Junior Sandreas

Junior Sandreas
Kalung Giok: Kenzo Sandreas



Kenzo bertanya kepada Zhafira tentang apa yang ingin dia katakan kepada Kenzo.


"Setelah beberapa hari kau menyelamatkanku dari kejadian itu, aku pergi ke rumah untuk bertemu dengan bibi dan mengambil beberapa berkas tentang diriku di dalam rumah itu. Dan bibi memberikan sebuah kotak yang berisi hal terakhir yang ingin diberikan oleh ibu kepadaku." Jawab Zhafira.


"Lalu?" tanya Kenzo.


"Kau pasti sudah memperhatikan liontin giok pada kalung yang aku gunakan ini?" Jawab Zhafira.


"Hubungannya?" tanya Kenzo.


"Kalung ini andalan Alung pemberian dari ibu kepadaku dan hal itu membuatku senang. Tapi," Jawab Zhafira yang berhenti.


"Tapi?" tanya Kenzo yang bangkit dari tidurnya kemudian duduk dan melihat Zhafira yang terbaring di atas kasur. Zhafira yang melihat hal itu juga bangkit dari tempat tidur dan turun duduk menghadap Kenzo.


"Kalung ini adalah simbol rahasia identitas tentang diriku yang sebenarnya." Jawab Zhafira.


"Maksudnya?" tanya Kenzo.


"Ibu yang selama ini aku anggap Ibu adalah orang lain." Jawab Zhafira yang mulai mengeluarkan air mata yang membasahi pipinya.


"Ada apa sebenarnya?" tanya Kenzo menghapus air mata Zhafira.


"Dalam kotak itu, berisi kalung ini dan juga buku diary ibu. Dalam diary itu menjelaskan segala sesuatu pertanyaan tentang aku."


"Aku bukan anaknya melainkan anak orang lain yang ia bawa untuk diselamatkan dari seseorang yang ingin membunuhku." Jawab Zhafira.


"Tunggu, maksud mu Ibu mu itu menyelamatkan mu dari seseorang yang ingin membunuh mu?" tanya Kenzo.


"Iya. Di dalam diary itu hanya menjelaskan tentang bagaimana aku didapatkan dan diselamatkan oleh nya dari seseorang ingin membunuh ku. Namun, Tidak ji jelaskan siapa orang yang ingin membunuhku dan juga siapa ayah dan ibuku yang sebenarnya."


"Dalam buku itu hanya mengatakan bahwa kalung liontin giok ini akan membawaku kepada mereka. Ibu juga mengucapkan permohonan maaf karena tidak mengatakan yang sejujurnya kepadaku namun sebenarnya kado ini adalah kado yang dipersiapkan oleh nya ketika aku berumur 25 tahun." Jawab Zhafira.


"Pantas saja kau menangis." Jawab Kenzo dalam hati yang perlahan mendekatinya dan memeluk dirinya untuk menenangkan Zhafira. Kenzo menepuk pundak Zhafira dengan lembut.


"Aku akan membantu mu mencari siapa orangtua mu sebenarnya." Jawab Kenzo.


"Benarkah?" tanya Zhafira.


"Iya." Jawab Kenzo.


"Terima kasih sekali lagi. Ini lah yang ingin aku katakan. Terima kasih atas segalanya yang sudah kau lakukan untuk ku selama ini. Maaf telah merepotkan mu selama ini." Jawab Zhafira.


"Sekarang sudah bisa tidur?" tanya Kenzo.


"Iya." Jawab Zhafira dengan mengangguk kepalanya lalu naik ke atas kasur dan membaringkan tubuhnya kembali sambil menarik selimut untuk menutupi nya.


Kenzo juga kembali membaringkan tubuhnya dan memejamkan matanya sambil sedang berpikir tentang cerita yang di berikan oleh Zhafira. Dan Zhafira merasa lega karena sudah memberitahu rahasia yang dimiliki olehnya kepada Kenzo.


Mereka sama-sama tertidur pada malam itu.


Saat Zhafira membuka mata, ia sudah tidak melihat sosok Kenzo ada di dalam kamar. Ia hanya bertemu dengan beberapa pelayan yang masuk ke dalam kamarnya untuk membangunkannya.


"Nona, tuan Kenzo berpesan kepada kami untuk melayani Anda." Jawab 5 orang pelayan bersama-sama


"Saya sudah menyiapkan air di bak mandi."


"Saya sudah menyiapkan pakaian yang akan Anda gunakan."


"Saya akan membantu anda dalam ber-make up."


"Saya segera menyiapkan sarapan untuk Anda."


"Saya akan membereskan kamar tuan Kenzo."


"Silahkan Nona!"


Mau tidak mau Zhafira mengikuti pelayanan yang diberikan oleh Kenzo kepadanya. Namun, Zhafira tidak memperbolehkan pelayan itu masuk ke dalam kamar mandi dan membiarkan dia untuk mandi sendiri tanpa dibantu oleh mereka.


Setelah selesai mandi langsung memakai pakaian yang sudah disiapkan oleh mereka.


"Siapa yang menyiapkan ini?" tanya Zhafira yang berpikir bahwa Kenzo yang menyiapkan hal ini termasuk menyiapkan pakaian dalamnya.


"Tentu saja tuan Kenzo. Kami hanya mematuhi perintahnya untuk melakukan segala sesuatu yang diperintahkan."


"Dia yang memilih ini?" tanya Zhafira dalam hati.


"Tenang saja nona, dia hanya mengatakan untuk mencarikan yang sesuai dengan Nona tanpa dia yang megang dan juga yang memilih."


"Syukurlah." Jawab Zhafira.


Zhafira langsung memakai pakaiannya di ruang ganti sedangkan pelayan sedang menunggu dirinya. Setelah itu, ia di bantu untuk bermake-up. Berawal dari mengeringkan rambut yang telah dikeramas olehnya dan menatanya. Lalu membantu Zhafira ber- make up


Zhafira sebenarnya sudah tidak nyaman mendapatkan pelayanan yang seperti ini. Namun, Iya tidak bisa menolak karena tidak ingin menyusahkan para pelayan. Para pelayan memohon kepadanya untuk menerima pelayanan yang mereka berikan karena jika tidak mereka akan terkena masalah oleh Kenzo.


Maka dari itu, Zhafira terpaksa menerimanya. Setelah segala sesuatu yang telah dipersiapkan oleh Kenzo dengan mengirim pelayanan kepada Zhafira, Riki datang saat Zhafira selesai sarapan.


"Nona silahkan ikut dengan ku." Jawab Riki.


"Ke mana?" tanya Zhafira.


"Menyusul tuan Kenzo di rumah tuan besar." Jawab Riki.


"Daddy Jack dan bunda Caca?" tanya Zhafira.


"Iya. Saya akan menunggu Anda di depan pintu." Jawab Riki.


"Kenapa ini begitu aneh?" tanya Zhafira dalam hati.


"Baiklah, mohon tunggu sebentar paman Riki " Jawab Zhafira yang kemudian berjalan kearah kamar untuk mengambil tas miliknya.


Zhafira yang sudah datang langsung dibukakan pintu oleh untuk masuk ke dalam mobil. Saat di dalam mobil, Zhafira memberanikan dirinya untuk bertanya kepada Riki tentang apa yang sebenarnya terjadi.


"Aku juga tidak mengetahui nona. Saat Anda di sana pasti akan mengetahui apa yang terjadi." Jawab Riki.


"Lalu kenapa kau yang menjemput ku?" tanya Zhafira yang heran.


"Nona, aku juga tidak mengetahui. Benar-benar tidak mengetahui. Saat aku belum bangun, Tuan Kenzo memerintahkanku untuk menjemputmu mengantarkanmu ke rumah tuan besar." Jawab Riki.


"Dan Kenzo lebih dulu pergi sendirian?" tanya Zhafira.


"Iya. Aku juga heran, namun sepertinya baik-baik saja tidak ada masalah yang terlalu serius." Jawab Riki memberikan feeling nya.


"Semoga. Hanya saja ini terasa aneh." Jawab Zhafira.


"Anda tenang saja, tidak akan ada yang terjadi apapun kepada keluarga Sandreas terkhuskan tuan Kenzo." Ucap Riki menggoda Zhafira untuk mencairkan suasana yang tegang.


"Aku tidak khawatir dengannya." Jawab Zhafira.


"Hahahha, semua terlihat jelas di wajah Anda. Anda dan Tuan Kenzo sama-sama tidak mengakui perasaan yang sebenarnya di hadapan orang lain." Jawab Riki yang tertawa.


"Berhenti menggodaku paman." Jawab Zhafira yang tersipu malu.


"Saya yakin tuan Kenzo sudah menyukai anda, hanya saja dia tidak mengakui hal itu. Dia memang seseorang yang seperti itu, dia sudah terbiasa menyimpan segala sesuatu ya sendiri." Jawab Riki.


"Aku tidak berharap dia benar-benar menyukai paman. Dengan perilaku yang dia miliki saat ini saja sudah membuat ku senang. Ada seseorang yang membantu ku di saat semua orang meninggal kan ku sendirian." Jawab Zhafira.