Junior Sandreas

Junior Sandreas
Hasil DNA : Kenzo Sandreas



"Aku setuju." Jawab Kenzo.


"Oke." Jawab Bella.


Bella, Kenzo dan Max sudah membuat rencana untuk mendekati Kayasi. Mereka sudah merencanakan dengan matang. Dan setelah pembicaraan itu, suara bel berbunyi dan Max berjalan untuk membukanya.


"Siapa Uncle?" tanya Kenzo.


"Hasilnya sudah keluar." Jawab Max yang membawa hasil tes DNA itu dari orang yang disuruhnya mengecek di laboratorium.


Max tidak membukanya dengan langsung memberikannya kepada Kenzo.


"Terima kasih. Dengan begini aku sudah bisa pulang tanpa harus menunggu lama." Jawab Kenzo.


"Tidak jadi menginap?" tanya Max.


"Tidak. Oh ya Uncle, Uncle Richard ada di rumah Daddy. Anda tidak sekalian ikut bersamaku dan Bella untuk ke rumah?" tanya Kenzo.


"Benarkah? Uncle berpamitan dulu dengan aunty." Jawab Max.


"Oke." Jawab Kenzo.


Max berjalan ke kamar untuk berpamitan kepada Kazumi. Kazumi yang memberi izin lalu keluar Untuk mengantarkan Mereka pergi. Kenzo dan Bella berpamitan pulang kepada Kazumi.


"Kalian hati-hati." Jawab Kazumi.


"Tentu Aunty." Jawab Kenzo.


Kenzo yang menyetir dan disampingnya adalah Max sedangkan Bella berada di kursi belakang mobil. Bella tertidur di belakang mobil selama perjalanan menuju ke rumah Jack. Sedangkan Kenzo dan Max selalu bercerita sepanjang perjalanan.


Tiba di rumah Jack, Kenzo dan Max tidak ingin membangunkan Bella. Bella digendong oleh Kenzo masuk ke dalam rumah dan membawanya ke dalam kamar. Karena memang waktu sudah tengah malam lewat yaitu pukul 02.00 Wib.


Saat ini semua orang sudah tidur kecuali Jack dan Richard yang masih berada di ruang tamu. Sehingga saat kedatangan Max dan Kenzo, mereka belum tidur.


Mereka pindah ke ruangan kerja Jack. Kenzo, Max dan Richard mengikutinya.


"Serasa kembali ke masa muda dulu. Kecuali kurang Billy dan Jimmy. Dan bertambah Kenzo yang sudah besar." Jawab Max.


"Hahah, iya. Aku juga merindukan aksi kalian yang luar biasa. Namun sekarang kita sudah semakin tua." Jawab Richard.


"Ada perlu apa kau kemari Richard?" tanya Max.


"...." Jack menjelaskannya sedangkan Kenzo keluar mengambil hasil tes DNA tadi yang tertinggal di dalam mobil di saat Jack sedang menjelaskan kepada Max tentang kedatangan Richard kemari.


"Jadi itu alasannya." Jawab Max.


"Uncle ini hasilnya." Jawab Kenzo yang memberikan map berwarna coklat yang berisi hasil tes DNA.


"Bisakah kau bacakan hasilnya Max?" tanya Richard yang memberikan hasil tes DNA itu kepala Max.


"Kau ingin aku yang membacakannya?" tanya Max.


"Iya. Jelaskan kepada ku apa hasil dari tes DNA itu karena kau yang lebih mengetahui tentang hal itu dibandingkan aku." Jawab Richard.


"Baiklah." Jawab Max yang membuka map coklat yang diterima olehnya dari Richard.


"Bagaimana?" tanya Jack.


"99% cocok. Yang artinya adalah adanya ikatan darah yang kuat seperti ibu dengan anaknya atau Ayah dengan anaknya. Begitu lah inti dari hasil tersebut." Jawab Max kepada Richard.


"Kau serius?" tanya Richard.


"Begitulah yang tertera di hasil tes DNA ini dan aku hanya membacakan apa yang ada di kertas ini." Jawab Max.


"Sampel siapa yang dites lain sampel dari rambut Zhafira?" tanya Jack.


"Max, dia anak ku." Jawab Richard dengan memeluk sambil memberikan ekspresi yang berkaca-kaca.


Semua orang yang berada di ruangan itu sangat terkejut tentang apa yang dikatakan oleh Richard kepada mereka.


"Anak? Zhafira anak Uncle?" tanya Kenzo.


"Iya dia anakku." Jawab Richard dengan memeluk Kenzo juga.


"Akhirnya aku menemukannya." Jawab Richard dengan wajah ekspresi yang sehat gembira.


"Jasmin anak kita masih hidup dan dia tumbuh menjadi wanita yang cantik seperti dirimu." Jawab Richard dalam hati sambil meneteskan air mata.


"Jadi dia adalah kembaran Leo yang hilang dibuat oleh Henry?" tanya Jack.


"Iya." Jawab Richard.


"Sudah ku duga. Untung saja Kenzo membawa dia ke mari dan aku melihat kalung yang digunakan olehnya pada saat itu." Jawab Jack.


"Terima kasih Jack, kau memang bos yang selalu menjadi bos ku." Jawab Richard.


"Syukurlah jika akhirnya anak yang selama ini kau cari telah ditemukan dengan keadaan baik-baik saja." Jawab Max.


"Kau benar, entah aku harus bersyukur atau tidak." Jawab Richard yang menghapuskan air matanya.


"Kenzo, Aku akan membantu dia untuk membalaskan dendam kepada orang-orang yang telah menyakiti anak ku selama ini." Jawab Richard yang memegang bahu Kenzo sambil.


"Aku tidak peduli dengan itu, yang terpenting adalah orang tua yang selama ini digambarkan oleh Zhafira akhirnya bisa ia temukan." Jawab Kenzo.


"Kau benar, yang terpenting adalah kebahagiaan Zhafira. Tapi untuk saat ini Aku ingin kamu merasakan hal ini dulu sebelum aku akan mengumumkannya di kerajaan tentang identitas Zhafira sekaligus aku akan merayakan acara pernikahan kalian di sana." Jawab Richard.


"Pernikahan?" tanya Kenzo.


"Iya. Bukankah kalian sudah mencari tanggal yang baik untuk akan hal itu? Bos sudah menceritakan segalanya kepadaku." Jawab Richard.


"Apakah tidak sebaiknya segera di diberitahukan kepada Zhafira tentang hal ini. Dengan begitu membicarakan soal pernikahan lebih muda langsung dari orang yang bersangkutan?" tanya Kenzo.


"Tidak, untuk saat ini Aku ingin segera memberitahukan kepada istri dan anakku tentang keberadaan Zhafira. Aku ingin memberikan sambutan kepada Zhafira dengan sesuatu yang mewah dan juga yang sudah dipersiapkan secara matang. Kau harus tau tentang identitas keluarga uncle yang tidak semudah yang kau bayangkan." Jawab Richard.


"Jika itu yang kau ambil maka aku akan membantumu. Urus saja urusan di istana mu dengan baik sehingga kau dapat menjemput Zhafira dengan layak." Jawab Kenzo.


"Iya. Kami akan membantu untuk menjaga identitas Zhafira sebagai anakmu." Jawab Max.


"Aku minta bantuan lagi kepada kalian untuk menjaga Zhafira tetap aman disini. Terutama kau Kenzo." Jawab Richard.


"Tentu." Jawab Kenzo.


"Aku benar-benar berterima kasih kepada kalian tentang hal ini." Jawab Richard.


"Tentu." Jawab mereka bertiga.


"Sepertinya aku akan langsung pergi untuk kembali ke istana." Jawab Richard.


"Kau yakin tidak ingin untuk istirahat terlebih dahulu?" tanya Jack.


"Tidak perlu, aku bisa beristirahat dalam perjalanan saja." Jawab Richard.


"Baiklah. Kami akan mengantar mu ke depan. Maaf tidak bisa Untuk mengantarmu menggunakan helikopter lagi karena tempatnya sudah tidak memungkinkan untuk hal itu." Jawab Jack.


"Hahaha, aku mengerti. Tenang saja." Jawab Richard.


"Bos sudah tahu apa yang harus dikatakan ketika Zhafira mempertanyakan hal tentang orang tuanya?" tanya Richard.


"Tentu. Tenang saja." Jawab Jack.


Richard pergi bersama dengan pengawalnya menggunakan mobil yang sudah disiapkan oleh Jack. Mereka diantar oleh Riki karena Richard menolak untuk diantar oleh Kenzo, Jack dan Max. Richard mengatakan bahwa mereka sudah banyak membantu dan lebih baik untuk istirahat.