Junior Sandreas

Junior Sandreas
Dua Jam Sebelum Bertemu Bella



Feng berjalan dengan menggendong Zo dalam pelukannya. Kunci mobil diambil dari saku kantong celana sebelah kanannya dan tekan olehnya tombol open untuk membuka pintu mobil jenis Lamborghini Veneno Roadster. Lamborghini Veneno Roadster antara lain akibat mobil berkapasitas mesin 6.500 cc V12 tersebut hanya diproduksi 9 unit.



Mobil Lamborghini Veneno Roadster adalah mobil kesayangan Feng. Karena saat itu untuk mendapatkan mobil ini Feng harus beradu harga dengan beberapa orang yang ikut menawar di acara pelelangan. Dan dengan identitasnya yang memiliki kekuasaan yang sangat kuat di daerah itu, Feng dengan mudahnya mendapatkan mobil ini dari yang lain.


Setelah mendapatkan mobil ini, Feng langsung memodifikasi warna dan beberapa hal lainnya sesuai dengan keinginan dirinya. Dan mobil ini biasanya jarang digunakan oleh Feng. Karena tadinya Feng sangat terburu-buru untuk mencari keberadaan adiknya yang meninggalkan kucing di apartemen nya.


Flashback On: Dua jam Sebelum bertemu Bella


Suara bel berbunyi dari pintu apartemen Feng. Feng yang masih berada di dalam kamarnya sedang menggunakan pakaian karena baru selesai mandi setelah bekerja di rumah sakit.


"Siapa yang sedang mengetuk pintu apartemenku?" tanya Feng dalam hatinya.


Feng bergegas untuk berjalan menuju pintu apartemen dengan menggunakan baju kaos berwarna hitam. Sampai di depan pintu, Feng melihat layar monitor yang ditujukan di luar pintu apartemen sebelum membuka pintu.


"Tidak ada orang?" tanya Feng dalam hatinya ketika melihat kamera di luar pintu apartemennya dari layar monitor kecil yang ada di depannya. Hanya ada sebuah rumah kucing berwarna Hitam yang ada di depan pintu apartemen Feng.


Feng langsung membuka pintu apartemennya dan melihat ke kanan dan ke kiri. Tidak ada satu orang pun yang terdapat di lorong apartemen itu. Feng mengangkat rumah kucing itu yang didalamnya terdapat Zo dan sebuah surat.


"Siapa?" tanya Feng yang sedang mengambil surat yang berada di dalam rumah kucing itu.


"Kakakku tersayang aku titipkan Zo kepadamu untuk beberapa hari saja karena saat ini aku ada beberapa hal yang harus aku kerjakan. Dan aku tidak ingin sendirian di rumah dan tidak ada yang mengurusi nya. Dia kucing yang baik, cukup beri dia makan 3 kali sehari dan beri tempat pup untuknya. Dan ajak jalan Zo untuk beberapa kali karena dia menyukai tempat yang ramai. Salam manis dari adikmu tersayang." isi surat itu.


Feng dia menghembuskan nafasnya setelah membaca surat itu dan meletakkan kucing itu di meja tamu. Feng yang meninggalkan kucing itu di atas meja saja dan berjalan kembali menuju kamarnya untuk mengeringkan rambutnya yang masih basah.


Feng kembali keluar dari kamarnya dan melihat kucing itu dari kejauhan. Kucing itu sejak tadi tidak berhenti bersuara yang membuat Feng tidak nyaman.


"Apa dia sedang kelaparan? Apa tadi kau tidak di beri ia makan?" tanya Feng kepada Zo yang di jawab dengan aungan Meong saja.


Feng membuka kurungan itu dan menggendong Zo dalam pelukannya. Feng mencoba menenangkan Zo untuk tidak terus-menerus bersuara. Namun usahanya tidak berhasil dan malah membuat Zo melompat dari gendongan nya.


Zo yang berlari ke arah dapur dan mendekati sebuah kulkas dengan mengayunkan kakinya untuk membuka kulkas tersebut.


"Mungkin saat di sana ketika ia lapar dia begitu." Jawab Feng.


"Tunggu di situ kita akan pergi untuk membelikan makanan dan susu untuk mu." Jawab Feng yang berlari masuk kedalam kamar dan mengganti pakaian.


Dengan terburu-buru yang menggunakan celana panjang berwarna hitam dan baju kemeja berwarna biru langit. Feng yang tidak berpikir panjang mengambil kunci mobil secara acak di dalam laci yang berisi semua kunci mobil.


Feng langsung menggendong Zo untuk ikut bersamanya membeli beberapa makanan kucing. Sampai di parkiran mobil Feng menekan tombol kunci mobil dan ternyata yang berbunyi adalah mobil kesayangannya. Dan meletakkan kucing beserta kurungannya.


"Ah sudahlah, pakai ini juga tidak masalah." Jawab Feng yang berjalan menuju mobil kesayangannya dan masuk kedalam.


Rambut kepala yang tadinya iya kucir, ngelepas dengan ludahnya oleh Feng agar sesuai dengan identitas yang digunakan ketika menggunakan mobil tersebut.


"Nah, gini baru bener." Jawab Feng setelah merapikan rambut panjang miliknya.


Feng meninggalkan Zo di dalam mobil agar tidak repot. Baru saja satu langkah masuk kedalam toko itu menjadi pusat perhatian bagi para pegawai toko yang kebanyakan adalah wanita. Mereka semua memberikan perhatiannya kepada Feng untuk mencari kesempatan mendekatinya.


"Ada yang bisa saya bantu tuan?"


"Biar saya saja tuan?"


"Sama saya saja?"


Kelima pegawai toko itu yang tadinya masing-masing sedang menjalankan pekerjaannya menjadi mendatangi bank untuk menawarkan diri membantu saya mencari sesuatu yang diinginkan nya.


"Tidak perlu, biarkan saya yang mencarikannya." Jawab Feng dengan dingin dan juga berjalan menuju rak-rak yang sudah tersusun berbagai makanan, susu, aksesoris dan hal-hal lainnya yang terpajang.


Feng yang tidak nyaman sebagai pusat perhatian dengan segera mencari makanan susu dan juga beberapa keperluan yang dibutuhkan oleh Zo. Feng langsung mengambil dengan cepat hal-hal yang diinginkannya dan membayar di kasir.


"Ini saja tuan?" tanya pegawai kasir.


"Iya." Jawab Feng.


"Sebentar saya hitung dulu." Jawab pegawai kasir dengan menempelnya merapikan rambutnya ke belakang telinga kanan sambil tersenyum melihat Feng.


Feng tidak bereaksi apapun ketika wanita itu sudah menggodanya.


"Ah sial, orang tampan yang dingin ini memang sulit di taklukkan." Ucapnya dalam hati.


Pelayan serial melamun sejak tadi tanpa menghitung belanjaan Feng, membuat Feng tidak nyaman dan segera memberitahukan kasih untuk segera menghitung belanjaannya.


"Segera hitung." Ucap Feng dengan dingin.


"Baik tuan, maaf saya melamun." Jawab wanita itu dengan cepat menghitung belanjaan Feng yang menggunakan mesin scanner harga dari label barang-barang belanjaan Feng.


Wanita itu menyebutkan total harga yang harus di bayar Feng, dan Feng memberikan kartunha untuk di gesek. Setelah itu Feng langsung mengambil dan segera keluar dari toko itu.


"Beruntung aku hari ini masuk shift jam seperti ini bisa melihat lelaki tampan." Jawab seseorang pegawai.


"Iya lelaki cantik." Jawab seseorang lagi.


Feng yang sudah masuk kedalam mobil dan meletakkan belanjaannya di belakang.


"Kau benar-benar merepotkan ku." Jawab Feng berbicara kepada Zo dan memberikan makanannya sedikit.


Zo yang tadinya bersuara menjadi menikmati makanannya. Setelah Zo menghabiskan makanannya Feng melanjutkan perjalanan pulang ke apartemen, tetapi di dalam perjalanan Zo melihat keluar jendela.


Feng yang tidak tega, akhirnya membelokkan kemudinya ke arah taman pantai untuk mengajak Zo menikmati suasana senja. Saat baru saja tiba dan Feng menggendong Zo dalam pelukannya dan membuka pintu mobil untuk keluar. Tetapi baru saja Feng membuka tali sabuk pengaman mobil, Zo pergi melompat keluar dari mobil dan Feng kehilangan jejak Zo.


Flashback Off