Junior Sandreas

Junior Sandreas
Kecemburuan Awal Gibrel



Ella selesai mengambil makanannya dan sedang berdiri di depan untuk melihat di mana meja kosong yang dapat ditempatinya karena saat itu semua meja kantin sudah terisi oleh para siswa. Tersisa hanya satu meja yang berada di tengah kerumunan meja lainnya. Ella berjalan menuju meja kosong itu untuk dijadikan sebagai tempat menikmati makan siangnya. Kriss, Kyler dan Farel juga selesai mengambil makanannya dan mencari meja makan untuk di tempatinya.


Kriss yang tidak lama berpikir langsung berjalan menuju meja yang baru saja ditempati oleh Ella. Kyler dan Farel mengikuti Kris dari belakang dan duduk bersama dengan Ela di meja itu. Ella memberikan pandangan bertanya kepada mereka bertiga di saat mereka duduk bersama dengannya. Kris yang duduk di sampingnya sedangkan yang lainnya duduk di depannya karena meja itu terdapat 4 kursi.


"Sudah tidak ada lagi meja kosong dan bangku kosong." Jawab Kris meletakkan makanannya di meja dan duduk.


"Bukankah dia adalah lawan Abang di saat ujian kemarin?" tanya Farel untuk mencairkan suasana di meja tersebut.


"Sopan sedikit dia itu adalah senior kita." Jawab Kyler yang menyantap makanan yang sesuap.


"Jangan banyak bicara di saat makan." Jawab Kris untuk membuat mereka berdua diam.


"Baiklah." Jawab Farel.


Mereka yang tidak bersuara dan menikmati makanannya malah diperhatikan oleh seluruh orang-orang yang ada di kantin. Mereka berempat menjadi sorotan utama di saat makan siang tersebut. Beberapa menit mereka menikmati makanannya tiba-tiba Gibrel datang untuk mencari masalah lagi.


"Berani-beraninya kalian makan siang dan duduk bersama dengan wanitaku." Ucap Gibrel kepada Kris dan lainnya.


"Minggir." Ucap Kelvin.


Kriss, Kyler dan Farel yang sudah menyantap habis makanan terakhirnya bersikap tenang dan tidak menjawab pernyataan dari Kelvin dan juga Gibrel. Mereka kompak bersikap acuh tak acuh kepada ada orang yang baru saja datang. Sedangkan Ella masih menikmati makanannya dan mencoba untuk bertanya kepada Gibrel.


"Aku bukan wanitamu. Lagian mereka hanya duduk disini karena sudah tidak ada lagi kursi yang kosong." Ucap Ella kepada mereka dengan menunjukkan tangannya memutar ke sekeliling mereka memperlihatkan sudah tidak ada lagi meja yang kosong untuk ditempati.


"Sudahlah, mungkin mereka ingin duduk denganmu. Lagian kami bertiga sudah selesai makan dan kalian bisa bergantian tempat duduk dengan kami." Jawab Kriss untuk mengajak yang lain pergi dari meja tersebut.


Bukan hanya Kyler dan Farel yang ikut bersama dengan Kris meninggalkan meja tersebut, tetapi juga Ella yang juga ikut meninggalkan meja tersebut di saat Gibrel dan teman-temannya nya duduk di kursi menggantikan Kriss, Farel dan Kyler.


"Kenapa kau juga ikut pergi Ella?" tanya Gibrel.


"Aku juga sudah selesai makan dan lima menit lagi waktu istirahat akan segera selesai." Jawab Ella.


"Sialan, baru saja sehari anak pindahan itu disini sudah membuat aku tidak punya muka." Ucap Gibrel dalam hati dengan kesal mengeratkan kepalan tangan di meja.


"Sepertinya bos sedang cemburu." Ucap Kelvin.


Semua orang yang berada di kantin sedang menyaksikan hal tersebut dan mulai bergosip kembali dengan terkaan terkaan yang ada di pikiran mereka. Sedangkan Kriss dan lainnya tidak menghiraukan hal tersebut dan langsung meninggalkan kantin.


"Sudahlah ayo ikutin Ella ke kelas." Jawab Gibrel yang kembali berdiri dan melangkah untuk meninggalkan meja tersebut dan mengikuti Ella ke kelas.


"Jangan ikuti aku terus menerus dan satu lagi jangan pernah mengatakan bahwa aku adalah wanita mu." Ucap Ella kepada Gibran dengan memberhentikan langkahnya mengangkat tangannya memperingati Gibrel dari ucapannya.


"Aku tidak perlu perlindunganmu. Dan menjauhlah dariku dengan segala hormat tuan muda Gibrel." Jawab Ella dengan tegas dan berjalan masuk ke dalam ruangan kelas dengan wajah yang masam.


"Dasar wanita sombong jika saja bukan karena keluargaku yang menyuruh untuk mendekatimu aku juga tidak akan mendekatimu." Ucap Gibrel dalam hatinya karena kesal.


"Bos tenanglah." Ucap mereka.


Gibrel memang menyukai Ella tapi dia juga seorang playboy yang suka bermain dengan wanita. Sifat hidung belang nya ini tidak diketahui di sekolah karena untuk menjaga image-nya di depan semua orang. Tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa banyak juga siswi yang sudah terjerat oleh dirinya.


Kriss dan yang lainnya tidak langsung ke kelas tetapi mereka duduk di taman sekolah sebentar sebelum bel berbunyi.


"Kau tidak ke kelas langsung?" tanya Kyler.


"Kalian duluan saja." Jawab Kriss yang ingin tetap duduk di bangku taman di atas pohon.


"Baiklah, kami duluan." Jawab Farel.


"Iya." Jawab Kriss.


Dari sudah jendela kelas XI-A Ella yang duduk di kursinya sedang menatap keluar jendela. Ella memperhatikan Kris yang sedang duduk dibawa pohon rindang itu dengan menyandarkan tangannya untuk menahan kepalanya. Kriss sedang mendengarkan musik menggunakan handset nya.


Gibrel yang juga masuk ke dalam kelas dan memperhatikan kembali Ella yang sedang melihat Kriss dari jendela. Kedua tangan Gibrel dikepal karena sedang emosi apa yang dilihat olehnya di saat duduk di kursinya. Gibrel juga bergumam di dalam hatinya.


"Selama ini tidak ada yang bisa tidak aku dapatkan di saat aku ingin memilikinya. Dan selama ini tidak ada 1 wanita pun yang menolak ku kecuali kau."


"Aku akan segera menaklukkan mu dengan berbagai cara aku. Kita lihat saja bagaimana yang akan terjadi di masa depan Ella?"


"Dan kau Kriss akan segera aku singkirkan. Karena aku tidak menyukaimu sejak awal. Kau setelah menjadi duri dan penghalang dari keinginanku."


Kecemburuan awal yang muncul dari perasaan Gibrel bukanlah sebuah kecemburuan seperti orang lain lebih tepatnya itu adalah ambisi untuk mendapatkan sesuatu itu dengan secara paksa. Gibrel menginginkan kan cinta dari Ella dan juga ingin menyingkirkan Kriss sebagai pesaingnya untuk mendapatkan Ella.


Kehidupan Gibrel yang selalu dicukupi oleh orang tuanya selagi ia menginginkan kan sesuatu itu. Kebiasaan yang sudah ditanamkan oleh orangtuanya membuat Gibrel melakukan hal-hal yang tidak sepantasnya untuk dilakukan ketika mendapatkan sesuatu yang diinginkannya.


Gibrel tumbuh menjadi seorang pria yang sangat tidak baik karena memiliki sifat yang akan melakukan cara apapun untuk mendapatkan sesuatu sekalipun itu membahayakan nyawa orang lain. Dan Gibrel sebagai seorang putra tunggal dan juga keturunan tunggal dari keluarganya, itulah yang membuat orangtua Gibrel sangat menyayanginya.


Kasih sayang kedua orangtua Gibrel telah membutakan mereka untuk mendidik Gibrel dengan baik. Terkadang Gibrel juga tidak mendengarkan nasehat dari orang tuanya dan selalu egois terhadap pendapatnya. Bukan hanya itu saja tetapi juga kecerdasan yang dimiliki olehnya membuat dirinya sombong dan tidak terkalahkan.


Sejak dulu Gibrel selalu mendapatkan juara pertama di kelasnya dan tidak pernah mendapatkan juara lain. Untuk pertama kalinya Gibrel mendapatkan juara kedua di tahun kemarin, dengan juara pertama didapatkan oleh Ella. Hal yang membuat Gibrel setuju terhadap kemauan orangtuanya untuk mendekati Ella adalah karena ia ingin mengalahkan Ella di tahun ini dan juga karena latar belakang Ella.