
Krissta Sandreas
Merasa dirinya yang sanggup berjalan, ia pergi dari hutan itu menuju ke pasar untuk melarikan diri. Tapi masih beberapa langkah ia sudah merasa tubuhnya tidak bisa terkontrol sehingga terjatuh di tanah. Ia merasa kesakitan dan mencari sesuatu yang berada di saku baju maupun celananya tapi tidak menemukan apapun sehingga napas yang tidak terkontrol membuat ya mati dengan begitu saja.
"Tuan, dia sudah mati." Jawab seseorang yang sejak tadi melihat dia dari ke jauhan dan melaporkan hal ini kepada Kriss.
"Bagus, tinggalkan saja mayat ya. Semua sidik jari atau petunjuk yang lain sudah kau bersihkan?" tanya Kriss
"Tentu tuan."
"Baguslah." Ucap Kriss yang mematikan ponselnya.
"Kau terlalu banyak mengkonsumsi narkoba sehingga akal mu juga sudah tidak beres. Untung saja karena hal itu kau bisa lancar memberi tahu ku informasi berharga itu dengan mudah. Jika tidak, bagaimana mungkin kau dengan mudah untuk memberitahu." Jawab Kriss dalam hati.
"Kondisi seperti itu adalah orang yang benar-benar takut mati karena tidak bisa menikmati suasana seperti yang dia inginkan " Jawab Kriss yang kemudian beranjak ke atas kasur dan menutup matanya.
Kriss dari awal sudah mengetahui bahwa ada yang aneh dari kedua orang yang di bawa ke dalam ruang bawah tanah. Mereka adalah pembunuh profesional, tidak mungkin tidak pernah mengalami hal seperti ini bahkan hanya sekedar ujian. Jadi kematian bukanlah hal yang harus di takuti.
Tapi berbeda hal dengan orang yang sudah mengkonsumsi narkoba dengan dosis yang banyak dan sudah lama. Akal ya sudah hilang dan kejiwaan ya sudah sedikit terganggu. Jadi hanya menekan sedikit ketakutan dalam dirinya akan sebuah keselamatan hidup akan membuatnya berkata jujur.
Kriss membunuh rekannya dengan cepat dan singkat untuk memperlihatkan hal ini kepadanya. Memicu hal ini untuk bisa membuatnya takut akan kematian. Membuat mental psikologi ya bercampur aduk. Dan dengan begitu Kriss akan mudah untuk mengontrol dirinya.
Saat itu, dirinya yang tersadar akibat obat bius membuatnya sedikit pusing. Lalu saat dirinya melangkah perasaan dingin yang bercampur panas dalam diri karena belum ada mengkonsumsi obat-obatan yaitu narkoba sudah hampir 12 jam. Hal ini membuatnya kesakitan dan susah bernafas. Hal ini membuat dirinya kehilangan nyawa. Karena obat-obatan yang di konsumsi ya termasuk jenis narkoba yang tingkat tinggi.
Bahkan Kriss sudah mengetahui bahwa banyak organ dalam yang ada di dalam dirinya sudah rusak. Sehingga bau badan yang di keluarkan dari laki-laki ini cukup menyengat. Sejak saat itulah Kriss mengetahui dengan cepat. Dan meneliti kondisi dirinya yang di tebak Kriss sudah tidak salah lagi dari hipotesis yang ada di kepalanya sejak tadi.
****
Kriss yang tertidur hanya dua jam dan kembali ke rutinitas seperti biasanya yaitu pergi ke sekolah.
"Kenapa dengan wajah mu?" tanya Kyler yang melihat Kriss keluar dari pintu apartemen.
"Tidak apa-apa hanya sedikit kurang tidur. Ayo pergi." Ucap Kriss yang memegang salah satu tali ranselnya yang digunakan oleh ya.
"Kita tidak naik sepeda. Naik bus sekolah saja." Jawab Farel yang datang dari belakang mereka berdua.
"Bus?" tanya Kyler dan Kriss.
"Iya, karena kita sudah menjadi anggota OSIS jadi kita mendapatkan fasilitas gratis naik bus sekolah. Ayolah! Aku lelah naik sepeda terus." Jawab Farel.
"Manja." Jawab Kyler yang di balas dengan kepala Kriss yang mengangguk.
"Ya sudah kalau kalian tidak mau. Dah...." Ucap Farel yang berlari kedepan mereka menuju lift.
"Iya kami ikut." Jawab Kyler yang masuk bersama Kriss ke dalam Lift.
Saat mereka di halte menunggu bus sekolah datang, Kriss menggunakan earphone untuk mendengarkan musik. Saat bus sekolah itu datang ternyata di dalam ada Queen sedang duduk di kursi nomor dua di ujung jendela.
"Lihat siapa itu?" tanya Farel kepada Kyler. Sedangkan Kriss tidak memperhatikan apapun karena sedang memilih lagu dan fokus berjalan sambil memainkan ponselnya mencari lagu favoritnya untuk di putar.
Kriss yang hanya melihat ada bangku kosong duduk di kuris itu tanpa memeriksa siapa yang duduk di sampingnya. Sedangkan Kyler dan Farel yang duduk di belakang Kriss dan Queen. Kriss juga duduk di kursi itu dan memejamkan matanya.
"Kriss benar-benar mencuri start lebih dulu" Jawab Farel kepada Kyler.
"Berani sekali duduk di samping ku? Pindah!" Ucap Queen yang melihat Kriss duduk di sampingnya namun tidak kedengaran oleh Kriss. Kriss menikmati lagu yang di putarkan olehnya dan memejamkan matanya.
"Lihat senior mengusir Kriss." Ucap Farel.
"Sttttt. Diam lah!" Jawab Kyler yang memerintah Farel tidak perlu banyak komentar.
"Hei, ku bilang pindah." Ucap Queen ya g pelan.
Karena sudah dua kali tidak di dengarkan oleh Kriss membuatnya sebal dan membuka earphone sebelah kanan Kriss. Karena merasakan ada yang mendekat Kriss membuka matanya dan menghalangi tangan Queen. Mereka berdua yang saling bertatapan satu sama lain. Dan dengan cepat Queen langsung melepaskan tangannya dari cengkraman Kriss.
"Aku bilang pindah." Ucap Queen.
"Mengganggu saja. Apa kau lihat ada kursi kosong?" tanya Kriss.
"Kau kira karena kau senior dengan seenaknya memerintah junior untuk berdiri sampai ke sekolah? Apakah aku tidak memiliki hak yang sama seperti yang lainnya untuk duduk di kursi bus?" tanya Kriss lagi.
"Aish, sudahlah diam." Ucap Queen yang kalah terhadap alasan Kriss.
"Jangan terlalu percaya diri bahwa aku ingin mendekati mu. Aku hanya ingin duduk di kursi dan tidur setelah mendengarkan musik." Jawab Kriss kembali memasang earphone miliknya.
"Apa kau bilang? Aku percaya diri?" tanya Queen yang ingin memukul Kriss namun tertahan karena memikirkan peraturan. Queen yang sedang kesal memalingkan kepalanya ke arah jendela dan bergumam di dalam hati.
"Lihat saja, aku akan menyiksa mu nanti." Jawab Queen dalam hati.
Di dalam bus itu sangat senyap tanpa suara. Dan mereka tiba di sekolah tepat waktu. Di turunkan di halte bus sekolah. Queen langsung berdiri dan menendang kaki Kriss begitu saja karena ingin lewat. Dan hal itu membuat Kriss terbangun dengan membuka matanya.
"Dasar gadis kasar." Jawab Kriss dalam hati.
"Kalian berdua kenapa tidak membangunkan ku?" tanya Kriss yang melihat Kyler dan Farel yang berjalan akan keluar dari bus.
"Bagaimana kami membangunkan mu. Kau sudah terbangun karena senior." Jawab Farel dan Kyler yang berjalan cepat keluar dari bus.
"Kalian berdua tunggu, dasar tidak setia kawan." Jawab Kriss yang mencekik pelan keduanya dari belakang saat menyusul mereka turun dari bus.