Junior Sandreas

Junior Sandreas
Bertemu Feng di Lift



"Bisa di katakan seperti itu. Tapi tergantung, jika dia tidak menghianati kita dia akan bebas sesuai keinginan dia. Jika tidak kita akan menyerahkan kepada mereka atau kita sendiri yang akan membunuhnya." Ucap Feng.


"Anda memang susah percaya sama orang. Namun ini sudah ada sedikit keringanan untuk memberikan pilihan kepada orang itu." Jawab Rom yang menganggukkan kepalanya.


"Lakukan tugas mu. Aku akan kembali ke apartemen." Ucap Feng.


"Oh iya satu lagi, tugas yang aku minta beberapa hari yang lalu sudah di lakukan?" tanya Feng yang membalikkan badannya.


"Sudah bos. Anda hanya tinggal masuk saja. Pasword sesuai yang Anda minta." Ucap Rom.


"Kerja bagus. Besok aku beri bonus." Ucap Feng tersenyum.


"Terima kasih." Ucap Rom.


Sebelum berangkat, Feng membersihkan dirinya kembali lalu menggunakan satu set pakaian kerja. Pergi meninggalkan mansion miliknya menggunakan transportasi mobil pribadinya menuju ke arah rumah sakit.


Feng sudah berpenampilan seperti biasanya saat melakukan identitas sebagai dokter di rumah sakit. Seperti biasanya dia melakukan sesuai dengan ketentuan yang sudah berlaku di rumah sakit. Dan tidak melakukan kesalahan apapun dalam kondisi apapun seperti terlambat dari jam masuk.


Sementara Bella yang masih di apartemen miliknya belum juga bangun tidur hingga Melly datang membangunkannya. Melly yang terus menekan tombol bel namun tidak ada respon dari dalam. Melly juga berusaha untuk menelpon Bella namun tidak aktif sehingga Melly membuka pintu dengan password yang sudah diketahui olehnya dan tanpa persetujuan dari Bella dulu.


Melly melihat pakaian yang berantakan kesana kemari dan beberapa jajanan yang berserakan di atas lantai yang berasal dari atas meja ruang tamu. Seperti kapal pecah yang terjadi di dalam apartemen Bella.


"Bukanya tadi malam di jemput oleh Feng? seharusnya suasana hatinya senang bukan malah kebalikannya?" Ucap Melly yang saat ini sedang mengambil satu persatu barang-barang yang berserakan di lantai kemudian dirapikan seperti biasanya.


Melly membersihkan seluruh ruangan hingga bersih dan tidak berantakan lagi. Kemudian pergi ke lantai atas untuk melihat ke kamar Bella. Saat Melly membuka pintu kamar Bella terlihat Bella yang sedang posisi telungkup di atas ranjang dengan pakaian yang acak-acakan dan rambut yang juga acak-acakan.


"Aisss." Ucap Melly yang sedang melihatnya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Nona Bella!" Panggil Melly berkali-kali untuk membangunkan Bella dengan menyentuh bahunya dengan lembut.


"Sudah jam berapa bi?" tanya Bella.


"Hampir jam delapan pagi. Bersihkan diri Anda, karena kita akan ada syuting siang hari ini di studio. " Ucap Melly.


"Baiklah." Jawab Bella dengan wajah yang lesu bangkit dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi.


Saat Bella mandi, Melly membersihkan tempat tidur Bella kemudian pergi ke dapur untuk membuat sarapan. Bella yang telah selesai, langsung turun ke bawah dan duduk di meja makan. Melly yang masih menata sarapan roti dengan beberapa sayur segar, keju dan membuatkan susu kepada Bella.


"Kenapa wajah Anda begitu muram? seharusnya senang karena di jemput oleh Feng." Ucap Melly yang menyerahkan piring yang sudah berisi sarapan itu kepada Bella beserta segelas susu hangat.


"Lelaki itu sungguh menyebalkan." Jawab Bella dengan memegang kedua sendok garpu dan pisau di tangannya.


"Tunggu, maksudnya?" tanya Melly untuk menenangkannya.


"Dia......." Bella menceritakan semuanya kepada Melly.


"Pantas saja dia emosi, bahkan kami atau keluarganya tidak berani mengungkit atas pilihannya menjadi artis." Jawab Melly dalam hati saat mendengarkan.


"Bibi, aku harus seperti apa? Apakah pilihan ku salah memilih dia? Padahal baru saja jadian tapi dia sudah seperti itu." Ucap Bella yang merengek sambil memotong roti dan memasukkannya kedalam mulut.


"Tidak-tidak. Menurut prediksi hatiku bahwa dia adalah orang yang tepat yang bisa menandingi ketampanan saudara ku dan Daddy." Ucap Bella yang tiba-tiba semangat lagi.


"Haha, semua itu terserah Anda nona." Jawab Melly.


"Baiklah sudah aku putuskan jika dia mengejar dan meminta maaf akan aku maafkan. Jika tidak aku sendiri yang akan memberikan dia pembelajaran." Jawab Bella.


"Bukannya itu sama saja?" tanya Melly dalam hati.


Bella menikmati sarapannya dan setelah itu membaca beberapa draf yang harus di hafal ya untuk syuting nanti. Sedangkan Melly mencuci piring dan mengerjakan yang lainnya. Hingga tiba waktunya mereka bersiap berangkat ke studio untuk syuting beberapa adegan yang sudah di jadwalkan.


Mereka datang tepat waktu dan bersiap-siap untuk melakukan syuting. Karena hari ini hanya memerlukan adegan Bella bersama dengan Dailon sebagai peran utama lelaki dalam drama. Mereka syuting dengan sangat baik dan hanya beberapa adegan saja.


Karena hanya ada adegan mereka berdua yang seperti sedang berkencan jadi tidak banyak artis atau kru yang datang. Hanya beberapa orang saja. Karena yang lainnya sedang syuting di tempat yang lain. Mereka syuting berjalan dengan lancar.


"Kerja bagus." Ucap sutradara.


"Terima kasih." Ucap Bella dan Dailon yang tersenyum.


"Apakah ada waktu?" tanya Dailon di saat Bella ingin pergi menuju ke mobil.


"Maaf, seperti aku terlalu lelah dan ingin istirahat lebih awal." Jawab Bella.


"Apakah Anda baik-baik saja?" tanya Dailon yang khawatir.


"Tidak apa-apa. Hanya kelelahan saja." Jawab Bella.


"Oh. Baiklah. Anda hati- hati di jalan." Ucap Dailon yang sedang berdiri di depan mobil Bella dan Bella masuk ke dalam mobil.


Dailon melambaikan tangan di saat Bella duduk dan menutup pintu mobil.


"Ah lelah. Untung saja badmood tidak mempengaruhi syuting hari ini. Ternyata aku profesional juga." Ucap Bella menyandarkan dirinya di kursi mobil yang sudah di stel ke belakang sehingga membuat orang menjadi rileks.


"Nona, apakah tidak ingin makan di luar?" tanya Melly yang berhubung mereka selesai di jam delapan malam.


"Tidak perlu Bi, nanti Akau delivery saja. Bibi istirahat saja setelah tiba nanti tidak perlu mengantar ke atas." Jawab Bella.


"Baiklah." Jawab Melly.


Tiba di apartemen Bella masuk dari lift sendiri dan sibuk dengan ponselnya yang sedang memesan makanan melalui aplikasi. Tanpa di sadari Feng sudah berada di dalam lift. Mereka hanya berdua di dalam lift itu. Ekspresi Feng yang mengetahui itu adalah Bella walaupun dia menggunakan penutup masker dan topi.


Saat Bella ingin keluar dari lift, tiba-tiba heels sepatu yang digunakannya menyangkut di lift dan membuatnya hampir terjatuh. Feng dengan cepat menangkap tubuh Bella agar tidak jatuh. Ponsel yang terbang ke atas juga di tangkap dengan tangan kanan Feng bersamaan dengan tangan kirinya yang menangkap tubuh Bella.


Di saat itulah Bella menyadari bahwa orang yang menangkap tubuh ya yang terjatuh adalah Feng.


"Kau?" Ucap Bella yang terkejut namun Feng memberikan senyuman indah untuk Bella.