Junior Sandreas

Junior Sandreas
Billy Ke Jepang : Krissta Sandreas



Setelah mendengarkan percakapan mereka berdua, Kriss langsung membersihkan diri dan menelpon Billy.


"Paman." panggil Kriss ketika panggilan telepon nya sudah diangkat oleh Billy.


"Paman sampai lupa mengabarimu karena terlalu terburu-buru untuk pergi ke Jepang." Jawab Billy yang baru saja keluar dari bandara.


"Ke Jepang?" tanya Kriss.


"Iya. Ada yang harus aku cari lagi informasinya tentang Ho agar semuanya dapat menjadi lebih jelas." Jawab Billy.


"Maksudnya bagaiman?" tanya Kriss yang tidak paham dengan apa yang dikatakan oleh Billy.


"Aku akan mengirimkan beberapa data informasi yang sudah aku dapatkan dari panti asuhan. Setelah sampai di hotel aku akan mengabarimu." Jawab Billy


"Baiklah paman." Jawab Kriss yang kemudian mematikan ponselnya.


Tidak menunggu waktu lama email pesan yang dikirim oleh Billy untuk Kris sudah terkirim. Kriss langsung membukanya dan membaca beberapa hal yang didapatkan oleh Billy ketika di Panti Asuhan.


Kriss yang membaca informasi dari billing dan juga melihat beberapa gambar yang sudah dikirimkan oleh Billy. Saat melihat lukisan yang telah dibuat oleh Hal itu membuat terus memiliki banyak deskripsi untuk melakukan kesimpulan.


Tidak menunggu waktu yang lama lagi Billy langsung menelepon Kriss jelaskan semuanya diketahui ketika mendapatkan informasi di pantai asuhan sun.


"Jadi Paman ke Jepang untuk menelusuri riwayat kehidupan Ho?" tanya Kriss.


"Iya, ada sesuatu yang menurut Paman ini adalah hal yang harus ditelusuri hingga ke akarnya. Bukan hanya sekedar hal lain." Jawab Billy.


"Baiklah. Aku menunggu kabar dari paman." Jawab Kriss.


"Oke." Jawab Billy.


Setelah Billy menjelaskan semua informasi yang didapatkan oleh ia kepada Kriss. Dan Kriss memahami apa yang diberi tahu kan kepadanya. Mereka menyudahi pembicaraan dari telepon itu. Billy melanjutkan penelusurannya dalam mencari informasi tentang Ho di Jepang. Sedangkan Kriss membaringkan tubuhnya di atas kasur untuk beristirahat.


Billy yang sudah mengubungi Brian untuk membantunya mencari informasi ini. Mereka berjanji di tempat biasa ya itu di restoran bawah hotel untuk bertemu.


Ruang VIP restoran yang sudah disiapkan oleh Brian seperti biasanya. Pelayan langsung mengantarkan Billy yang sudah datang ke dalam ruang VIP.


"Kali ini kau yang menunggu." Jawab Billy yang sudah masuk ke dalam ruang VIP dan melihat Brian sudah duduk di meja makan.


"Hahahah. Tidak apa-apa. Bagaimana kabar mu dan keluarga?" tanya Brian.


"Baik. Bagaimana dengan mu?" tanya Billy.


"Baik. Bagaimana dengan kedatanganmu kali ini apa yang perlu aku bantu?" tanya Billy.


"Ini juga merupakan salah satu misi ilmu yang diberikan kepada Garry." Jawab Billy.


"Hubungan Garry yang sedang menjaga ela dari beberapa serangan yang sudah terjadi?" tanya Brian.


"Iya. Kriss bertemu dengan seorang ......" Billy menjelaskan kejadian yang terjadi pada Billy di sekolah dan juga memberitahu Brian tentang mengapa ia datang kemari.


"Jadi itu alasan mu?" tanya Brian.


"Ada juga yang lain, kau harus melihat hal ini." Jawab Billy kepada Brian.


"Apa?" tanya Brian yang menerima ponsel Billy untuk melihat sebuah foto.


"Lukisan?" tanya Brian lagi.


"Iya. Entah mengapa ketika aku memperhatikan lukisan ini adalah sesuatu yang tidak asing tergambar dan tersirat dari hasil lukisan yang telah dibuat oleh Ho." Jawab Billy


"Hmmmmmm, kenapa aku juga merasakan hal yang sama?" tanya Brian.


"Kau juga?" tanya Billy dengan tatapan serius.


"Iya. Entah mengapa aku meras pernah berada di dekorasi tempat ini." Jawab Brian.


"Entahlah. Jadi siapa tadi yang ingin di selidiki?" tanya Brian.


"Ho Alexander." Jawab Billy.


"Bisa aku lihat alamat yang ingin kau kunjungi?" tanya Brian.


"Sebentar,....." Billy yang mencari foto dari ponselnya. foto yang berisi tentang alamat Ho yang didapat dari panti asuhan Sun.


"Kita makan dulu, setelah aku memberitahu anak buah ku, mereka akan menelusurinya." Jawab Brian.


"Oke." Jawab Brian.


Brian dan Billy menikmati hidangan yang ada di depan mata mereka sambil menunggu kabar dari orang-orang yang diperintahkan berian untuk menelusuri tempat tinggal Ho yang berada di Jepang.


Tepat mereka selesai makan, kabar baik sudah datang. Mereka langsung pergi menuju ke tempat yang telah diberitahukan kepada Bryan dari orang-orang suruhannya.


"Mengapa tempat ini seperti ini?" tanya Billy dalam hati.


Ujung jalan yang dipenuhi oleh semak belukar yang tidak pernah dijamah oleh orang lain dan sebuah gedung yang berukuran 25 m persegi. Gedung yang sudah terlihat tua dan tidak berpenghuni.


Mereka berdua turun di depan gedung itu, di situ sudah ada beberapa orang suruhan Brian.


"Bos, kami menemukan tempat ini sesuai dengan alamat yang Bos berikan kepada kami. Dan orang ini adalah penduduk sekitar yang tidak jauh dari gedung ini." Ucap orang suruhan Brian.


"Saya udah tinggal di tempat ini selama 30 tahun dan rumah ini setahu saya sudah di tinggal selama 20 tahun." Jawab seseorang itu.


"Siapa pemilik rumah ini? Apakah namanya bernama Ho Alexander?" tanya Billy.


"Hmm sepertinya itu adalah nama anak laki-lakinya." Jawab seseorang penduduk itu.


"Apakah anda masih mengingat wajah anak laki-laki itu?" tanya Billy.


"Tentu aku sangat mengingatnya karena anakku juga sering bermain dengan anak mereka." Jawabnya.


"Apakah ini adalah wajahnya?" Tanya Billy yang menunjukkan wajah kecil Ho kepada mereka.


"Bukan, dia bukan anak mereka aku sangat ingat jelas. Lagian anak mereka sudah meninggal dunia saat umur 5 tahun akibat tenggelam di laut." Jawabnya.


"Meninggal?" tanya Billy.


"Iya. Tapi..." Ucap seseorang itu berhenti sambil memperhatikan wajah yang ada di dalam foto ponsel milik beli itu.


"Ini bukankah anak dari yang mereka sebut sebagai bos besar." Jawabnya.


"Bos besar?" tanya Billy.


"Iya, anak ini bernama tuan muda Sean. Iya aku ingat namanya Sean tapi aku tidak ingat marga keluarganya." Jawabnya.


"Baiklah. Terima kasih karena telah memberikan informasi berharga ini. Ambil ini dan jangan pernah bilang bahwa ada orang yang bertanya tentang ini." Jawab Billy memberikan sebuah uang kepadanya.


"Tuan memberikan ini kepada ku?" tanyanya.


"Tentu. Informasi ini bisa membantu ku mendapatkan informasi tentang keluarga ku. Karena aku sudah lama ingin bertemu dengan mereka tapi.." ucap Billy yang berbohong namun memberikan efek empati kepadanya.


"Saudara Anda? Jika mereka adalah saudara anda, apakah anda tidak mengetahui bahwa setelah kematian dari anaknya mereka mengalami sebuah kecelakaan yang mengambil nyawa mereka berdua sehingga tempat ini menjadi seperti ini sampai sekarang." Jawabnya.


"Apa? Jadi mereka meninggal? Bisakah aku mengetahui di mana mereka di makamkan?" tanya Billy.


"Tentu. Anda pergi lurus lagi dari tempat ini lalu belok kanan. Di sebelah kanan akan ada lahan pemakaman. Anda silahkan bertanda kepada penjaga." Jawabnya.


"Terima kasih." Jawab Billy kepadanya dengan ekspresi akting yang totalitas.