Junior Sandreas

Junior Sandreas
Alat Pelacak



Episode Zhafira dan Feng


"Saat itu, aku mendaftar dari seseorang yang ada di bar itu. Kemudian aku di beri misi melalui email anonim. Isinya Anda bisa lihat sendiri di ponselku."


"Selain itu aku tidak mengetahui apapun lagi. Yang aku katakan semua sudah aku katakan." Jawabnya.


Feng yang mendengarkan penjelasan mengambil ponsel yang berada di saku celananya kemudian tidak sengaja menemukan sebuah luka yang kecil 3 jaitan kulit di perut lelaki itu.


"Kapan luka ini terjadi?" tanya Feng kepadanya.


"Aku tidak ingat, tapi setelah aku fikirkan sepertinya terjadi sehari sebelum misi yang aku dapatkan itu terjadi."


"Jelaskan?" tanya Feng yang sedang membuka jaitan yang sudah berantakan dan darah sudah membeku.


"Saat itu kami masuk ke dalam sebuah ruangan dan setelah itu aku tidak ingat apapun. Hanya sedikit nyeri di perut, dan saat dilihat sudah ada luka ini."


"Kau tau apa ini?" tanya Feng yang telah mengambilkan sesuatu dari isi luka itu.


Sebuah benda berukuran 2 inch dengan warna transparan seperti kulit. Sebuah alat pelacak yang di tanamkan di dalam perutnya.


"Apa itu?" tanyanya.


"Sebuah alat pelacak. Untung saja sudah rusak," ucap Feng kemudian memikirkan alasan mengapa rusak.


Feng mengingat kejadian malam itu di hotel bahwa ia saat itu menendang perut lelaki itu. Mungkin saat tendangan itu mengenai luka ini dan mengakibatkan alat pelacak ini rusak.


"Mengapa mereka memasang itu terhadapku?" tanyanya.


"Kalau aku tidak salah, alat pelacak ini hanya bertahan 24 jam. Setelah itu akan mati dan mengirimkan lokasi terakhir saat ia sudah tidak berfungsi dan meledak mengeluarkan cairan ini. Yang artinya cairan itu itu racun yang bekerja selama 5 menit dan merusak darah dan kau akan mati. Mereka hanya menjadikan kalian alat."


"Namun, jika berhasil melakukan misi. Mereka akan kembali mengambil alat pelacak ini. Dan mungkin itu hanyalah syarat pertama untuk masuk ke organisasi mereka. Dan jika alat ini mati, maka itu menandakan kalian sudah meninggal dan gagal dari misi."


"Jadi mereka juga tidak akan memeriksa keberadaan ku?" tanyanya.


"Mereka akan datang melacak lokasi terakhir dan memastikan mayat mu ada di sana." Jawab Feng.


"Lalu aku bagaimana?" tanyanya.


"Aku akan membantu mu, anggap saja sebagai empati seorang manusia yang masih memiliki perasaan menolong." Ucap Feng.


"Bagaimana?" tanyanya.


"Anak buah ku akan mengantarkan mu ke luar dari negara ini tanpa di ketahui oleh siapa pun." Jawab Feng.


"Terima kasih." Jawabnya.


"Tidak perlu, aku yang berterima kasih karena kau sudah jujur kepada ku." Ucap Feng yang kemudian pergi dari ruang bawah tanah itu.


"Informasi yang berkaitan dengan Bella semuanya adalah penting. Jadi ini tidak akan rugi untuk ku." Jawab Feng dalam hati ketika melangkah keluar dari ruangan.


Feng berjalan menuju ruangan Rom untuk membangunkannya. Sebelum itu, Feng tidak lupa untuk mencuci tangan dengan bersih karena terlalu kotor setelah melakukan introgasi yang cukup panjang.


"Tuan," ucap Rom yang membuka pintu kamar.


"Bantu aku untuk mengurus tahanan itu untuk keluar dari negara ini. Utus satu orang untuk mengikutinya. Gunakan semua akses agar tidak di ketahui identitas dia keluar dari negara ini." Ucap Feng.


"Ha?" tanya Rom yang kaget.


"Apa kau tidak dengar?" tanya Feng.


"Tapi kenapa?" tanya Rom.


"Dia masih berguna untuk kita." Jawab Feng.


"Baiklah tuan." Ucap Rom.


"Kau beruntung." Ucap Rom dengan tersenyum mendekati tahanan lelaki itu.


"Ada apa?" tanyanya.


"Kau adalah satu-satunya tahanan yang masih hidup setelah bertemu dengannya." Jawab Rom yang sedang membuka tali di tangan lelaki itu dan kaki lelaki itu.


"Apa maksud laki-laki ini?" tanyanya dalam hati.


"Boleh kah aku bertanya?" tanya Lelaki itu dengan meregangkan tangan dan kakinya di saat berdiri setelah di bebaskan dari ikatan tali


"Katakanlah dalam perjalanan. Ikuti aku!" Ucap Rom yang berjalan keluar dari ruangan bersama dengan lelaki itu.


"Benarkah tuan itu membebaskan ku dan mau membantu ku?" tanyanya serius.


"Tentu. Perintah dia mutlak. Tapi ingat, jangan pernah mengecewakannya atau kau akan mengetahui akibatnya." Ucap Rom yang berhenti melangkah dan menoleh ke belakang dengan membuat lelaki itu takut.


"Aku mengerti." Ucapnya.


"Kita sampai. Masuk ke dalam kamar itu, gunakan semua yang ada di atas tempat tidur setelah membersihkan badanmu. Setelah selesai pergi temui aku di ruangan paling ujung itu." Ucap Rom.


"Baik tuan." Ucapnya.


Rom pergi meninggalkan lelaki itu di sebuah kamar yang memang sudah di sediakan di barisan lorong kamar miliknya. Rok berjalan untuk menemui Feng di ruang tamu.


"Tuan. Dia sedang membersihkan dirinya." Jawab Rom.


"Oh." Ucap Feng dengan melihat Rom yang seperti ingin menanyakan sesuatu dengan kepalanya yang tunduk.


"Kenapa kau begitu canggung? Biasanya selalu memanggilku Bos dan selalu saja tanpa formal?" tanya Feng.


"Sepertinya sifat mu berubah sedikit lembut." Ucap Rom.


"Hahahah, kau saja yang belum pernah melihat ku seperti ini atau belum terbiasa?" tanya Feng.


"Aku sedikit takut." Ucap Rom dengan serius.


"Tenang saja, kau tidak akan aku kirim ke tempat itu lagi. Dan kau juga tidak ada kesalahan apapun, aku membantu lelaki itu karena dia telah memberikan informasi yang penting." Ucap Feng.


"Informasi yang penting?" tanya Rom yang duduk di sofa.


"Iya. Lihat itu?" Ucap Feng yang menunjuk alat pelacak yang sudah rusak di atas meja.


"Ini, bukan kah ini adalah alat pelacak? tapi ini apa?" tanya Rom.


"Alat pelacak yang di modifikasi dengan peledak yang akan mengeluarkan racun darah." Ucap Feng.


"Apa?" tanya Rom yang terkejut dengan melihat alat pelacak itu dengan serius.


"Dia hanyalah pembunuh pemula yang dikirim oleh organisasi yang belum ku ketahui itu untuk mencelakai Bella. Sepertinya, dia hanya sebuah alat saja. Permulaan yang bagus. Sepertinya harus mengamati lebih jauh lagi, jadi pengawal bayangan yang aku perintahkan itu tidak sia-sia." Jawab Feng.


"Jadi Bos membuat nona Bella menjadi umpan?" tanya Rom.


"Tentu saja tidak. Tapi kita harus menyelidiki lebih dalam lagi untuk melihat alasan mereka mengganggu orang yang penting bagi ku. Dan siapa mereka sebenarnya, aku ingin bertemu." Ucap Feng.


"Pantas saja. Lantas mengapa Bos membebaskan lelaki itu dan membantunya kabur?" tanya Rom kepada Feng.


"Karena pembunuh itu pasti akan menyadari bawah calon pembunuh yang mereka rekrut masih hidup." Jawab Feng.


"Jadi Anda membuatnya menjadi umpan?" tanya Rom.


"Bisa di katakan seperti itu. Tapi tergantung, jika dia tidak menghianati kita dia akan bebas sesuai keinginan dia. Jika tidak kita akan menyerahkan kepada mereka atau kita sendiri yang akan membunuhnya." Ucap Feng.


"Anda memang susah percaya sama orang. Namun ini sudah ada sedikit keringanan untuk memberikan pilihan kepada orang itu." Jawab Rom yang menganggukkan kepalanya.