
Pukul tengah malam jam dengan bulan purnama yang sangat indah di atas langit. Ditemani dengan banyaknya binatang di sekitar bulan menjadi hiasan pemandangan langit. Suara ketukan pintu terdengar dari kamar Kriss pada malam hari ini. Kriss yang masih membaca buku aku di meja belajar dengan lampu belajar yang masih menyala.
Kriss yang mendengar suara ketukan pintu yang berasal dari kamarnya langsung bergegas berjalan menuju pintu untuk membuka. Sebelum membuka pintu apartemennya Kriss lalu melihat monitor kamera yang dipasang. Terlihat jelas seorang yang ia kenal sedang berdiri menunggu pintu terbuka. Kriss langsung membuka pintu apartemennya dan mengucapkan salam kepada orang yang mengunjungi dan juga mempersilakan masuk. Orang itu tidak lain adalah Kenzo Sandreas.
"Ada apa Abang?" tanya Kriss yang duduk di sofa kamarnya.
"Malam kita akan gerak ke apartemen Kakak Bella." Ucap Kenzo kepada Kriss untuk bersiap-siap.
"Kakak Bella kenapa?" tanya Kriss kepada Kenzo tentang apa yang terjadi.
"Tersengat ubur-ubur tapi keadaannya sudah baik-baik saja. Yang menjadi permasalahan adalah bunda dan Daddy sudah menuju ke sana. ......." Kenzo menjelaskan dengan singkat apa yang terjadi sedangkan Kriss mengambil dompetnya saja dan berganti pakaian untuk menuju ke apartemen Bella.
"Bunda akan selalu heboh tentang keadaan kita ketika dia mengetahui bahwa kita tidak baik-baik saja." Ucap Kriss kepada Kenzo di mana mereka mengetahui bagaimana sifat bundanya itu.
"Iya. Besok kamu juga hari libur jadi sekalian saja kita ke sana untuk melihat keadaan kak Bella. Dan membuat buat bunda tidak khawatir tentang kita." Ucap Kenzo.
Caca yang selalu punya kebiasaan khawatir yang berlebihan ketika salah satu diantara mereka mengalami sakit maka semuanya harus terlihat baik-baik saja. Oleh karena itu Kenzo dan Kriss pergi ke apartemen Bella untuk menunjukkan diri bahwa mereka sedang baik-baik saja.
Kenzo dan Kriss menuju apartemen bila menggunakan sepeda motor sport pada malam hari ini. Jarak tempuh antara apartemen Kris dengan Bella sekitar 5 jam melalui jalur darat dan dengan kecepatan yang cepat. Sepeda motor berwarna hitam pekat dengan 2 helm yang berada di banyaknya berwarna hitam juga sudah berada di depan apartemen Kriss. Yah, itu adalah sepeda motor milik Kriss yang biasa ia gunakan.
"Abang membawa sepeda motor ke sini?" tanya Kriss kepada Kenzo ketika melihat sepeda motornya berada di depan alamat apartemen.
"Bawalah." Jawab Kenzo melemparkan kunci sepeda motor pada Kriss.
"Baiklah. Kau memang yang terbaik." Jawab Kriss kepada Kenzo ketika menangkap kunci motor.
"Aku mengetahui kau rindu untuk mengendarai nya." Ucap Kenzo ketika mengambil helm dan memakainya.
"Hahha. myblack aku merindukanmu." Ucap Kriss mengelus motornya bagian depan kemudian mengambil helm dan memakainya.
Mereka berdua mengendarai sepeda motor dan melaju dengan kecepatan cepat menuju ke apartemen Bella. Kriss yang memiliki kemampuan mengendarai sepeda motor dengan kecepatan cepat sehingga mereka tiba di rumah apartemen Bella ketika Caca dan Jack baru saja tiba.
"Bunda ini hanya bekas saja. Seminggu lagi akan hilang." Jawab Bella untuk tidak membuat Caca Khawatir.
"Kamu itu anak perempuan jadi tidak boleh ada bekas di tubuhmu. Benarkan hubby?" Caca yang melemparkan pertanyaan pada Jack.
"Mylotus jangan khawatir. Max akan mencarikan obat untuk menghilangkan bekasnya." Jawab Jack kepada Caca.
"Kalian ini kompak. Aku hanya khawatir." Ucap Caca yang tidak menerima pembelaan dari Jack.
Bella dan Jack tertawa kemudian memeluk Caca dengan sangat harmonis.
"Bunda tenang saja, apa bunda lupa anak bunda ini siapa?" jawab Bella kepada Caca.
"Iya mylotus. Tenang saja ilmu yang dia dapat dan juga siapa dia kita sudah mengetahuinya." Jawab Jack kepada Caca untuk mengingatkan tentang kemampuan Bella.
Suara bel berbunyi dari apartemen Bella, di mana Kenzo dan juga Kris sudah tiba di depan.
"Tuan, nyoya silahkan di nikmati. Biar saya saja yang membukanya." Jawab Melly yang saat itu berjalan membawa minuman dan makanan untuk mereka.
"Terimakasih aunty Melly." Jawab Bella.
"Tuan udah pertama dan tuan muda kedua." Ucap Melly ketika membuka pintu apartemen, melihat Kenzo dan Kriss.
"Iya tuan, Nyoya dan Tuan besar ada di dalam." Jawab Melly.
Kenzo dan Kriss langsung masuk ke dalam apartemen menuju ruang tamu untuk bertemu dengan Jack, Caca dan Bella. Kriss yang selalu manja kepada Caca langsung mendekati Caca dan memeluknya tidak lupa menciumnya.
"Bunda." Panggil Kriss kepada cuaca dengan memeluk dan mencium pipi Caca.
"Kalian juga kesini?" tanya saja kepada Kriss dan juga Kenzo.
"Iya Daddy." Jawab Kenzo mencium tangan Jack dan memeluk Caca.
"Daddy sudah paham tentang karakteristik Bunda. Bunda akan memikirkan yang lainnya ketika satu orang terluka." Jawab Kriss.
"Jadi kami tidak ingin membuat Bunda khawatir." Sambung Kenzo setelah perkataan dari Kriss.
"Benar. Aku kira kali ini Abang Kenzo bisa memastikan untuk bunda tidak datang tapi pada akhirnya Bunda tetap datang ke sini." Jawab Bella.
Jack dan Kenzo duduk di sofa dengan ukuran 1,5 meter. Sedangkan Kriss, Bella dan Caca duduk di sofa yang berukuran 2,5 meter. Caca berada di pertengahan Bella dan juga Kriss.
"Bagaimana keadaanmu Kak?" tanya Kriss.
"Aman. Hanya tinggal bekas sengatan saja." Jawab Bella.
Mereka mengobrol banyak hal sambil tertawa dalam beberapa candaan yang dibuat oleh Kriss dan juga Bella.
"Kalau tidak seperti ini pasti kalian tidak akan kumpul. Aku baru menyadari bahwa kalian sudah tumbuh dewasa." Ucap Caca yang memperhatikan anak-anaknya bercanda gurau.
"Tentu saja Bunda kami sudah sangat dewasa bahkan Abang dan juga Kakak seharusnya sudah memiliki pasangan nya untuk memberikan cucu kepada Bunda juga Daddy." Goda Kriss.
"Nah, benar apa yang dikatakan oleh Kriss. Bunda dan Daddy sudah ingin menggendong cucu." Ucap Caca.
"Tenang Bunda. Bella sudah menemukan calon menantu Idaman untuk keluarga kita." Ucap Bella.
"Benarkah?" tanya Caca.
"Siapa dia?" tanyak Jack, Kenzo dan Kriss dengan kompak.
"Hahahha, kenapa kalian semua sangat bersemangat?" ucap Bella dengan tertawa melihat keluarganya tentang pernyataannya.
"Tentu saja aku harus mengetahui siapa calon menantu laki-laki ku." Jawab Jack dengan wajah serius.
"Aku juga harus mengetahui siapa laki-laki itu karena aku adalah Abang mu." Jawab Kenzo.
"Begitu juga dengan aku. Siapa laki² itu Kak?" tanya Kriss dengan wajah yang juga ikut serius.
"Bunda, Daddy, Abang Kenzo dan Kriss. Kalian tenang saja, saat ini aku sedang ingin mengejarnya dan ingin mengetahui dia lebih dalam lagi. Setelah aku sudah matang tentang pilihanku itu aku akan segera memberitahukan kepada kalian semua." Jawab Bella.
"Baiklah jika itu adalah pilihanmu. Sejak dari dulu kau selalu saja memutuskan sesuatu tanpa memberitahu kami terlebih dahulu." Jawab Caca.
Bella hanya tertawa mendengar ucapan dari Caca. Dan mereka tidak membahas hal itu lagi karena Bella sudah memutuskan untuk tidak membahasnya.