
"Saya panggilkan Tuan Muda Kenzo Sandreas untuk membuka acara kita pada malam hari ini." Jawab MC sekali lagi untuk memanggil Kenzo masuk ke dalam ruangan.
Semua orang sedang mencari keberadaan sosok yang telah dipanggil itu. Dari kanan ke kiri namun tidak menemukan sosok yang telah dipanggil itu hingga pada akhirnya suara pintu aula terbuka. Dua orang melangkah masuk ke dalam aula pada jalan karpet merah yang menuju ke panggung aula. Yah, orang itu adalah Kenzo dan Zhafira yang berjalan menuju ke arah panggung.
Semua orang sedang melihat mereka semua dengan sangat heran. Dengan beberapa perbincangan yang dikeluarkan mereka ketika melihat kedua orang itu berjalan menuju panggung begitu juga dengan MC yang ada di di atas panggung.
"Tunjukkan senyum indah mu, dan berjalanlah dengan ku dengan tenang." Ucap Kenzo yang melirik Zhafira ketika melangkah ke dalam ruangan.
Zhafira yang lagi-lagi gugup karena tidak pernah mengalami hal yang seperti ini di depan banyak orang menjadi pusat perhatian. Zhafira memeluk tangan Kenzo dengan sangat erat. Tanpa menjawab pernyataan dari Kenzo, Zhafira memberikan senyumannya untuk menandakan bahwa ia mengerti apa yang dikatakan oleh Kenzo.
Mereka berjalan seperti sedang mengadakan acara pernikahan untuk mereka berdua. Suasana yang menjadi pusat perhatian pada sebuah acara merupakan salah satu hal seperti acara pernikahan pengantin yang sedang berjalan.
"Berasa seperti sedang menikah dengannya." Jawab Zhafira tertawa kecil dalam hati.
"Bukankah menurut rumor bahwa tuan muda Kenzo tidak menyukai wanita di dekatnya?"
"Siapa wanita itu?"
"Tampan sekali, jadi itu tuan muda Kenzo yang misterius dalam perbincangan hangat orang kaya selama ini?"
"Kenzo? Seperti seseorang yang pernah aku kenal." Ucap Feng dalam hati ketika melihat.
"Kenapa masuk dengan begitu sombong seperti itu?" tanya Bella dalam hati sambil tertawa kecil melihat adegan ini.
"Seperti kenal dengan wanita itu." Ucap seseorang wanita yang menggunakan gaun biru tua sambil memegang gelas wine.
"Wah, wah, siapa yang sedang digandeng oleh tuan muda Kenzo?" Ucap MC ketika Kenzo dan Zhafira menaiki tangga kecil untuk ke atas panggung.
Kenzo dan Zhafira yang tersenyum indah kepada para tamu dari awal masuk hingga ke atas panggung. Mereka yang di atas panggung, berdiri dengan indah dan diberikan microphone dari MC.
"Silahkan tuan." Ucap MC.
"Selamat malam semua." Ucap Kenzo pada kalimat pertama.
"Semua orang pasti sedang bertanya siapa wanita yang sedang bersama ku. Dia adalah tunangan saya, Zhafira Shen. Dan karena alasan itulah saya muncul untuk pertama kali ya." Ucap Kenzo sambil melihat dengan mesra Zhafira yang berada di samping ya.
"Wah, benar-benar sebuah kejutan bagi kami semua terutama kaum wanita yang selalu memuja mu." Ucap MC yang berbicara mewakili semua tamu.
"Kau berhutang penjelasan padaku Abang." Jawab Bella yang juga terkejut dengan pernyataan yang baru saja di umumkan oleh Kenzo.
"Selamat tuan Kenzo." Ucap MC kemudian di ikuti dengan tepuk tangan meriah oleh mereka semua.
"Selamat menikmati pesta malam ini." Jawab Kenzo pada akhir kalimatnya.
Kenzo dan Zhafira turun ke bawah dan berbaur ke pesta. Orang-orang langsung menyerbu mereka bedua untuk memberikan selamat. Satu persatu mereka datang dan berkenalan kepada Kenzo. Mereka memberikan salam dengan meminta Kenzo untuk minum wine bersama mereka.
"Sudah waktunya tugas mu." Jawab Kenzo membisikan Zhafira.
"Oke. Serahkan kepadaku." Jawab Zhafira.
"Maaf tuan-tuan, karena Kenzo tidak bisa minum maka tawaran ini saya yang akan mewakili." Jawab Zhafira dengan tegas, berani, berwibawa dan anggun mengambil gelas dan cirs kepada mereka satu persatu.
"Wah hebat, tunangan Anda berbeda dari wanita lainnya." Jawab seseorang dan Kenzo hanya tersenyum.
"Nikmati saja pesta malam ini tanpa membahas pekerjaan." Ucap Kenzo dengan menolak tegas pada mereka.
"Seperti rumornya dia selalu dingin." Ucap kebanyakan para tamu.
Di sisi lain seorang wanita yang sejak awal Zhafira masuk sudah terus memperhatikan dan ingin memastikannya. Saat Kenzo memperkenalkan Zhafira ia benar-benar terkejut dan berjalan ke arah mereka ketika sudah sedikit sunyi orang-orang yang mengucapkan selamat kepada Zhafira dan Kenzo.
Namun dirinya terhalang oleh Bella yang lebih dulu untuk datang dan berbicara kepada Kenzo dan Zhafira.
"Selamat kepada Anda tuan Muda Kenzo Sandreas." Jawab Bella dengan memberikan uluran tangan kepada Kenzo kemudian di sambut oleh Kenzo dengan cepat.
"Terima kasih nona Bella Chan." Jawab Kenzo dengan tersenyum.
"Selamat juga untuk anda nona Zhafira Shen." Jawab Bella dengan mengulurkan tangannya kepada Zhafira kemudian di sambut juga dengan senyuman.
"Terima kasih." Jawab Zhafira yang tersenyum.
"Oh ya, sebuah kehormatan bagi ku seorang tuan Kenzo bisa mengingat nama saya." Jawab Bella.
Semua orang yang melihat mereka bertiga sangat heran. Karena sejak tadi tidak ada orang yang di ingat namanya oleh Kenzo. Padahal mereka lebih dulu daripada Bella. Dan melihat respon Kenzo yang mau menerima uluran tangan dari Bella membuat mereka sangat terkejut.
"Benarkah rumor yang selama ini beredar? Buktinya Tuan Kenzo mau menerima uluran tangan artis papan atas itu."
"Dewi ku memang paling menarik.Tidak ada laki-laki manapun yang berani menolak kecantikan ya." Ucap seorang lelaki yang berdiri di dekat Feng.
Feng yang mendengarkan hal itu dan melihat adegan yang ada dihadapannya sejak tadi membuat dirinya cemburu. Feng berinisiatif untuk berjalan menuju ke tempat mereka yang berjarak 6 m dari mereka berkumpul.
"Berani-beraninya ia menerima uluran tangan Bella."
"Dan berani-beraninya my princess orang lain menyentuh dirinya." Ucap Feng lagi yang penuh dengan api kecemburuan.
Feng yang baru saja tiba di tempat mereka menggeserkan posisi Bella yang dekat dengan Kenzo dengan badannya kemudian mengulurkan tangannya.
"Ini orang tiba-tiba datang dengan menggeserkan ku?" tanya Bella dalam hati.
"Selamat kepada Anda, lelaki idaman semua wanita di jagat raya." Ucap Feng yang memberikan uluran tangannya kepada Kenzo saat dirinya tiba.
"Terima kasih Mr. Zo." Jawab Kenzo yang tersenyum juga.
"Wah, sebuah kehormatan bagi saya Anda mengetahui nama saya." Jawab Feng.
"Tentu, karena Anda salah satu suplay obat-obatan untuk seluruh rumah sakit." Jawab Kenzo.
Bella yang melihat hal itu langsung pergi meninggalkan mereka begitu saja. Melihat Bella yang pergi meninggalkan mereka, Feng berpamitan dengan Kenzo dan mengikuti Bella.
"Lelaki itu seperti sedang memperhatikan Bella." Ucap Kenzo yang merasa curiga dan langsung memberikan perintah kepada Riki untuk memperhatikan Bella.
"Ada apa?" tanya Zhafira.
"Tidak apa-apa. Oh ya, seperti ya ikan telah terpancing." Jawab Kenzo kepada Zhafira.