Junior Sandreas

Junior Sandreas
Pertemuan Pertama dengan Queen



Episode Krissta Sandreas


Kriss saat ini berada di dalam perpustakaan sekolah. Ia duduk di ruang pelayanan tertutup dengan tumpukan buku yang ingin di bacanya sembari menunggu Kyler dan Farel selesai untuk diujicoba memasuki anggota OSIS.


Kriss menikmati kata demi kata, kalimat yang berada di setiap halaman buku yang sedang ia baca. Kriss sengaja mencari buku yang belum pernah ia baca. Dengan beberapa subjek yang di ambil dari beberapa rak di lemari perpustakaan.


Dengan cepat Kriss menyelesaikan 10 buku yang ia ambil dari untuk dibaca. Karena terlalu lama menunggu Kyler dan Farel. Kriss memilih untuk tidur di ruang pelayanan baca itu dengan menyingkirkan buku di pinggir.


Tiba-tiba seseorang wanita datang dengan membawa buku sebanyak 3 jenis buku yang berada di tangannya dan duduk di samping Kriss. Wanita itu melihat Kriss yang tidur disampingnya membuat dirinya sangat tidak menyukai Kriss. Wajah Kriss yang tertidur mengarah ke kiri, sedangkan wanita itu duduk di samping kanan Kriss dan hanya melihat punggung Kriss yang tertidur.


Wanita itu adalah Queen Chan. Queen Chan yang diketahui lebih menyukai perpustakaan dibandingkan tempat lainnya yang berada di sekolah pembuatnya terkenal sebagai kutu buku dan juga ratu dingin. Sifatnya yang selalu dingin kepada semua orang dan tidak terlalu banyak berbicara dan seseorang yang tidak pernah peduli tentang segala sesuatu yang menurutmu tidak terlalu penting untuk diurusi.


"Jika ingin tidur mengapa di perpustakaan?" tanya Queen dalam hati dan duduk di samping Kriss di tempat baca perpustakaan itu.


Queen meletakkan 3 buah buku itu di atas meja kayu dengan keras meletakkannya hingga membuat Kriss terganggu karena getaran dan suara itu. Kriss bangun dari tidurnya dan melihat ke arah asal suara dan getaran. Dengan tatapan dingin yang ditampilkan dari wajah Kriss di lihat oleh Queen.


"Apa? Jika merasa terganggu lebih baik cari tempat lain. Tidur di perpustakaan seperti tidak ada tempat lain." Ucap Queen yang melihat Kriss terbangun dengan tatapan dinginnya.


Queen yang mengatakan hal itu dengan cetus tidak membuat Kriss untuk menjawab atau membalasnya. Kriss lebih memilih untuk memalingkan wajahnya dan merenggangkan tubuhnya dengan mengangkat kedua tangannya ke atas.


"Dasar tidak tau malu, sok-sok membaca buku setinggi itu hanya untuk menutupi wajahnya yang tidur." Ucap Queen dengan pelan namun terdengar oleh Kriss. Kriss yang mendengar hal itu memberhentikan aktifitas kedua tangannya ke atas dan menutup mulutnya yang sedang ngantuk.


"Auh.." Kriss yang menguap karena ngatuk dan lagi-lagi tidak mempedulikan Queen yang terus mengatai dirinya.


Kriss mengambil ponselnya yang berada di kantong celana dan mengirimkan pesan kepada Kyler dan Farel di grup mereka bertiga bahwa jika mereka sudah selesai test segera hubungi dirinya. Karena tidak mendapat balasan, Kriss mengira mereka belum selesai dan kembali membaringkan kepalanya ke atas meja dan menutup mata kembali.


"Hissss, sudahlah siapa peduli lebih baik mencari jawaban dari soal kemarin." Ucap Queen dalam hati yang melihat Kriss tertidur kembali.


Queen sedang memeriksa beberapa pertanyaan yang tidak bisa ia jawab ketika berada di olimpiade di dalam 3 buku yang sudah diambil dirinya itu. Beberapa menit berlalu Queen fokus mengerjakan jawaban yang ingin ia jawab dengan benar pada soal yang sudah ia bawa itu. Queen membaca dan mencari rumus yang sesuai dari 3 buku itu untuk dapat membantunya menjawab pertanyaan yang harus dijawab.


"Aishhhh, sial. Aku bahkan sudah mengetahui rumusnya namun tetap saja tidak dapat menjawabnya." Ucap Queen dengan mencoret kertas yang ditulis olehnya untuk mencari jawaban dengan ekspresi yang frustasi tidak mendapatkan apa yang yang ia inginkan.


Karena kekesalan yang ditimbulkan oleh Queen membuat getaran pada kayu meja yang digunakan oleh mereka dan juga suara hentakkan kedua kaki yang di buat Queen mengenai sedikit kaki Kriss.


Kriss terbangun lagi karena Queen yang begitu berisik di sampingnya dan juga karena kakinya yang merasa di injak dengan sesuatu dengan keras. Tepatnya di ujung kelingking kaki kanan. Kriss mengangkat kepalanya dan mengembalikan ke arah kanan untuk melihat apa yang terjadi di sampingnya.


"Kalau kau merasa terganggu denganku pergi saja. Perpustakaan bukan tempat tidur." Ucap Queen yang melihat Kriss terbangun dan menatapnya.


"Mood ku sedang jelek, jangan di tambah lagi." Ucap Queen dengan memalingkan wajahnya dan melihat kembali soal yang di pegang olehnya di tangan kanan.


Kriss yang mendengar ucapan Queen membuat dirinya mengangkat kepala dan melihat ke arah bawah meja, tepatnya kaki kanannya.


"Singkirkan kaki mu." Ucap Kriss dengan melihat Queen yang sedang menatap lembar soal yang berada di tangannya.


"Singkirkan kaki mu dari atas kaki ku." Ucap Kriss dengan memberi petunjuk menatap ke bawah meja untuk bisa dilihat oleh Queen bawah kakinya telah menimpa kaki Kriss.


"Oh." Jawab Queen setelah mengetahui bahwa kakinya menginjak kaki Kriss dengan merunduk.


"Jangan berisik, ini perpustakaan." Ucap Kriss setelah Queen menyingkirkan kakinya.


"Apa kata mu?" tanya Queen yang menjadi marah.


"Sttttthhhh." Ucap Pustakawan yang lewat untuk meletakkan buku ke rak.


"Pak," panggil Kriss.


"Iya." Jawab pustakawan itu dan berhenti mendorong kereta meja kecil dorong yang membawa buku-buku untuk di letakkan sesuai klasifikasi di lemari besar.


"Maaf merepotkan, aku sudah selesai membaca ini." Ucap Kriss yang mengangkat semua buku yang di baca olehnya untuk di letakkan di atas meja dorong itu.


"Oh, kau sudah membacanya Kriss?" tanya pustakawan yang kebetulan kenal dengan Kriss.


"Iya. Terima kasih pak." Jawab Kriss.


"Oh ternyata yang berbicara tadi Queen. Kau sudah pulang dari luar negeri dan langsung ke perpustakaan? Sepertinya lagi-lagi kau mendapatkan sebuah pertanyaan yang tidak bisa kau jawab di olimpiade?" tanya Pustakawan.


"Begitulah." Jawab Queen.


"Tapi itu tidak masalah, yang terpenting kau sudah membawa nama sekolah ini dengan baik. Selamat atas kejuaraan yang kamu dapatkan." Jawab pustakawan yang tersenyum.


"Terima kasih pak." Jawab Queen yang tersenyum.


"Coba Kriss bantu Queen untuk menjawab pertanyaan yang tidak bisa ia jawab. Mungkin kau dapat menyelesaikannya." Jawab pustakawan dan pergi meninggalkan mereka berdua.


"Oh jadi sejak tadi kau berisik karena tidak tahu menjawab pertanyaan?" tanya Kriss yang melihat sekilas kertas yang di pegang Queen dan juga melihat hasil coretannya di buku.


"Bukan urusan mu." Jawab Queen dengan acuh.


"Sesuai dengan rumor yang beredar. Tapi ada sedikit tambahan." Ucap Kriss yang berdiri lalu mendapatkan notifikasi pesan dari ponselnya.


"Apa maksud mu?" tanya Queen yang berdiri juga meminta penjelasan.


"Tidak ada. Oh ya, sampai kapan pun jika kau hanya menggunakan rumus itu kau tidak akan bisa menjawabnya. Lebih baik sebelum menggunakan rumus itu, kau harus mencari sudut yang belum di ketahui itu dengan rumus pythagoras. Dengan nilai sudut itu baru bisa kau masukkan dengan benar rumus yang kau gunakan." Ucap Kriss yang memberikan penjelasan dari apa yang ia ketahui lalu pergi meninggalkan Queen begitu saja.