
Nico yang sedang berada di dalam ring dengan keadaan telah menang dari lawannya. Wasit mengangkat tangan Nico untuk memperlihatkan kepada seluruh penonton bahwa dia adalah pemenangnya. Nico yang melihat kearah Kriss tersenyum lalu dibalas oleh kris juga tersenyum bahwa rencana pertama mereka telah berhasil.
Nico berjalan turun dari ring menuju ke tempat Kriss.
Kriss juga memberikan jubah dan handuk kepada Nico. Kriss mengeluarkan keringat niku namun ditolak oleh Nico.
"Biar aku sendiri." Jawab Nico
"Baik bos. Ini jubah mu." Jawab Kriss
"Bos benar-benar hebat." Jawab Kriss dengan bersikap bodoh dan tertawa bahagia. Kriss saat ini sedang berakting di depan banyak orang bahwa dia adalah bawahan dari Nico.
"Tentu saja, bagaimana dengan hasil taruhan kita?" tanya Nico ya juga berakting dengan baik di hadapan mereka.
"Pastinya kita menang banyak bos." Jawab Kriss memberikan kartu ATM yang berisi hasil dari taruhan yang dimenangkan oleh mereka.
"Keja bagus." Jawab Nico.
"Tuan Nico, bos besar ingin bertemu dengan mu." Jawab Paman kasir yang ada di sana.
"Tuan Kayasi?" tanya Nico dengan berpura-pura tidak tahu dan melirik Kriss.
"Iya." Jawab Paman kasir.
"Tuan besar datang?" tanya Nico.
"Iya, dia datang hari ini karena ada pertandingan yang akan terjadi pada hari ini untuk melihat kekuatan antara orang-orang yang kami dengan orang luar." Jawab Paman Kasir.
"Seperti biasa?" tanya Nico.
"Iya. Jadi anda bisa bertemu dengannya? Karena dia terkejut bahwa Anda datang tiba-tiba ke tempat ini lagi." tanya Paman Kasir.
"Tentu saja aku akan bertemu dengannya." Jawab Nico yang memberikan kode kepada Kriss dengan lirikan mata.
"Baiklah saya antar Anda ke sana." Jawab Paman kasir membantu mereka berdua untuk bertemu dengan Kayasi yang berada di ruang VIP miliknya.
Mereka bertiga berjalan menuju ruang VIP milik Kayasi. Beberapa orang yang mengenal Nico sedang melihat Paman kasir itu dan juga Nico yang berjalan menuju ke ruang VIP Kayasi. Mereka berbisik sedang bergosip bawah ada apa Nico Kembali ke tempat ini.
Kriss merasakan bahwa mereka sedang di intai oleh banyak mata.
"Anda tenang aja, mereka hanya sedang penasaran tentang aku yang kembali ke tempat ini." bisik Nico kepada Kriss. Nico mengetahui bahwa Kriss sedang memperhatikan sekeliling yang sedang melihat mereka berjalan menuju ke ruang VIP.
Kriss hanya menjawab dengan anggukan kepala lalu tetap berjalan menuju ke ruang VIP Kayasi.
"Kalian tunggu di sini, aku akan masuk lebih dulu." Jawab Paman kasir.
"Iya." Jawab Nico.
"Bos, Nico sudah di depan pintu. Tapi dia membawa anak buahnya." Jawab Paman kasir
"Suruh mereka berdua masuk." Jawab Kayasi.
"Baik bos." Jawab Paman kasir kemudian keluar dan memanggil Nico dan Kriss masuk.
"Silahkan masuk." Jawab Paman kasir yang membukakan pintu kepada Nico dan juga Kris kemudian ia pergi meninggalkan ruangan itu dan kembali ke tempat kerjanya.
Kriss dan Nico duduk di sofa depan sofa Kayasi. Mereka saling berhadapan.
"Bos." Jawab Nico yang menyapa Kayasi setelah duduk.
"Ada apa kau datang kembali ke tempat ini? Bukan kah kau meninggalkan tempat ini setelah dibayar oleh orang lain." Jawab Kayasi ya memang ia tidak pernah tahu yang telah membantu Nico adalah Jack dan juga Billy.
"Tidak ada apa-apa. Hanya merindukan suasana di dalam ring ketika bertarung." Jawab Nico.
"Benarkah? Tidak ada maksud lain?" tanya Kayasi.
"Tidak." Jawab Nico dengan tenang.
"Laki-laki ini mempunyai firasat yang hebat dan juga cara mengintrogasi dengan cara seperti ini." Jawab Kriss dalam hati.
"Dia siapa?" tanya Kayasi yang melirik Kriss dengan penampilan Kris yang menggunakan kacamata dan juga tompel yang ada di pipi sebelah kanan dan juga gigi palsu yang seperti kelinci.
"Kenalkan bos, dia adalah asisten ku. Hanya menemaniku untuk mengumpulkan uang saja." Jawab Nico.
"Benarkah?" tanya Kayasi melihat Kriss dengan intens.
"Tentu. " Jawab Nico.
"Baiklah aku tidak ingin membahas asisten mu. Yang ingin ku bahas dengan memanggil mau kemari adalah ingin bertanya kepadamu. Siapa sebenarnya orang yang telah melunasi hutang mu kepadaku?" tanya Kayasi yang sejak dulu memang sangat penasaran tentang orang yang telah menyelamatkan Nico.
"Saya juga tidak mengetahui dengan benar siapa dia." Jawab Nico dengan sikap tenang dan bersikap seperti orang yang sedang jujur.
"Benarkah? Tapi aku tidak bisa melacak siapa orang itu dan juga tidak bisa menemukanmu di manapun. Setelah kau melunasi hutang itu kau pergi seperti seseorang yang ditelan bumi tanpa bisa di lacak di manapun. Dimana kau bersembunyi selama ini sehingga aku tidak dapat menemukanmu?" tanya Kayasi mulai serius dengan menyingkirkan wanita-wanita yang sedang memeluknya.
"Soal itu? Mudah saja bos. Silahkan kunjungi rumah sakit S yang berada di kota A." Jawab Nico dengan jujur.
"Rumah sakit?" tanya Kayasi.
"Apakah bos lupa bahwa aku melakukan semua pertarungan ini untuk mendapatkan uang yang banyak guna mengobati biaya perobatan adikku yang memiliki penyakit kelainan jantung?" tanya Nico kepada Kayasi.
"Jadi maksudmu setelah kau melunasi hutang kepadaku lalu pergi ke kota untuk melakukan pengobatan adikmu di rumah sakit S?" tanya Kayasi.
"Iya." Jawab Nico mengangguk.
"Dari mana kau mendapatkan uang itu?" tanya Kayasi yang masih mengorek informasi kepada Nico bagaimana ia mendapatkan uang yang begitu banyak dan juga dapat mengobati adiknya.
"Jadi bos, aku bertemu dengan orang itu saat aku di rumah sakit yang berada di sini. Ia melihat keadaan adikku yang prihatin lalu ia menawarkan sesuatu kepadaku." Jawab Nico.
"Sesuatu?" tanya Kayasi.
"Iya. Aku tidak jelas mereka berasal dari mana namun yang aku tandatangani dalam kertas itu adalah proyek jantung buatan dari luar benua kita ini. Mereka akan membantu pengobatan adikku dengan cara memperbolehkan jantung buatan dari mereka yang ditanamkan kepada adikku tanpa menuntut resiko yang akan terjadi di masa depan. Dan aku diberikan uang sesuai dengan kesepakatan." Jawab Nico.
"Bukankah itu sama saja kau sedang menjual adik mu sendiri?" tanya Kayasi.
"Iya. Tapi apa boleh buat. Waktu yang dimiliki oleh adikku tidak banyak bahkan ketika aku sudah mengumpulkan banyak uang namun belum ada donor jantung yang cocok untuk adikku. Dan ketika ada setitik harapan dari mereka maka aku mengiyakan. Lagian mereka menjelaskan dengan detail. Mereka hanya mau mencoba dan tidak bermaksud untuk melukai adikku." Jawab Nico.
"Lalu bagaimana dengan keadaan adik mu saat ini?" tanya Kayasi yang sangat penasaran dengan cerita Nico.