Junior Sandreas

Junior Sandreas
Adu Argumen Queen dan Kriss



Assalamualaikum buat readers dan salam hangat untuk kalian semua. Izinkan author sedikit menyampaikan pesan.


Author sangat berterima kasih atas segala dukungan like, komentar, vote, koin dan juga support dari para readers dari komentar-komentar yang mendoakan author.


Maaf banget ya readers kenapa author tidak membuat visual?




Ini adalah cerita novel yang kaya akan imajinasi dari tulisan-tulisan kalimat yang mendeskripsikan sebuah cerita baik itu seseorang, prilaku, tempat dan juga suasana. Beda dengan Komik yang kaya akan visual gambar dan juga kalimat.




Author punya alasan sendiri kenapa tidak membuat visual. Bagi author, author ingin memberikan hak imajinasi sepenuhnya kepada para readers untuk berkhayal pada setiap cerita. Contoh nih, kalau author buat Kenzo itu seperti Lee Min Ho. Apakah semua orang akan menyetujuinya? Jawabannya tentu saja tidak. Tidak semua readers akan setuju, bisa jadi ada yang lebih menyukai visual Kenzo itu adalah Soo Jongki.




3.Membuat sebuah visual pada sebuah karya itu juga harus di ingat bahwa ada peraturannya. gak sembarangan, author takut jika di katakan sebagai pelanggaran Hak Cipta. Nah, makanya untuk menghindari hal itu author selalu buat semua ini hanyalah sebuah hayalan semata, dan author tetap buat visual intinya saja walaupun sebenernya takut. Tapi tetap buat untuk buat readers puas. Tapi jujur author adalah orang yang penakut πŸ˜­πŸ˜­πŸ˜­πŸ™.


Nah, karena hal-hal penting di atas sekali lagi author tekankan untuk berfikir panjang dalam membuat visualnya πŸ˜­πŸ™πŸ™πŸ™. Author mohon maaf sebesar-besarnya. Author harap para readers paham tentang hal itu. Dan sebenarnya semua itu di lakukan untuk kebaikan bersama, di mana author memberikan hak imajinasi sepenuhnya kepada readers untuk menghalu tentang gambaran visual cerita Author. Masing-masing readers punya imajinasi tersendiri.


Sekali lagi terima kasih atas segala dukungannya sejak tahun lalu hingga sekarang. Terima kasih atas perlakukan baiknya readers untuk author. Sehat selalu, lancar rezeki dan juga bahagia selalu untuk para readers Wichan ❀️❀️❀️.


Akhir kata ucapan ini, maaf jika terlalu panjang. Sudahi penjelasan di atas mari kembali pada cerita kita iniπŸ˜‚.


Episode Krissta Sandreas.


"Bagaimana dengan penjelasan tadi? Apakah ada yang ingin bertanya?" tanya Mawar setelah menjelaskan segala sesuatu yang akan dipresentasikan nya dalam powerpoint tersebut.


Semua orang menggelengkan kepala menjawabnya. Karena semua orang tidak memberi pertanyaan kepada Mawar atas segala penjelasan yang telah diberikan olehnya, Queen mengeluarkan suaranya dengan posisi tangan yang sedang menyangga kepalanya di atas meja dan menghadap ke depan.


"Jika kalian tidak ada yang bertanya, biarkan aku bertanya pada kalian." Ucap Queen.


Semua orang kembali diam belum juga tegang karena suasana yang begitu menyeramkan bagi mereka semua. Tetapi tidak dengan Kriss, Kyler dan Farel.


"Apa yang kau pahami tentang tugas mu Kriss?" tanya Queen.


"Kriss." Panggil Kyler dengan menyentuh dirinya.


"Aku?" tanya Kriss yang membuka matanya dari kepala yang di sanggah dengan tangan kanannya.


"Iya. Jelaskan apa yang kau ketahui?" tanya Queen.


"Setiap minggu merekap semua kegiatan olahraga dan juga beladiri. Melihat apa yang kurang dan di butuhkan oleh ........" Kriss menjelaskan dengan sangat detail sesuai dengan apa yang di jelaskan oleh Mawar. Bahkan lebih jelas dan juga mudah di pahami pada penjelasan yang di ucapkan ya.


Semua orang yang mendengarkan hal itu terkejut dengan memasang wajah yang terbengong melihat ke arah Kris yang terus menjelaskan dengan mudah dan santai.


"Sudah cukup?" tanya Kriss yang melihat Queen dengan tatapan serius.


"Bagus. Tapi ingat, ingatan mu itu belum tentu akan membuktikan bagaimana kau akan mempertanggung jawabkan peran mu di sini." Jawab Queen.


"Dia di beri pertanyaan kepada senior karena tertidur di saat rapat. Tapi yang di jawab olehnya itu lebih detail dan mudah di mengerti dari pada apa yang di jelaskan oleh Senior Mawar." Jawab seseorang yang berbisik kepada orang di sebelahnya.


"Dan menyimpulkan segala sesuatu yang belum terjadi adalah sebuah kesalahan terbesar. Hal itu seperti sebuah penghinaan untuk seseorang yang begitu mudah di nilai dalam sebuah perkataan." Jawab Kriss.


"Apakah Kriss dan Senior Queen saling mengenal?" tanya Ella dalam hati.


Suasana menjadi lebih dingin dari sebelumnya, aura yang tidak enak karena Kriss dan Queen beradu argumen. Kriss tetap santai tetapi tidak dengan Queen yang penuh dengan sebuah kegagalan yang tidak bisa membuat Kriss kalah pada ruang kekuasaannya.


"Sudah-sudah. Jadi jawaban Kriss sudah sesuaikan Queen?" tanya Mawar kepada Queen.


"...." Queen hanya diam dan melihat Mawar.


"Baiklah.Mungkin rapat kita sudahi saja saat ini." Ucap Mawar yang menghentikan suasana yang cukup dingin itu.


"Jadi kami boleh bubar?" tanya Farel.


"Boleh, oh ya ada pengumuman sedikit untuk kita. Karena ini adalah hari pertama kita rapat pada anggota baru dan juga kejuaraan yang di raih oleh Queen. Dengan itu, kita akan membuat pesta di tempat biasa untuk merayakan kejuaraan Queen sekaligus penyambutan kalian sebagai anggota baru." Jawab Mawar yang tersenyum kepada semua orang.


"Yee...." suasana yang tadinya cukup tenang dan dingin menjadi cair dan sekita berubah menjadi hidup. Semua orang menyukai pengumuman yang mengatakan bahwa adanya pesta penyambutan sekaligus pesta perayaan Queen.


Mereka semua sangat menyukainya, dan lagi seperti biasa mereka akan mengadakan hal ini di sebuah tempat yang cukup baik di sekitar sekolah itu. Tempat di mana semua orang menyukainya untuk bisa membuang penat.


" Benarkah kak senior?" tanya Dien.


"Tentu saja." Jawab Mawar.


"Baguslah, malam ini kita buang semua penat yang ada. Setelah ujian, inilah yang di butuhkan untuk remaja seperti kita."Jawab Kelvin.


"Tentu, kalian sepuasnya menikmati hal itu. Aku sudah mengatur tempat untuk kita." Jawab Mawar.


"Senior memang paling terbaik." Jawab Dien.


"Aku harap kalian semua bisa hadir tanpa permisi. Terkhusus untuk kalian yang baru saja bergabung. Karena hal ini untuk kalian, jangan sampai tidak hadir." Jawab Mawar.


"Oke." Jawab Kyler mengikuti Kriss yang berjalan keluar dari ruangan.


Kyler dan Farel mengikuti Kriss dari belakang dan keluar dari ruangan.


"Kenapa keluar dengan cepat, mereka semua senang tapi kau tidak?" tanya Farel kepada Kriss.


Farel yang di posisi samping kiri Kriss dan Kyler yang di posisi samping kiri Kriss. Tangan Kriss memegang kedua bahu mereka berdua pada posisi itu dengan wajah yang lesu.


"Aku lelah dan ingin segera tidur." Jawab Kriss yang merangkul kedua bahu mereka dan ingin di angkat.


"Hahaha, kau selalu saja seperti tidak peduli tapi sebenarnya peduli." Jawab Farel.


"Jadi kita pergi?" tanya Kyler. Kriss melihat kedua wajah mereka bergantian dengan mereka yang sedang menunggu jawaban dari Kriss.


"Kalau di katakan pergi, yah pergi saja." Jawab Kriss yang melepaskan rangkulannya itu dan berjalan lebih dulu dari mereka.


Kyler dan Farel saling memandang dan menggelengkan kepalanya. Mereka yang sudah memahami bagaimana Kriss yang sulit di baca membuat mereka selalu bingung dengan tingkahnya namun sedikit paham dengan tindakkannya.


"Kenapa kalian diam? Tidak ingin segera kembali ke apartemen?" tanya Kriss yang membalikkan badannya ke arah belakang melihat Farel dan Kyler. Dan jawaban mereka tetap diam.


"Baiklah, aku duluan. Aku ingin tidur dulu jadi kalian tidak perlu menunggu untuk pergi ke sana." Ucap Kriss yang kembali melangkahkan kakinya ke arah parkiran sepeda untuk segera berangkat pulang memenuhi waktunya untuk tidur karena tidak bisa tidur siang seperti biasanya.