
Richard bersama dengan pengawalnya kembali pulang ke negaranya membawa kabar bahagia yang akan di sampaikan untuk keluarga Richard. Richard yang baru saja turun dari pesawat langsung bertukar posisi menaiki helikopter pribadinya untuk tiba di istana.
Beberapa menit perjalanan menggunakan helikopter dari bandara menuju istana. Richard tiba dengan selamat dan wajah yang bahagia. Jasmine dan Leo langsung menyambut kedatangan Richard.
"Bagaimana hasilnya sayang?" tanya Jasmine.
"Iya ayah, apakah benar dia adik ku?" tanya Leo.
"Kita bicara di dalam." Jawab Richard dengan memeluk Jasmine dan berjalan masuk ke dalam istana.
Leo mengikuti Richard dan Jasmine dari belakang.
Dengan kemegahan istana yang terlihat di kerjaan lease, Richard duduk di sofa kamar. Jasmine memerintah pelayan untuk membuatkan minum. Dan segera membuat makan siang
"Kalian bisa melihat ini." Jawab Richard yang memberikan map warna coklat yang berisi hasil dari tes DNA.
"99% cocok." Ucap Leo.
"Dia benar anak kita sayang?" tanya Jasmine.
"...." Richard menganggukkan kepala.
"Dia benar anak ku hilang." Ucap Jasmine Mai mengeluarkan air matanya karena bahagia.
"Sudah jangan menangis. Bukankah kita sudah menemukannya." Jawab Richard yang memeluk Jasmine.
"Kapan kita akan menjemputnya." Jawab Leo.
"Segera setelah kita mengurus semua hal di sini." Jawab Richard.
"Aku akan membantu ayah. Aku sudah tidak sabar dengan kedatangan saudara perempuan ku." Jawab Leo
"Tentu. Maaf sudah membuat kalian menderita selama ini." Jawab Richard.
"Tidak ayah, aku dan Ibu sudah mengatakan sejak dulu bahwa ini hanya sebuah ke salah pahaman saja." Jawab Leo.
"Aku juga sangat senang ketika mendapatkan hasil ini. Anak yang selama ini aku cari telah aku temukan.
"Terima kasih sudah membawa kabar yang baik ini untuk kami." Jawab Jasmine yang sudah menghentikan tangisannya.
26 Tahun Yang Lalu : Flash Back
Saat berada di camp militer, Richard yang keluar dari istana untuk mengasah kemampuan bertarung dan bertahan hidup di alam bebas. Ia tidak sengaja bertemu dengan Jasmine yang merupakan penduduk desa.
Saat itu Jasmine pulang ke kampung halaman setelah menyelesaikan masa perkuliahan. Karena ingin istirahat sebentar di kampung halaman, tidak sengaja bertemu dengan Richard yang saat itu sedang bertugas latihan di sekitar hutan yang tidak jauh dari rumah Jasmine.
Jasmine yang biasa membantu ibunya yang sudah tua dan rentan dalam mencari kayu bakar di hutan. Saat itu Jasmine mencari kayu bakar di sekitar hutan. Namun karena terjadi bencana yang tidak terduga akibat hujan yang deras mengakibatkan tanah longsor.
Melihat ada seorang gadis di atas tanah longsor, Richard langsung mendatanginya dan ternyata saat di cek masih memiliki denyut nadin yang lemah. Richard langsung menolongnya dan membawa ke dekat goa di sekitar hutan.
Tubuh Jasmine yang terlalu dingin membuat Richard yang sudah berusaha membuat api unggun tapi tidak juga bisa menghangatkan tubuh Jasmine. Tidak ada cara yang lebih ampuh selain membuka baju mereka berdua dan saling berpelukkan untuk menyalurkan kehangatan masing-masing.
Richard melakukan hal itu, setengah jam berpelukan, Jasmine mulai membuka matanya namun dia menjadi aneh. Seperti orang yang sedang mabuk dan mulai melakukan hal yang tidak bisa di kendalikan oleh Richard.
Karena hal itu, Richard tidak bisa menahan dirinya lagi untuk tidak melakukan seperti lelaki dewasa. Malam hujan yang tidak berhenti dan beberapa kejadian tanah longsor itu menjadi saksi antara kegiatan yang mereka berdua lakukan.
"Kau yang meminta ini, jangan salahkan aku." Ucap Richard sebelum melakukannya.
Sama-sama menikmati malam yang panjang itu hingga pagi hari. Saat Jasmine terbangun membuatnya terkejut. Dan saat itu juga hujan deras belum berhenti.
"Kau siapa?" tanya Jasmine yang mendorong tubuh Richard.
"Yang harusnya aku tanyakan adalah kau. Kau siapa bisa berada di hutan seperti ini?" tanya Richard.
"Aku ingat bahwa aku mencari kayu bakar dan saat akan pulang di bawah hujan deras terjadi longsor. Dan setelah itu aku tidak ingat, apa dia yang menyelamatkan aku?" tanya Jasmine dalam hati.
"Jangan salahkan aku, saat aku menyelamatkan mu suruh siapa kau menggoda ku hingga aku tidak bisa menahannya lagi." Jawab Richard yang mengambil bajunya yang sedang di gantung di samping api unggun.
"Aku?" tanya Jasmine yang melihat dirinya tidak menggunakan satu helai benang pun.
"Kau!!!!" ucap Jasmine dengan menunjuk Richard dan kemudian menutup bagian dirinya.
"Untuk apa kau melakukan itu, aku sudah melihatnya dan juga menikmatinya. Pakai ini." Jawab Richard yang melemparkan pakaian Jasmine yang sudah ia bersihkan itu.
"Kau! Tunggu aku pakai baju." Ucap Jasmine yang dengan terburu-buru memakai baju.
"Dia menyelamatkan aku dan membuat baju ini bersih? dan aku ingat samar-samar bahwa memang aku yang duluan menggodanya." Jawab Jasmine dalam hati sambil memakai baju dan mengingat kejadian tadi malam.
"Tenang saja. Aku akan bertanggung jawab atas apa yang aku lakukan. Jika suatu hari benih yang aku tanam berhasil. Temui aku dengan menggunakan ini." Jawab Richard dengan memberikan kalung giok miliknya untuk Jasmine.
"Kau, aish. bagaimana pun semua ini hanya sebuah kecelakaan. Lagian kau sudah menyelamatkan aku. Aku tidak akan menyalahkan mu. Tidak perlu bertanggung jawab." Ucap Jasmine.
"Sudah aku katakan ambil ini." Ucap Richard yang memakaikan kalung ke leher Jasmine.
"Kau!!" ucap Jasmine yang kesal namun tidak bisa menolak karena seketika mereka berhenti berdebat karena ada tim penyelamat yang datang.
"Ingat yang aku katakan tadi, dan ini juga pertama kalinya untuk ku melakukan hal itu." Jawab Richard yang pergi begitu saja berpisah dengan Jasmine.
Itu adalah pertemuan pertama mereka berdua. Dan benar, karena kejadian itu Jasmine hamil. Saat umur kandungannya masih 2 bulan. Jasmine kehilangan satu-satunya saudara yang ia miliki yaitu ibunya. Saat itu ibunya memang sakit keras. Jasmine belum sempat mengatakan dia hamil, sang ibu sudah pergi lebih dulu.
Untuk menghindari cemoohan tetangga dan saat ini perutnya belum terlihat, Jasmine memutuskan untuk pergi ke kota dan membesarkan bayi ini dengan menjual beberapa tanah lahan di kampung dan hanya menyisakan rumah ini dan sedikit lahan dekat rumah. Dari uang itu, Jasmine menggunakan untuk kehidupannya sehari-hari saat di kota.
Dan saat itulah ia bertemu dengan Henry di salah satu mall yang ada di kota saat Jasmine akan membeli beberapa keperluan untuk kelahirannya di saat usianya 8 bulan. Dan tanpa di sadari oleh Jasmine saat itu ia selalu memakai kalung giok yang di berikan oleh Richard.