Junior Sandreas

Junior Sandreas
Sea Nettle



Nama : Dailon Zin


Umur :  23 Tahun


Tinggi: 180cm


Sifat : Ramah, Baik


Status :Idol Penyayi dan Aktor


“Nona,” panggil Melly yang memerintah Bella untuk segera mengambil posisi dalam pemotretan.


“Oke.” Jawab Bella yang berjalan memberikan ponselnya kepada Melly.


Suasana pemotretan yang berlangsung selama satu jam berjalan lancar. Suasana di alam bebas di sekitar pantai, seluruh kru bekerja dengan sangat baik begitu pula dengan Bella. Mereka bekerja keras untuk pembuata majalah sampul yang akan terbit di bulan depan. Dengan tema pantai.


Sesi pemotretan untuk seorang diri telah selesai dan akan di lanjutkan dengan sesi pemotretan berpasangan untuk esok harinya. Seharusnya jadwal pemotretan satu hari ini dapat selesai, namun dikarena artis laki-laki


masih dalam perjalanan menuju tempat terhambat. Mereka harus menunggu


kedatangannya dan bermalam di motel terdekat di daerah pantai tersebut.


“Apa yang akan kita lakukan?” tanya Bella yang sedang melihat jam tangannya.


“Sepertinya kita akan bermalam disini, dikarenakan Dailon juga belum sampai saat ini. Empat jam lagi hari sudah mulai gelap.” Jawab Sutradara.


“Ada apa dengannya? Mengapa telat?” tanya Bella.


“Jalan yang dilaluinya terkena kemacetan. Mungkin itu akibat hujan tadi malam, pohon jalanan telah tumbang. Kita saja yang beruntung tidak mengambil rute itu.” Jawab Sutradara.


“Apa? Jadi?” tanya Bella yang mempertanyakan keadaannya.


“Dia tidak apa-apa, mereka memutarkan rute jalannya.” Jawab Sutradara.


“Oh baguslah. Baiklah aku tidak masalah jika malam ini kita bermalam di sekitar sini.” Jawab Bella.


“Baiklah karena semua sudah setuju maka kita akan istirahat malam ini.” Jawab Sutradara.


“Aku akan memberitahukan semuanya,” jawab salah satu anggota kru.


Sebelum semuanya mengetahui keputusan sutradara ternyata mobil yang membawa Dailon telah sampai tepat waktu. Mereka membatalkan niat untuk bermalam disini dan segera menyelesaikan semua sesi pemotretan.


“Maaf kami terlambat.” Jawab Asisten Dailon.


“Maaf semuanya.” Jawab Dailon.


“Kau sudah sampai? Kami baru saja akan beristirahat dan memutuskan akan bermalam disini.” Jawab Sutradara.


“Jadi kita tidak melanjutkan sesi pemotretan?” tanya Dailon.


“Kau juga baru tiba, kau butuh istirahat yang penuh setelah perjalanan.” Jawab Bella.


“Tidak apa-apa, aku masih bisa melanjutkannya.” Jawab Dailon.


“Benarkah?” tanya sutradara.


“Iya.” Jawab Dailon.


“Baiklah jika itu keputusanmu, ayo kita lanjutkan.” Jawab Bella.


“Oke. Semuanya bersiap sepuluh menit lagi, kita akan melanjutkannya.” Jawab Sutradara.


Dailon bersiap-siap mengganti bajunya sesuai dengan tema yang digunakan oleh Bella. Mereka memiliki dua sesi pemotretan. Pertama menggunakan baju berwarna putih di sekitar tepi pantai seperti sedang


berkencan. Kedua mereka harus masuk kedalam air, mereka akan berada di tepi


pantai dan sedikit merendamkan kakinya di dalam air laut.


Setengah jam berlalu dengan sangat cepat. Tim photogarfer dan juga Bella, Dailon melakukan pekerjaannya dengan sangat professional sehingga lebih cepat. Hasil yang di potret juga sangat bagus dan juga baik


tanpa harus adanya pengulangan. Bella dan Dailon segera berganti pakaian lagi untuk sesi berikutnya.


“Kerja bagus kakak Bella.” Ucap Dailon dengan tersenyum manja.


“Kau juga.” Jawab Bella.


“Semua karena ada kakak.” Jawab Dailon.


“Hahaha, sudahlah. Ayo kita selesaikan ini dengan cepat.” Jawab Bella.


Mereka membutuhkan waktu lima menit untuk berganti pakain. Melanjutkan sesi pemotretan dengan masuk kedalam air laut hingga di atas lutut. Bella dan Dailon segera berpose untuk melakukan pemotretan. Dari berdiri berjauhan, berdekatan, berpelukan dan juga bermain air. Sesi pemotretan berjalan dengan lancar sampai tidak di duga Bella tersengat ubur-ubur berancun spesies Chysaora saat Dailon mengajak Bella untuk lebih lama di dalam air.


“Bagaimana jika kita sedikit berlama di dalam air?” ucap Dailon karena sesi pemotretan mereka sudah berakhir hingga senja muncul.


“Ayo, ini akan seru.” Jawab Bella yang melihat senja sudah muncul.


“Pemandangan yang begitu indah.” Jawab Dailon.


“Kau benar.” Jawab Bella.


“Segera pergi dari air, malam akan segera tiba.” Ucap Melly.


“Sebentar kakak Melly.” Jawab Dailon yang melemparkan air ke Bella dan mereka berperang air di laut.


“Auuu,” teriak Bella dengan pelan.


“Ada apa?” tanya Dailon.


“Sepertinya ada yang menyengat kakiku.” Jawab Bella.


“Apa?” tanya Dailon yang melihat kaki Bella dan ternyata ada ubur-ubur di sekitar Bella berdiri.


Dailon segera menarik Bella untuk ke tepi.


“Kakak Melly telepon Ambulance, Kakak Bella tersengat ubur-ubur.” Teriak Dailon.


Membuat semua orang panik dan bingung. Dailon terus menarik Bella ke tepi pantai dan Melly menelpon ambulance. Semua orang panik mendekati Dailon dan Bella yang berjalan ke tepi pantai. Sutradara memerintah membawa cuka apel untuk menetralisir racun pada sengatan yang di alami Bella.


Bella masih sadarkan diri namun ia merasa kepanasan dan nyeri. Dia kesakitan akibat sengatan ubur-ubur itu. Bella terduduk di pasir


tepi pantai karena sudah tidak sanggup untuk berdiri tegak. Dailon yang merasa bersalah sangat panik dan Sutradara langsung menyiramkan cuka apel kepada sengatan ubur-ubur pada kaki Bella.


Chysaora/ Sea Nettle yang merupakan ubur-ubur beracun. Memiliki sengat yang dilapisi racun pada tentakelnya. Jika terkena manusia tidak mengakibatkan mematikan namun dapat mengakibatkan bengkak dan memerah pada bagian yang tersengat. Efek sengatan yang ditimbulkan juga diikuti dengan sensasi terbakar, mual, pusing dan tidak sadarkan diri.


“Bagaimana ini bisa terjadi?” tanya Melly yang khawatir terhadap majikannya.


“Kami hanya bermain air dan dia mengatakan bahwa ada yang menyengat nya. Aku melihat ada ubur-ubur di sekitar kakak Bella berdiri. Dan aku langsung menariknya keluar dari air.” Jawab Dailon.


“Ini bukan salahnya kakak, jangan marahi Dailon.” Jawab Bella dengan pelan dan lemas.


“Bella dengarkan aku, apa yang saat ini kau rasakan?” tanya sutradara.


“Badanku tidak punya tenaga dan kakiku terasa terbakar. Kepala ku juga sangat pussssing.” Jawab Bella yang terbata-bata dan menutup matanya.


“Bella.” Panggil Melly.


“Kakak Bella,” panggil Dailon.


“Sudah berada dimana ambulance? Saya takutnya dia terkena ubur-ubur yang sangat beracun.” Ucap Sutradara.


“Apakah ini mengakibatkan kematian?” tanya Dailon.


“Bisa saja jika dia di sengat dengan spesies yang sangat beracun.” Jawab Sutradara.


“Apa?” jawab Melly yang semakin panik.


“Kau harus menjelaskan kepada dokter bagaimana ciri-ciri ubur-ubur yang kau lihat.” Ucap Sutradara kepada Dailon.


“Ambulance sudah datang, bertahanlah nona.” jawab Melly


Bella mulai tidak sadarkan diri, selama sepuluh menit dari kejadian Bella pingsan. Dan mobil ambulance datang setelah 15 menit kejadian. Bella langsung di angkat oleh Dailon kedalam mobil ambulance menuju rumah sakit. Yang ikut masuk kedalam mobil ambulance adalah Dailon dan juga Melly.


Mereka berdua masuk ke dalam dan perawat memberikan pertolongan pertama kepada


Bella.


 “Kembalilah, tidak baik kau disini. Akan ada gossip.” Ucap Melly sebelum mereka menurunkan Bella dari mobil.


“Tapi..” jawab Dailon.


“Aku akan segera memberi kabar setelah dia sadarkan diri.” Jawab Melly.


“Baiklah.” Jawab Dailon yang keluar dari mobil dengan cepat dan mencari taksi.


Saat itu memang keadaan yang sunyi karena baru saja memasuki malam. Tidak ada penggemar ataupun wartawan yang melihat hal tersebut.