
,.Jangan Lupa Like Dulu🤣🙏
Episode Kenzo Sandreas
Suasana yang hening tanpa suara yang berlebihan, buku-buku yang tertata rapi dengan segala subjek yang sesuai dengan klarifikasi yang telah di letakkan di setiap rak-rak. Warna warni maupun tinggi pendeknya buku tersusun di rak lemari dengan menghadap kanan dan kiri.
Setiap orang yang datang duduk di setiap tempat ruang baca yang sudah di sediakan oleh pihak perpustakaan. Dan pustakawan yang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Ada yang di ruang sirkulasi buku, pengelolaan dan ada juga yang sedang selving buku.
Salah satu pemustaka yang berada di ruang perpustakaan kampus yaitu Zhafira. Zhafira yang selesai dari ruangan dekan dan bertemu dengan Ceysi, ia pergi ke perpustakaan untuk mencari bahan referensi dalam merevisi proposal yang telah di periksa oleh Dekan. Zhafira tidak menunda-nunda untuk memperbaikinya, ia langsung pergi ke perpustakaan untuk memperbaikinya.
Bertumpuk-tumpuk buku yang telah di ambil oleh Zhafira dari berbagai rak lemari buku dari beberapa subjek yang memang di butuhkan untuk menjadi bahan referensi Zhafira dalam merevisi proposal ya. Zhafira duduk di tempat duduk ruang baca dengan meja bundar yang cukup besar. Bercampur dengan pembaca yang lainnya. Namun tidak di kenal oleh Zhafira.
Zhafira fokus membaca satu persatu buku dan mencari subjek teori yang sesuai untuk di masukkan ke dalam proposal nya. Zhafira menggunakan pensilnya untuk menandai bacaan yang bisa di gunakan olehnya. Setelah beberapa waktu membaca singkat buku-buku yang di ambilnya. Zhafira sudah menemukan beberapa buku yang memang cocok untuk menjadi bahan referensinya.
Zhafira membawa buku yang sudah ia baca itu menuju sebuah ruang baca yang di fasilitasi sebuah komputer. Zhafira meletakkan buku itu di depan komputer dan ia duduk. Mulai menggunakan komputer perpustakaan dan mengambil flash disk yang berisi data file proposal Zhafira.
Melihat coretan proposal yanh sudah di perbaiki dekan lalu melihat tumpukan buku yang sesuai untuk di beri tambahan dan di perbaiki. Menghapus kalimat di file maupun menambah kalimat di dalam file. Zhafira yang membaca sekaligus mengetik dengan jemari tangan yang menekan tombol keyboard komputer.
"Sedikit lagi memperbaiki ya." Jawab Zhafira yang merenggangkan tangannya karena terasa pegal atas beberapa waktu yang digunakan olehnya untuk membuka buku dan juga mengetik pada keyboard komputer.
Zhafira kembali membaca setelah mengetik dan membaca sebelum menghapus. Zhafira melakukannya dengan sangat teliti dan hati-hati. Sehingga salah menulis bisa di minimalisir. Dan kalimat-kalimat yang tercantum akan selalu koherensi pada subjek yang di bahas.
Setelah selesai melakukan perbaikan pada proposal ya. Zhafira kembali membaca ulang dari halaman pertama hingga akhir. Tidak lupa menekan tombol simpan lalu mencabut flash disk dari komputer. Zhafira menutup semua buku dan juga proposal yang penuh dengan coretan itu.
Zhafira tersenyum setelah menyelesaikan tugas perbaikannya dan juga melihat ponselnya. Layar ponsel menunjukkan sudah pukul 5 sore. Tepat waktu sesuai dengan perkiraan Zhafira untuk segera pergi ke rumah Cai.
"Sudah jam 5. Lebih baik segera ke rumah. lebih cepat lebih bagus." Ucap Zhafira yang beranjak dari kursinya dan berjalan keluar dari Perpustakaan.
"Apapun yang sudah mereka rencanakan nanti, jangan sampai membuatku terjebak kembali. Lebih baik aku sudah mempersiapkan segala resikonya." Jawab Zhafira dalam hati ketika berdiri menunggu taksi online yang di pesan olehnya.
"Tuan, nona sudah pergi ke rumah keluarga Shen." Ucap Steven yang memberikan informasi kepada Kenzo saat dirinya melihat Zhafira yang sudah masuk ke dalam mobil.
"Oke. Ikuti terus. Aku akan segera ke sana." Jawab Kenzo yang sudah dalam perjalanan kembali.
Zhafira masuk ke dalam mobil berwarna hitam yang sudah di pesan olehnya.
Sementara di rumah Shen, Gion yang sudah selesai mandi duduk bersama dengan Cai di sofa kamar tidur mereka.
"Apa yang sebenarnya ya terjadi?" tanya Gion sambil mengeringkan rambutnya yang habis di keramasi dengan handuk putih.
"Iya.Lalu?" tanya Gion.
"Kau tahu dana yang aku berikan untuk pembangun proyek yang sedang kau kerjakan itu dari mana?" tanya Cai.
"Bukannya kau mengatakan itu tabungan mu?" tanya Dion.
"Tidak, itu hasil dari menjual Zhafira dengan orang yang pernah bertemu dengan kita di ...." Cai menceritakan orang yang meminta Zhafira dari mereka.
"Aku tidak marah hanya saja itu sudah lama hampir dua bulan tiga hari sebelum aku pergi ke luar kota kan?" tanya Gion.
"Iya. Tapi karena itu juga kita bisa menyelamatkan perusahaan tidak jadi bangkrut karena proyek itu. Tapi entah apa yang terjadi dengan CEO yang meminta Zhafira itu. Jejaknya tidak ada sama sekali bahkan aku sudah menyelediki ya...." Cai kembali menjelaskan situasi.
"CEO itu hilang begitu saja? Bagaimana dengan Zhafira?" tanya Gion.
"Aku menelusuri CEO itu karena Zhafira." Ucap Cai.
"Dengan alasan?" tanya Gion.
"Ingat pesta publik yang aku mewakili mu datang sebagai tamu dari perusahaan?" tanya Cai.
"Iya " Jawab Gion.
"Aku bertemu dengan Zhafira............... Dan tiba-tiba aku mendengar dia menjadi tunangan Kenzo Sandreas." Cai menjelaskan bagaimana dia bertemu dengan Zhafira di dalam pesta publik.
"Apa? Kenzo Sandreas? Lelaki sukses nomor satu termuda dan paling misterius itu? Bukan hanya itu tapi juga merupakan CEO yang di takuti oleh banyak pembisnis lainnya. Isu juga mengatakan bahwa dia sangat kejam?" tanya Gion.
"Iya tidak salah apa yang kau jelaskan. Dan aku mencari informasi itu dengan jelas hingga aku datang ke kantornya untuk membuat Zhafira kembali ke rumah ini. Kau tau apa alasannya jika kita memiliki hubungan yang baik dengan Kenzo?" tanya Cai.
"Sekarang aku mulai mengerti. Kau mau menyingkirkan Zhafira dengan ide mu tapi setelah beberapa Minggu bertemu dengan Zhafira di pesta publik sebagai tunangan Kenzo. Dan seperti yang sudah kau ketahui bahwa Zhafira tidak mungkin menjadi tunangan Kenzo begitu saja sehingga kau menyelidikinya."
"Setelah semuanya jelas. Kau ingin menarik Zhafira kembali ke posisi kita agar bisa membantu kita suatu saat nanti. Memperalatnya untuk bisa membuat perusahaan kita bekerjasama dengan perusahaan Sandres?" Tanya Gion.
"Ia. Aku datang ke kator mereka dan menyuruh Zhafira kembali. Aku juga sudah berakting dalam membujuknya......" Cai menceritakan segala hal yang di lakukan ya untuk menjalin hubungan bersama.
"Aku mengerti maksud mu. Tapi apakah dia akan tetap patuh dengan kita seperti dulu atau tidak?' tanya Gion.