
Sebuah hotel mewah dengan lapangan yang sangat luas dan indah. Tempat parkir yang luas dan juga mewah terdapat di sisi sebelah kanan lapangan. Hotel itu dikelilingi dengan hamparan rumput hijau yang begitu luas dan beberapa pepohonan yang mengelilingi daerah itu.
Hotel itu terdapat di sebuah pinggir kota A Negara A. Hotel termahal dan juga dengan fasilitas yang sangat banyak. Hotel itu dikenal dengan pemandian air panas nya, kesejukan suasana ya, dan lapangan golf. Yah, hotel milik Sandreas. Bukan hanya itu, hotel itu juga terdapat fasilitas mall untuk berbelanja dan juga restoran.
Hanya beberapa orang yang bisa mendapatkan akses masuk. Penjagaan yang begitu ketat dan keamanan yang terjamin. Dan menjadi tempat pertemuan pesta publik di setiap tahunnya. Hal ini sudah berjalan selama 20 tahun terakhir. Namun, tidak ada yang banyak mengetahui tentang siapa pemilik hotel ini. Hanya rumor yang tidak pernah ada pembuktiannya.
Terdapat 1 ruang aula hotel yang luas yang terdapat di lantai 2. Ruang itulah yang menjadi tempat pertemuan di acara pesta publik hari ini. Meja yang dihiasi dengan kain berwarna putih dan telah tersusun rapi beberapa makanan yang telah dihidangkan di atasnya berada di sudut ruangan.
Dan banyak meja yang tersusun rapi di tengah dengan beberapa kursi yang mengelilinginya. Meja untuk tamu yang dihiasi dengan bunga di tengah-tengahnya. Panggung ya sudah dibuat dengan megah dengan hiasan yang sangat mewah. Karpet merah yang sudah terbentang dari depan pintu ruangan hingga ke depan panggung.
Matahari sudah mulai terbenam, malam segera tiba. Bella dan Melly yang telah tiba di kota A b segera keluar mobil dan melakukan persiapan ke salon. Setelah selesai dengan persiapannya, mereka memasuki mobil menuju ke Hotel S.
"Sudah siap nona?" tanya Melly.
"Sudah Bi. Ayo berangkat." Jawab Bella yang keluar dari ruang ganti pakaian.
Bella yang menggunakan gaun berwarna putih dengan hiasan mutiara di sekujur gaun mewah. Gaun itu tidak terlalu terbuka dan juga sesuai dengan badan Bella. Bella menggunakan kalung mutiara yang berbentuk matahari. Dan menggunakan anting mutiara yang berwarna pink.
Rambut Bella di uraikan bagaikan seorang putri. Dan di kepang melingkar untuk menahan uraian rambut tidak berantakan saat di urai. Bella juga menambahkan jepit rambut mutiara sebagai penyatu rambut kepangan yang sedikit itu. Bella menggunakan high heels berwarna pink muda yang terlihat sekilas berwarna putih.
"Nona akan menjadi bintang utama ya pada malam ini." Ucap Melly dengan terpesona melihat penampilan Bella yang begitu cantik.
"Tidak Bi. Abang yang akan menjadi tokoh utama malam ini." Jawab Bella tersenyum sambil berjalan mendekati Melly.
"Tuan muda Kenzo?" tanya Melly.
"Iya. Kali ini dia akan datang." Jawab Bella.
"Bukannya..." Melly yang belum menyelesaikan ucapannya sudah di potong oleh Bella.
"Dia tidak akan pernah bisa menghindar terus menerus. Sudah waktunya dia harus menunjukkan dirinya. Dia tidak bisa terus-menerus untuk bersembunyi pada pilihannya." Jawab Bella.
"Iya juga." Jawab Melly yang berfikir.
"Waktu berakting yang sesungguh ya." Jawab Bella mengambil tas yang berada di samping Melly.
"Berakting?" tanya Melly.
"Bibi masih ingatkah pada 5 tahun yang lalu?" tanya Bella.
"Kejadian anda mau di celakai?" tanya Bella.
"Iya aku masih ingat. Karena hal itu juga Anda tidak pernah datang dalam acara seperti ini." Jawab Melly.
"Sama seperti Abang. Bahwa pada akhirnya kami tidak bisa terus menerus bersembunyi. Kami harus menghadapi setiap proses pada pilihan kami." Jawab Bella.
"Apakah Anda tidak apa-apa?" tanya Melly.
"Tidak. Sudah waktunya keluar dari trauma masa lalu." Jawab Bella.
"Jika terjadi sesuatu segera hubungi saya. Saya akan tetap menunggu di mobil." Jawab Melly.
"Tentu. Lagian kali ini kita berada di tempat yang aman. Tidak mungkin Abang tidak menyiapkan semuanya dengan baik." Jawab Bella.
"Anda benar. Menjadi lebih legah." Jawab Melly.
"Ayo pergi."Jawab Bella.
"Baik nona." Jawab Melly.
Mereka berdua berjalan keluar dari salon dan memasuki mobil. Mobil melaju menuju hotel S di kota A. Sedangkan Kenzo dan Zhafira juga sudah selesai dan menuju ke arah hotel S.
"Silahkan tuan, nona." Ucap Riki yang membuka pintu mobil untuk Zhafira dan Kenzo. Kemudian segera berangkat.
"Sama-sama nona." Jawab Riki.
Saat di dalam mobil, Zhafira dan Kenzo mengobrol beberapa hal. Kenzo memberikan peringatan kepada Zhafira apa yang harus di lakukan olehnya nanti di saat pesta.
"Zhafira, ingat ada satu tantangan yang tidak boleh di lakukan ketika di sana." Jawab Kenzo.
"Apa?" tanya Zhafira.
"Jangan pernah menganggap Bella sebagai sahabat mu. Ini demi kebaikannya dan juga kebaikan mu. Lakukan dengan baik tanpa bertanya alasannya." Jawab Kenzo.
"Bella datang?" tanya Zhafira.
"Iya. Ingat apa yang sudah aku katakan atau kau mengetahui apa akibatnya jika melanggar larangan itu." Jawab Kenzo.
"Baiklah." Jawab Zhafira.
"Dan lakukan apa yang perlu di lakukan sesuai dengan situasi nanti dan atas izin ku." Jawab Kenzo.
"Aku mengerti." Jawab Zhafira.
"Persiapkan diri untuk menghadapi mereka." Jawab Kenzo kembali.
Zhafira menganggukkan kepala ya saja karena masih memikirkan tentang larangan untuk tidak menganggap mengenal Bella ketika bertemu.
"Ada apa sebenarnya?" tanya Zhafira dalam hati.
Karena rasa penasaran yang begitu besar sehingga membuatnya berani untuk bertanya kepada Bella melalui chat.
"Bella, kenapa Kenzo mengatakan hal yang tidak masuk akal?" tanya Zhafira dalam pesan.
"Tenanglah. Lakukan apa yang di katakan ya." Jawab Bella dengan singkat dalam pesan chat.
"Zhafira, belum waktunya kau mengetahui segala hal tentang keluarga kami. Perlahan-lahan kau bisa mengetahui itu. Dengan adanya Abang Kenzo, aku yakin kau akan terlindungi." Jawab Bella dalam hati.
"Siapa nona?" tanya Melly.
"Zhafira." Jawab Bella.
"Oh." Jawab Melly.
"Secepat itu membalasnya dan mengatakan hal seperti ini?" tanya Zhafira dalam hati kemudian melihat Kenzo yang sedang duduk di samping ya.
"Apa sudah cukup melihat ya?" tanya Kenzo.
"Narsis." Jawab Zhafira kemudian menundukkan kepala ya.
"Aku tidak akan menyalahkan mu karena terpesona dengan ketampanan ku." Jawab Kenzo dengan memberikan wajah yang serius dan dingin.
"Benar, kau terlalu tampan tuan muda Kenzo. Bagaimana mungkin aku jatuh cinta kalau bukan karena ketampanan mu." Jawab Zhafira.
"Terima kasih atas pengakuannya." Jawab Kenzo.
"Dasar lelaki narsis. Tapi memang tampan bahkan lebih tampan dari biasanya." Jawab Zhafira dalam hati dengan jantung yang berdetak kencang.
"Dia terlihat cantik dengan gaun itu." Jawab Kenzo dalam hati ya.
Mereka berdua saling menghadap ke arah kaca mobil untuk memalingkan wajah sambil memberikan penilaian memuji masing-masing dalam fikiran mereka.
"Mereka terlihat sangat lucu dengan ekspresi itu." Jawab Riki dalam hati melihat Kenzo dan Zhafira dengan kaca depan yang ke arah belakang.