Junior Sandreas

Junior Sandreas
Kedatangan Caca Ke Apartemen Bella



Awan hitam telah hilang di atas langit setelah waktu menunjukkan di pagi hari. Di dalam kamar, Caca dan Jack sudah menyelesaikan salat subuh berjamaah dan juga telah bersiap-siap untuk pergi mengunjungi Bella di apartemennya. Son melaporkan cuaca waktu ini sudah bisa melakukan perjalanan di udara.


"Bagaimana Paman? apakah cuacanya sudah memungkinkan untuk kita pergi?" tanya Jack kepada Son.


"Awan hitam sudah menghilang dan badai juga sudah tidak ada sejak 1 jam yang lalu tuan." Jawab Son kepada Jack dan Caca.


"Jadi kita sudah bisa berangkat?" tanya Caca yang langsung to the point.


"Iya nyoya." Jawab Son dengan menganggukkan kepalanya.


"Siapkan semua keperluan untuk kita pergi kepada mereka." Ucap Jack memerintahkan kepada Son untuk mempersiapkan perjalanan mereka menuju ke apartemen Bella.


Son menganggukkan kepalanya setelah menerima perintah dari Jack. Langkah kaki nya berjalan keluar dari kamar Jack dan Caca menuju lapangan. Son memerintah pilot pribadi Jack dan Caca untuk mengantarkan mereka ke apartemen Bella. Son dan Selly tidak ikut untuk pergi ke sana. Mereka akan langsung ke mansion Kenzo memindahkan beberapa barang-barang pindahan Caca dan Jack.


"Mylotus jangan terburu-buru. Bella saat ini sedang baik-baik saja seperti yang sudah kamu ketahui dari bela sendiri maupun dari Kenzo." Ucap Jack kepada Caca karena melihat Caca yang sedang ingin cepat-cepat datang ke apartemen Bella untuk memastikan bahwa Bella benar-benar baik-baik saja.


"Aku belum tenang habis sebelum melihat keadaan anak kita baik-baik saja secara langsung." Jawab Caca yang berjalan mengambil tas untuk pergi keluar dari kamar menuju ke bandara yang berada di depan halaman mansion mereka.


Jack yang melihat tingkah laku cuaca saat ini hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum saja. Jack mengikuti Caca dari belakang untuk melangkah ke helikopter yang sudah menunggu mereka berdua. Caca yang tidak sadar meninggalkan jejak di belakangnya dan hanya fokus ingin segera sampai ke apartemen Bella.


"Hubby maaf kelupaan." Ucap Caca yang sudah masuk ke dalam helikopter lalu duduk dan melihat cek disampingnya.


"Itulah yang membuatku selalu cemburu kepada anak-anak." Ucap Jack yang berpura-pura untuk cemberut.


"Hubby," panggil Caca dengan merengek dan memeluk tangan Jack untuk mencoba membuat Jack tidak marah.


"Hmm."Jawab Jack singkat.


"Maaf, meninggalkan hubby dan berjalan terus." Jawab Caca merengek lagi.


"Lain kali jangan lupakan aku ketika sedang panik memikirkan anak-anak." Jawab Jack dengan mengelus kepala Caca.


"Terima kasih."Jawab Caca tersenyum dan menyandarkan kepalanya di bahu kanan Jack.


"Aku yang seharusnya berterima kasih kepadamu mylotus." Jawab Jack dengan mengelus kepala Caca.


"Kenapa jadi hubby yang berterima kasih?" tanya Caca dengan menatap wajah Jack.


"Tentu saja," ucap Jack dengan mencubit hidung Caca lalu melanjutkan ucapannya.


"Kenzo dan juga Bella bukanlah anak kandung ku dan juga bukan darah dagingmu tapi sejak dulu kau selalu menyayangi mereka berdua seperti kau menyayangi Kriss anak dari daerah daging kita berdua. Aku benar-benar beruntung mendapatkan seorang wanita seperti dirimu." Jawab Jack dengan mencium bibir Caca yang melotot mendengarkan pernyataan Jack.


"Kami yang sangat beruntung di cintai oleh wanita seperti mu. Aku mengerti tentang sifatmu sejak dulu bahwa kau tidak akan pernah tenang jika tidak melihatnya secara langsung." Jawab Jack tersenyum.


"Heheh, walaupun Kenzo dan juga Bella sudah mengatakan bahwa Bella sudah baik-baik saja aku tetap tidak akan pernah bisa tenang sebelum aku melihat sosok Bella secara langsung." Jawab Caca tertawa.


Mereka berdua walau sudah tua tetap saja romantis dan harmonis dalam keluarga. Caca yang selalu menyayangi Kenzo dan juga Bella tanpa ada sedikitpun hal yang membedakan antara anak kandung maupun tidak. Caca selalu memperlakukan Bella dan Kenzo seperti ia memperlakukan Kriss.


Bella dan Kenzo selalu menutupi keadaan dirinya ketika mengalami sakit. Mereka berdua tidak ingin Caca sangat khawatir tentang keadaan mereka. Bella dan Kenzo tumbuh menjadi seorang yang mandiri dan juga bertanggung jawab atas dirinya sendiri tanpa harus membebani Jack dan juga Caca.


Beberapa waktu perjalanan menuju apartemen Bella akhirnya Caca dan juga Jack sampai di sana. Helikopter yang dinaiki oleh Jack dan Caca turun di sebuah gedung perusahaan cabang Sandreas. Caca dan Jack langsung menuju ke apartemen Bella menggunakan mobil setelah turun dari helikopter.


Bella dan Melly baru saja tiba di apartemen langsung merapikan ruangan dan juga mengganti baju mereka. Baru saja selesai suara bel pintu dari luar berbunyi. Melly langsung bergegas menuju pintu untuk membukanya. Bella juga mengikuti langkah Melly menuju ke pintu apartemen. Mereka berdua membuka pintu apartemen dan melihat sosok Caca dan Jack yang sudah berada di depan mereka.


Pintu apartemen yang baru saja dibuka dan memperlihatkan sosok Bella di hadapan Caca. Caca langsung bergegas memeluk Bella setelah pintu apartemen terbuka. Jack dan juga Melly menyaksikan hal yang sudah biasa menurut mereka hanya tersenyum saja.


"Princess bunda." Panggil Caca yang langsung memeluk Bella dengan erat.


"Bunda, Bella rindu." Jawab Bella yang menyambut pelukan Caca lalu menyuruh Caca untuk masuk ke dalam apartemen.


Caca melepaskan pelukannya dari Bella kemudian Caca dan Jack masuk ke dalam apartemen Bella. Mereka duduk di sofa ruang tamu dan mulai melepaskan rindunya antara cara anak dan orang tua. Sedangkan meli bergegas ke dapur untuk membuatkan makanan dan minuman kepada tuan dan nyonya.


"Bunda kenapa kesini? Bukankah Bella dan juga abang Kenzo sudah mengatakan bahwa aku sudah baik-baik saja." Ucap Bella kepada Caca.


"Jadi bunda tidak boleh mengunjungi anaknya sendiri?" tanya Caca yang merapatkan bibirnya.


"Boleh bunda. Bukan seperti itu maksud Bella." Jawab Bella kepada Caca yang dihentikan Caca.


"Lihat Jack anakmu ini tidak memperbolehkan kita untuk mengunjunginya lagi." Caca yang mereka kepada suaminya.


"Jadi kami berdua tidak diperbolehkan untuk datang ke apartemen mu ini?" tanya jawab dengan wajah yang seram.


"Daddy, bunda. Bukan seperti itu maksud Bella hanya saja bila tidak ingin Daddy dan bunda khawatir tentang keadaan Bella padahal bila sudah baik-baik saja saat ini. Lihat, Bella tidak kenapa-kenapa dan dalam keadaan sehat?" ucap Bella yang berdiri menunjukkan dirinya bahwasannya baik-baik saja.


"Benarkah? dimana bekas sengatan ubur-ubur itu yang melukai tubuhmu?" tanya Caca yang mencari keberadaan bekas sengatan ubur-ubur itu dari tubuh Bella.


Bella langsung menunjukkan sengatan ubur-ubur yang mengenai kakinya itu kepada Caca dan juga Jack.


"Kenapa tidak hati-hati?" tanya Caca yang melihat bekas sengatan yang masih tertinggal di kaki Bella.