Junior Sandreas

Junior Sandreas
Feng Super Cemburu : Bella Sandreas



Bella yang sejak tadi bersikap dengan santai, namun saat Melly mengingatkan tentang Feng tiba-tiba raut wajah Bella menjadi panik.


"Kenapa bibi baru bilang sekarang?" tanya Bella memberhentikan langkahnya dan membalikkan badannya melihat Melly yang berada di belakangnya.


"Nona neng sejak tadi tidak mau mendengarkan saya hingga tuntas." Jawab Melly.


"Ayo kita pulang." Jawab Bella dengan panik menarik tangan Melly dan melangkah dengan cepat meninggalkan tempat itu menuju ke parkiran.


"Paman tidak menjemput kita?" tanya Bella


"Tidak, tadi aku keluar untuk bertemu dengannya karena ia berpamitan ingin pergi ke luar kota. Ada tugas yang diberikan oleh Tuan Jimmy kepada dirinya." Jawab Melly yang berada di depan mobil Bella.


"Oh pantas saja. Berikan kuncinya, biar aku yang menyetir." Jawab Bella kepada Melly.


Melly mengeluarkan kunci mobil yang dilemparkan kepada Bella di mana Bella berada di seberang pintu mobil pengemudi. Melly masuk ke dalam mobil di samping pengemudi sedangkan Bella duduk di tempat pengemudi.


Dengan cepat Bella menghidupkan mesin mobil dan melajukan mobil untuk pergi menuju ke apartemen miliknya. Bella masih khawatir jika melihat gosip yang telah beredar di dalam internet tentang dirinya.


"Bibi lihatkan ponsel ku. Apakah tidak ada panggilan atau pesan dari Feng?" tanya Bella.


"Sebentar." Jawab Melly yang membuka tas Bella dan mengambil ponselnya yang berada di dalam kemudian meletakkan ponselnya di hadapan wajah Bella untuk membuka kuncinya. Melly membantu melihat isi ponsel Bella namun tidak ada satu panggilan maupun pesan dari Feng.


"Tidak ada." Jawab Melly.


"Semoga dia belum melihatnya." Jawab Bella lagi sambil fokus mengemudi mobilnya.


Sementara di rumah sakit, Feng yang masih memeriksa beberapa pasien sebelum kembali pulang kerja. Feng yang melihat data pasien sambil memeriksa kembali keadaan pasien di dalam ruang itu mendengar suara dari ponsel yang dipegang oleh salah seorang pasien yang berada di samping pasien yang diperiksa oleh Feng.


"Suara itu?" tanya Feng dalam hati menghentikan ia menulis data pasien.


"Lihat Ratu kita, dia terlihat cocok dengan penyanyi Dailon ini kan?"


"Siapa?"


"Ini loh, Bella Chan. Lihat, mereka bermain di game pasangan ini sangat cocok."


"Ehmmm." Jawab Suster untuk memecahkan suasana yang tiba-tiba begitu ingin melihat wajah Feng yang sedikit menakutkan. Feng matikan tangannya untuk menulis dan matanya melirik ke arah orang-orang yang sedang membicarakan Bella.


"Saya sudah selesai, kalian lebih baik perbanyak istirahat dibandingkan dengan melihat berita-berita gosip yang tidak penting untuk dilihat." Jawab Feng kepada mereka lalu pergi meninggalkan mereka begitu saja.


"Suster, kenapa dokter Feng terlihat begitu menyeramkan di banding dengan biasanya hanya dingin?"


"Itu karena kalian sedang membicarakan pacarnya." Jawab Suster.


"Pacar?" tanya mereka bersama-sama


"Apa?" tanya mereka yang berada di ruangan itu sangat terkejut dengan pernyataan yang diberikan oleh suster kepada mereka. Rasa penasaran yang lebih mendalam terhadap pernyataan itu menjadi banyak pertanyaan yang ingin diajukan namun suster sudah pergi.


Feng yang berjalan keluar dari ruangan itu dengan cepat menuju ke ruang kantornya. Di susul oleh suster sebelum Feng masuk kedalam ruangan.


"Anda jangan mendengar gosip dok."Ucap Suster.


"Siapkan data ini besok pagi, jangan lupa di upload ke sistem." Jawab Feng yang membalikkan badannya kemudian memberikan data yang dipegang olehnya tadi kepada sister lalu masuk ke dalam ruangan.


"Aneh." Jawab Suster sangat kaget dengan apa yang telah dilakukan Feng sambil menerima berkas data itu di tangannya.


Feng yang masuk ke dalam ruangan langsung duduk di kursinya dan membuka ponsel untuk mencari video yang dimaksud oleh pasien yang menonton tadi. Feng yang sedang duduk di kursi kerjanya sambil menonton pertunjukan yang dilakukan oleh Bella dalam acara games pasangan itu.


Wajah Feng benar-benar penuh dengan emosi cemburu yang sangat luar biasa. Pulpen yang berada di atas meja diambil olehnya lalu dipatahkan dengan begitu saja menggunakan tenaga pada tangan kosong.


"Berani-beraninya dia menyentuh wanitaku." Jawab Feng yang melihat saat Bella membantu Dailon untuk berdiri.


"Dan princess kenapa dengan mudahnya terlihat sangat bahagia pada permainan itu atau dengan lelaki artis itu?" tanya Feng yang terus menonton namun lebih banyak membaca komentar-komentar para fans yang mendukung mereka berdua untuk bersatu seperti pasangan asli pada dunia nyata.


"Dan lebih brengseknya mereka dengan mudahnya menjodohkan princess dengan lelaki yang seperti itu?" ucap Feng yang hampir membaca seluruh komentar di dalam siaran langsung itu.


Karena terlalu cemburu membuat Feng begitu emosi melemparkan ponselnya pada dinding ruangan. Membuat ponsel Feng hancur berantakan. Feng langsung mengambil kunci mobilnya dan membiarkan ponselnya berantakan di dalam ruangan itu.


Namun sebelum pergi, ternyata itu masih dapat menyala dan terlihat jelas pada layar bahwa ada panggilan masuk yaitu dari Rom. Feng yang berpikir bahwa yang menelpon mungkin adalah Bella untuk menjelaskan apa yang telah terjadi.


Tapi perkiraan yang dipikirkan oleh Feng adalah salah. Rom, nama yang tertulis pada layar ponsel yang masih hidup. Feng yang melihat hal itu bukan mengangkatnya malam menginjak ponsel itu. Feng yang sudah meluapkan emosi cemburunya pada ponselnya pergi meninggalkan ruangan. Feng langsung bergegas meninggalkan rumah sakit menuju apartemen.


"Tidak seperti biasanya nya tuan tidak mengangkat telepon dariku. Lagian ini sudah waktunya Iya pulang dari rumah sakit jadi tidak mungkin dia tidak akan menerima telepon dari aku." Jawab Rom dalam hati karena telah melakukan panggilan telepon berkali-kali.


"Aku harus segera memberitahukan tuan tentang hal ini. Lebih baik telepon rumah sakit apakah tujuan sudah pulang atau belum." Jawab Rom.


Setelah memastikan bahwa Feng sudah pulang dari rumah sakit, Rom memutuskan untuk melakukan panggilan ke apartemen grand namun tidak ada jawaban juga. Rom langsung mengambil kunci mobil dan pergi menuju ke arah apartemen Feng untuk melihat keadaan yang sebenarnya.


"Apa yang terjadi dengan mu tuan?" tanya Rom dalam hati sambil menghidupkan mobil.


Sementara Bella dan Melly sudah sampai di parkiran apartemen.


"Bibi buatkan aku makan malam yang enak, aku akan mandi dulu." Ucap Bella saat masuk kedalam apartemennya dan bergegas masuk ke dalam kamar untuk mandi.


"Nona akan membujuknya dengan makanan?" tanya Melly.


"Iya. Hari ini dia akan pulang pukul 8 malam." Jawab Bella yang masih berjalan cepat masuk ke dalam kamar mandi setelah memerintahkan Melly memasak.