari Kepala Sekolah lama yang misterius. Dan karena saat ini akulah yang menjadi posisi Kepala Sekolah maka aku harus mendapatkan alasan yang kuat untuk menerima hal itu.” Ucap Samuel kepada semua orang lalu melanjutkannya.


“Sama seperti kalian yang ingin mengetahui alasannya memilih mereka bertiga terutama adalah Krissta. Untuk itu, kalian sudah mempersiapkan semua soal-soal terbaik yang kalian miliki untuk diberikan kepada Krissta. Jadi kalian bisa memberikannya dimeja Krissta saat ini.” Ucap Samuel dan mereka semua sudah meletakkan soalnya di meja di hadapan Kriss.


“Krissta, kau memiliki 3 tahap ujian. Tahap pertama tertulis, tahap kedua bertarung dan tahap ketiga menunjukkan bakat yang kau miliki.” Jawab Samuel.


“Peraturan lainnya?” tanya Kriss dengan tenang.


“Semua orang akan menjadi saksi untuk mu, dan guru-guru yang memberikan soal itu kepadamu adalah juri. Mereka akan memeriksa lembar jawaban mu di ruangan ini juga setelah kau selesai mengerjakannya. Tidak ada kecurangan yang akan terjadi baik itu bagimu atau bagi para juri. Dan waktumu untuk melaksanakan ujian tertulis itu adalah 3 jam dengan 150 soal dari berbagai bidang pengetahuan.” Jawab Samuel.


“Aku mengerti.” Jawab Kriss yang langsung mengambil pena.


“Seperti yang sudah dikatakan olehnya bahwa kau memiliki sifat yang dingin dan tenang. Ujian dimulai!” ucap Samuel langsung menekan stopwatch


Suasana menjadi sangat tegang dan serius. Semua orang sedang berbicara tentang Kriss, bagaimana dia sangat serius mengerjakan semua soal dengan sifat ketenangan yang dimilikinya.


“Dia benar-benar bersikap biasa saja dan tidak panik atau kesulitan dalam mengerjakan soal.” Ucap seseorang guru.


“Yang kau katakan benar. Kita lihat saja bagaimana hasilnya nanti.” Ucap seorang guru lainnya.


Waktu berjalan dengan cepat, lembaran demi lembaran sudah dibaca dan langsung di jawab oleh lembaran-lembaran yang ditulis olehnya. Sedikit demi sedikit lembaran itu tersisa hanya tinggal satu lembar lagi. Dilihat dari waktu yang berjalan masih berjalan di waktu 50 menit. Belum saja melewati waktu satu jam Kriss sudah hampir menyelesaikannya.


“Apakah dia hanya membaca tanpa berfikir dan langsung menjawab?” tanya seseorang.


“Pantas saja kau malas sekolah Kriss, ternyata inilah kemampuanmu.” Ucap Gerry dalam hati.