Junior Sandreas

Junior Sandreas
Cara Feng Mengatasi Pasien Keracunan



Di ruang pasien yang terdiri dari lima tempat tidur pasien dalam satu ruangan. Terdapat tiga ruangan yang menjadi tempat para mahasiswa yang baru saja ditolong oleh Feng sebagai pasiennya. Terdapat dua ruangan yang terdiri dari beri garis-garis cantik sebagai seorang mahasiswi yang sangat mengagumi ketampanan dokter Feng.


Mereka yang tidak melihat dokter Feng malam ini mengecek keadaan mereka membuat mereka sangat kecewa. Mereka dengan kompaknya tidak ingin mematuhi apa yang dikatakan oleh suster untuk meminum obat mereka sebelum tidur. Bahkan mereka tidak menyentuh makanan mereka sejak sore sebelum melihat dokter Feng.


"Di mana dokter tampan kami Sus?" tanya salah satu merek di salah satu ruangan. Tidak berbeda di ruang sebelah juga bertanya hal yang sama.


"Ini bukanlah jadwal dokter Feng."Jawab Suster.


"Tidak, kami mencari informasi ya bahwa ini masih jam kerjanya." Ucap seseorang yang siang tadi sadar lebih dulu dari yang lain dan mencari papan informasi tentang jadwal jam kerja dokter di Mading rumah sakit.


"Memang benar. Tapi untuk menyelamatkan kalian kemarin, kami meminta jatah istirahat dokter Feng, sehingga hari ini dia di beri waktu libur. Jadi sekarang, nona-nona bisa makan terlebih dulu lalu minum obat. Besok pagi akan bertemu dengan dokter Feng." Ucap Suster yang membujuk lagi.


"Hmmm. Tapi tetap tidak mau sebelum bertemu dengannya." Jawab salah satu kemudian di ikuti yang lainnya.


Karena mereka yang bersikeras untuk tetap ingin melihat dokter yang membuat suster mau tidak mau melaporkan ke atasan. Sehingga dokter ketua langsung memberikan perintah kepada Feng untuk segera kembali ke rumah sakit. Feng yang mendapatkan berita itu langsung bergegas menuju ke rumah sakit.


Beberapa menit setelah perjalanan, Feng tiba di rumah sakit dan bertemu dengan suster. Suster memberikan penjelasan apa yang terjadi. Feng yang mengerti penjelasan itu langsung meminta bantuan suster untuk menemaninya masuk ke ruangan pasien.


"Dokter Feng." Teriak mereka dengan histeris ketika melihat dokter Feng masuk ke dalam ruangan mereka.


"Aku dengar kalian tidak ingin makan dan juga minum obat. Apakah itu benar?" tanya Feng yang berdiri satu langkah dari pintu ruangan.


Mereka yang mendengar nada bicara dengan terlalu dingin dan juga mengintimidasi membuat mereka hanya menjawab dengan kepala yang menunduk dan mengangguk.


"Kesehatan kalian memang tanggung jawabku, tapi tingkah laku kalian ini bukanlah tanggung jawab ku. Jadi jika sesuatu terjadi pada kalian lagi karena tidak ingin mendapatkan perawatan, maka bukan salah ku dan juga pihak rumah sakit melainkan itu salah kalian sendiri." Ucap Dokter Feng.


"Maaf kami salah."


"Kami hanya ingin melihat mu."


"Kami mengagumi mu."


"Karena ketampanan mu membuat kami cepat sembuh."


"Soal itu, apakah itu menjadi alasan aku yang salah?" tanya Feng dengan wajah yang seram.


"Tidak-tidak." Jawab mereka.


"Jika kalian merasa bersalah, maka makanlah, minum obat dan istirahat." Jawab Feng .


"Baiklah kami akan menuruti apa yang di katakan oleh dokter Feng. Karena kami juga sudah melihat mu kami tidak punya alasan lagi untuk tidak melakukan anjuran kesehatan kami." Jawab salah satu dari mereka dan di iyakan oleh yang lainnya.


"Dokter apakah itu tidak terlalu kejam?" tanya suster yang berbisik.


Suara ponsel Feng yang berbunyi membuat semua orang kembali menuju ke arah Feng. Sedangkan Feng tidak menghiraukan ada pertanyaan yang datang padanya.


Suara ponsel yang berasal dari pesan Bella. Isi pesan itu adalah ucapan terima kasih Bella dan juga stiker love kepada Feng yang membuat Feng membacanya dengan tersenyum tanpa melihat kondisi ia sedang berdiri di mana.


Feng tidak memperdulikan lainnya, ia melangkah ke ruang sebelah untuk melakukan hal yang sama. Namun, saat Feng meninggalkan ruangan pertama dan di lihat oleh semua orang termasuk suster membuat mereka jadi ingin tahu.


"Apakah aku tidak salah lihat bahwa dokter Feng tadi tersenyum?" ucap Suster yang bersamaan dengan salah satu pasien.


"Aku juga melihatnya." Jawab pasien lain yang mengikutinya.


"Maksud mu?" tanya salah satu teman.


"Suster tadi juga baru pertama kali melihat dokter Feng tersenyum?" tanya dia kemudian di anggukkan kepada suster.


"Bahkan suster yang sudah lama mengenal dokter Feng baru melihatnya tersenyum?"


"Bukan kah ini adalah keberuntungan kita melihat senyum dokter Feng?"


"Iya-iya kau benar. Sangat tampan lebih tampan saat wajah tanpa senyum nya." Jawab salah satu dari yang lainnya.


"Tapi senyumannya bukan untuk kita melainkan dari saat dia melihat ponselnya, apa jangan-jangan lelaki sempurna kita telah berpacaran?" tanya salah satunya.


"Seharusnya iya. Baru-baru ini gosip mengatakan bahwa dokter Feng menjalin hubungan dengan artis ternama." Jawab Suste.


"Benarkah? siapa?" tanya mereka.


"Yah, kenapa lelaki tampan itu selalu saja sudah di miliki orang lain? Tuhan tidak bisakah di sisakan satu untuk ku?"


"Iya sisakan satu."


"Susah-sudah kalian jangan bergosip lagi. penuhi janji kalian untuk segera makan, minum obat kemudian istirahat. Ini sudah pukul tengah malam." Jawab suster.


"Baiklah." Jawab mereka yang tidak bersemangat karena mendengar idola baru yang baru di temui mereka ternyata sudah memiliki pacar.


Dokter Feng yang masih memegang ponsel miliknya dan mengetikkan pesan untuk membalas chat Bella berjalan ke arah ruang sebelah tanpa melihat kondisi membuat semua orang di ruang sebelah heran.


"Dokter Feng datang dengan senyuman? tampan sekali?" tanya mereka yang histeris.


"Dokter Feng datang." Ucap mereka yang ingin menghampiri dokter Feng dengan turun dari kasur dan mendorong inplus yang masih tertancap di tangan mereka


"Istirahat selesai makan. Aku bekerja dulu my princess." Jawab dokter Feng.


"Kalian mau apa?" tanya dokter Feng yang melihat mereka menghasilkan suara berisik dorongan tiang infus.


"Tentu saja ingin memeluk mu." Jawab salah satu dan di iakan oleh yang lainnya.


"Tetap duduk di sana atau kalian semua menanggung akibatnya." Jawab Feng dengan menyilang kan tangannya dan mengeluarkan aura menyeramkan membuat mereka tidak berani berkutik.


"Kami tidak akan ke sana." Jawab mereka dengan lesu dan duduk kembali di kasur mereka.


"Aku dengar kalian tidak ingin makan, minum obat dan istirahat sebelum melihat ku? Apakah itu termasuk dari pekerjaan ku mengurusi tingkah kalian yang sudah mahasiswi?" tanya Feng.


"Apa salahnya mengagumi mu dokter?" tanya salah satu.


"Tidak ada yang salah mengagumi ku tapi maaf aku sudah milik orang lain. Lebih baik urungkan saja niat kalian semua." Jawab Feng dengan tegas.


"Tapi kami dengar bahwa kau itu..." belum siap menjelaskan dokter Feng memotongnya.


"Jika kalian tidak ingin mengikuti peraturan pelayanan pasien di rumah sakit ini silahkan pergi dari sini. Oh satu lagi, aku sudah memiliki tunangan dan itu tidak perlu persetujuan kalian semua." Jawab Feng meninggalkan mereka.