
"Begitu sombong mengatakan hukum adalah miliknya. Lihat aja nanti." Jawab Kriss dalam hati.
"Emosi lah." Ucap Kriss dalam hatinya ketika memprovokasi Gibrel.
"Apa kau bilang? Kau mengatakan kau tidak salah? Kau mengambil posisi ku pada peringkat kelas dan juga mengambil wanita yang ingin kumiliki. Apa ini yang dinamakan tidak menyinggung ku?" tanya Gibrel dengan memegang kerah baju Kriss untuk aba-aba ingin memukul Kriss.
"Maksud mu mengambil Ella dari mu?" tanya Kriss.
"Iya, menurut mu siapa lagi?" tanya Gibrel.
"Jika kejadian seperti ini aku tidak akan pernah menyinggung mu tapi aku juga berada di posisi yang sulit untuk tidak melakukan hal itu." Jawab Kriss.
"Maksud mu?" tanya Gibrel.
"Jika aku memberitahu kebenarannya kepadamu maka kau harus menjamin keselamatan ku." Jawab Kriss.
"Jadi kau mengancam ku?" tanya Gibrel.
"Tidak, Aku tidak berani hanya saja Aku ingin mencari aman agar bisa selamat dari kalian. Ada keluarga keluar yang harus aku biayain di kampung halaman sehingga aku juga memerlukan uang untuk melakukan semua ini." Jawab Kriss.
"Tuan muda lakukan saja apa maunya." Ucap Wilson yang tiba-tiba datang.
"Pak Wilson? Kenapa ada di sini?" tanya Kriss yang pura-pura.
"Tidak apa-apa dia adalah orang ku." Jawab Gibrel
"Katakan saja. Aku akan menjamin keselamatan mu." Jawab Gibrel lagi.
"Silahkan lihat saja isi pesan dari ponselku maka kau akan mengetahui segalanya." Jawab Kriss memerintahkan Gibrel untuk mengambil ponselnya yang ada di kantong celana sebelah kanan.
Gibrel mengambil ponsel Kriss lalu membaca pesannya.
"Dien? Pak Daniel?" tanya Gibrel.
"Iya. Mereka menyuruhku untuk mendekati Ella dan juga merebut ranking satu mu di kelas dengan imbalan harga yang sudah kau lihat sendiri. Jika aku menolak maka mereka akan membunuh keluarga ku. Aku minta maaf." Jawab Kriss dengan wajah sedih.
"Kenapa mereka berdua melakukan itu?" tanya Gibrel.
"Apakah kamu tidak mengetahui bahwa mereka berdua adalah saudara tiri mu sendiri?" tanya Kriss semakin memprovokasi.
"Saudara tiri?" tanya Wilson.
"Aku jika tidak mengerti hanya saja mereka pernah mengatakan kepadaku bahwa mereka adalah kakak beradik yang dipisahkan karena perceraian orangtuanya. Mereka mengatakan bahwa Mereka ingin membalas dendam kepadamu dan ibumu karena telah merebut Ayah darimu Dan juga akan merebut seluruh harta ayah mu." Jawab Kriss.
"Apa? Aku pernah mendengar bahwa bos memiliki dua orang istri. Ibu Anda adalah istri simpanan." Jawab Wilson dengan jujur.
"Apa? Apa yang kau katakan Wilson?" tanya Gibrel terkejut.
"Iya begitulah yang aku tahu. Jadi inilah alasannya mengapa Bos sebesar mengatakan siapa pun di antara anakku yang memiliki peringkat tertinggi di sekolahnya dan juga mendapatkan penghasilan terbanyak dalam setiap saham yang aku berikan maka warisan kekayaannya akan di berikan kepadanya." Ucap Wilson.
"Jadi itulah mengapa ibu memerintahkanmu untuk menjagaku dan selalu mengingatkanku untuk selalu berada di posisi pertama?" tanya Gibrel.
"Iya tuan muda." Jawab Wilson.
"Sial. Aku sama sekali tidak mengetahui hal ini, jadi apa yang harus aku lakukan sekarang?" tanya Gibrel.
"Bagaimana jika kita langsung membereskan mereka sesuai dengan perjanjian mereka untuk berjumpa dengan Kriss?" tanya Wilson.
"Kau benar Wilson. Ayo!" Jawab Gibrel.
"Tapi, aku tidak bisa untuk pergi karena aku..." Jawab Kriss.
"Sudahlah nanti kita akan bicara lagi. Sekarang kami akan pergi membereskan mereka dulu. Ingat jangan sampai hal ini bocor atau aku akan membunuh mu dan keluarga mu." Jawab Gibrel.
"Kalian antarkan dia ke apartemennya." Jawab Gibrel.
Gibrel dan Wilson pergi ke bar King untuk menemui Daniel dan Dien. Mereka membawa banyak pasukan untuk membunuh Daniel dan Dien.
"Anda yakin langsung melakukan ini sebelum mencari identitas mereka yang sebenarnya. Aku hanya takut jika Kriss hanya membohongi tuan muda." Ucap Wilson.
"Lihat wajahnya tadi dan bukti pesan itu. Itu sudah membuktikan semuanya." Jawab Gibrel ya memang memiliki temperamen langsung emosi tanpa berpikir panjang.
"Baiklah aku akan mengikuti Anda."Jawab Wilson.
Di tempat Kriss, saat Gibrel dan Wilson sudah pergi dengan beberapa anggota untuk dijadikan pasukan mereka menghadapi Dien dan Daniel, Farel bersama dengan anggota lainnya yang disiapkan oleh Robert untuk menyelamatkan Kriss. Mereka melakukan penyerangan dengan tepat.
Kriss membunuh 2 orang yang diperintahkan oleh Gibrel untuk mengantarkannya ke apartemen. Sementara di luar sudah di selesaikan Farel dan lainnya.
"Ternyata kalian datang cepat juga." Jawab Kriss.
"Tentu saja. Jadi ini markas adalah pabrik narkotika?" tanya Farel.
"Iya. Habisi semuanya dan runtuh kan bangunan ini." Jawab Kriss.
"Baik tuan muda." Jawab mereka yang meletakkan beberapa Bom untuk meruntuhkan bangunan.
"Mereka kemana? Dari tadi aku tidak melihat Gibrel dan Wilson." tanya Farel.
" Tentu saja mengirimnya di tempat yang seharusnya." Jawab Kriss.
"Maksudnya?" tanya Farel.
Kriss masuk ke dalam mobil dan menjelaskan semua rencananya kepada Farel dalam perjalanan menuju ke Bar King. Kyler juga menyusul karena Ella sudah aman sampai di rumah.
"Kau benar-benar berlian Kriss. Melakukan hal ini untuk memancing Kayasi keluar?" tanya Kyler.
"Hahaha. Kita menyaksikannya dari sini aja. Biarkan mereka bersaudara saling membunuh. Aku ingin lihat apa yang akan dilakukan oleh bawahan kaya si dalam memisahkan mereka." Jawab Kriss.
"Satu dayung dua pulau terlampaui. Tidak oelu menggunakan kekuatan kita untuk mengalahkan mereka namun mencoba permainan mereka sendiri." Jawab Farel.
Di lantai pertama seluruh orang-orang yang dibawa oleh Wilson untuk membantu Gibrel dalam membereskan orang-orang Dien dan Daniel telah berhasil. Di ruangan Dien, tiba-tiba Gibrel dan Wilson datang.
"Kalian?" tanya Daniel.
"Ternyata kau adalah anak bos yang ikut dengan istri pertama bos di kota B?" tanya Wilson.
"Kau?" tanya Dien.
"Dan Kau ternyata adalah adik tiri ku yang selama ini disembunyikan oleh ayah dan kau pura-pura menjadi sahabatku selama ini. Jadi inilah tujuan mu sebenarnya ingin merampas seluruh kekayaan yang di miliki ayah dengan melihat surat wasiat yang sudah dibuat olehnya sejak 10 tahun yang lalu." Jawab Gibrel.
"Ahahhaha, tidak perlu untuk ditutupi lagi. Sekarang sudah waktunya membereskan mu anak manja. Kau tidak lihat sedang di wilayah siapa?" tanya Dien dengan sombongnya.
"Hahah, kau lihat dulu keluar bahwa orang-orang mu sudah diselesaikan dengan orang-orang yang ku." Jawab Gibrel.
"Hahah kau yakin?" tanya Daniel yang memerintahkan para petarung yang dimiliki olehnya untuk datang dihadapan mereka. Para petarung yang berada di ruang rahasia yang terdapat di bar King itu keluar. Hari ini memang sengaja bahwa tidak ada pertandingan karena ingin merayakan kemenangan Dien dan Daniel.