Junior Sandreas

Junior Sandreas
Rapat OSIS pertama



Episode Krissta Sandreas


Kyler dan Farel yang baru saja tiba di dalam ruangan langsung berjalan mengambil posisi duduk di samping Kriss. Mereka bertiga duduk di barisan yang sama.


"Teman-teman mu datang." Ucap Mawar yang melihat mereka berjalan menghampiri Kriss.


Kriss yang sejak tadi diam saja melirik ke arah pintu untuk melihat kedatangan mereka.


"Grup miskin berkumpul." Ucap Gibrel dengan nada pelan namun terdengar oleh orang-orang yang berada di dalam ruangan.


"Kak senior?" panggil Farel sebelum duduk di kursinya dan mendengar pernyataan yang di ucapkan oleh Gibrel.


"Duduklah. Kita tunggu yang lain untuk datang." Ucap Mawar kemudian berdiri dan pergi meninggalkan kursinya untuk berjalan menyiapkan beberapa berkas yang akan dijadikan sebagai bahan rapat hari ini.


"Penjilat." Ucap Gibrel lagi untuk memprovokasi mereka bertiga.


"Siapa yang kau maksud?" tanya Kyler dengan tatapan dingin.


"Tentu saja kalian." Ucap Dien yang baru saja tiba di dalam ruangan dan berjalan ke arah Gibrel untuk duduk di sampingnya.


"Orang kaya yang tidak tau sopan santun." Ucap Farel membalasnya.


"Apa kau bilang?" tanya Kelvin.


"Kaya karena keluarga apa yang perlu di banggakan?" tanya Farel.


"Sudah wajar kami sombong, tapi kau sudah miskin berlagak lagi." Ucap Dien.


"Kau..." Ucap Farel yang ingin berdiri namun di cegah oleh Kriss.


"Tidak perlu mendengarkan mereka yang hanya sebuah lalat pengganggu saja." Ucap Kyler menjawab dengan tangan yang di kepal olehnya untuk menahan emosi.


"Kalian itu hanya kecoak yang membawa banyak virus di dalam ruangan ini." Jawab Dien.


"Beginikah bidang OSIS perwakilan siswa?" Tanya Kriss dengan tatapan dingin yang melirik mereka bertiga.


"Kau?" Ucap Gibrel dengan menghentakkan meja dan berdiri menunjuk Kriss. Dan dengan entengnya Kriss memasang ekspresi menantang melihat Gibrel.


"Sudah, kalian jangan ribut." Ucap Ella yang tidak tahan melihat tingkah mereka sejak tadi.


"Kali ini kau lepas." Ucap Gibrel yang kembali pada tempat duduknya.


"Ada apa?" tanya beberapa orang yang mulai berdatangan dan memenuhi kursi kosong yang di atur untuk rapat OSIS.


Sedangkan Mawar yang masih berada di dalam ruangan kecil yang terdapat di ruangan OSIS itu tidak mendengar apa-apa sampai dirinya keluar dan melihat suasana sudah tegang.


"Sudah berkumpul semua?" tanya Mawar.


"Iya kak sudah." Ucap mereka bersama-sama setelah melihat sekeliling bahwa semua orang sudah hadir dan duduk mengisi kursi.


"Baiklah kalau semua sudah hadir, kita mulai saja dengan memperkenalkan diri. Kalian bisa memperkenalkan diri satu persatu karena adanya anggota baru atau lama." Ucap Mawar.


"Terima kasih atas perkenalannya, selama datang para anggota baru dan semoga kita semua bisa bekerja sama dengan baik." Ucap Mawar setelah dirinya memperkenalkan diri sendiri kepada semua orang yang mungkin beberapa orang sudah mengenalnya dan beberapa orang yang belum mengenalnya.


"Baiklah, saya akan memulai rapat hari ini untuk memberikan beberapa penjelasan tentang tupoksi masing-masing kandidat yang telah ditetapkan pada setiap bidangnya." Ucap Mawar yang tersenyum sambil berdiri kemudian menekan tombol remote laser pointer yang sejak tadi sudah digenggam olehnya.


Mawar yang sudah mempersiapkan presentasi menggunakan pointer dengan laptop yang sudah disetel dengan InFocus untuk menampilkan hasil presentasinya. Tidak lupa Mawar terlebih dahulu mematikan lampu ruangan dan kemudian menghidupkan layar yang akan ditampilkan olehnya.


Dengan santai Mawar mempresentasikan keseluruhan tentang tupoksi masing-masing bidang yang akan diemban oleh mereka semua sebagai anggota OSIS. Dan semua orang dengan seksama memperhatikan persentasi yang dibawakan oleh Mawar hingga selesai.


"Baiklah ada yang ingin kalian tanyakan?" tanya Mawar setelah mempresentasikan power point' miliknya yang berisi tentang penjelasan setiap bidang.


"..." Kriss mengangkat tangannya.


"Iya silahkan Kriss." Ucap Mawar yang mempersilahkan Kriss untuk bertanya.


"Dari keseluruhan apa yang Kak senior jelaskan. Apa yang boleh di lakukan dan apa yang tidak boleh di lakukan dalam mencapai tanggung jawab yang sudah di berikan?" tanya Kriss.


"Contohnya?" tanya Mawar.


"Jika saya menjadi perwakilan OSIS yang akan menjadi perwakilan beladiri dan olahraga. Jika suatu saat terjadi sebuah tindakan kecurangan dalam kompetisi dan orang yang melakukan hal itu adalah orang-orang kita yang ingin mensabotase kompetensi itu. Apa yang akan kita lakukan?" tanya Kriss.


"Jika itu yang terjadi, tidak peduli dia adalah siswa atau anggota OSIS kita sendiri yang memiliki kekuasaan maupun kekuatan yang besar dia akan tetap mendapatkan hukuman yang sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan." Jawab Mawar.


"Oh, baguslah. Aku pegang kalimat ini." Jawab Kriss.


"Ada lagi?" tanya Mawar.


"Pertanyaan yang aneh." Jawab Mawar dalam hati setelah menjawab pertanyaannya kemudian tiba-tiba Queen datang membuat suasana menjadi lebih tegang atas kehadirannya.


"Tidak peduli dia adalah anak pejabat, penguasa atau dia memiliki bakat yang luar bisa. Jika hal kecurangan itu terjadi maka hukumannya akan tetap berlaku untuknya. Karena kita berada di lingkungan sekolah JS bukan sekolah para orang kaya itu yang bisa di songgok dengan kekayaannya." Jawab Queen yang berjalan sambil mengucapkan hal ini kemudian duduk di kursi depan tempat Mawar tadi.


"Kau datang Queen?" tanya Mawar yang sedang berdiri.


"Tentu saja. Aku hanya ingin melihat anggota baru. Apakah mereka adalah orang yang pantas di dalam ruang lingkup ini atau tidak?" tanya Queen dengan dingin dan melihat semua orang yang duduk di kursi.


"Sore kak Queen." Ucap mereka dengan sedikit membungkukkan kepalanya dalam posisi duduk untuk memberikan hormat kepada mereka.


"Lanjutkan saja rapatnya lagi." Ucap Queen yang memberikan perintah kepada Mawar untuk melanjutkan presentasinya kembali.


"Oke." Jawab Mawar kepada Queen kemudian kembali mempresentasikan.


"Jika tidak ada lagi yang ingin bertanya maka saya akan melanjutkan kembali ke slide berikutnya." Ucap Mawar kepada mereka dengan menekan tombol remote laser untuk mengganti layar berikutnya.


Setelah Mawar mempersentasikan beberapa tupoksi pada masing-masing bidang di OSIS kemudian ia mempersentasikan beberapa contoh kegiatan dan tanggung jawab pada setiap masing-masing bidang yang diemban di dalam OSIS. Dan mereka kembali mendengarkan dengan baik tanpa ada yang ribut tetapi tidak dengan Kriss.


Kriss bersikap seperti sudah muak dengan presentasi itu. Tangannya menjadi menyanggah kepalanya dengan mata yang sebentar-bentar ingin terpejam namun di tahan olehnya. Bahkan saat Queen yang masuk ke dalam ruangan, di mana semua orang sangat terkejut tapi tidak dengannya.


"Nih bocah memang tidak ada aturannya, setelah ia bertanya dia tetap kembali ke posisi awal dengan ekspresi yang seperti itu. Pertanyaannya hanya sebuah kekosongan yang dia sengaja ingin di pertanyakan. Aku tidak paham dengan karakternya." Ucap Queen dalam hati sambil melihat Kriss yang ada di depan matanya