Junior Sandreas

Junior Sandreas
Gosip Tentang Bella dan Dailon : Bella Sandreas



Bella yang menjadi ketakutan karena memegang ular untuk mengambil bola yang ada di dalam kotak. Akting yang tidak buruk itu sesuai dengan apa yang diinginkan oleh Bella untuk mengelabui orang-orang yang sedang menontonnya. Walaupun Bella berakting ketakutan namun ia berhasil mengambil bola yang ada di dalam kotak.


Bella yang berhasil mengambil bola langsung meminta host untuk bisa membuka penutup matanya. Dailon yang merasa bahwa dirinya di dibutuhkan oleh Bella sehingga membantu Bella membuka penutup mata.


"Wah romantis sekali." Ucap host untuk memanaskan suasana. Namun di sudut panggung ada Rose yang tidak menyukai hal ini.


"Terima kasih." Jawab Bella yang selalu bersikap profesional dan tidak canggung di hadapan kamera. Sedang Dailon kedua pipinya memerah karena pada saat membuka penutup mata Bella, sangat dekat wajahnya dan wajah Bella.


"Baiklah sudah kita ketahui bahwa pemenang dari babak ketiga ini yaitu babak terakhir adalah pasangan Bella dengan Dailon." Ucap host kemudian para penonton yang berada di kursi bertepuk tangan dengan meriah.


"Baiklah untuk semua para peserta diharapkan memasuki panggung. saya akan membacakan pemenang hasil dari permainan hari ini." Jawab Host.


"Karena semua sudah di atas panggung, maka saya akan membacakan score dan juga pemenang kita hari ini. Bahwa pemenang ya sudah jelas yaitu pasangan Bella dengan Dailon." Jawab Host dan lagi-lagi tepuk tangan yang meriah.


Host membaca score masing-masing pemain dan memerintahkan yang lain untuk kembali ke belakang panggung bahwa acara telah selesai kecuali Bella dan juga ada yang lain yang ingin diberi wawancara sedikit dalam acara hari ini.


"Bagaimana dengan kemenangan kalian dalam berpasangan?" tanya host.


"Tentu saja seru. Namun semua ini karena Bella yang terlalu hebat." Jawab Dailon.


"Tidak-tidak. Ini juga karena berkat Dailon yang bersemangat." Jawab Bella.


"Wah benar-benar saling memuji. Namun dari banyak komentar live streaming kita tadi bahwa kalian memiliki kecocokan. Karena kalian saling menjaga satu sama lain. Apakah seseorang yang di suka Bella sesuai dengan gosip itu adalah Dailon. Namun kalian menyembunyikan hal ini?" tanya Host.


"Boleh lah aku tidak menjawab pertanyaan pribadi ini karena tidak sesuai dengan acar kita?" tanya Bella dengan tersenyum.


"Bagaimana dengan mu Dailon?" tanya Host.


"Aku juga tidak ingin menjawab. Namun jika itu penilaian publik maka biarkanlah, lagian kami hanya berperan sesuai dengan peran teman hari ini." Jawab Dailon juga tersenyum.


"Benar-benar ingin di sembunyikan. Baiklah aku tidak akan bertanya lebih. Maka itu menjadi satu pertanyaan terakhir." Jawab Host yang mengakhiri wawancara sebentar itu.


Bella dan Dailon yang kembali masuk dari pintu belakang panggung.


"Kenapa tidak menjawabnya?" tanya Dailon.


"Sudah aku katakan, aku tidak ingin melibatkan pacarku pada dunia hiburan ini." Jawab Bella tersenyum.


"Segitunya kamu peduli padanya." Dalam hati Dailon.


"Tapi bukankah sudah menjadi hal yang wajar jika kehidupan kita menjadi sorotan media dalam segi hal apapun. Karena semakin disembunyikan akan semakin membuat perhatian oleh media." Jawab Dailon.


"Tenang saja, seperti yang kau katakan bahwa semua hanya pemikiran publik saja." Jawab Bella kemudian mereka berpisah di ruang ganti.


Di ruang ganti, Rose yang sedang duduk di depan kaca hias sudah memiliki rencana untuk melukai Bella. Bella yang baru saja masuk di tabrak oleh Rose. Rose berdiri dari meja kaca hiasannya dan berpura-pura terburu-buru mau keluar.


"Auu." Jawab Bella yang terjatuh ke lantai dan juga bersamaan Rose yang pura-pura kakinya terseleo. Rose kesakitan dan memegang kakinya.


"Maaf Kak Bella, aku benar-benar tidak sengaja menabrak mu. Apa kau tidak apa-apa?" tanya Rose.


"Aku tidak apa-apa. Sepertinya kamu yang terluka." Jawab Bella yang melihat Rose memegang kakinya.


Dailon yang belum jauh dari pintu tadi mendengar suara Bella kembali masuk melihat keadaan.


"Ada apa? Kau tidak apa-apa?" tanya Dailon yang melihat Bella langsung membantu Bella berdiri.


"Kenapa dia yang kau perhatikan padahal aku yang terluka." Jawab Rose dalam hati semakin menekan kakinya yang keseleo.


"Benar aku tidak apa-apa?" tanya Dailon namun tidak di hiraukan oleh Bella. Bella berjalan ke arah Rose dan membantunya berdiri.


"Kau bisa berdiri?" tanya Bella dengan mengulurkan tangannya


"Bisa." Jawab Rose yang berpura-pura kuat namun sengaja tidak bisa.


"Sepertinya kau perlu ke dokter. Biar aku antarkan kerumah sakit." Jawab Bella.


"Tidak perlu Kak, aku yang salah karena terburu-buru dan menabrak mu." Jawab Rose.


"Tapi Melly kemana?" tanya Bella yang melihat sekitar.


"Dailon bisakah kau mengantarkannya?" Jawab Bella."


"Tidak perlu, nanti merepotkan." Jawab Rose dengan cepat.


"Ayo antarkan aku, biar aku bisa berduaan dengan mu." Jawab Rose dalam hati.


"Aku? Bagaiman dengan mu?" tanya Dailon.


"Tentu. Melly entah dimana. Lagian aku tidak apa-apa. Tidak bisakah kau mengantarkan teman sendiri ke rumah sakit?" tanya Bella.


"Tidak perlu ke rumah sakit, aku buru-buru pulang karena ada hal mendesak." Jawab Rose.


"Tidak apa-apa, kalian ke rumah sakit dulu setelah itu pulang. Ada Dailon lebih mudah dan cepat." Jawab Bella.


"Benarkan Dailon?" tanya Bella.


"Ha, iya baiklah. Aku akan mengantarmu Rose." Jawab Dailon yang terpaksa mengiyakan.


"Maaf merepotkan mu." Ucap Rose namun tidak dibalas oleh Dailon.


Dailon hanya bersikap seperti apa yang diperintahkan oleh Bella Untuk mengantarkan Rose. Bella membantu Rose berjalan keluar. Mereka berdua menunggu Dailon mengambil mobilnya.


"Hati-hati." Jawab Bella yang tersenyum setelah membantu Rose masuk ke dalam mobil Dailon.


"Terima kasih Kak." Jawab Rose dengan wajah kemenangannya.


"Kau kalah Bella. Apa yang menjadi milik ku kan menjadi milik ku kembali." Jawab Rose.


Setelah mereka pergi, Bella berjalan masuk kembali ke dalam gedung dan bertemu oleh Melly.


"Nona kamu kemana saja?" tanya Melly.


"Ada apa?" tanya Bella.


"Lihat komentar mereka untuk mu?" ucap Melly memberikan ponselnya untuk menunjukkan video kepada Bella.


"Biarkan saja. Bukannya sudah biasa aku di jodoh-jodohkan oleh fans ketika dekat dengan artis tampan?" tanya Bella yang memberikan ponsel Melly kepadanya.


"Tapi ini benar-benar mengejutkan. Belum saa satu jam acara ini berakhir. Kalian sudah menjadi trending topik nomor satu." Jawab Melly.


"Bibi, kenapa bibi terlalu khawatir dengan semua itu?" tanya Bella yang santai kemudian mengambil tas miliknya diletakkan di meja kaca hias.


"Bukan itu masalahnya, jika dulu mungkin aku tidak akan khawatir sakit saat ini kau sudah memiliki pacar yaitu tuan Feng. Bagaiman nona akan menjelaskannya melihat sifat tuan Feng yang seperti itu?" tanya Melly.