Junior Sandreas

Junior Sandreas
Sandiwara Keluarga Shen part 1



Episode Kenzo Sandreas


Zhafira harus siap terlihat baik-baik saja di hadapan mereka semua. Zhafira mengambil ponselnya dan melihat wajahnya untuk terlihat baik-baik saja di hadapan orang lain.


"Kau harus melihat bagaimana sandiwara yang akan mereka lakukan untuk mu hari ini. Untuk mengikuti drama mereka, kau harus juga bersandiwara. Jadi semua itu butuh tenaga." Jawab Zhafira dalam hati kemudian menyimpan ponselnya ke dalam tas ya lagi ketika mendengar suara Ceysi dari balik badannya.


"Kakak sudah datang?" Panggil Ceysi dengan lembut dari tangga. Ceysi berjalan turun melangkah dari tangga sambil memanggil Zhafira.


Ternyata Ceysi turun dari tangga dan memanggil Zhafira sambil melangkah turun. Zhafira yang merasa dirinya di panggil, menoleh ke belakang dan melihat siapa yang sedang memanggilnya.


"Akting mereka sudah di mulai?" tanya Zhafira dalam hati melihat tingkah Ceysi yang berjalan ke arah dirinya.


"Kau sudah datang Zhafira?" tanya Cai yang juga muncul dan melangkah turun dari tangga. Beberapa anak tangga yang di lewati oleh Ceysi dan Cai, Gion juga muncul menyusul mereka tanpa ada banyak berkata seperti biasanya.


"Iya." Jawab Zhafira dengan senyum terpaksa untuk terlihat polos seperti biasa ya.


Mereka bertiga yang tiba di depan Zhafira. Ceysi yang tiba dahulu mengambil inisiatif untuk mendekati Zhafira. Ia mengulurkan tangan kanannya di depan Zhafira.


"Ada apa?" tanya Zhafira.


"Aku mintak maaf tadi pagi telah berkata kasar dan aneh kepada mu kak? Kau pasti akan memaafkan kesalahan aku kan?" tanya Ceysi.


"Kesalahan apa?" tanya Zhafira yang berpura-pura tidak paham dengan apa yang di maksud dengan Ceysi dan membuat Ceyi hampir saja tidak terkendali terhadap emosinya.


"Maaf jika selama ini aku sudah menjadi adik yang begitu tidak baik pada mu."Jawab Ceysi yang masih mengulurkan tangannya namun tidak ada sambut uluran tangannya dengan Zhafira.


"Kita kan keluarga Zhafira? Bisakah kau memaafkan kesalahan adik mu?" tanya Cai yang baru tiba dan mendekati sofa Zhafira yang berdiri di depannya begitu juga dengan Ceysi.


"Maaf ini ada apa ya?" tanya Zhafira yang pura-pura tidak tahu.


"Ceysi, Zhafira, sayang. Kalian duduk dulu." Jawab Gion yang bernada tegas dan duduk di sofa samping kanan Zhafira.


"Zhafira," Panggil Gion.


"Ke mana saja selama Ayah di luar kota? Ayah dengar kau menghilang bahkan polisi tidak dapat mencari mu? Ibu dan juga adik mu sangat khawatir terhadap mu?" tanya Gion dengan nada lembut.


"Seharusnya kau bisa bertanya kepada istrimu sendiri. Dan juga seharusnya Kalian tidak perlu membuat drama melibatkan polisi dalam mencariku." Jawab Zhafira dalam hati saja.


"Hanya melakukan riset untuk tugas akhir pendidikan ku." Jawab Zhafira.


"Lalu kenapa tidak memberi kabar kepada Ibu mu atau adik mu?" tanya Gion.


"Ayah, sejak kapan Zhafira memberitahu mau kemana? Biasanya Zhafira hanya pulang ke rumah di saat liburan semester jadi mereka tidak perlu khawatir terhadap ku." Jawab Zhafira.


"Asal kau baik-baik saja sekarang sudah membuat ku lega. Aku mintak maaf jika kurang memperhatikan mu dan lebih fokus terhadap perusahaan untuk biaya kehidupan kalian." Jawab Gion yang mendekati Zhafira dan memeluknya.


"Akting mu benar-benar seperti ayah yang nyata penuh dengan kasih sayang. Tapi aku tidak akan terjebak dengan drama kalian saat ini lagi. Karena semuanya sudah terlihat jelas " Jawab Zhafira dalam hati ketika di peluk oleh Gion. Namun dirinya tidak balik memeluk Gion. Zhafira hanya diam saja.


"Iya aku baik-baik saja ayah." Jawab Zhafira kemudian melepaskan pelukkan Gion.


"Baguslah. Karena aku dan Ibu sudah meminta bantuan Polisi untuk mencari keberadaan Kakak tapi tidak ada jawaban." Jawab Ceysi.


"Iya. Sayang kami juga sudah mencari Zhafira dengan bantuan polisi tapi tidak menemukannya." Jawab Cai.


"Karena jika memang mengadukan kepada polisi kau juga akan tertangkap karena telah menjual ku." Jawab Zhafira dalam hati.


"Lalu ke mana saja selama ini?" Tanya Gion.


"Dan kalian kenapa tidak mengatakan kepada ku?" tanya Gion yang bertanya kepada Cai dan Ceysi.


"Kami tidak ingin mengganggu pekerjaan mu untuk menyelesaikan proyek itu." Jawab Cai.


"Maaf." Jawab Cai lagi dan di ikuti oleh Ceysi yang juga memberikan wajah memelas seperti bersalah.


"Akting kalian sekeluarga memang benar-benar membuat ku jijik. Tapi aku harus mengikuti alur kalian." Jawab Zhafira dalam hati melihat mereka yang sangat kompak melakukan akting di hadapannya.


"Sudahlah Ayah, aku baik-baik saja tidak perlu di permasalahkan lagi." Jawab Zhafira yang tersenyum kepada Gion dan semua orang.


"Kemana saja selama ini?" tanya Gion.


"Lalu kenapa tidak pulang jika baik-baik saja?" tanya Gion lagi.


"Maaf ayah, aku tidak akan tinggal di rumah ini lagi karena perusahaan aku bekerja lebih dekat dari rumah kontrakan ku. Jadi aku tidak kembali ke rumah. Lagian bukan kah sejak dulu aku tidak pernah di rumah kecuali liburan? Itu pun hanya beberapa hari saja." Jawab Zhafira yang menyinggung mereka dengan sengaja tapi mereka tidak tersinggung malahan bertanya subjek lain.


"Perusahaan?" tanya Gion.


"Kakak sudah bekerja?" tanya Ceysi yang terkejut.


"Dia bekerja dengan Kenzo." Jawab Cai yang sudah mengetahui hal itu.


"Benar kah itu? Kenzo Sandreas?" tanya Gion.


"Seharusnya kalian bertanya kenapa harus mengkontrak rumah jika punya rumah ini. Bukan bertanya aku bekerja di mana." Jawab Zhafira dalam hatinya.


"Iya. Apakah ada masalah?" tanya Zhafira kepada mereka.


"Tidak apa-apa malah bagus. Duduk dulu." Jawab Gion yang memerintah Zhafira duduk di sampingnya.


"Zhafira, seperti yang di katakan oleh Ibu mu dan apa yang telah terjadi pada adik mu. Ayah mengetahui bahwa ini tidak akan mudah bagi mu. Tapi semua sudah menjadi seperti ini, ayah mewakili adik mu dan ibu mu untuk meminta maaf atas apa yang telah terjadi." Jawab Gion yang saat sebelum bicara memegang tangan kanan Zhafira dan menatapnya.


"Maksud ayah?" tanya Zhafira yang berpura-pura tidak mengetahui.


"Cai dan Ceysi sudah mengatakan semuanya. Kau kabur dari rumah karena telah mengetahui bahwa Ceysi bersama Damico, calon tunangan mu." Jawab Gion.


"Hahhaha." Jawab Zhafira yang tertawa.


"Kenapa tertawa?" tanya Gion.


"Ayah, antara Damico dan juga Ceysi aku tidak akan mempermasalahkan ya. Lagian juga bukan kah kalian yang menjodohkan aku dengan Damico? Jika Damico lebih menyukai Ceysi itu adalah pilihan ya. Karena selama ini aku juga tidak menyukainya. Aku hanya mematuhi peraturan yang kalian buat." Jawab Zhafira yang tersenyum.


"Kau memang anak yang baik Zhafira. Ayah tidak sia-sia membesarkan mu." Jawab Gion yang mengelus kepala Zhafira sekali.