Junior Sandreas

Junior Sandreas
Kemunculan Richard Lease: Kenzo Sandreas



Suasana yang menjadi cangung akibat Caca dan Jack sedang melihat mereka berdua. Kenzo yang hanya beberapa kali mengusap air mata Zhafira dan Zhafira langsung mengambil tisu dari tangan Kenzo untuk mengusapnya sendiri.


“Lanjutkan saja, jangan malu-malu di depan kami.” Jawab caca tertawa kecil.


“Dengan begitu Kenzo tidak akan pernah cemburu lagi jika aku bermesraan dengan mylotus.” Jawab Jack yang juga tertawa.


“Bunda, Daddy.” Panggil Mereka berdua dengan kompak.


Jack dan Caca kembali tertawa melihat kekompakan mereka berdua. Saat mereka sedang tertawa, suara dering ponsel Jack berbunyi.


“Sebentar, aku akan mengangkatnya.” Jawab Jack kepada mereka.


“Siapa Bun?” tanya Kenzo.


“Teman lama Daddy, kau juga mengenalnya. Sambil menunggu daddy mu, Zhafira bisa


bantu  bunda untuk menyusun makanan di


meja makan. Kita makan malam dulu.” Jawab Caca.


“Baik bunda.” Jawab Zhafira.


Zhafira dan Caca pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam. Sedangkan Kenzo mencoba mendengarkan pembicaraan Jack yang sedang menelpon karena ia sangat penasaran.


“Dari mana Bos mendapatkan kalung giok itu?” tanya Richard ( Lihat episode 165 I Love


You Mr Mafia)


“Kau masih saja memanggilku dengan bos?” tanya Jack.


“Tolong serius.” Jawab Richard.


“Aku juga sedang serius. Jika kau ingin tahu tentang hal itu, datang ke tempat ku.” Jawab Jack.


“Di


mana Anda sekarang? Bukankah semalam ini Anda bersembunyi dari semua orang?” tanya Richard.


“Aku akan mengirimkan alamatku. Segera datang secepatnya.” Jawab Jack.


“Tentu, sekarang juga akan memesan tiket pesawat.” Jawab Richard.


“Aku tunggu.” Jawab Jack lalu mematikan ponselnya.


Kenzo yang melihat Jack berbicara di ponsel dengan tidak banyak bicara dan tidak ada


yang mencurigakan.


“Siapa sih Daddy?” tanya Kenzo.


“Paman Richard.” Jawab Jack yang sudah mematikan panggilan.


“Jangan-jangan ada kaitannya dengan Zhafira.” Jawab Kenzo langsung.


“Kita akan mengetahuinya dengan jelas saat dia datang kemari.” Jawab Jack.


“Maksudnya?” tanya Kenzo.


“Ukiran yang ada pada Giok Zhafira adalah ukiran kerajaan paman Richard. Dan soal siapa


keluarga Zhafira yang tau pasti adalah Richard. Jadi aku menyuruhnya untuk datang ke sini. Kalian di sinilah beberapa hari ini. Biarkan Zhafira di sini sampai bertemu dengan paman Richard. Dan untuk hal lainnya jangan bicarakan apapun dulu dengan Zhafira sebelum kita mengetahui dengan pasti.” Jawab Jack.


“Ternyata begitu. Aku akan mengikuti perintah Daddy.” Jawab Kenzo.


“Oke.” Jawab Jack yang berjalan menuju meja makan dan Kenzo mengikuti dari belakang.


“Sudah selesai?” tanya Caca yang sedang meletakkan sayur, lauk pauk dan buah-buahan di atas meja makan. Di bantu oleh Zhafira dalam menyusunnya.


“Iya. Ayo kita makan.” Jawab Jack.


Mereka berempat menikmati makan malam. Dan selesai makan Jack mulai berbicara.


“Zhafira bolehkah saya bertanya sesuatu dan jawablah dengan jujur tanpa ada yang di


tutupi.” Ucap Jack kepada Zhafira.


“Tanyakan saja Daddy. Daddy ingin bertanya apa?” tanya Zhafira yang penasaran.


“Boleh aku melihat kalung giok yang kau gunakan?” tanya Jack lebih dulu.


Zhafira yang ragu-ragu untuk memberikannya namun tetap memberikan kalung itu. Zhafira


membuka kalungnya dan memberikannya kepada Jack.


“Aku tidak akan mengambilnya, hanya ingin melihat ukiran pada giok ini.” Jawab Jack.


“Daddy mengetahui tentang ukiran itu?” tanya Zhafira yang duduk kembali setelah


memberikan kalungnya kepada Jack.


sekitar bahwa aku mengkoleksi banyak barang-barang peninggalan sejarah.” Jawab


Jack tersenyum.


“Oh.” Jawab Zhafira yang memang sudah mengetahui bahwa Jack menyukai hal-hal seperti ini sehingga Kenzo juga seperti itu.


“Pantas saja Kenzo seperti itu, ternyata turunan dari daddy Jack.” Jawab Zhafira dalam


hati.


“Oh ya, dari mana kau mendapatkan ini?” tanya Jack.


Zhafira yang cukup lama menjawab lalu dikagetkan oleh Kenzo dari lamunan.


“Zhafira, daddy sedang bertanya pada mu.” Jawab Kenzo dengan menepuk pundak Zhafira


dengan tangan kanan.


“Apa daddy?” tanya  Zhafira.


“Dari mana asal giok ini?” tanya Jack sekali lagi.


“Hmm


soal itu. Jadi begini Bunda, Daddy, aku mendapatkan kalung giok itu dari kado ulang tahun ku yang ke 25 dari ibu. Dalam kotak kado itu terdapat buku diary, kertas dan juga kalung itu.” Jawab Zhafira.


“Jadi


itu adalah Kado.” Jawab Jack kembali.


“Sebenarnya


bukan hanya sebagai kalung biasa. Bisa di katakan bahwa itu adalah barang yang


bisa menemukan ku dengan orangtua ku yang sesungguhnya.” Jawab Zhafira.


“Orangtua yang sesungguhnya?” tanya Caca.


“Iya bunda. Dalam diary itu ibu menceritakan bahwa ia menculik ku dari seseorang. Karena ibu kasihan dengan ku jadi dia merawat ku hingga usia dimana ia meninggalkan ku.” Jawab Zhafira.


“Bahkan ibu itu bukan ibu kandung mu?” tanya Caca.


“Iya bunda. Saat ibu menculik ku dia mendapatkan ku menggunakan kalung ini. Saat itu dia adalah salah satu anggota organisasi pembunuh. Dan ibu mengatakan dalam cerita itu bahwa dia di perintahkan oleh seseorang yang bernama Henry. Hanya itu yang ada di dalam buku diary itu yang aku ingat.” Jawab Zhafira.


“Henry?” tanya Jack yang langsung berfikir mengingat masa lalu. ( Lihat episode 245 I


love You Mr. Mafia)


“Iya.” Jawab Zhafira.


“Apakah ibu mu itu memiliki sebuah tato pada tubuhnya?” tanya Jack.


“Ada apa hubby?” tanya Caca berbisik.


“Nanti aku akan menjelaskannya, jangan cemburu.” Jawab Jack yang tersenyum menggoda Caca.


“Tato?” tanya Zhafira yang mengingatnya.


“Ada, mungkin sekitar  2 tato yang ada pada


tubuh ibu.” Jawab Zhafira lagi.


“Apakah masih ingat dengan gambar tato dan letaknya?” tanya Jack.


“Di bagian perut kanan Ibu ada tato Kalajengking. Di belakang leher ada tato kupu-kupu. Sebenarnya ada apa daddy?” tanya Zhafira.


“Tidak apa-apa. Tapi bolehkah aku melihat buku diary itu?” tanya Jack.


“Tentu. Tapi aku tidak membawanya. Buku itu ada di rumah.” Jawab Zhafira.


“Kenzo perintahkan Riki untuk mengambil buku itu. Zhafira berikan kuncinya kepada Riki


dan beritahu dia di mana tempat kau menyimpannya.” Jawab Jack.


“Untuk apa Daddy?” tanya Zhafira lagi.


“Aku ingin memastikan sesuatu. Lagian kau sudah mengatakan kepada Kenzo untuk


membantu mu mencari orangtua mu kan?” tanya Jack.


“Kenzo sudah mengataknnya?” tanya Zhafira kemudian di anggukkan Kenzo, Jack dan Caca.


“Benar-benar bisa mencari tahu tentang keberadaan orangtua ku?” tanya Zhafira.


“Mungkin. Saat ini Daddy sudah menghubungi teman lama yang mungkin mengetahui tentang


ukiran giok ini. Dan saat ini dia sedang dalam perjalanan menuju ke sini. Mungkin besok siang dia akan tiba. Jadi semua akan jelas jika sudah bertemu dengannya. Maka dari itu aku membutuhkan buku diary itu.” Jawab Jack dengan wajah yang serius kepada Zhafira