Junior Sandreas

Junior Sandreas
Memindahkan Zhafira



Episode Kenzo Sandreas


"Sudah-sudah jangan menangis lagi. Terlalu jelek dan terlalu lemah." Jawab Kenzo.


"Iya aku cengeng. Puas." Jawab Zhafira.


"Lakukan apa yang ingin kau lakukan." Jawab Kenzo yang memejamkan matanya untuk tertidur namun mendengarkan Zhafira yang terus menangis hingga di mansion Kenzo


Mereka terus berdebat di dalam mobil saat perjalanan sehingga membuat Riki membawa mereka ke mansion Kenzo.


"Ini di mana?" tanya Zhafira yang melihat bukan di rumahnya.


"Maaf nona, karena tadi nona dan tuan muda terus bertengkar aku membawa kalian ke mansion saja." Jawab Riki yang menoleh kursi belakang.


"Uncle, bawa dia ke kamar ruang tamu." Jawab Kenzo kepada Riki yang membuka mata lalu pergi meninggalkan Zhafira begitu saja di dalam mobil.


"Ada apa dengan ya, seharusnya aku yang marah? kenapa dia?" tanya Zhafira kepada Kenzo yang pergi meninggalkan dirinya.


Kenzo keluar dari mobil sendiri tanpa di buka pintunya oleh Riki. Dan ia pergi berjalan menuju kamarnya. Sedangkan Riki dan Zhafira masih di dalam mobil.


"Nona silahkan keluar." Jawab Riki yang berjalan keluar dan membuka pintu mobil untuk Zhafira.


"Paman bisakah mengantar aku pulang saja?" tanya Zhafira.


"Nona jangan membuat tuan muda lebih marah lagi." Jawab Riki.


"Memang dia yang harus marah?" tanya Zhafira.


"Nona silahkan ikut aku, aku akan mengantarkan Anda ke kamar ruang tamu." Jawab Riki.


"Iya paman." Jawab Zhafira yang mengikuti Riki.


"Nona, boleh aku mengatakan sesuatu?" tanya Riki.


"Apa itu?" tanya Zhafira.


"Tuan Kenzo melakukan itu untuk kebaikan anda. Memang caranya kasar karena terbiasa menyelesaikan masalah seperti itu dengan membunuh atau dengan uang untuk odang-orang yang seperti keluarga anda." Jawab Riki.


"Maksudnya?" tanya Zhafira yang memberhentikan langkahnya yang masih baru saja beberapa langkah berjalan lewat dari pintu masuk mansion.


"Nona, jika nona menunda-nunda memutuskan hubungan dengan mereka. Aku yakin mereka akan menjadikan mu sebagai perantara untuk mendapatkan harta tuan Kenzo. Dan mungkin saja akan mencelakai Anda lagi." Jawab Riki.


"Kalau Anda tidak percaya, mereka akan mengambil cek yang di berikan oleh tuan Kenzo untuk menutupi semua keperluan mereka. Dan setelah habis, mereka akan datang kembali menemui Anda dengan berbagai alasan untuk mendapatkan sumber uang kembali." Jawab Riki lagi.


"Dan jika Anda tidak bisa bekerjasama dengan mereka, Anda akan di celakai oleh mereka. Dan Anda juga harus mengetahui hal ini." Jawab Riki dan di tanya kembali oleh Zhafira.


"Apa itu paman?" tanya Zhafira kepada Riki.


"Tuan muda juga menyiapkan semua parsel yang di bawa oleh ya untuk keluarga nona." Jawab Riki lagi.


Zhafira tidak ingin menjawab dan ia melanjutkan langkahnya dan Riki mengikuti lalu memberi tahu Zhafira tempat kamarnya.


"Nona ini kamar Anda, Anda bisa membersihkan diri dan semua keperluan pakaian Anda sudah ada di lemari. Semuanya sesuai dengan Anda." Jawab Riki.


"Oh ya nona, terserah nona mau percaya atau tidak apa yang aku katakan. Tapi itulah kenyataannya. Dia memang keras tapi sebenarnya lembut." Jawab Riki yang membungkukkan badannya lalu pergi meninggalkan Zhafira di dalam kamar tamu.


Zhafira terus memikirkan apa yang di katakan Riki hingga saat membersihkan dirinya. Setelah mandi, Zhafira merasa sangat lapar karena sejak siang ia lupa untuk makan. Zhafira keluar dari kamar dan mencari dapur. Karena sudah pernah berada di mansion Kenzo. Zhafira sudah tau tata letak dapurnya.


Dan memang di saat seperti ini sudah tidak ada pekerja lagi, karena sudah malam. Hanya ada Kenzo dan Riki. Dan beberapa orang yang menjaga di luar ruangan. Zhafira pergi mencari makanan yang ada di kulkas tidak ada. Dan mencari di lemari ada 1 bungkus pasta instan. Zhafira mengambil ya dan membuatnya.


Setelah selesai membuatnya, Zhafira membawa makanan pasta itu menuju ke ruang tamu. Zhafira menikmati makan pasta di atas sofa sambil melihat siaran TV. Memakai baju kaos putih pink lengan panjang dan ukuran kain hingga lutut. Zhafira menaikan kain lengan baju dan menaikan kedua kaki ya di sofa.


Zhafira mengambil bantal dan meletakkannya di atas pangkuan. Zhafira juga sudah mengambil beberapa cemilan roti kering dan teh hangat. Mengambil remote TV dan menghidupkannya. Setelah itu mengambil pasta yang di buat olehnya lalu menikmati pasta itu. Dengan sekejap Zhafira menghabiskan pasta yang di buat olehnya sambil melihat siaran TV.


"Memang paling nyaman mengemil sambil nonton drama di saat beban hidup terlalu berat." Jawab Zhafira dalam hati.


Zhafira yang ke asyikan menonton drama sambil menikmati sedikit demi sedikit cemilan roti kering yang di ambil ya itu. Menghabiskan dengan tanpa waktu. Dan beberapa waktu berjalan Zhafira menonton drama hingga ketiduran.


Di sisi lain, Kenzo yang sejak pulang tadi langsung membereskan beberapa file yang harus di urusnya untuk besok sehingga belum mandi. Kenzo yang telah selesai pada urusannya keluar dari ruang kerja menuju ke kamarnya. Tetapi saat keluar, Kenzo melihat TV sedang menyala tapi tidak ada orang. Kenzo bergegas berjalan memeriksa keadaan.


"Dasar wanita jorok." Jawab Kenzo yang melihat meja sudah berantakan dengan berbagai bekas makanan.


Kenzo melihat Zhafira yang sudah tertidur pulas di atas sofa. Kenzo hanya menggelengkan kepalanya melihat Zhafira dan menjongkokkan dirinya. Tangan kanan Kenzo menyingkirkan rambut Zhafira yang menutupi wajahnya.


"Hingga bengkak seperti ini tetap saja menangis untuk orang-orang yang telah menyakiti mu dengan begitu kejam."


"Apakah kau benar-benar malaikat yang yang begitu baik hati memaafkan mereka dengan mudah?" tanya Kenzo kepada Zhafira yang masih tertidur. Kenzo memperhatikan wajah polos Zhafira yang tertidur dengan pulas.



"Seperti anak kecil. Setelah makan lalu tertidur saat menonton Tv." Jawab Kenzo yang mengambil remote dan menekan tombol mati. Kenzo mematikan Tv dan kembali ke arah Zhafira yang tertidur.


"Seperti ya aku harus menggendong mu ke kamar." Jawab Kenzo.


Kenzo mengangkat Zhafira yang tertidur di sofa menuju ke kamar dekat ruang tamu.


"Benar-benar gadis yang tidak terbangun di saat di angkat." tanya Kenzo yang menggendong Zhafira dan berjalan menuju kamar. Kenzo memperhatikan Zhafira yang ada di dalam pelukannya.


Kenzo membaringkan ke atas kasur dan hampir saja mencium Zhafira karena tangannya di tarik oleh Zhafira begitu saja. Kenzo langsung menahan dengan tangan kanan karena tangan Kiri yang di tarik oleh Zhafira.


"Kau sedang menggoda ku? Apakah ini hanya taktik mu dalam berpura-pura tidur?" tanya Kenzo yang melihat wajah Zhafira di depannya.