Junior Sandreas

Junior Sandreas
Rom



Episode Bella dan Feng


Feng yang sedang menikmati makan siang menerima dua pesan dari orang berbeda. Satu pesan dari Bella dan satu pesan lainnya dari kaki tangannya. Melihat hal itu, Feng hanya membaca pesan Bella. Dan menekan tombol panggil untuk nama Rom di kontak ponsel ya.


Rom adalah seseorang yang paling di percaya oleh Feng dalam kehidupannya 15 tahun belakangan ini. Seseorang yang dijadikan Feng sebagai kaki tangannya.


"Ada apa?" tanya Feng kepada Rom dalam telepon itu.


"Tuan, malam ini ada acara pesta publik Negara A yang akan di datangi berbagai tamu kalangan atas baik dari golongan artist, politikus maupun pembisnis." Jawabnya.


"Jadi maksud mu ini adalah kesempatan kita?" tanya Feng.


"Iya." Jawab Rom.


"Baiklah, atur dengan baik persiapan kita. Sore ini berangkat." Jawab Feng.


"Baik tuan." Jawab Rom dan Feng mematikan panggilan itu.


Feng melanjutkan makan siangnya dengan melamun. Feng sedang berfikir untuk merencanakan sesuatu dalam fikirannya kemudian tersadar dari sebuah notifikasi pesan yang berbunyi dan bergetar dari ponsel yang sedang di genggam oleh ya.


"Apakah kau tidak menyukai ya sehingga tidak membalas pesan ku?" tanya Bella lagi dalam pesan kedua.


"Aku menyukai ya. Terima kasih." Jawab Feng dengan singkat.


"Benar kah? Lain kali aku akan mengirimkan ya lebih banyak lagi." Jawab Bella.


"Boleh, tapi lebih baik kopi atau ginseng saja. Itu lebih ku sukai." Jawab Feng.


"Baiklah. Sudah dulu, aku ingin bertugas kembali. Selamat menikmati teh ya. Bye-bye." Ucap Bella dalam tulisan pesan itu.


Feng hanya melihat tanpa membalasnya dalam pesan. Tapi ia tersenyum membaca pesan Bella kepada ya.


"Benar, sekarang aku harus lebih berhati-hati dalam bertindak. Karena akan menarik perhatian banyak orang." Jawab Feng dalam hatinya sambil mengangkat makanan yang tinggal sedikit itu untuk di buang ke tong sampah.


Sementara di apartemen Bella, Bella yang baru saja selesai makan siang melihat sebuah kartu undangan beserta sebuah note dari Melly.


"Nona, malam ini ada pesta publik. Anda harus hadir." tulisan note dari Melly.


"Pesta? Pesta itu lagi? Uh..." Ucap Bella dengan menghembuskan napas ya.


Bella berjalan menuju kamar untuk mengambil ponsel ya. Bella menelpon Melly untuk mempersiapkan semua ya.


"Di mana Bi?" tanya Bella.


"Saya sedang ke butik untuk mengambil gaun anda dan perlengkapan semua ya." Jawab Melly.


"Apakah bisa tahun ini saya tidak pergi?" rengek Bella kepada Melly.


"Tidak bisa nona, anda adalah ratu pada dunia hiburan. Tidak bisa jika tidak datang." Jawab Melly.


"Padahal aku ingin jadi artis bukan untuk menghadiri pesta, ini dan itu. Tapi baiklah, ayo kita ke sana dan lihat apa yang akan terjadi pada tahun ini." Jawab Bella.


"Oke Nona, saya akan menjemput anda sekitar jam empat sore untuk pergi ke salon." Jawab Melly.


"Iya." Jawab Bella menutup panggilannya dan merebahkan badannya ke kasur.


Baru saja Bella merebahkan badannya dan menutup matanya suara telepon kembali berdering.


"Abang?" tanya Bella saat melihat layar ponselnya kemudian ia menggeser jarinya ke arah tombol berwarna hijau untuk menerima panggilan dari Kenzo.


"(mengucapkan salam). Ada apa?" tanya Bella.


"Kau datang kali ini?" tanya Kenzo.


"Begitulah karena tahun lalu tidak menghadirinya. Dan aku juga tidak bisa terus menerus meminta bantuan mu." Ucap Bella.


"Baiklah. Aku juga akan muncul pada malam hari ini bersama dengan Zhafira. Untuk selengkapnya aku akan memberitahukanmu segalanya dan untuk saat ini tetap sesuaikan rencana kita di saat bertemu." Ucap Kenzo.


"Apa?" tanya nilai yang terkait dengan pernyataan Kenzo.


"Tapi," Ucap Bella yang langsung di potong oleh Kenzo.


"Tenanglah, aku juga tidak akan membahayakannya dengan begitu saja namun semua ini harus dihadapi oleh Nya." Ucap Kenzo.


"Baiklah aku selalu percaya dengan ku Bang. Tapi ingat untuk menjaganya dengan baik. Karena dia adalah wanita yang sangat polos." Jawab Bella.


"Iya." Jawab Kenzo.


"Baik aku mengerti. Sampai bertemu di pesta.' Jawab Bella.


"Iya." Jawab Kenzo menutup telponnya.


......


Waktu berjalan sore hari, Bella dijemput oleh Melly untuk mempersiapkan diri datang ke pesta. Begitu pula dengan Feng yang di jemput oleh Rom untuk bersiap-siap.


"Ting..tong." Suara Bel berbunyi dari apartemen Feng yang di tekan oleh Rom.


Feng segera membuka dan mengkunci apartemen ya dan bergegas pergi bersama dengan Rom.


"Kembali ke rumah terlebih dahulu." Jawab Feng.


"Baik tuan," Jawab Rom.


"Bagaimana dengan persiapan ya?" tanya Feng.


"Sudah beres tuan." Jawab Rom.


"Baguslah." Jawab Feng.


"Tuan, sepertinya pesta tahun ini akan lebih menghebohkan dari tahun-tahun yang lalu.' Jawab Rom.


"Ada apa?" tanya Feng.


"Petinggi yang sebenarnya dari perusahaan Sandreas akan hadir pada acara malam ini. Itulah yang membuat jadi perbincangan yang hangat dan juga membuat para seluruh tamu undangan sangat penasaran." Jawab Rom.


"Oh. Yang terpenting dia tidak akan menghalangi rencana kita." Jawab Feng.


"Apakah tuan lupa tentang siapa dia?" tanya Rom.


"Tentu aku mengetahui siapa dia. Orang yang tidak bisa di singgung karena memiliki latar belakang yang sangat kuat. Dia adalah pembisnis nomor satu di Negara ini bahkan di luar negeri." Jawab Feng.


"Bukan hanya itu, menurut banyak detektif uang sewa oleh beberapa pesaing bisnisnya tidak mendapatkan apa-apa tentang latar belakang orang itu selain dari namanya dan juga kekayaan perusahaan yang dimiliki ya. Bukankah itu terlalu mencurigakan?" tanya Rom.


"Keluarga, pacar?" tanya Feng.


"Setiap orang yang mencari identitas dari keluarganya hanya akan berujung pada sebuah titik buntu. Yaitu hanya menemukan bahwa dia hanyalah seorang lelaki yatim piatu yang hidup sendiri dan hanya didampingi oleh seorang tapi tangan yang bernama Riki." Jawab Rom.


"Menarik? tapi tentang siapa dia dan apa latar belakangnya bukanlah sebuah ancaman bagi kita. Seperti yang sudah kau ketahui bahwa aku tidak ingin berurusan oleh siapapun yang tidak berkaitan dengan ku. Aku hanya ingin mencari lelaki brengsek itu, kau mengerti itu Rom." Jawab Feng.


"Saya mengerti tuan," jawab Rom.


Mereka tida di sebuah villa yang berada di tengah hutan di kota C bagian barat. Feng berjalan masuk ke dalam villa untuk mengambil sesuatu setelah itu masuk kembali ke dalam mobil dan mereka menuju ke pesta.


"Apa yang Anda ambil tuan?" tanya Rom.


"Tidak ada, hanya sebuah benda kecil yang harus aku bawa." Jawab Feng.


"Tuan, saya sudah mengirimkan seluruh identitas tamu undangan pada malam hari ini dan anda bisa mengenali mereka dari data tersebut selama perjalanan ini." Jawab Rom yang memberitahukan kepada Feng bawah perjalanan akan memakan waktu cukup lama sekitar 2 jam perjalanan berkendara menggunakan mobil.


"Aku mengerti." Jawab Feng.


"Jika Anda ingin istirahat. Saya akan membangunkan ketika telah sampai." Jawab Rom.


"Iya." Jawab Feng