
"Kau salah paham. Damico sudah mengejar ku sejak aku di bangku SMA. Tapi tidak pernah aku terima, karena dorongan dari Ayah ku yang menjodohkan ya kepada ku, aku tidak bisa menolaknya. Tapi semua itu di lakukan oleh ayah bajingan itu hanya untuk mendapatkan harta peninggalan ibu ku. Jadi mereka semua itu sama, sama-sama menginginkan perusahaan ibu ku dan seluruh harta yang di tinggalkannya." Jawab Zhafira.
Zhafira kemudian memeluk Kenzo dan melanjutkan ceritanya. Kenzo yang tidak menolak peluk kan yang diberikan oleh Zhafira kepada ya. Kenzo mendengarkan apa yang ingin di sampaikan oleh Zhafira.
"Jadi bolehkan berada di samping ku untuk membantu ku mendapatkan kembali perusahaan dan seluruh harta peninggalan ibu itu?" tanya Zhafira dalam pelukan itu.
Kenzo melepaskan pelukan Zhafira dan menjawab permintaan Zhafira lagi.
"Aku akan membantu mu mendapatkan semua yang seharus ya menjadi milik mu. Tapi sekarang masuklah ke dalam dan istirahat. Ini sudah larut malam." Jawab Kenzo yang melihat jam tangan miliknya menunjukkan pukul 03.00 wib.
Zhafira menuruti permintaan Kenzo untuk masuk ke dalam rumah setelah mengatakan permintaan maaf kepada ya.
"Maaf jika aku terlalu agresif." Jawab Zhafira malu berlari membuka pintu dan menutupnya dengan cepat.
Kenzo tersenyum tipis kemudian berjalan pergi meninggalkan rumah Zhafira.
"Ahhhh, sial terlalu memalukan melakukan hal itu untuk pertama kalinya." Jawab Zhafira dari balik pintu dengan tangan yang masih bergemetaran. Zhafira mengintip dari lobang pintu untuk melihat apakah Kenzo sudah pergi.
"Baguslah dia sudah pergi." Jawab Zhafira yang masih merasa malu dan berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Di dalam kamar mandi, Zhafira masih membayangkan apa yang telah ia lakukan tadi kepada Kenzo. Ia merasa bahwa dirinya benar-benar telah berubah sesuai rencana yang sudah ia fikirkan beberapa hari ini.
Tumpukan buku tentang memikat seorang lelaki dan juga url link internet tentang pencarian subjek yang sama tertinggal di laptop milik Zhafira. Semua benda itu berada di tempat tidur Zhafira. Zhafira yang baru selesai mandi melihat semua yang ia pelajari beberapa hari ini membuahkan hasil tanpa di duga oleh ya.
"Aku tidak menyangka bahwa malam ini adalah kesempatan untuk mempraktekkan semua yang aku pelajari di buku dan internet itu " Jawab Zhafira yang sedang mengeringkan rambutnya.
"Aku harus menjadi lebih kuat dan meninggalkan Zhafira yang mudah di tindak seperti dulu. Permainan di mulai." Jawab Zhafira dengan wajah penuh dendam yang di tampilkan ya dengan melihat dirinya sendiri di depan kaca.
Zhafira sudah memikirkan semuanya dengan matang setelah apa yang terjadi pada dirinya. Zhafira bertekad untuk membalaskan dendam kepada orang-orang yang telah membuat ya menderita setelah ia menerima sebuah peninggalan yang di tinggalkan oleh ibunya.
Zhafira juga berfikir jika ia bisa bersama dengan Kenzo, ia akan lebih cepat untuk melaksanakan ide balas dendam yang ia miliki itu. Sebenarnya Zhafira tidak tega melibatkan Kenzo untuk menjadi pion raja dalam permainan balas dendam miliknya. Tapi dia mengetahui jika dia hanya sendiri, dia tidak akan pernah bisa untuk membalaskan dendam itu.
Zhafira juga sudah lama menyukai Kenzo, jadi ini adalah kesempatan yang akan di ambil olehnya untuk mengungkapkan dengan sebenarnya apa yang ingin ia lakukan kepada Kenzo. Tanpa harus menutupi kebenaran dari segala niat dan perasaan yang dia miliki. Walaupun harus melalui perdebatan pada diri sendiri.
Zhafira harus berubah menjadi Zhafira yang lebih kuat dari sebelumnya dan juga berani untuk mengakui cintanya kepada Kenzo. Dengan begitu tidak ada beban dan penyesalan yang ada dihatinya jika dalam perjalan balas dendam ini akan mengambil nyawa dirinya. Bahkan harus membohongi Kenzo dan Bella.
Zhafira ingin terbuka kepada orang-orang yang baik pada ya. Zhafira juga tidak ingin mengecewakan Kenzo dan sahabat baiknya itu. Karena pertolongan mereka berdua memberikan kesempatan untuk ya mengetahui apa yang terjadi.
"Kenzo, maaf kan aku jika rasa cinta ini melibatkan mu untuk membantu ku membalaskan dendam ku." Jawab Zhafira dalam hatinya ketika melihat sebuah majalah dengan cover wajah Kenzo.
Sebuah majalah yang di terbitkan untuk kalangan bisnis dan politik. Majalah yang hanya bisa di baca oleh orang-orang tertentu. Dan majalah itu di dapatkan oleh Zhafira ketika dirinya di rawat oleh Kenzo di mansion Kenzo. Zhafira hanya mengetahui 40% kebenaran identitas Kenzo yaitu sebagai seorang miliyader nomor 1 di daerah itu dan sebagai Abang kandung sahabatnya.
"Semoga kau bisa memahami dan mengikuti permainan ku Kenzo." Jawab Zhafira yang melihat majalah itu dan memeluknya dalam tidur ya.
Sedangkan Kenzo yang ingin tidur setelah membersihkan dirinya masih memikirkan apa yang terjadi pada dirinya dan Zhafira hari ini.
"Baguslah jika kau jujur kepada ku tanpa harus berniat untuk membohongi ku."
"Atas keberanian yang kau lakukan hari ini akan aku apresiasi dengan mengikuti permainan yang sedang kau rencanakan itu." Jawab Kenzo dalam hati sambil tersenyum tipis.
Kenzo membayangkan lagi wajah Zhafira yang saat itu mengatakan cinta kepada ya. Saat itu Kenzo mengetahui bahwa apa yang di katakan oleh Zhafira itu memang benar tanpa ada hal yang di tutupi.
Dan Kenzo juga membayangkan saat dirinya ingin pergi meninggalkan Zhafira, Zhafira memeluk dirinya dengan terpaksa untuk menyakinkan keputusan Zhafira yang sudah mengatakan perasaannya kepada dirinya.
Saat itu Kenzo mengetahui bahwa tubuh Zhafira gemetaran seperti orang yang baru pertama kalinya memeluk seseorang. Namun Kenzo tetap saja bersikap biasa saja. Dengan dinginnya Kenzo melepaskan pelukan itu dan memerintah Zhafira untuk masuk ke dalam rumah.
"Saat itu kau benar-benar lucu." Jawab Kenzo tertawa kecil sambil memandangi langit kamar di atas kasurnya.
Tangan Kenzo yang di arahkan ke atas sambil dengan haluan yang di miliki olehnya.
"Aku harap kau akan seperti itu ketika mengetahui siapa aku sebenarnya." Jawab Kenzo.
Kenzo mengetahui bahwa Zhafira tidak ada niat buruk kepadannya, dia hanya mengatakan perasaan cinta ya dan membutuhkan pertolongan Kenzo untuk membantunya membalaskan dendam orang-orang yang telah menyakitinya.
Kenzo memberikan waktu satu bulan kepada Zhafira karena untuk memberitahu kan seluruh hal tentang siapa dirinya yang sebenarnya. Dengan begitu keputusan akan kembali kepada Zhafira, dia akan tetap bertahan atau tidak. Karena Kenzo bukanlah seorang pembisnis biasa namun keluarga Sandreas. Keluarga bisnis yang berjalan menggunakan cara mafia jika lawannya adalah seorang mafia. Namun selalu memberikan kebenaran dan keadilan yang tidak bisa di lakukan oleh hukum yang berlaku.