Junior Sandreas

Junior Sandreas
Ketertarikan Queen



Episode Krissta Sandreas


Kriss pergi meninggalkan Queen begitu saja setelah mengatakan penjelasan tentang mengerjakan soal yang tidak bisa di jawab Queen. Kriss mengambil ponselnya dan melihat bahwa pesan yang diterima olehnya dari Farel. Mereka berdua sudah selesai menyelesaikan tes yang telah dibuat oleh pihak OSIS untuk menguji mereka berdua.


"Kalian tidak mengecewakan ku. Kita bertemu di parkiran sepeda." Ucap Kriss yang membalas pesan tersebut dan berjalan keluar dari perpustakaan menuju ke parkiran sepeda dengan membawa tasnya yang diambil dari loker perpustakaan.


Sedangkan Queen yang telah ditinggalkan oleh Kriss terdiam melamun setelah mendengarkan penjelasan dari Kriss. Ia sedang mencerna penjelasan yang telah diberikan oleh Kriss untuk dipikirkan olehnya.


"Apa benar?" tanya Queen yang sudah memikirkan untuk memutuskan mencoba menjawab soal yang tidak bisa iya jawab itu menggunakan penjelasan dari Kriss.


"Iya, coba saja. Tidak ada salahnya untuk di coba." Jawab Queen dalam memutuskan.


Queen dengan membaca kembali soal kemudian mencoba mengerjakan dengan jalan yang sudah dijelaskan oleh Kriss. Queen dengan menulis angka-angka yang telah terisi di kertas kosong darinya dan selesai mengerjakan soal itu.


"Ha, benar seperti itu. Apa ini hanya kebetulan saja atau dia benar-benar bisa mengerjakan dengan mudah?" tanya Queen dalam hati melihat jawaban yang sudah di kerjakan olehnya sesuai dengan penjelasan dari Kriss.


"Tunggu tadi dia hanya melihat soal ini sekilas dan dia bisa menjawabnya dengan tepat? Tadi dia di panggil dengan nama Kriss? Sepertinya aku tidak asing dengan nama itu. Tapi di mana aku pernah mendengarnya?" tanya Queen.


Queen yang mulai tertarik untuk mengetahui siapakah sebenarnya Kriss sebenarnya. Ia melihat sekitar namun Kriss sudah tidak ada. Kemudian ia berjalan untuk mencari keberadaan Kris namun sudah tidak ada. Dan ia bertemu kembali dengan pustakawan yang tadi.


"Pak, lelaki yang tadi duduk di samping itu siapa? Lebih tepatnya di kelas berapa?" tanya Queen.


"Oh, dia itu Kriss dari kelas 2 A. Wajar jika Queen tidak mengenalnya karena dia anak batu yang baru saja dua bulan ini bergabung." Ucap Pustakawan.


"Bagaimana bisa ada murid pindahan di tingkat dua dan lagi di pertengahan tahun?" tanya Queen.


"Mungkin anggota OSIS bisa menjawabnya." Jawab Pustakawan yang meletakkan buku-buku ke rak lemari.


"Oh iya aku belum melapor ke kepala sekolah dan urusan OSIS, seperti ...." Ucap Queen yang berfikir dalam hati.


"Terima kasih pak." Jawab Queen yang pergi meninggalkan pustakawan itu dan keluar dari perpustakaan menuju ke kantor kepala sekolah.


Queen mengetuk pintu kantor kepala sekolah dan kemudian diberi izin untuk masuk oleh Samuel. Queen menghadap ke Samuel dan menceritakan semua tentang perjalanan ia di luar negeri untuk mengikuti olimpiade matematika.


"Terima kasih sudah menjadi kebanggaan sekolah JS. Tapi kenapa cepat sekali masuk ke sekolah? Bukannya saya sudah memberikan kompensasi untuk istirahat sehari di rumah?" Jawab Samuel dan bertanya.


"Sama-sama pak. Tidak apa-apa. Tapi ada yang ingin saya tanyakan." Ucap Queen.


"Apa itu?" tanya Samuel.


"Bisakah bapak menjawab semua pertanyaan tentang siapa itu Kriss?" tanya Queen.


"Kriss?" tanya Samuel.


"Ia, mengapa dia bisa masuk ke sekolah kita tidak sesuai dengan aturan sekolah kita?" tanya Queen.


"Karena dia pilihan dari kepala sekolah terdahulu dan juga kami sudah menguji dia sesuai dengan prosedur sekolah kita. Dia mampu melaksanakan semua itu dan mendapatkan nilai sempurna." Jawab Samuel yang menceritakan semuanya kepada Queen.


"Pantas saja." Jawab Queen dalam hati.


"Terima kasih pak sudah memberitahukan saya ya semuanya dan saya pamit undur diri." Jawab Queen.


"Iya." Jawab Samuel yang tersenyum.


"Anak yang sopan, pintar dan walaupun dingin seperti biasanya tiba-tiba bertanya tentang orang lain. Tidak seperti biasanya." Ucap Samuel setelah Queen pergi.


Queen perjalanan menuju ruang OSIS setelah melaporkan segala sesuatu yang berkaitan dengan perjalanan yang di olimpiade kepada Samuel.


Di dalam ruangan itu, ternyata seluruh anggota OSIS lama yang telah menjabat berada di dalam ruangan yang baru saja selesai menguji Kyler dan Farel. Mereka yang baru saja ingin pergi dari ruangan itu tiba-tiba berhenti ketika melihat pintu yang terbuka dan Queen muncul di hadapan mereka semua.


"Ketua OSIS?"


Mereka semua terkejut melihat keberadaan Queen yang berada di dalam ruangan. Karena menurut informasi Queen akan kembali ke sekolah besok.


"Apa yang sedang terjadi pada hari ini?" tanya Queen yang duduk di kursi miliknya dan semua orang yang tadinya berdiri dan ingin meninggalkan ruangan menjadi duduk kembali di kursi mereka masing-masing.


"Kami tadi sedang mengadakan tes untuk mendapatkan orang yang bisa duduk di beberapa posisi yang kosong." Ucap Mawar.


"Bukannya semuanya bisa dicari sesuai dengan prosedur yang biasa kita lakukan?" tanya Queen.


"Masih ingat beberapa hari yang lalu aku telah memberikan informasi keadaan saat ini? Nah, kami menguji teman Kriss yaitu Kyler dan Farel......" Mawar yang bertanya dan menjelaskan segala sesuatu yang terjadi pada kemarin hingga hari ini.


"Pantas saja seperti tidak asing dengan namanya, ternyata itu kau." Ucap Queen dalam hati saat mendengar penjelasan Mawar.


"Jadi bagaimana dengan hasilnya?" tanya Queen.


"Di luar dugaan." Ucap Mawar.


"Mereka pantas mendapatkan posisi itu." Jawab Ella.


"Pantas saja bisa sombong ternyata tidak memalukan kemampuan mereka." Jawab Gibrel.


Mawar menyerahkan hasil nilai dari teks yang sudah dilakukan oleh Kyler dan Farel kepada Queen.


"Jadi ini hasil mereka? Jadi apa yang di ajukan oleh Kriss bahwa mereka orang yang layak untuk menduduki posisi OSIS ini sesuai dengan perkataannya?" tanya Queen.


"Iya. Dia juga mengatakan untuk memikirkan tentang penawaran yang sudah kita berikan setelah kita mendapatkan hasil mereka berdua." Jawab Mawar.


"Oh, okelah. Lakukan sesuka kalian. Aku akan setuju saja asal jangan merugikan OSIS." Ucap Queen lalu berdiri dan pergi meninggalkan ruangan itu.


"Tunggu Queen." Ucap Mawar.


"Ada apa?" tanya Queen.


"Selamat atas kejuaraan yang kau dapatkan." Ucap Mawar.


"Iya. Selamat ketua." Ucap mereka semua yang ada di sana.


"Terima kasih." Ucap Queen.


"Bagaimana jika minggu ini kita mengadakan pesta atas kejuaraan sekaligus juga atas kedatangan anggota baru di OSIS." Ucap Mawar.


"Lakukan apa yang ingin kalian lakukan." Jawab Queen.


"Baiklah, jangan lupa kau untuk datang." Ucap Mawar yang melihat Queen sudah pergi.


"Kalian sudah dengar?" tanya Mawar.


"Siap kak." Ucap mereka semua yang senang karena ada pesta.


"Untuk tempat dan waktunya, besok kita bicarakan kembali tentang peresmian anggota OSIS dan juga pesta itu." Ucap Mawar.


"Kakak senior memang yang terbaik. Kami siap membantu."


"Oke. Sampai disini saja hari ini, terima kasih atas waktu dan kerjasama kita semua." Ucap Mawar.


"Sama-sama kak." Jawab mereka kemudian pergi meninggalkan ruangan itu.