
Sekolah JS kembali pada rutinitasnya untuk tetap belajar walaupun setelah ujian bulanan telah siap. Kelas Kriss juga sudah belajar seperti biasanya. Bel berbunyi menandakan pergantian jam pembelajaran.
"Baiklah sampai disini." Ucap Gerry yang menutup bukunya setelah menerangkan beberapa materi pada halaman buku pelajaran itu.
"Oh ya Kriss, ikut saya sekarang ke kantor." Ucap Gerry.
"Kenapa hanya Kriss?" tanya seseorang siswa.
"Karena ada hal yang harus saya sampaikan kepadanya dari kepala sekolah." Jawab Gerry.
"Oh." Jawabnya dan saat itu semua siswa mendengarnya, begitu juga dengan Gibrel dan lainnya.
Kriss yang tidak menjawab iya atau tidak, Kriss penyebab berdiri dari kursinya kemudian melangkah pergi dari ruang kelas mengikuti Gerry hingga ke ruang guru.
"Ada apa pak?" tanya Kriss dengan sangat formal karena di dalam ruangan guru tersebut banyak guru-guru lain yang berada di dalamnya.
"Kami para guru, kepala sekolah dan orangtua mu sudah mengadakan musyawarah untuk memutuskan mengadakan tes IQ untuk mu." Jawab Gerry.
"Lalu?" tanya Kriss dengan santai dan suara yang pelan.
"Setelah pulang sekolah temui kami di ruang aula." Ucap Gerry.
"Iya pak." Jawab Kriss yang membungkukkan badannya kemudian pergi dari ruang guru.
"Bagaimana profesor yang di undang itu?" tanya Wilson.
"Saat ini kepala sekolah sedang menjemputnya di bandara." Jawab Gerry.
"Benarkah?" tanya Wilson.
"Iya." Jawab Gerry.
Semua orang sedang mendengar percakapan dari Gerry dan Wilson.
"Oh ya, apakah kalian belum ada melihat grup guru?" tanya Gerry.
"Tunggu." Ucap beberapa orang yang sedang mengecek.
Ternyata ada informasi yang dikirimkan oleh Samuel bahwa rapat untuk melihat kemampuan Kriss hari ini pukul jam 3 sore. Lebih tepatnya setelah selesai jam sekolah dan juga diadakan di aula. Beberapa orang sudah diberikan tugas masing-masing untuk menyiapkan beberapa hal yang diperlukan di dalam aula.
Mereka yang sedang mendapatkan tugas dari Samuel bergegas untuk segera melaksanakan tanggung jawab pada jam pelajaran terlebih dahulu kemudian segera menuju tugas ke ruang aula sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Samuel.
"Siapa sebenarnya profesor Coper itu?" tanya mereka.
"Kalian tidak kenal?" tanya Gerry dan mereka semua menggelengkan kepalanya.
"Biar aku yang menjelaskan." Ucap Barca.
"Kau kenal dia pak?" tanya Celly.
"Tentu." Jawab Barca.
"Siapa?" tanya Mita yang sebenarnya sudah tahu sedikit tentang informasi ini.
"Sudah aku kirimkan biografi dia." Jawab Barca.
Mereka semua membuka ponselnya dan mulai membaca informasi tentang profesor Coper di jam istirahat.
"Ternyata, lebih hebat dari yang aku perkirakan." Ucap Mita.
"Iya, aku juga tidak menyangka. Bagai pertama tersembunyi." Ucap Celly.
"Dari mana kau mengetahui itu?" tanya Lucas.
"Tentu saja dari..." Ucap Barca yang menunjuk Daniel yang sedang asyik dengan tablet miliknya.
"Pantas saja, pak Daniel ternyata dalang sumber informasinya." Jawab Mita.
Mereka semua tertawa dan menerima informasi tentang profesor Coper dengan baik. Mereka juga mengobrol untuk bisa mendapatkan citra baik di hadapannya.
Sementara di bandara, Samuel dan supirnya sudah menunggu kedatangan Profesor Coper. Mereka baru saja tiba dan langsung berjalan mencari profesor Coper yang saat ini mereka sedang menelpon. Lambaian tangan Samuel di berikan kepada Profesor Coper. Mereka berjalan bersama dari asal tempat yang berbeda dan bertemu pada titik tempat yang sama sambil berpelukkan.
"Apa kabar?" tanya Coper.
"Baik, terima kasih telah meluangkan waktu mu di tengah kesibukan mu." Jawab Samuel.
"Hahah, jika bukan karena alasan ini. Tentu entah kapan kita akan bertemu. Sudah hampir sepuluh tahun kita tidak bertemu kembali." Ucap Coper yang tertawa ketika melepas pelukan itu.
"Hahah, iya juga. Sudah-sudah, kau pasti lelah setelah perjalanan ini. Ayo aku antar untuk ke hotel dan makan siang bersama." Ucap Samuel yang mengajak Coper untuk mengikutinya berjalan menuju mobil.
Mereka berjalan bersama dan masuk ke dalam mobil menuju hotel. Tiba di sana, mereka makan siang di hotel yang dekat dengan sekolah JS. Samuel selalu menghindar pertanyaan Coper tentang Kriss. Karena sejak di dalam mobil Coper penasaran dengan anak yang di maksud dengan Samuel.
"Kenapa sejak tadi kau menghindari aku bertanya tentang murid itu?" tanya Coper.
"Karena aku ingin kau jangan fokus dulu dengan pekerjaan mu. Sekarang nikmati saja dengan sahabat mu ini." Ucap Samuel yang tertawa kecil di atas meja makan.
"Ahhh, memang hanya kau yang paham tentang hal itu sejak dulu. Lalu bagaimana dengan kabar keluarga mu?" tanya Coper.
Mereka bercerita tentang keluarga mereka masing-masing. Hingga akhirnya mereka selesai mengobrol kemudian Samuel dan Coper segera ke sekolah.
"Sepertinya aku ingin mandi dulu." Ucap Coper.
"Oke. Aku menunggu di lobi depan saja." Jawab Samuel.
"Baiklah, tunggu sebentar." Ucap Coper yang berjalan meninggalkan Samuel di meja makan restoran yang di sediakan oleh hotel. Dan Samuel berjalan menuju lobi depan hotel untuk menunggu Coper.
Samuel menelpon Gerry dan Daniel untuk bertanya bagaimana dengan persiapan mereka. Dan persiapan sudah selesai di lakukan oleh para guru yang di perintahkan oleh Samuel sejak pagi tadi.
Samuel tenang mendengarkan hal itu, kemudian dia mengabarkan bahwa dirinya dan Coper akan segera datang. Samuel bercerita dengan kondisinya yang saat ini masih menunggu Coper selesai. Dan para guru-guru yang mendengarkan hal itu segera melaksanakan perintah Samuel dengan baik.
Suasana aula sudah di dekor dengan sedemikian rupa sesuai dengan permintaan Samuel. Dan para guru semuanya bekerjasama untuk mempersiapkan semuanya. Mereka semua sudah duduk di kursi masing-masing dan menunggu kedatangan Coper dan Samuel yang masih berada di perjalanan.
Mereka sudah menyediakan alat tulis di sebuah bangku yang terdapat di posisi tengah-tengah aula. Dimana posisi itu akan di duduki oleh Kriss. Murid yang akan di test IQ miliknya menggunakan beberapa teknik.
"Ayo berangkat!" Ucap Coper yang sudah membawa sebuah tas kecil yang di bawa olehnya dengan ukuran 15inch persegi. Di mana di dalam tas kulit berwarna cokelat tua itu adalah beberapa soal tertulis yang harus di kerjakan oleh Kriss dengan jangka waktu yang sudah di tentukan. Dan beberapa pertanyaan yang sudah di susun oleh Coper yang akan di lakukan secara tanya jawab secara langsung.
Semua materi yang akan di uji coba adalah beberapa pengetahuan yang sudah sesuai dengan standarisasi yang berlaku. Coper yang juga sebagai pakar psikologi test IQ seseorang hal ini bukanlah sekali dua kali dilakukan olehnya. Ini adalah pekerjaannya di luar kampus selain sebagai seorang dosen psikologi kepribadian.
"Ayo. Sepertinya kau benar-benar semangat jika tentang soal pekerjaan ini. Benar-benar tidak ada yang berubah dari mu sejak terakhir bertemu." Ucap Samuel.
"Hahah," ucap Coper yang tertawa.
Mereka berdua masuk ke dalam mobil dan segera menuju sekolah JS yang hanya menempuh 20 menit perjalanan jika macet di dalam perjalanan dan akan sampai paling cepat sekitar sepuluh menit.