
Kriss yang memang tidak suka jika tidurnya di ganggu orang lain membuatnya tidak berfikir panjang dan di tambah dengan perilaku mereka berdua membuat dirinya ingin memberikan pelajaran. Tangan yang sudah terkepal sejak di lepaskan Gibrel membuat dirinya siap meluncurkan satu tinju.
Namun saat dirinya ingin meninju Gibrel seseorang datang menghentikan dirinya dan membuat dirinya melihat siapa yang berhasil menghentikan serangannya ini.
"Apa yang kalian lakukan?" tanya Daniel kepada Kriss, Dien, Kelvin dan Gibrel yang sedang di hadapannya. Di mana posisi Kriss di samping kanan Daniel. Posisi Gibrel, Dien dan Kelvin di samping kiri Daniel.
"Tanya saja pada mereka." Ucap Kriss yang melepaskan tangannya yang di pegang oleh Daniel.
"Kami tidak berbuat apa-apa. Dia saja yang tiba-tiba mau menghajar kami." Jawab Kelvin.
"Iya pak, dia saja yang mencari gara-gara kepada kami." Jawab Gibrel memberikan ke yakinan kepada Daniel.
"Iya pak. Kami hanya ingin duduk karena bel sekolah sudah berbunyi. Tapi tiba-tiba di bangun dari tidur ya dan mengamuk kepada kami." Jawab Dien
"Benar begitu Kriss?" tanya Daniel.
"Lakukan saja apa yang ingin bapak lakukan. Percayai saja apa yang bapak percayai. Lagian jika aku mengatakan yang sebenarnya juga kau tidak akan peduli." Jawab Kriss.
"Lihat bocah angkuh ini? Sudah miskin berlagak sombong lagi dan tidak memiliki sopan santun terhadap guru. Hukum saja dia." Jawab Dien.
"Benar. Beri hukuman yang sesuai dengan ketentuan sekolah kita." Jawab Gibrel.
"Kriss bagaimana aku bisa membela mu jika kau juga tidak ingin mengatakan apapun." Jawab Daniel.
Kriss yang tidak menjawab pernyataan dari Daniel dan hanya diam saja ketika ia ditindas oleh 3 orang ini. Kriss tidak ada perlawanan dan dirinya hanya duduk di kursinya dan membelakangi mereka semua. Kriss berhadap di luar jendela.
"Kriss karena kau tidak mengatakan apapun untuk membantah, jadi hukuman mu adalah membersihkan seluruh toilet yang berada di lantai 2 ini."Jawab Daniel yang memutuskan memberikan hukuman kepada Kriss.
Kriss yang tidak menjawab apapun hanya mengambil tasnya kemudian pergi keluar meninggalkan ruang kelas.
"Lihat saja apa yang akan aku lakukan untuk mu." Jawab Kriss berbisik kepada Dien saat dirinya berjalan keluar dari ruang kelas dan ingin meninggalkan pembelajaran yang sedang berlangsung.
"Kau mau kemana?" tanya Daniel.
"Bukan kah tadi mengatakan untuk membersihkan toilet?" tanya Kriss kepada Daniel saat melangkah selangkah dari pintu masuk kelas.
"Apa-apaan bocah itu?" tanya Daniel.
Semua kejadian itu dilihat oleh seluruh siswa termasuk dengan Ella yang melihat Kris keluar dari ruang kelas.
"Kenapa dia keluar?" tanya Ella dalam hari yang melihat Kriss ke arah kiri sedangkan ia kearah kana melihat Kriss keluar dan berjalan di hadapannya.
"Kau dari mana saja? Apakah kau tau apa yang terjadi?" tanya Kriss pada salah satu anak yang murid yang berada di meja depan dekat pintu.
"Kamu dari mana saja? Kami tadi melihat bahwa bagian Gibrel ingin mengerjai Kris namun gagal. Saat Dien ingin menulis coretan Di wajah Kris yang saat itu sedang tertidur tiba-tiba keris terbangun dan menggenggam erat tangan Dien dan ia kesakitan.
Karena hal itu Gibrel membela temannya dan membuat Kris emosi saat diprovokasi oleh Nya. Gibrel langsung berkata-kata untuk memprovokasi Kriss dan membuat Kriss semakin marah. Ia ingin meninju Gibrel tapi tiba-tiba guru Daniel datang untuk menghentikan layangan tinju yang yang dilemparkan oleh Kriss.
"Jadi dia tidak apa-apa?" tanya Kriss.
"Tidak apa-apa. Hanya saja Kriss dihukum untuk membersihkan seluruh toilet yang berada di lantai ini. Dan itu membuat Kriss keluar dari ruang ini."
"Jadi seperti itulah kejadian yang sebenarnya namun mengapa malah Kris yang dihukum? Tanya Ella"
" Karena Kriss tidak menjawab apapun ketika untuk membela dirinya sendiri."
"Tidak heran jika dia seperi itu ,?" Jawab Ella kemudian jalan ke arah tempat duduknya dan bertemu dengan Daniel, Gibrel, Kelvin dan Dien yang berada di samping mu.
"Terima kasih telah membantu kami menegakkan keadilan pak.." Ucap Gibrel.
"Diuduk kembali ke kursi kalian masing-masing dan buka buku bacaan kalian di halaman 23 melanjutkan tugas yang kemarin." Jawab Daniel yang memerintah seluruh siswa yang memperhatikan kejadian ini untuk tertib kembali pada kursi mereka masing-masing.
"Baik pak." Jawab Dien, Gibrel dan Kelvin. Mereka bertiga dengan kemenangan apa yang telah mereka lakukan. Mereke bertiga yang kembali ke kursi dan meja mereka sendiri dengan berjalan dan memberikan tos karena telah. Gibrel hanya tersenyum dengan puas karena reputasi Kriss hilang begitu saja.
"Kenapa kau bisa bertindak bodoh dan mau di provokasi mereka dengan seenaknya saja." Jawab Daniel dalam hati.
Ella yang ingin bertemu dengan Kriss tidak bisa izin untuk menemani Kris keluar dan membantunya pada kelas ini mengambil kelas ini. Dan para siswa yang berada di dalam kelas ini kembali menarik badannya dan perhatiannya untuk fokus pada papan tulis yang telah disediakan oleh mereka di depan.
Daniel juga berjalan menuju kursi miliknya dan membuka halaman pada buku yang telah ditandai oleh Nya dan menghadap ke arah siswa. Sedangkan para siswa yang harus kembali pada tempat duduknya dan fokus pada pembelajaran karena peristiwa yang telah mereka menikmati beberapa menit sudah berakhir.
Daniel kembali menerangkan beberapa tentang teknologi yang harus dipelajari oleh para siswa di dalam buku. Meraka melakukan pembelajaran dengan baik-baik saat pak Kevin memberikan hak penuh belajar. Dan para siswi juga menjadi lebih tenang dan teratur mendengarkan penjelasan dari Daniel. Di tambah dengan para wanita yang Saat ini fokus mendengarkan apa yang diterangkan oleh Daniel sambil membaca buku mereka untuk melihat referensi yang telah dibaca oleh Daniel sendiri dalam menerangkan hasil kerja PowerPoint pada setiap bait yang harus di ketahui oleh para orangtua sisss
Sedang Kriss yang masih dalam kondisi emosi karena dirinya yang telah diganggu saat tertidur pulas. Saat in Kriss berjalan ke arah toilet laki-laki dan mencuci wajah nya dengan air yang berada di wastafel. Kriss melihat wajahnya yang di depan cermin.
"Kali ini kalian bertiga aku maafkan. Tapi jika sekali lagi berani memprovokasi diriku. Siap-siap menanggung akibatnya." Ucap Kriss dalam hati sambil melihat wajahnya di cermin.
Kriss kembali membasuh wajahnya dengan air yang berada di wastafel kemudian baru teringat bahwa ada sesuatu yang bagus telah ia dapatkan. Yaitu sebuah petunjuk tentang tato yang berada di telapak pergelangan tangan Dien
"Apakah ini sebuah petunjuk?" tanyanya dalam hati.