Junior Sandreas

Junior Sandreas
Ujian Beladiri Taekwondo part 1



Seluruh arena pertandingan telah di penuhi banyak orang. Setiap ujian beladiri yang menonton bukan hanya siswa dan guru, namun orangtua siswa memiliki kesempatan untuk melihat kemampuan anak-anak ya. Oleh karena itu, hari ini arena pertandingan sudah di penuhi oleh orangtua siswa, guru dan siswa lainnya.


Hari pertama setelah selesai ujian teori adalah giliran ujian beladiri untuk tingkat 1. Sesuai ketetapan bahwa beladiri ujian kali ini adalah taekondow untuk pertandingan hari ini. Ada 5 Ring pertandingan dalam satu arena. Sesuai dengan durasi dan ketetapan aturan seperti biasanya.


Siswa tingkat 1 seluruh ya sudah bersiap dengan pakaian taekondow. Dan mereka duduk di bangku tunggu di depan Ring menunggu giliran mereka dipanggil. Farel dan Kyler yang berada di tingkat 1 sudah mempersiapkan dirinya duduk dibangku tunggu. Kriss berada didekat kursi penonton tepat di bawah kursi tunggu mereka berdua.


Kriss memberikan semangat kepada mereka dengan kode senyum tipis menaikan alis tebal ya di tempat duduk ya saat Kyler dan Farel menoleh kebelakang. Sebelum itu, Kriss sudah memberikan semangat kepada mereka berdua di ruang ganti.


"Lakukan yang terbaik dan jangan sampai terluka." Jawab Kriss.


"Tentu." Jawab Kyler.


"Aku yang akan menang dari mu." Jawab Farel.


"Siapapun yang menang jangan sampai melukai terlalu parah antara saudara." Jawab Kriss tertawa kecil.


"Tentu." Jawab mereka berdua.


Pertandingan di mulai dengan suasana memanas dan sangat menyerukan karena banyak support dari penonton untuk para murid yang mengadakan pertandingan. Babak demi babak terlewati hingga saat ya, nama Farel di sebutkan terlebih dulu untuk masuk ke Ring nomor urut 3.


Farel berhadapan dengan seorang siswa yang berbeda dari kelasnya. Postur tubuh lawan Farel lebih besar dari dirinya. Farel menelan ludah ya melihat lawan yang akan di hadapinya.


"Ukuran badan bukan masalah, yang terpenting aku tidak satu ring dengan Kriss." Ucap ya dalam hati walaupun ada rasa takut sedikit menghadapi lawan ya ini.


Wasit memberi aba-aba mulai, Farel mulai memasang kuda-kuda untuk menyerang. Karena menurut Farel lebih baik menyerang terlebih dahulu daripada bertahan. Jika Farel bertahan akan mengakibatkan memberi lawan kesempatan untuk melukai ya.


Farel langsung melayangkan tinju ke arah kepala yang dapat di hindari lawan, kemudian dengan cepat melayangkan tendangan ke arah lutut lawan. Lawan Farel pun akan terjatuh dan satu tinju kembali di layangkan oleh Farel ke arah wajah ya.


"Kau cerdik, tapi seperti ya aku meremehkan mu." Jawab lawan Farel saat wasit mulai menghitung dan ia membersihkan darah yang keluar dari ujung bibir ya.


Ia berdiri dan mulai mengeluarkan kemampuannya untuk membalas Farel. Farel mencoba untuk menghindari segala serangan yang diluncurkan oleh lawannya. Farel menghindar dan juga menahan dengan baik. Farel tidak ingin berlama-lama karena ia takut tidak akan lama untuk mempertahankan kekuasaannya dalam mencegah segala serangan yang diluncurkan oleh lawannya.


Farel membuat kesempatan setiap serangan yang diluncurkan kepadanya langsung dibalas olehnya setelah menghindari. Sehingga lawannya selalu terkena pukulan Farel. Farel terus mencoba menendang pertahanan kuda-kuda yang dimiliki lawan. Hal itu dapat merobohkan pertahanan lawan dan Farel dengan mudah untuk memukul wajah dan titik lemah lainnya.


Berjalan dua ronde, Farel mengalahkan lawannya ketika ronde ke-2 dimulai selama 1 menit. Akhirnya, Farel memenangkan pertandingan itu ketika lawannya sudah tidak sanggup lagi untuk berdiri.


"Kau terlalu lama." Ucap Kyler ketika Farel kembali duduk di sampingnya.


"Kekuatan ya setengah dari kak Bella." Jawab Farel.


"Benarkah?" tanya Kyler.


"Tunjukan kekuatan mu." Jawab Farel.


"Iya. Lihat dan saksikan." Jawab Kyler yang berdiri dari bangku tunggu dan berjalan menuju ke atas ring.


Kyler menggunakan pelindung kepala dan seluruh peralatan yang dibutuhkan ketika naik ke arena ring. Wasit memberikan aba-aba untuk mulai.


Kyler tidak ingin mulai menyerang pertama. Karena Kyler membuat taktik dalam fikirannya yaitu dengan melihat kemampuan lawannya terlebih dahulu sehingga ia membuat taktik untuk bertahan terlebih dahulu.


3 kali serangan tinju dapat dihindari oleh Kyler. 4 tendangan yang melayang juga dapat di hindari oleh Kyler. Dalam waktu singkat itu, Kyler mendapatkan hasil pengamatannya terhadap lawan kemudian langsung membuat taktik untuk menyerang.


Kyler mengarahkan telunjuknya ke perut lawan dan berhasil mendarat tepat pada target. Di susul dengan 1 tinju ke arah wajah lawan dan kemudian memberikan satu tendangan ke arah dada lawan sehingga membuat lawannya terjatuh dan tidak bisa bangkit kembali hingga wasit menghitung di angka ke 5. Saat di angka ke 6 lawan sadar dan berdiri kembali.


Kyler melakukan hal yang sama dan ternyata lawan tidak menghindar dan membaca taktik Kyler yang sama persisi untuk menyerang ya. Dan lawan tidak bisa bangkit kembali.


"Sudah ku duga bahwa kau tidak akan memperhatikan penyerangan ku terhadap mu." Jawab Kyler.


Sontak semua penonton memberikan tepuk tangan kepada Kyler yang begitu mengagumkan untuk bertanding. Kyler langsung turun dari ring dan duduk kembali di bangku ya.


"Bagaimana?" tanya Kyler kepada Farel.


"Seperti biasa, bertahan dulu baru menyerang." Jawab Farel.


"Tentu. Lebih cepat dari mu." Jawab Kyler yang menerima botol air mineral yang di berikan oleh Farel saat Kyler baru saja duduk.


Pertandingan beladiri taekwondo dalam rangka ujian bulanan ini hanya melakukan satu kali pertandingan untuk menunjukkan kualitas dirinya yang akan dinilai oleh Wilson sebagai nilai mata pelajaran olahraga yaitu lebih tepatnya nilai beladiri.


Sejak awal Wilson sedang duduk untuk menyaksikan para muridnya melalui layar monitor yang terdiri dari 5 layar di mana masing-masing air itu menunjukkan lima arena ring. Wilson menilai mereka sejarah monitor sehingga dengan cepat dapat memberikan penilaian pada muridnya dan mencegah membuang banyak waktu untuk melakukan ujian beladiri.


"Lumayan juga anak-anak ini." Jawab Wilson dalam hati ketika menulis point nilai terhadap masing-masing siswa dan sedang memperhatikan perbandingan Kyler dan juga pertandingan Farel.


"Tunggu bukanya itu adalah orang yang sering bersama dengan Kriss?" tanya Wilson dalam hati.


"Ah iya, mereka memang orang-orang kampung itu yang mendapatkan beasiswa untuk masuk ke sekolah ini." Jawab Wilson ketika memperhatikan kamera yang mengarah di kursi penonton bagian Kriss yang duduk di atas bangku tunggu Kyler dan Farel.


"Lebih baik aku membuat sedikit trik untuk melihat pertandingan Kriss sekali lagi dengan Gibrel." Ucap Wilson dalam hati.


Sebenernya pertandingan itu acak melalui undian nomor absen siswa pada komputer. Namun Wilson akan membuat pertandingan Kriss dan Gibrel bisa terwujud.