Junior Sandreas

Junior Sandreas
Kematian Andrew dan Katie



Mereka semua bercerita tentang aktivitas keseharian yang sudah dilewatin tanpa kebersamaan. Kenzo yang menceritakan tentang aktivitas yang di dalam kantor dan mengurusi perusahaan Sandreas. Kriss bercerita tentang kehidupannya di sekolah baru. Bella bercerita tentang yang kehidupannya menjadi seorang artis dan designer. Sedangkan Jack dan juga Caca menceritakan tentang yang kehidupan mereka tanpa anak-anaknya.


Banyak hal yang diceritakan oleh mereka masing-masing ketika malam itu. Melly yang sudah selesai memasak makan malam segera memberitahukan mereka untuk menikmati hidangan yang sudah ia siapkan di meja makan. Jack, Caca, Bella, Kenzo dan Kriss segera menikmati makan malamnya sedangkan Melly berpamitan untuk pergi bersama suaminya. Dan ketika mereka selesai menikmati makan malam, tiba-tiba handphone Jack berdering dengan tampilan layar bernama Max.


"Iya ada apa Max?" tanya Jack ketika menerima telepon.


"Jack..." suara Max yang begitu tidak bertenaga memanggil Jack dengan lemas.


"Apa yang terjadi?" tanya Jack dengan berdiri dari kursi meja makan. Jack mengetahui ada yang tidak beres.


"Ibu Katie dan Ayah Andrew...." Jawab maksud dengan terbata-bata dan langsung dipotong oleh Jack.


"Ada apa dengan mereka katakan dengan jelas?" ucap Jack dengan nada yang keras.


Semua orang yang berada di meja makan terkejut dengan nada tinggi yang dikeluarkan oleh Jack lewat telepon.


"Mereka sudah meninggalkan dunia ini. Mereka mengalami kecelakaan ketika pulang dari rumahku." Jawab Max dengan terbata-bata.


"Apa?" katanya Jack dengan kaget dan juga mengucapkan kan sesuatu ketika mendengarkan berita ini.


Semua orang terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Jack dan langsung bertanya siapakah orang yang meninggal itu.


"Ada apa hubby? Siapa yang meninggal?" Caca kepadanya ketika mendengarkan Jack menelepon.


Suasana meja makan yang tadi sangat harmonis dengan penuh kebahagiaan menjadi di berubah dalam sekejap ketika mendapatkan berita dari telepon. Jack matikan teleponnya dan menjatuhkan airmatanya. Dengan penuh amarah Jack melemparkan teleponnya ke dinding apartemen. Caca langsung memeluk Jack untuk menenangkannya.


"Katie dan Andrew sudah nyalakan kita semua karena kecelakaan. Hati ku sangat kacau ketika kehilangan orang yang aku cintai." Jawab Jack yang sejak dulu selalu trauma tentang kehilangan.


"Tenanglah hubby. Semua yang hidup akan mati pada waktunya. Kita yang masih diberi kesempatan untuk hidup maka berbuat baiklah semaksimal mungkin agar kelak ketika kematian kita terjadi kita memiliki bekal untuk kehidupan berikutnya di surga nanti." Ucap Caca.


Jack yang memeluk erat tubuh Jack yang sudah tidak terlalu kekar seperti dulu lagi. Bella, Kenzo dan Kriss juga memeluk Jack dan Caca dengan turut mengeluarkan air mata kesedihan atas kehilangan Katie dan Andrew.


"Mungkin ini sudah jalan ceritanya. Untuk kita yang ditinggalkan oleh mereka sebaiknya mengikhlaskan kepergian mereka saat ini. Berikan doa terbaik untuk mereka, itulah yang bisa kita lakukankan kepada mereka saat ini." Ucap Caca.


"Jadi inikah rasa yang kau alami ketika kehilangan Ayah Joko dan juga bunda Aisyah?" tanya Jack melepaskan pelukannya dan melihat Caca.


"Iya. Hancur, kesedihan yang dialami ketika kehilangan oleh orang yang kita sayangi tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata atau diwakili dengan beberapa kalimat saja. Tapi pada akhirnya seperti yang aku katakan sejak awal bahwa yang hidup akan mati. Kita hanya bisa berusaha untuk sabar dan ikhlas kan tentang apa yang terjadi." Jawab Caca yang mengucapkan air mata di pipi Jack.


"Apa yang sebenarnya terjadi oleh grandmother dan grandfather?" tanya Kriss kepada mereka.


"Mereka mengalami kecelakaan mobil dan mengakibatkan ledakan." Jawab Jack kepada mereka.


"Sudah jangan dibahas dulu lebih baik kita sekarang segera menuju ke sana." Ucap Caca kepada mereka untuk bersiap-siap pergi menuju rumah Max.


******


Di rumah duka sudah berkumpul semua keluarga besar Sandreas untuk acara pemakaman. Acara kehormatan terakhir kalinya untuk Andrew dan Katie. Max, Deni, Jimmy beserta istri dan anak-anak mereka semua menghadiri acara pemakaman itu. mereka semua menggunakan baju hitam dan berdiri di depan 2 buah foto yang dikelilingi oleh bunga berwarna putih.


Ketika keluarga kecil Jack tiba di acara penghormatan itu, Max, Deni, Billy dan Jimmy langsung memeluk Jack dengan erat.


"Maaf aku tidak bisa menjaga mereka dengan baik." Ucap Max dalam pelukan itu.


"Bahkan untuk yang terakhir kalinya kita tidak bisa melihat jasad mereka." Ucap Jimmy ketika memeluk.


"Dua orang yang sudah berikan arti sebuah keluarga yang tidak pernah aku dapatkan dari orang lain." Jawab Deni.


"Kita kehilangan orang yang kita cintai lagi Jack." Ucap Billy.


Jack tidak menjawab pernyataan mereka semua dan hanya berdiri melihat dua foto yang dipajangkan pada saat itu. Mereka semua mengetahui bahwa perasaan yang paling kehilangan adalah Jack. Mereka bertiga melepaskan pelukannya dari Jack dan membiarkan Jack berjalan menuju dua foto yang dipajang itu.


Hanya ada 1 buah guci yang berisi abu dari keduanya sebagai pengganti jasad mereka berdua. Jack sejak datang tidak pernah mengucapkan kata-kata apapun dan hanya mengikuti beberapa rangkaian dalam acara pemakaman hingga selesai. Semua orang yang hadir hanyalah kerabat dekat dan juga beberapa atasan militer dari pihak Andrew.


Setelah semua rangkaian itu selesai, mereka semua berjalan kembali menuju rumah Max.


"Hubby, ayo kembali. Kau harus kuat dan mengikhlaskan segala kehendak tuhan untuk kita." Ucap Caca yang menyentuh punggung kanan Jack ketika Jack sedang berdiri melamun melihat tempat pemakaman Andrew dan Katie.


Semua orang kembali ke rumah Max.


"Kalian ikuti aku ke ruang kerja." Ucap Jack yang mengajak Jimmy, Billy, Max dan juga Deni masuk ke dalam ruangan kerja Max.


Hanya ada mereka berempat. Tetapi, Kenzo, Bella, Kriss, Farel dan Kyler menguping pembicaraan mereka.


"Apa yang sebenernya terjadi?" tanya Jack.


"Sepertinya aku sudah salah mencari supir pribadi untuk mereka." Jawab Max.


"Maksudmu?" tanya Billy dengan sangat emosi.


"Satu tahun yang lalu aku merekrut sebuah supir pribadi untuk Andrew dan Katie. Dia sebenarnya adalah bukan orang kita. Dia memiliki seorang kembaran di luar sana dan kembarannya itulah yang menyamar jadi dia dan membunuhnya untuk menggantikan posisi sebagai supir pribadi. Awalnya aku tidak mengetahui semua ini, tapi setelah aku telusuri aku mendapatkan kabar ini beberapa jam sebelum kecelakaan ayah dan ibu." Jawab Max dengan menjelaskan dengan singkat.


"Aku curiga tentang kepribadiannya yang berubah beberapa bulan ini dan langsung cari tahu tentang hal itu. Itulah yang membuatku mengetahui bahwa dia memiliki seorang kembaran. Dan saat ini ini aku sedang mencoba mau otopsi apakah laki-laki brengsek itu juga meninggal atau tidak. Dan hasilnya akan keluar 2 hari lagi." Jawab Max lagi.


"Kenapa kita bisa kecolongan seperti ini?" tanya Jack.


"Aku tidak akan mengampuni siapapun yang mencelakai keluarga kita." Jawab Billy dengan mengepalkan kedua tangannya dengan sangat emosi.