
Kenzo yang pergi sendiri ke rumah sakit S untuk memberikan sampel DNA telah diberikan olehnya. Kenzo mengendarai mobil sport miliknya yang ada di tempat Jack. Sedangkan Richard dan yang lainnya di rumah sedang menikmati makan siang.
Kenzo yang menuju rumah sakit ingin bertemu oleh Max ditelepon oleh Bella dalam perjalanan.
"Abang di mana?" tanya Bella.
"Aku di rumah sakit S ingin bertemu dengan Uncle Max." Jawab Bella.
"Okelah, bertemu di sana. Ada yang ingin aku katakan dan sekalian antarkan aku tempat Daddy nanti." Jawab Bella.
"Oke. Bertemu di rumah sakit." Jawab Kenzo.
"Oke." Jawab Bella.
Setelah beberapa menit dalam perjalanan, Kenzo lebih dulu tiba di rumah sakit dan langsung menaiki lift. Menekan angka paling tertinggi pada lift di mana gedung tertinggi adalah rumah Max dan Kazumi. Kenzo langsung menuju ke apartemen Kazumi.
"Kenzo?" ucap Kazumi yang membuka pintu.
"Aunty, uncle ada di rumah?" tanya Kenzo.
"Ada. Masuklah. Uncle masih mandi." Jawab Kazumi.
Kenzo yang tiba lebih dulu di rumah Max dan disusul beberapa menit oleh Bella yang tiba di apartemen yang sebagai rumah Max itu.
"Bella?" panggul Kazumi yang heran.
"Hallo Aunty?" Ucap Bella yang langsung memeluk Kazumi dan menciumnya.
"Ada apa ini, kalian berdua datang bersama-sama?" tanya Kazumi.
"Abang sudah tiba?" tanya Bella.
"Iya. Masuklah, dia di dalam." Jawab Kazumi yang mempersilahkan.
"Kalian mau minum apa?" tanya Kazumi.
"Tidak usah repot-repot Aunty. Apa yang ada saja." Jawab Bella.
"Kenzo?" tanya Kazumi.
"Sama." Jawab Kenzo.
"Kalian berdua kenapa bersama-sama ke sini?" tanya Max yang baru saja datang ke ruang tamu.
"Uncle, ada hal mendesak yang harus di periksa." Jawab Kenzo yang langsung berjalan menuju ke arah Max dan memberikan sampel yang ada pada dirinya.
"Tes DNA?" tanya Max yang melihat dua sampel rambut dalam plastik.
"Iya. Aku akan menunggunya hingga besok pagi sampai hasilnya keluar." Jawab Kenzo.
"Oke. Gak sampai begitu lama, zaman sudah canggih." Jawab Max.
"Kenzo serahkan kepada Uncle." Jawab Kenzo.
"Sebentar aku akan menelepon orang laboratorium untuk datang kemari dan membawa sampel ini agar segera diperiksa." Jawab Max.
"Oke." Jawab Kenzo.
"Aunty tinggal ya, mau ke kamar si adek." Jawab Kazumi.
"Iya Aunty." Jawab Bella.
"Bagaimana dengan Bella?" tanya Max
"Aku hanya ingin memberitahukan laporan dari Kris kepada Abang Kenzo. Jadi saat tau Abang Kenzo berada di rumah sakit ini dan ingin bertemu dengan Uncle aku berhenti di sini." Jawab Bella.
"Kriss?" tanya Max dan Kenzo bersamaan.
"Iya. Jadi Kriss mendapatkan beberapa informasi tentang perkembangan orang-orang yang berkaitan dengan tato prisma itu."
"Ada tiga orang terdekat yang memiliki tato tersebut di sekolah JS. Orang itu bernama Dien, Daniel dan Wilson. Dien adalah teman sekelas Kriss. Sedangkan Wilson dan Daniel adalah guru Kriss."
"Kriss mengatakan bahwa tato yang berada di tubuh Dien adalah tato yang ada leher. Sedangkan pada Daniel berada di tangan. Dan pada diri Wilson di dadanya. 3 tempat yang berbeda namun dengan corak dan bentuk yang sama."
"Apakah mereka saling berkaitan?" tanya Max yang langsung menanggapi dari pernyataan laporan Bella yang belum selesai.
"Uncle benar. Kriss mencari informasi tentang Dien. Dien dan Daniel adalah Abang beradik. Tapi mereka berpisah sejak kecil karena kedua orang tuanya yang bercerai. Dien tinggal bersama dengan ayahnya sedangkan Daniel tinggal bersama dengan Ibunya."
"Lalu?" tanya Kenzo.
"Latar belakang mereka tidak sesimpel yang kita lihat. Benang merah yang harus dicari ujungnya belum juga ketemu. Walaupun Dien tinggal dengan ayahnya namun tidak pernah satu rumah dengan ayahnya. Karena ayahnya menikah lagi dengan orang lain yang sebenarnya adalah sekertaris sekaligus selingkuhan......." Jawab Bella yang panjang lebar menjelaskan tentang alur latar belakang tentang Kayasi.
"Lalu apa hubungan dengan Kayasi?" tanya Max.
"Kriss berhipotesis bahwa dalam dari organisasi yang memiliki tato tersebut adalah Kayasi. Tapi Kriss hanya yakin 40% saja. Hal itu disimpulkan dari beberapa tindakan Kris untuk mencari tahu tentang Kayasi....." Jawab Bella.
"Kriss mencari tau sendiri tentang Kayasi?" tanya Kenzo.
"Iya. Jika menggunakan detektif suruhan itu akan menimbulkan risiko yang besar karena Kayasi adalah orang yang lumayan terkenal di kota A sebagai pembisnis dan politikus." Jawab Bella.
"Maksud mu adalah Kayasi duta entertainment yang memiliki usaha entertainment di kota A?" tanya Max.
"Iya Uncle, seperti yang sudah engkau ketahui tentang dia. Namun, sebenarnya itu hanya tampak di luar. Kenyataannya dia adalah seorang pemilik bar yang memiliki bar pertarungan hidup dan mati." Jawab Bella.
"Bar King?" tanya Kenzo.
"Iya Bang. Bar itu hanyalah ber biasa bagi orang awam namun di bagian dalamnya adalah barang yang memiliki rahasia yaitu sebagai tempat pertarungan hidup dan mati. Kriss bersama dengan Nico yang langsung masuk ke sana untuk mencari tahu." Jawab Bella.
"Aku pernah dengar hal itu, namun Aku tidak pernah masuk ke sana maupun memiliki akses ke sana. Karena kita baru saja pindah ke kota ini 5 tahun yang lalu untuk menghindari masa lalu. Dan memasuki pasar dari kota A, B dan C untuk menguasai benua ini." Jawab Kenzo.
"Uncle memiliki akses di tempat itu, tapi sudah lama sekali tidak pernah ke sana dan juga Kayasi itu seperti ya baru saja menjadi pemilik bar King. Karena setahu uncle itu adalah milik seorang lelaki yang berasal dari Jepang. Tapi selalu di rahasiakan." Jawab Max.
"Aku lanjut, Kriss menemukan beberapa hal menari ketika berada di dalam sana bahwa orang-orang yang yang menjadi bodyguard Kayasi memiliki tato yang sama. Dan setelah mereka selesai dari sana, orang-orang suruhan Kayasi mengikuti Nico. Untuk sementara waktu Nico tidak bertemu dengan Kriss yang asli karena ada Kriss lain yang menggantikan itu untuk mengahlikan Kayasi. Jika di bunuh akan berisiko." Jawan Bella.
"Uncle Robert dan detektif handalan kita sedang mencari informasi lebih lanjut tentang hal itu. Dan Kriss, Farel dan Kyler sedang memantau orang-orang yang ada disekitar mereka untuk menemukan petunjuk yang lain." Jawab Bella.
"Tapi ada hal yang dikatakan oleh Kris kepadaku. Abang berusahalah untuk bisa menarik perhatian Kayasi pada suatu proyek yang bisa dilakukan untuk bekerja sama agar bisa lebih dekat untuk mencari tahu tentang dirinya." Jawab Bella.
"Aku mengerti." Jawab Kenzo.
"Kenapa tidak bekerjasama tentang produk handphone terbaru yang akan diluncurkan pada bulan ini? Kau menjadi ambasador dan perusahaan Kayasi yang akan menghandle promosi." Ucap Max.
"Ide yang bagus." Jawab Bella dan Kenzo bersamaan