
Episode Kenzo Sandreas. Jangan lupa like dulu sebelum membaca 😅
"Tapi aku berterima kasih kepada mu karena kemarin malam datang tepat waktu untuk membantu ku. Anggap saja kemarin adalah Zhafira yang dulu. Aku harus membalas Budi kepada mereka untuk hal-hal kecil yang aku dapatkan di masa lalu." Jawab Bella lagi dengan melihat Kenzo dengan melipat tangannya.
"Lalu apa rencana mu selanjutnya?" tanya Kenzo untuk mengetahui kepercayaan diri Zhafira ini sampai mana dengan nada yang tetap dingin dan membalas tatapan Zhafira yang tertuju pada dirinya.
"Sudah aku katakan, apa yang menjadi milik ku akan menjadi milik ku. Tapi aku membutuhkan mu untuk membantu ku." Jawab Zhafira tersenyum.
"Dan sekarang kau berani memerintah ku?" tanya Kenzo.
"Tentu, bukannya kau mengatakan akan membantu aku untuk membalaskan dendam ku?" tanya Zhafira yang tersenyum.
"Anak ini kenapa?" tanya Kenzo dalam hati melihat tingkah Zhafira yang aneh menurut ya.
"Aku tidak mengatakan akan selalu membantu mu, bukan kemarin malam sudah membantu mu sekali dan jangan berharap akan ada yang kedua kalinya." Jawab Kenzo.
"Lalu apa yang ingin aku lakukan agar kau membantuku?" tanya Zhafira tersenyum.
"Ada dengan mu?" tanya Kenzo.
"Hahahahahah. Kenzo!" Ucap Zhafira yang berjalan dan memeluk Kenzo sambil memanggilnya.
"Terima kasih untuk segalanya." Jawab Zhafira yang melepaskan pelukannya lalu memberikan satu kiss di pipi kanan Kenzo lalu duduk di kursinya kembali.
Kenzo yang terkejut dengan tingkah laku Zhafira yang cukup berani kepadanya.
"Maaf jika aku begitu berani kepada mu. Tapi aku berharap dengan sifat ku yang baru ini kau dapat membantu ku untuk melakukan sesuatu." Jawab Zhafira yang kembali pada sifat normalnya.
"Gadis bodoh, bersikap lah seperti dirimu sendiri. Jangan berubah karena orang lain. Tapi yang harus di ubah adalah jangan terlalu polos." Jawab Kenzo yang berdiri berjalan mengelus kepala Zhafira.
"Istirahat lah di rumah ini untuk hari ini, aku akan pergi mengurus beberapa hal." Jawab Kenzo yang pergi meninggalkan Zhafira namun Zhafira menahan tangan kanan Kenzo.
"Tapi kau akan membantu ku?" tanya Zhafira.
"Tentu saja. Kau adalah wanita ku. Yang berhak menindas mu adalah aku bukan orang lain.' Jawab Kenzo dan Kenzo pergi meninggalkan Zhafira.
Kenzo pergi meninggalkannya mansion bersama dengan Riki yang sudah menunggu ya di depan pintu mansion dan membuka pintu mobil untuk Kenzo.
"Steven, lindungi nona. Jika dia ingin keluar antarkan dia." Jawab Kenzo sebelum pergi meninggalkan mansion.
"Baik tuan muda." Jawab Steven.
Di dalam mobil,,,,
"Tuan, kita mau ke kantor atau ke rumah tuan Max?" tanya Riki.
"Ke rumah uncle Max." Jawab Kenzo.
"Tapi tuan Max mengatakan bahwa jika anda ingin bertemu dengannya lebih baik langsung ke rumah tuan Jack." Jawab Riki.
"Kalau begitu kita ke rumah Daddy." Jawab Kenzo.
"Baik tuan." Jawab Riki.
Mereka bergegas ke rumah Jack.
Max yang sudah tiba di rumah Jack.
"Apa yang kau lakukan Max?" tanya Caca yang heran bahwa Max datang tiba-tiba kerumah di saat Caca ingin pergi ke kampus untuk mengajar dan ingin di antarkan oleh Jack.
"Max?" panggil Jack yang baru muncul.
" Ada yang ingin aku katakan." Jawab Max.
"Oke. Kau masuk dulu di rumah, istirahat dan makan. Aku pergi mengantarkan Caca dulu di kampus, setelah itu kita bicara." Jawab Jack.
"Tidak perlu hubby biarkan aku pergi sendiri saja." Jawab Caca.
"Tidak boleh." Jawab Jack yang menggandeng tangan Caca dan berjalan menuju mobil mereka.
Max memasuki rumah Jack lalu pergi ke arah dapur untuk mencari makanan. Karena memang saat ini Max belum ada makan setelah perjalanan ya. Ia yang kembali dari rumah Dokter Mugu lalu ke laboratorium miliknya mengambil sampel dan bergegas pergi menemui Jack di kediamannya.
Setelah Max makan, ia duduk di sofa ruang tamu menghidupkan tv. Dan Jack kembali dengan cepat.
"Kau sudah kembali?" tanya Max.
"Ada apa?" tanya Jack yang duduk di samping Max dengan wajah serius.
"Kau masih ada hak khusus untuk masuk ke data militer?" tanya Max.
"Tentu." Jawab Jack.
"Temukan tentang keberadaan mereka sekarang." Jawab Max yang memberikan 3 foto laki-laki itu kepada Jack.
"Mereka seperti tidak asing?" tanya Jack yang melihat foto itu.
"Iya, aku masih ingat bahwa mereka adalah bawahan ku 3 tahun sebelum kita berhenti dari dunia militer." Jawab Max.
"Yang lebih penting, ada apa dengan mereka berdua?" tanya Jack.
"Ada tato yang sama seperti Akira tapi membedakan adalah tambahan prisma. Dan yang harus kau lihat adalah ini?" Jawab Max memberikan sampel racun darah.
"Racun darah?" tanya Jack yang terkejut.
"Iya. Racun darah itu berkaitan dengan mereka........" Jawab Max yang memberikan penjelaskan kepada Jack tentang penemuan ini.
"Jadi racun ini berkaitan dengan penyelidikan kita?" tanya Jack.
"Iya. Sama seperti kasus Akira yang sangat sulit kita pecahkan dengan cepat. Dan kali ini juga sama. Maka aku mengatakan ada persamaan, di tambah dengan tato kalajengking ini." Jawab Max.
"Jadi menurut mu kali ini adalah orang yang sangat sulit di hadapi? memiliki kekuatan besar?" tanya Jack.
"Iya. Kita tidak mengetahui apa yang akan terjadi. Tapi aku mendapatkan petunjuk lagi." Jawab Max.
"Apa?" tanya Jack.
"Cucu Dokter Mugu. Kau mengingatnya?" tanya Max.
"Iya. Tentu saja." Jawab Jack.
"Pacar dia telah di ikutin dengan organisasi yang sama seperti kita. Aku menyimpulkan bahwa organisasi ini adalah organisasi yang berbahaya. Kita menghilang ke Negera ini sudah belasan tahun dan meningkatkan seluruh masa lalu dengan identitas di sembunyikan tentang Kriss dan diri mu setelah kejadian yang terjadi pada Kriss. Lalu siapa mereka?" tanya Max.
"Kau ingin mengatakan bahwa dia adalah orang yang mengetahui siapa kita?" tanya Jack.
"Iya. Tapi selama ini kita sudah menjalani kehidupan yang normal. Hanya pesaing bisnis biasa dengan cara kotor kita menghalangi. Dan mempertahankan masing-masing aset kita. Dan bersaing terus pada perkembangan ekonomi."
"Kenzo juga melakukan dengan baik. Dan kau sekeluarga juga menikmati kehidupan ya h damai."Jawab Max
"Oke aku paham. Jadi kau sekarang menyuruhku untuk mendapatkan informasi mereka di bagian militer di mana identitas mereka di rahasiakan?" tanya Jack.
"Tentu." Jawab Max.
"Lalu mengapa Feng juga terlibat? Apakah dia tidak ada petunjuk lain?" tanya Jack Max.
"Tidak. Aku sudah mengatakan seluruh ya. Hanya itu yang ada. Tapi kami berdua membuat kesempatan untuk berbagi informasi jika menemukan petunjuk." Jawab Max.
"Baiklah. aku mengerti. Besok aku akan ke markas militer untu meminta bantuan dari mereka." Jawab Jack.
"Oke. Oh ya, racun darah ini tidak ada yang tau selain kita dan Almarhum komandan kita. Bahkan datanya sudah di hapus dari markas." Jawab Max.