
Episode Kenzo Sandreas
"Kenapa tertawa?" tanya Gion.
"Ayah, antara Damico dan juga Ceysi aku tidak akan mempermasalahkan ya. Lagian juga bukan kah kalian yang menjodohkan aku dengan Damico? Jika Damico lebih menyukai Ceysi itu adalah pilihan ya. Karena selama ini aku juga tidak menyukainya. Aku hanya mematuhi peraturan yang kalian buat." Jawab Zhafira yang tersenyum.
"Kau memang anak yang baik Zhafira. Ayah tidak sia-sia membesarkan mu." Jawab Gion yang mengelus kepala Zhafira sekali.
"Benarkah kakak tidak mempermasalahkan hal ini? Maaf jika aku merebut calon tunangan mu." Jawab Ceysi yang mengeluarkan air mata untuk berpura-pura sedih tentang apa yang telah di lakukan olehnya.
"Tidak perlu minta maaf. Itu sudah menjadi pilihan mu dan pilihannya. Itu bukan urusan ku lagi." Jawab Zhafira yang tersenyum.
"Jadi apakah karena hal itu kau bertunangan dengan Kenzo Sandreas?" tanya Gion kepada Zhafira.
"Dari mana ayah mengetahui hal itu?" tanya Zhafira yang berpura-pura tidak mengetahui bahwa Cai hadir pada pesta publik waktu itu.
"Ibu menyaksikan sendiri. Saat itu ibu hadir di acara pesta publik mewakili ayah mu yang tidak bisa hadir karena di luar kota." Jawab Cai.
"Tidak apa-apa dong Ayah, Ibu. Berarti kakak Zhafira memang tidak menyukai Damico. Dengan begitu aku lega tidak merasa bersalah." Jawab Ceysi.
"Kalau seperti itu, kenapa mengambil keputusan begitu mendadak?" tanya Gion.
"Kenapa tidak memberitahu kami sekeluarga bahwa kau akan bertunangan dengan Kenzo?" tanya Gion lagi yang tidak memberikan Zhafira berbicara.
Mereka sekeluarga menyerang Zhafira dengan begitu banyak pertanyaan dan pernyataan yang ada di kepala mereka sehingga membuat Zhafira terdiam dan bingung harus menjawab dari mana.
Dan tiba-tiba dari belakang terdengar suara hentakkan kaki yang masuk ke dalam rumah menuju ruang tamu. Kenzo datang memasuki rumah keluarga Shen dengan membawa Riki. Riki yang membawa beberapa barang parsel yang cukup banyak.
"Kenzo?" panggil Zhafira yang terkejut ketika melihat ke belakang.
"Maaf aku datang terlambat, seharusnya aku datang bersama dengan mu." Jawab Kenzo yang mencium kening Zhafira dan memeluk Zhafira ke sisinya.
Gion, Ceysi dan Cai yang sedang menyaksikan hal itu terdiam karena terkejut. Sedangkan Riki yang membawa parsel itu meletakkannya ke atas meja dan pergi ke luar lagi untuk membawa parsel lainnya yang masih di dalam mobil.
"Tuan aku mengambil kembali yang masih di mobil." Ucap Riki yang berpamitan kepada Kenzo. Dan Kenzo menganggukkan kepalanya dalam menjawab pernyataan Riki.
Dan di sisi lain, Cai dan Ceysi sedang bergumam di dalam hati karena tidak menyangka Kenzo akan datang ke rumah mereka dan menyaksikan apa yang dilakukan Kenzo kepada Zhafira.
"Dia Kenzo Sandreas. Kenapa begitu tampan dan lebih hebat dari pada Damico. Kenapa aku selalu kalah dari perempuan ini?" tanya Ceysi dalam hati sambil mengepalkan tangannya. Ia mengagumi ketampanan Kenzo dan membandingkannya dengan Damico.
"Kenapa Kenzo bisa datang ke sini?" tanya Cai dalam hati.
30 menit sebelum itu.........
"Tuan aku sudah menyiapkan seluruh makanan, parsel......" Ucap Riki yang membeli berbagai barang yang akan di bawa ke rumah Zhafira.
"Untuk apa?" tanya Kenzo.
"Tentu saja ini adalah perintah dari Nyoya. Nanti barang-barang itu di bawa di mobil lain. Mereka sudah menunggu di jalan dekat rumah Nona Zhafira." Ucap Riki.
"Bunda?" tanya Kenzo.
"Terserah mu saja." Jawab Kenzo yang tidak ingin bertanya lebih lanjut karena sudah perintah dari Caca.
Merekapun tiba di jalan yang sesuai dengan perjanjian untuk bertukar mobil. Riki membuka pintu mobil Kenzo dan Kenzo keluar, di sisi mobil yang akan mereka gunakan. Supir lainnya sudah membuka pintu mobil dan mempersilahkan Kenzo masuk ke dalam mobil.
"Tuan muda Kenzo." Sapa ya dan Kenzo hanya tersenyum tipis.
"Tuan Riki ini kuncinya." Ucapnya memberikan kunci mobil kepada Riki dan Riki memberikan kunci mobil yang ia gunakan tadi.
"Semuanya sudah ada di dalam?" tanya Riki.
"Sudah tuan, saya sudah mengambil semuanya di toko yang sudah anda perintahkan." Jawabnya.
"Kerja bagus, terima kasih." Jawab Riki yang menepuk pundak supir itu dan masuk ke dalam mobil.
Mereka yang sudah bertukar mobil menuju ke rumah keluarga Shen. Saat tiba di depan gerbang keluarga Shen. Penjaga itu bertanya kepada mereka dan Riki membuka kaca mobilnya.
"Tamu nona Zhafira Shen." Jawab Riki.
"Maaf tuan saya tidak tau." Jawab penjaga itu kemudian membuka kan pintu gerbang kepada mereka.
Mobil mereka terparkir di depan pintu rumah. Riki yang keluar dan membuka pintu untuk Kenzo. Kenzo yang keluar memegang jas ya dengan sangat tampan dan mempesona. Dan Riki membuka bagasi mobil untuk mengambil beberapa parsel barang-barang yang sudah di bawa oleh mereka.
"Ayo!" ucap Riki kepada Kenzo dan melangkah memasuki pintu rumah keluarga Shen.
"Anda siapa?" tanya Bibi yang mengetahui ada orang yang masuk.
"Di mana Zhafira?" tanya Kenzo.
"Oh nona Zhafira. Ayo saya antar." Ucap Bibi yang mengantar mereka ke tempat Zhafira DNA yang lainnya berkumpul. Sementara Kenzo mendengar pertanyaan yang terus menyerang Zhafira membuatnya sangat ingin cepat sampai sehingga langkah kakinya yang begitu kuat terdengar dan cepat.
*****
"Apa yang kau lakukan di sini tuan muda Kenzo? tanya Zhafira yang berbisik sambil tersenyum kepada mereka semua saat Kenzo selesai mencium kening Zhafira.
Sementara Kenzo langsung memeluk Zhafira di sampingnya dengan merangkul bahu Zhafira.
"Oh aku lupa ternyata ada kalian? Perkenalkan Saya Kenzo Sandreas, tunangan Zhafira." Jawab Kenzo dengan lantang tanpa mengulurkan tangannya dan juga membungkukkan badannya.
"Hehe, iya dia Kenzo. Kenzo ini Gion suami almarhum ibu ku. Ini Cai, ibu tiri ku. Dan ini Ceysi adik tiri ku." Jawab Zhafira yang tidak ingin mengakui Gion sebagai Ayahnya dan membuat Gion, Cai dan Ceysi bertanya-tanya mengapa Zhafira memperkenalkan mereka dengan seperti itu.
"Heheh iya, aku adalah ibu tirinya. Tapi aku sudah menganggap Zhafira sebagai anak ku sendiri. Aku yang merawat ya sejak dulu." Ucap Cai yang mengulurkan tangan kanannya kepada Kenzo.
"Hallo bibi Cai, senang bertemu dengan mu kembali setelah membuat keributan di kantor ku." Jawab Kenzo dengan tersenyum tanpa membalas uluran tangan Cai.
"Hallo Abang Kenzo. Kau sangat tampan, pantas saja kakak Zhafira mau meninggalkan calon tunangannya dan bertunangan dengan mu.
"Dan kau tidak sebaik dan secantik Zhafira sehingga bisa merebut calon tunangannya. Tapi karena hal itu, entah harus berterima kasih atau tidak. Tapi karena tindakkan mu itu membuat ku bisa memiliki dia di sisi ku." Jawab Kenzo yang tersenyum licik.