Junior Sandreas

Junior Sandreas
Ujian Teori Part 2



Episode Krissta Sandreas


Kriss mengangkat tangannya kemudian bertanya kepada Gerry.


"Ada apa?" tanya Gerry.


"Aku sudah menyelesaikan ujiannya, apakah aku bisa keluar pak?" tanya Kriss.


"Apa?" tanya Gerry.


"Tinggal 30 menit lagi. Jadi apakah boleh aku mengumpulkan ya lebih dulu?" tanya Kriss.


"Apakah kau tidak bisa berpura-pura dulu?" tanya Gerry dalam hati ya.


"Periksa kembali jawaban mu sebelum di kumpul." Jawab Gerry.


"Baiklah." Jawab Kriss yang mengetahui bahwa Gerry tidak menyetujui dirinya untuk cepat menyelesaikan soal.


Kriss kembali duduk di kursinya dan berpura-pura memeriksa kembali lembar jawaban yang terlah terisi penuh itu. Kriss menyandarkan kepalanya di atas meja menghadap ke depan dan memainkan pulpen milik ya. Ia merasa bosan untuk menunggu waktu yang terlalu lama ini menurut ya. Jika ia tertidur dia tidak menghormati Gerry.


Gerry sudah merencanakan untuk berpura-pura menghukum dari peringatan yang di berikan oleh ya di hadapan semua orang. Hal ini memang sudah di sengaja oleh Gerry untuk menunjukkan keadilan dan tidak terlihat sangat memihak Kriss. Mereka berdua berperan di hadapan semua orang dengan sangat baik.


Tidak ada yang menaruh curiga bagaimana kedekatan mereka berdua sebenar ya. Tidak ada orang yang di sekolah JS mengetahui hubungan persaudaraan Gerry dengan Kriss kecuali Samuel, Kyler dan Farel. Semua sudah di rancang oleh Gerry, Kenzo dan Kriss dengan sangat baik.


Karena bosan menunggu Kriss mencoba melirik ke arah kiri yaitu ke arah Ella.


"Apa?" tanya Ella yang terlalu risih dengan Kriss yang sedang menatap ia selalu.


"Kerjakan soal nomor 9 dan 13 mu dengan benar." Jawab Kriss kemudian mengalihkan pandangannya kembali ke arah depan.


Ella yang tidak mengetahui apa maksud yang dikatakan oleh Kriss. Kriss melihat jawaban yang ditulis di kertas Ella pada soal nomor 9 dan 13 adalah jawaban yang salah. Kriss berniat untuk memberitahukan kepada Ella bahwa jawabannya salah. Namun, Ella yang tidak paham dari maksud Kriss hanya mengira bahwa yang dikatakan Kriss tidak penting.


Waktu berjalan dengan cepat, sejak peringatan yang diberi oleh Gerry, Kriss lebih tenang dan berusaha untuk tidak tidur di dalam kelas. Ia mengerjakan ujian nya dari pelajaran bahasa dan juga sastra dengan cepat tanpa ada keributan seperti ujian matematika. Satu hari menyelesaikan tiga pelajaran dalam ujian teori.


Bel sekolah berbunyi menandakan bahwa ujian teori telah selesai dilaksanakan pada hari pertama. Para siswa diperbolehkan untuk meninggalkan kelas dan pulang lebih awal. Namun, seluruh siswa lebih memilih untuk berlatih dalam menghadapi ujian beladiri ya sudah ditentukan pada bulan ini.


Mereka semua sangat semangat untuk berlatih beladiri taekwondo. Tapi tidak dengan Kriss yang sejak awal hanya duduk di kursi penonton untuk melihat semua orang berlatih di lapangan area latihan. Di saat semua orang mencari kesempatan untuk berlatih menghadapi ujian dalam pertandingan beladiri taekwondo pada bulan ini agar menang. Kriss hanya berdiam diri dan menikmati pertunjukan latihan para siswa lainnya.


Terkadang Kriss diam-diam berpindah gedung latihan lainnya hanya sekedar untuk menonton di kursi penonton. Karena semua orang sedang sibuk berlatih dan tidak memperhatikan siapa yang masuk dan bergabung untuk berbagi tempat dalam latihan mereka. Keberadaan Kriss tidak menjadi pusat perhatian dan diketahui oleh banyak orang.


Kriss merasa sudah selesai menonton latihan para siswa lainnya, ia berjalan menuju parkiran sepeda untuk bergegas pulang ke apartemen.


"Kau mau meninggalkan kami?" tanya Kyler.


"Oh. Sudah selesai?" tanya Kriss.


"Tentu." Jawab Farel.


"Kenapa tidak latihan?" tanya Farel kembali.


"Ahhh, terkadang aku ingin mengadu kepada Tuhan bahwa dia tidak adil terhadapku karena Kriss." Jawab Farel.


"Bagaimana jika nanti sore kita ke tempat Uncle Robert?" tanya Kriss.


"Ide yang bagus." Jawab Kyler.


"Ayo. Sudah lama juga tidak latihan menembak." Ucap Farel.


Mereka bertiga menaiki sepeda dan mulai memanggul sepeda menuju ke apartemen. Sedangkan di ruang guru, para wali kelas memberikan hasil ujian siswanya ke guru mata pelajaran matematika, bahasa dan sastra. Mereka bertiga menerima semua hasil jawaban siswa JS dan mulai untuk memeriksa ya.


Daniel, Celly dan Mita mulai serius untuk memeriksa hasil jawaban dari para siswa. Karena di sore hari mereka harus segera mengumpulkan hasil dari penilaian jawaban para siswa ke Samuel. Mereka juga harus segera menyelesaikan pembahasan rapat pagi yang tertunda tadi.


Dengan bantuan beberapa guru yang membantu untuk memeriksa jawaban dari begitu banyaknya siswa sehingga penilaian cepat diselesaikan. Daniel, Celly dan Mita sudah menyiapkan jawaban yang benar untuk dicetak dan dibagikan oleh beberapa guru yang membantu mereka untuk memeriksa jawaban para siswa.


Mereka semua bekerja sama untuk memeriksa hasil jawaban para siswa sesuai dengan kertas jawaban yang telah dibagikan. Mereka semua bekerja dengan serius lain juga disiplin tanpa ada percakapan yang tidak penting untuk terucap. Memilih fokus untuk memeriksa soal jawaban para siswa.


Waktu rapat telah tiba dan para guru telah selesai memeriksa jawaban para siswa. Mereka mengumpulkan lembaran hasil ya kepada Daniel, Celly dan Mita untuk di rekap dalam file. Mereka bertiga juga telah selesai dengan cepat dalam hal merekap nilai sehingga telah di cetak dan sudah dapat di bagikan kepada para wali kelas dan kepala Sekolah. Saat ini mereka sudah berkumpul di aula untuk melanjutkan rapat untuk membahas soal Kriss.


"Aku dengan kau tadi menghukum Kriss karena ia melakukan kebiasaan ya yang tertidur di kelas."Ucap Samuel.


"Iya pak. Aku melakukan itu untuk memperingati ya." Jawab Gerry.


"Aku dengan juga dia sangat cepat menyelesaikan soal dari pada siswa lainnya?" tanya Samuel.


"Begitulah yang terjadi." Jawab Gerry.


"Aku ingin melihat hasil ya hari ini. Bagaimana Bu Celly?" tanya Samuel.


"Perfect." Jawab Bu Celly.


"100?" tanya semua orang dengan terkejut.


"Iya. Tapi tidak hanya dia saja. Ada 23 orang yang mendapatkan nilai sempurna dari pelajaran saya pada tingkat 2. 20 dari tingkat 3 dan 2 dari tingkat 1." Jawab Celly berjalan membagikan kertas yang telah dicetak nya beberapa rangkap itu kepada para Guru dan juga Samuel.


"Pak Daniel?" tanya Samuel.


"Sama. 15 tingkat 1, 20 tingkat 2 dan 40 tingkat tiga. Selebihnya hampir mendekati sempurna." Jawab Daniel dengan memberikan kertas hasil rekap nilai ya.


"Dan Bu Mita?" tanya Samuel.


"Kebetulan lembar jawaban milik Kriss saya sendiri yang telah memeriksanya. Ada beberapa soal yang dikerjakan dengan jalan yang berbeda dari yang saya ajarkan tetapi di hasil jawabannya benar." Jawab Mita.


"Lalu?" tanya Samuel.


"Jika rumus yang digunakan sama namun cara pengerjaan berbeda tapi hasil benar. Bukan kah itu tidak masalah?" tanya Daniel.


"Iya, tapi.." jawab Mita belum menyelesaikan ucapan ya sudah di potong Samuel.