Junior Sandreas

Junior Sandreas
Apakah Kau Sudah Mencintaiku?: Kenzo Sandreas



Bella sedang mengobrol dengan Zhafira dan juga Caca. Bella menceritakan segala sesuatu yang dihadapi olehnya selama tidak datang mengunjungi Caca dan Jack kecuali menceritakan tentang sosok Feng. Mereka bercerita sambil memasak makanan untuk di bawah oleh Bella ke kota C. Bella dan Zhafira hanya membantu merajang dan mencuci saja selain itu Caca yang mengerjakannya.


Setelah selesai melakukan itu mereka pergi membersihkan diri dan bergegas untuk kembali. Bella, Zhafira, dan Kenzo berpamitan kepada Jack dan Caca untuk kembali. sementara Riki mengantarkan Max untuk kembali ke rumah sakit miliknya.


"Bunda, Daddy kami pamit." Jawab Kenzo yang memeluk Caca dan juga Jack.


"Terima kasih makanan ya bunda." Jawab Bella yang memeluk Caca dan Jack.


Kenzo mengantarkan Bella ke apartemen Kriss untuk mengambil mobil. Namun mereka tidak mampir karena saat itu itu terus belum pulang sekolah.


"Kakak yakin tidak ingin menunggu Kriss dulu?" tanya Bella yang sedang melihat Kenzo memindahkan beberapa makanan dan barang-barang miliknya ke dalam bagasi mobil milik Bella.


"Tidak perlu, karena ada beberapa dokumen yang harus segera aku tandatangani di kantor pusat." Jawab Kenzo yang sudah selesai memindahkan barang-barang Bella dari bagasi mobil miliknya ke bagasi mobil milik Bella.


"Baiklah. Terima kasih telah mengantarkanku kemari." Jawab Bella.


"Hati-hati di jalan." Ucap Zhafira yang memberi pelukan perpisahan untuk Bella.


"Tentu." Jawab Bella.


Zhafira yang masuk lebih dulu ke dalam mobil sedangkan Kenzo masih berbicara dengan Bella di luar.


"Abang jangan kau sakiti teman baikku itu." Jawab Bella.


"Iya." Jawab Kenzo.


"Aku dengar dari Bunda bahwa kalian akan mencari tanggal yang baik untuk acara pernikahan. Aku mendukungmu untuk segera agar aku dapat menyusul." Jawab Bella yang tersenyum.


"Menyusul?" tanya Kenzo yang ingin mengklarifikasi perkataan yang diucapkan oleh Bella kepadanya. Bella yang tidak ingin membahas hal ini mendorong Kenzo masuk ke dalam mobil.


"Cepatlah masuk, Zhafira sudah menunggu mu." Ucap Bella yang mendorong Kenzo.


"Dah." Bella yang menutupkan pintu mobil Kenzo lalu melambaikan tangannya dengan memberikan senyuman terbaik untuk mereka berdua.


"Aku akan mencari tahu tentang siapa yang sedang dekat denganmu." Jawab Kenzo dalam hati kemudian menghidupkan mobilnya dan pergi meninggalkan Bella di parkiran.


"Ada apa?" tanya Zhafira.


"Bella mengatakan untuk segera mencari tanggal yang baik untuk pernikahan kita agar dia dapat menyusul. Sepertinya dia sedang dekat dengan seorang laki-laki." Jawab Kenzo.


"Baguslah, pada akhirnya Bella dapat mencintai seorang laki-laki. Karena selama ini aku mengenalnya banyak laki-laki yang mengejar dirinya namun tidak ada satupun laki-laki yang yang memikat hatinya." Jawab Zhafira.


"Justru itu aku ingin mengetahui siapa laki-laki yang telah membuatnya jatuh cinta. Jika memang layak aku maka akan setuju namun jika tidak aku akan memberikan pelajaran untuknya." Jawab Kenzo.


"Apakah harus seperti itu untuk menunjukkan kasih sayang seorang Abang ke adiknya? Lagian Bella itu mengetahui siapa yang pantas untuk dicintainya karena dia memiliki pemikirannya sendiri dan pilihannya sendiri tanpa orang lain berhak untuk mencampuri pilihannya." Jawab Zhafira.


"Jadi menurut mu aku salah telah mencampuri urusan mu?" tanya Kenzo.


"Tentu saja tidak, hanya saja kau harus memberikan kebebasan untuknya karena ini tentang hidup pada pilihannya sendiri. Bella itu sudah menjadi gadis dewasa yang cerdas jadi ya tidak mungkin salah dalam memilih." Jawab Zhafira.


"Aku tahu sebagai seorang saudara akan mengawatirkan saudaranya tapi tidak harus overprotektif kepadanya karena ia memiliki pilihannya dan pendapatnya sendiri dalam menjalani setiap keputusan yang diambil." Jawab Zhafira.


"Jadi menurut mu aku overprotektif?" tanya Kenzo.


" Jawab Zhafira yang kemudian memalingkan wajahnya kearah jendela karena tidak ingin bertengkar dengan Kenzo.


"Lalu bagaimana dengan tanggal pernikahan kita?" tanya Kenzo yang tiba-tiba membahas hal ini karena melihat Zhafira yang bersedih akibat tekanan yang ia berikan tadi.


"Pernikahan?" tanya Zhafira.


"Iya." Jawab Kenzo.


"Sebelum itu? Apakah kau sudah mencintai ku?" tanya Zhafira.


Kenzo tidak ada menjawab Zhafira.


"Kenapa tidak bisa menjawab? Aku hanya khawatir jika kau terpaksa menikahiku. Karena sebuah pernikahan tidak bisa hanya untuk dicoba atau hanya sebagai permainan saja." Jawab Zhafira yang khawatir.


"Jadi menurut penilaianmu bahwa aku sedang bermain-main dalam pernikahan ini?" tanya Kenzo.


"Bukan begitu, hanya saja ketika aku bertanya tentang hal yang tadi kau tidak bisa menjawabnya. Dan bukankah sekarang waktunya kau mengatakan kejujuran atas perjanjian yang kita lakukan 1 bulan yang lalu?" tanya Zhafira.


"Bukankah sudah jelas? Jika aku tidak tertarik denganmu maka aku akan sudahi semua ini. Tapi saat ini kau ketahui jawabannya apa." Jawab Kenzo.


"Kau benar-benar sudah menyukaiku walaupun sedikit." Jawab Zhafira.


"Mungkin, tapi pernikahan dalam cinta bukanlah satu-satunya alasan. Aku tidak memiliki alasan apapun untuk menikahimu kecuali sebuah takdir yang ditentukan oleh yang maha kuasa untuk aku terima dalam komunikasi kepada Tuhan." Jawab Kenzo.


"Jadi alasanmu menikahiku karena ketetapan dari Tuhan?" tanya Zhafira.


"Iya. Ketika kau mencintai seorang makhluk maka cintai lebih dulu yang menciptakan makhluk itu." Jawab Kenzo.


Pernyataan yang diberikan oleh Kenzo memberikan kesan yang sangat mendalam kepada Zhafira sehingga membuatnya berpikir dengan bahagia dan kehilangan kata-kata untuk menjawab pernyataan yang diberi oleh Kenzo.


Mereka yang sedang dalam perjalanan di dalam mobil diam seketika beberapa menit.


"Jadi mau tanggal berapa acara pernikahannya dan mau membuat acara seperti apa?" tanya Kenzo.


"Aku ikut saja." Jawab Zhafira.


"Aku menyerahkan segala hal tentang itu kepada keluargamu dan aku akan mengikutinya. Lagian menjadi istrimu adalah impianku dan mendapatkan keluarga seperti keluargamu adalah sebuah berkah yang tidak pernah aku mimpikan." Jawab Zhafira dalam hati.


"Apakah kau benar-benar tidak memiliki pernikahan impian?" tanya Kenzo dengan melihat Zhafira sekilas dan mereka saling bertatapan lalu Kenzo memalingkan pandangan yang lagi ke arah depan karena sedang menyetir.


"Tidak." Jawab Zhafira.


"Jangan berbohong. Katakan padaku dengan sejujurnya agar aku mengetahui apa yang kau inginkan. Jangan sampai kau mengatakan bahwa aku adalah orang yang egois." Jawab Kenzo.


"Aku menyerahkan segala hal tentang itu kepada keluargamu dan aku akan mengikutinya. Lagian menjadi istrimu adalah impianku dan mendapatkan keluarga seperti keluargamu adalah sebuah berkah yang tidak pernah aku mimpikan." Jawab Zhafira dengan jujur tentang apa yang ada di dalam hatinya tadi.


"Anak ini benar-benar polos. Bagaimana dia dulu menjalin hubungan dengan mantan itu?" tanya Kenzo dalam hati.


"Jika kau bertanya tentang Aku mencintaimu maka aku ingin bertanya sejak kapan kau memiliki pemikiran itu?" tanya Kenzo kepada Zhafira