Junior Sandreas

Junior Sandreas
Ella di Serang Orang Tak Di kenal



Mereka bertiga sedang merencanakan hal itu untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan oleh Kenzo dan juga merupakan tangan yang harus dipenuhi oleh mereka bertiga dari Kenzo. Kyler dan Farel menerima masukan dari Kriss untuk mengikuti rencana yang dibuat oleh Kriss. Kyler dan Farel juga akan mengikuti tes sebagai anggota OSIS. Mereka berdua akan mengincar kursi anggota inti dari OSIS sedangkan Kriss akan mengincar kursi ketua OSIS.


Setelah kesepakatan rencana yang dibuat oleh mereka bertiga pada malam itu di dalam kamar Kriss, mereka berpisah dari kamar Kriss karena Kriss akan pergi memulai kerja parttime ya.


"Cukup sampai di sini percakapan kita." Jawab Kriss yang sedang berdiri dan berjalan mengambil jaket kulit berwarna hitam yang tergantung.


"Ha. Kau mau kemana?" tanya Kyler.


"Aku bukan seorang yang pengangguran seperti kalian." Jawab Kriss yang tersenyum.


"Aku juga." Jawab Kyler.


"Apa?" tanya Kriss yang meledek mendorong mereka berdua untuk keluar dari apartemennya.


"Tentu saja akan pergi mencari pekerjaan part time seperti mu." Jawab Kyler yang menoleh kebelakang saat Kriss sedang mendorong ya keluar.


"Semoga beruntung." Jawab Kriss yang tersenyum licik dan pergi meninggalkan mereka berdua.


"Kau juga ingin pergi kerja part time?" tanya Farel yang sejak tadi hanya memperhatikan mereka berdua hingga keluar dari kamar apartemen Kriss.


"Tentu saja." Jawab Kyler yang masuk ke dalam pintu apartemennya.


"Baiklah. Aku juga ikut." Jawab Farel yang juga masuk ke dalam pintu apartemen miliknya.


Tidak beberapa lama mereka berdua masuk, mereka kembali keluar bersamaan dengan pakaian yang rapi. Keduanya saling bertatapan dan saling tebar pesona.


"Ayo cari kerja part time." Ucap mereka bersamaan dengan melangkah bersama-sama dengan satu irama langka.


Sedangkan Kriss sudah menaiki bus menuju tempat kerja part time di sebuah restoran yang bernuansa romantis untuk kalangan anak muda maupun orang dewasa yang membawa pasangannya. Kriss bekerja sebagai pengisi hiburan bernyanyi untuk para pelanggan yang datang.


Kriss menggunakan topi hitam untuk menutupi wajahnya dan juga menggunakan kacamata untuk menyembunyikan identitas ya, walaupun sebenernya tetap kelihatan. Tapi setidaknya ia merubah penampilannya agak tidak terlalu mencolok menebarkan ketampanan yang di miliki olehnya.


"Kau sudah datang?" tanya manajer.


"Apakah aku terlambat bos?" tanya Kriss.


"Tidak, kau tiba tepat waktu. Segera ambil posisi karena para pelanggan mulai berdatangan." Ucap manajer kepada Kriss ketika Kriss baru saja tiba di restoran.


Semua meja yang berada di restoran sudah hampir terisi semua, hanya beberapa meja yang masih terlihat kosong. Semua orang yang datang yang ke restoran itu berdominan membawa pasangannya. Kriss langsung mengambil posisi di panggung musik yang sudah tersedia di restoran.


Gitar listrik yang sudah tersedia di ambil oleh Kriss dan ia mulai memainkan jarinya untuk memetik mengeluarkan nada yang menjadi melodi pengiring lagu yang akan di nyayi kan oleh ya. Suara merdu dan pas sesuai dengan alat musik bergema di seluruh penjuru lingkungan restoran. Telinga para pendengar yang berada di sana merasa sangat terhibur dan sangat menyukai lagu yang di bawakan oleh Kriss.


Suara tepuk tangan terdengar jelas di saat lagu pertama selesai menandakan semua orang menyukainya. Iringan lagu pada musik ya g terdengar oleh mereka menjadi pusat romantis ketika menikmati makanan bersama dengan pasangan. Kriss tersenyum dan kembali bernyanyi lagu kedua. Dengan jeda beberapa menit istirahat, memutarkan lagu dari handpone dan melanjutkannya hingga 5 lagu yang di bawakan oleh Kriss sesuai dengan kontrak kerja yang telah di sepakati.


"Ini bayaran mu, aku suka karena semua pelanggan menyukaimu. Sepertinya kau akan bertahan di sini." Jawab Manajer.


"Terima kasih bos. Senang menerima bayaran ini." Jawab Kriss dengan menerima amplop pembayaran miliknya.


Mereka berbincang sebentar dan melanjutkan aktivitas masing-masing. Kriss pergi meninggalkan restoran dan berjalan menuju halte bus.


"Sepertinya aku ingin memakan sesuatu terlebih dulu sebelum ke halte bus." Ucap Kriss dalam hati yang membalikkan arah langkah ya.


Kriss berjalan menuju supermarket terdekat untuk mencari makanan ramen yang bisa dinikmati di tempat itu. Kriss membeli ramen cup dan menikmatinya di kursi yang tersedia di depan super market sambil menikmati suasana jalan yang cukup sunyi karena letak super market jauh dari jalan raya.


Di tempat lain, Ella yang keluar dari mobil secara diam-diam. Ella ingin mencari kebebasan dari cengkraman orang-orang suruhan dari Gerry yang harus menjaganya 24 jam.


Ella yang berhasil keluar dari mobil secara diam-diam tidak menyadari bahwa dirinya yang menaiki bus sedang di ikuti oleh beberapa mobil lainnya hingga ia turun di sebuah halte bus.


"Akhirnya bisa bebas dari mata yang selalu memantau selama 24 jam." Ucap Ella yang tertawa dalam hatinya.


Ella berjalan menuju ke restoran yang ingin dia kunjungi sesuai dengan catatan yang berada di diary sang ibunda. Hal ini dilakukan oleh Ela untuk menghilangkan kerinduan kepada ibunda dan juga ayahandanya. Ella yang mendapatkan diary sang ibunda, membacanya bahwa ibundanya pernah bersama dengan ayahnya pergi ke restoran ini.


Tetapi, belum tiba di restoran itu telah menyadari bahwa dirinya sedang diikuti oleh beberapa lelaki. Karena tidak ingin mengecewakan tempat itu untuk melawan semua lelaki yang tidak dikenal itu Ella memilih berjalan terus mencari tempat yang pas.


Ella melewati super market dan tiba di sebuah ujung jalan yang sunyi. Ella memberhentikan langkahnya dan membalikkan badannya untuk menentang orang-orang yang telah mengikuti dia beberapa saat ini.


"Keluarlah, dan siapa yang memerintahkan kalian?" tanya Ella dengan berdiri tegap dan merasa percaya diri bisa melawan mereka semua.


"Sesuai dengan informasi yang kami dapatkan bahwa anda adalah seorang wanita yang tidak mudah untuk di lumpuhkan." Ucap lelaki berbadan besar dan berkepala botak di antara 7 laki-laki lainnya.


"Tidak perlu basa-basi lakukan saja tugas kalian dari bos kalian." Jawab Ella.


"Oke." Jawab mereka semua yang sudah bersiap dengan kuda-kuda nya untuk menyerang Ella.


Ella dengan sangat sigap dapat bertahan dari 3 orang laki-laki yang sudah di lumpuhkan nya. Tetapi dua orang lelaki lainnya sedang melakukan serangan dari belakang sehingga Ela mengalami kekalahan dengan terjatuh di tanah.


"Buat dia untuk tidak bisa bela diri beberapa hari." Ucap seseorang lelaki yang memerintahkan.


"Baik bos." Jawab lelaki lainnya.


Sebuah tonjokan dan juga tendangan beberapa detik lagi akan melayang ke arah Ella. Ella yang sudah terjatuh di tanah belum masih merasakan sakit untuk tidak bisa menghindari lonjakan dan juga tendangan itu, Ella menutup matanya. Dan ternyata seseorang sedang membantu ya.


Kriss mengalahkan mereka semua dengan waktu 1 menit dan Ella masih menutup matanya. Ketika Ella membuka matanya ternyata semua orang sudah di kalahkan oleh Kriss, seseorang yang dikenal oleh Ella.