Junior Sandreas

Junior Sandreas
Tempat Tinggal Baru



Selamat Tahun Baru Readers, Bonus episode wkwkwkkw


Sarapan pagi sudah tersedia di atas meja. Dua gelas susu, dua buah piring yang berisi roti dengan isian telur, sayur dan keju. Dua mangkok bubur dan juga bekal makan siang yang sudah di siapkan oleh Kenzo untuk dibawa oleh dirinya ke kantor. Zhafira keluar dari kamarnya dan mencari keberadaan Bella yang tidak ditemukan olehnya.


“Kau sudah bangun?” tanya Kenzo yang membuka celemeknya.


“Dimana Bella?” tanya Zhafira.


“Dia sudah kembali ke apartemennya. Duduklah ada yang ingin aku katakan.” Ucap Kenzo.


“Kenapa dia tidak berpamitan denganku?” tanya Zhafira yang duduk di meja makan.


“Dia sedang terburu-buru. Dia meninggalkan jadwal syutingnya hanya untuk bertemu denganmu.” Jawab Kenzo yang duduk di hadapan Zhafira.


“Oh, pantas saja aku sudah merepotkannya.” Jawab Zhafira yang meras bersalah.


“Tidak perlu meminta maaf, seperti itulah yang dilakukan oleh seorang teman.” Jawab Kenzo.


“Apa yang ingin dibahas?” tanya Zhafira.


“Makan dulu sarapanmu, kau tinggal memilih apa yang ingin kau makan.” Jawab Kenzo yang mengambil roti dan susunya.


Beberapa menit mereka menikmati sarapan.


“Bella mengatakan kau sudah tidak memiliki keluarga, pekerjaan dan juga tempat tinggal.” Ucap Kenzo.


“Bella sudah menceritakan semuanya?” tanya Zhafira.


“Iya semuanya. Jadi aku akan memberikanmu pekerjaan dan juga tempat tinggal. Habiskan sarapanmu kemudian bersiaplah, aku akan mengantarkan mu ketempat tinggalmu.” Jawab Kenzo yang berjalan meninggalkan meja makan masuk kedalam kamarnya.


Zhafira terkejut dengan pernyataan Kenzo, tanpa banyak bertanya kepada Kenzo, dia menuruti saja apa yang dikatakan oleh Kenzo. Zhafira bersiap-siap untuk pergi bersama dengan Kenzo. Mereka menaiki mobil yang dibawa oleh Riki. Selama ini Riki mengabdi untuk keluarga Sandreas.


Setelah menjadi supir Jack selama bertahun-tahun, dia menjadi sekertaris Kenzo selama 4 tahun terakhir ini. Dia sudah menikah dan memiliki seorang anak perempuan yang saat ini bersama dengannya. Riki sudah memiliki keluarga sendiri, dan dia sudah menjadi orang kepercayaan Kenzo saat ini. Ternyata selama ini Riki diam-diam mengambil pendidikan tinggi pada bidang bisnis.


Mereka tiba di rumah yang berdekatan dengan rumah Charles dan Shinta. Kenzo memberikan kuncinya kepada Zhafira dan ikut masuk kedalam rumah sebentar untuk mengatakan beberapa kalimat saja.


“Untuk hari ini, kau istirahat saja dulu. Setelah kau sudah baikan baru memulai kerjanya. Soal pekerjaan akan aku bahas ketika kau sudah siap.” Ucap Kenzo.


“Sepertinya aku besok sudah bisa untuk bekerja.” Jawab Zhafira.


“Jika itu sudah menjadi keputusanmu maka akan akan menyetujuinya, besok kau akan di jemput oleh Riki. Saat di kantor nanti aku akan menjelaskan semua tentang apa yang harus kau lakukan untuk pekerjaanmu.” Jawab Kenzo.


“Terimakasih.” Jawab Zhafira.


“Iya.” Jawab Kenzo yang merapikan jasnya kemudian pergi meninggalkan rumah itu.


“Nona, ini ponsel yang diberikan tuan muda pertama untuk mu. Ia juga sudah menyiapkan semua keperluanmu di rumah ini. Jika ada yang dibutuhkan silahkan telepon saya. Di ponsel itu sudah ada nomor saya dan tuan


muda pertama dan juga nona Bella.” Jawab Riki sebelum menyusul Kenzo meninggalkan rumah Zhafira.


“Terimakasih.” Jawab Zhafira.


Zhafira melihat seluruh sudut rumah yang baru saja dia masukki setelah kepergian Kenzo dan Riki. Dia benar-benar takjub dengan apa yang sudah dia dapatkan. Bantuan yang diberikan oleh Bella dan Kenzo merupakan anugerah tuhan untuknya. Bahwa tidak semua orang jahat padanya, tuhan telah mengkirimkan orang-orang baik untuk dirinya.


“Apakah ini tidak terlalu berlebihan?” tanya Zhafira melihat rumah yang di tempatinya.


Rumah yang ditempati oleh Zhafira tidak terlalu luas namun cukup luas jika untuk satu orang saja. Memiliki dua kamar dengan masing-masing kamar mandi, ruang tamu, dapur dan blakon. Rumah yang sederhana namun sangat nyaman jika di tempati. Zhafira merasakan apa yang sudah diterima olehnya saat ini lebih dari cukup.


Kenzo juga sudah meyiapkan beberapa pakaian yang bisa digunakan oleh Zhafira bekerja, piama, dan pakaian dalam. Semua produk yang diperlukan di dalam rumah sudah tersusun rapi di setiap tempatnya. Zhafira hanya tinggal menepatinya saja. Tidak perlu repot-repot untuk membeli keperluan mandi, masak, dan sebagainya.


“Ini benar-benar wah.” Jawab Zhafira melihat semuanya sudah terisi.


“Bagaimana dia mengetahui ukuranku?” tanya Zhafira yang melihat isi lemari pakaian yang sudah tersusun rapi.


“Oh mungkin Bella yang memberitahukan semua ini.” Jawab Zhafira.


Zhafira mengambil ponsel yang diletakkan olehnya tadi di tempat tidur untuk menelpon Bella. Dia belum mengucapkan terimakasih dengan benar oleh sahabatnya itu.


“Iya ada apa?” tanya Melly.


“Bella?” tanya Zhafira.


“Nona sedang pemotretan.” Jawab Melly.


“Oh baiklah.” Jawab Zhafira.


“Ini siapa?” tanya Melly.


“Zhafira, katakan saja padanya bahwa tadi aku menelpon.” Jawab Zhafira.


“Ok.” Jawab Melly.


Zhafira mematikan ponselnya dan membaringkan diri di atas kasur. Beberapa menit berlalu, ponsel Zhafira berdering dengan nama pemanggil Bella.


“Ada apa Zhafira?” tanya Bella.


“Tidak ada, aku hanya ingin mengucapkan terimakasih. Apakah kau sudah tidak sibuk?” tanya Zhafira.


“Aku hanya beristirahat beberapa menit saja. Aku kira terjadi sesuatu padamu.” Jawab Bella.


“Tidak. Terimakasih sudah memberikan aku pekerjaan, tempat tinggal bahkan membelikan beberapa pakaian.” Jawab Zhafira.


“Hahaha, ternyata abang Kenzo penduli. Tidak apa-apa yang terpenting berjanjilah padaku untuk bekerja keras. Karena dia tidak menyukai seseorang yang tidak professional. Ingat untuk merubah dirimu menjadi lebih


kuat lagi.” Jawab Bella.


“Oke. Aku juga sudah memutuskan untuk membalaskan dendamku kepada mereka yang menyakitiku. Aku ingin menjadi sepertimu yang selalu menjadi wanita yang kuat.” Jawab Zhafira.


“Aku hanya akan memberikanmu dukungan jika itu yang membuatmu bahagia. Tapi aku harap kau akan baik-baik saja, itu saja. Sudah ya, aku ingin minum karena sebentar lagi akan di mulai lagi.” Jawab Bella.


“Iya dah.” Jawab Zhafira.


Obrolan mereka berhenti. Zhafira menjadi teringat kembali tentang apa yang sedang ditimpa olehnya. Situasi yang harus di hadapinya, dia harus berubah menjadi wanita yang lebih kuat dan menunjukkan kemampuannya dihadapan mereka yang sudah menyakiti dirinya.


Zhafira mulai menyusun strategi untuk melaksanakan balas dendamnya kepada orang-orang yang sudah menyakitinya. Dia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk mencari informasi tentang kebenaran kematian ibunya dan juga siapa ayah kandungnya. Dia sudah bertekad pada hal itu di masa depan. Zhafira mengambil beberapa lembar ketas tempel dan juga pena.


Dia membuat beberapa rancangan masa depannya di atas ketas tertulis tintah tersebut. Setelah dia menulis beberapa hal itu, Zhafira menempelkannya di atas kaca hias yang berada di dalam kamarnya.