Junior Sandreas

Junior Sandreas
Telepon Caca Di Tengah Malam



Episode Krissta Sandreas


***Jangan Lupa Like Terlebih dahulu sebelum membaca.


Komentar setelah membaca 🙏.


Selamat menikmati cerita☺️***


"Aku menemukannya." Jawab Kyler yang menemukan rekaman di tanggal itu.


"Langsung pindahkan ke flashdisk saja." Ucap Kriss yang mengeluarkan flashdisk miliknya.


"Baik." Jawab Kyler.


Mereka menunggu pemindahan data itu selesai. Mereka memperhatikan seluruh ruangan. Ruangan CCTV yang penuh dengan monitor setiap CCTV yang ada di sekolah. Jika di hitung ada sekitar 103 monitor CCTV. Semua monitor itu mengelilingi 2 sudut ruangan, depan dan samping kanan.


Dan ada dua CPU dan dua Komputer sebagai servernya. Dua kursi di meja panjang dan beberapa sudut terdapat seperti dapur kecil dan tempat tidur kecil. Kriss berjalan di sekeliling sambil menunggu pemindahan data itu selesai.


"Berapa menit lagi?" tanya Kriss.


"30% lagi." Jawab Kyler yang melihat 70% pemindahan file.


"Waktu kita." Ucap Kriss.


"Oh, 5 menit lagi." Jawab Kyler dengan melihat jam tangan miliknya.


"Kita harus cepat." Jawab Kriss.


"Apakah kita perlu ke pesta kembali?" tanya Kyler.


"Tidak perlu. Setelah ini, langsung ke apartemen dan mengecek semua yang kita dapatkan hari ini." Jawab Kriss.


"Baiklah. Satu menit lagi ini selesai memindahkan file." Jawab Kyler tentang pemindahan file rekaman.


"Jangan lupa cabut flashdisk yang di tancapkan oleh Paman Robert. Kau juga atur untuk sisa waktu kita agar tidak terlihat CCTV lorong yang akan kita lalui." Ucap Kriss.


"Oke. Aku lakukan." Jawab Kyler dengan mengatur lagi di laptop yang di bawa oleh dirinya.


Selesai mengatur, selesai juga memindahkan file. Kyler mencabut kedua flashdisk yang berada di port USB CPU.


"Sudah." Ucap Kriss.


"Iya, ayo kita tinggalkan ruangan ini." Ucap Kyler.


"Oke. Dah, paman."Ucap Farel yang memberikan salam kepada dua penjaga yang tertidur itu.


Mereka pergi berjalan meninggalkan tempat dan bergegas masuk ke dalam mobil Robert.


"Tuan-tuan muda sudah selesai?" tanya Robert yang menyambut mereka bertiga masuk mobil.


"Sudah paman, kita pergi sekarang." Jawab Kyler.


"Ada yang mencurigakan paman?" tanya Kriss.


"Tidak ada. Bahkan tidak ada yang lewat di sekitar sini." Jawab Robert.


"Keberuntungan kita." Jawab Kriss.


"Mungkin." Jawab mereka semua.


"Tuan muda Kriss. Apakah mendapatkan sesuatu yang kita perlukan?" tanya Robert.


"Sedikit Paman, kami akan memeriksanya dulu. Setelah itu baru memberitahukan Abang Kenzo hasil yang kami dapatkan." Ucap Kriss.


"Jadi kita langsung ke apartemen?" tanya Robert.


"Iya." Jawab Kriss.


Saat Kriss menjawab tiba-tiba terdengar suara perut yang mengeluarkan suara cacing yang sungguh kelaparan. Yaitu suara perut yang berasal dari perut Farel.


"Heheh, aku tadi hanya makan sedikit di pesta." Jawab Farel dengan polosnya.


"Ya sudah kita pergi ke restoran terdekat saja paman." Jawab Kriss.


"Baik tuan." Jawab Robert.


Mereka mampir terlebih dahulu untuk mengisi perut di waktu tengah malam seperti ini. Setelah itu, mereka kembali ke apartemen dan diperintahkan oleh Kris untuk istirahat terlebih dahulu dan melanjutkan pemeriksaan hasil yang sudah mereka dapatkan besok pagi.


"Istirahat dulu. Besok kita lanjut." Jawab Kriss.


"Oke." Jawab Kyler dan Farel.


"Iya tuan muda." Jawab Robert.


Mereka bertiga masuk ke dalam kamar masing-masing dan membersihkan diri. Saat Kriss ingin memejamkan matanya tiba-tiba suara ponsel berdering. Layar ponselnya bertuliskan "Bunda❤️." Kriss yang melihat itu langsung mengangkatnya.


"Baby boy, kenapa tidak pernah menelpon bunda." Ucap Caca.


"Maaf bunda. Kriss sibuk." Jawab Kriss.


"Kau sama saja dengan Bella, Kenzo dan Daddy mu." Ucap Caca.


"Aku selalu ada untuk mu mylotus. Buktinya selalu ada di sini dengan mu." Jawab Jack sambil memeluk Caca di atas tempat tidur di mana Caca sedang duduk dan menelpon Kriss.


"Kau juga sering melakukan perjalanan ke luar kota tanpa aku di waktu-waktu mendadak." Jawab Caca.


"Daddy, bunda. Ada apa?" Ucap Kriss.


"Tidak ada, kami hanya merindukan mu. Benar kan hubby?" tanya Caca kepada Jack.


"Tidak Kriss, bunda mu sedang senang karena mendapatkan calon menantu." Ucap Jack.


"Menantu?" tanya Kriss.


"Bisa di katakan seperti itu." Jawab Caca.


"Kakak Bella atau Abang Kenzo?" tanya Kriss.


"Abang mu tentu saja." Jawab Caca.


"Si kutub Utara itu bisa mendapatkan wanita? Wanita mana yang tahan dengan sikapnya itu?" tanya Kriss.


"Benar juga. Bunda berharap dia bisa bersama dengan Zhafira." Jawab Caca.


"Jadi namanya adalah Zhafira?" tanya Kriss.


"Iya. Pulang lah ke rumah. Mereka malam ini menginap di sini." Jawab Jack.


"Daddy sedang melucu?" tanya Kriss dengan melihat jam dinding.


"Kenapa? Masih jam 12 malam. Apa salahnya ke sini, suruh Robert mengantarkan mu." Jawab Jack.


"Tidak perlu Daddy. Aku juga sudah lelah. Walaupun sebenarnya aku ingin bertemu dengan wanita pilihan Abang Kenzo." Jawab Kriss.


"Sudah-sudah jika tidak bisa datang. Istirahat lah baby boy. Makan yang teratur dan jangan suka bergadang." Ucap Caca.


"Siap bos besar." Jawab Kriss.


Mereka mengakhiri telepon nya setelah mengucapkan salam dan selamat malam.


"Kedua orangtua itu benar-benar ingin mendapatkan cucu segera." Ucap Kriss tersenyum saat meletakkan ponselnya setelah menelpon.


Kriss kembali mengambil handuk kecilnya untuk mengeringkan rambut kepalanya ini masih basah. Setelah itu, ia memakai piyama miliknya dan beranjak ke atas kasur untuk tidur istirahatkan tubuhnya.


"Lelah sekali hari ini." Jawab Kriss dengan memeluk guling dan memejamkan matanya.


Sementara di restoran, mereka semua baru selesai pada pestanya.Gibrel dan rekannya yang sudah mabuk di dalam meminta jemputan orang-orang mereka. Sedangkan Mawar mencari keberadaan Queen yang tidak ada di pesta sejak tadi hingga selesai membuat ya khawatir.


Mawar menelpon Queen sejak tadi namun tidak di angkat olehnya. Hingga pesta selesai, Queen baru mengirimkan pesan untuk Mawar.


"Aku lelah, aku sudah di rumah." Jawab Queen pada pesan chat itu.


"Kakak Queen belum kembali?" tanya Ella.


"Dia sudah di rumah." Jawab Mawar.


"Oh." Jawab Ella yang tersenyum.


"Tunggu , kenapa kau bertanya Ella. Apakah kau tahu dia ada di mana sejak tadi?" tanya Mawar.


"Saat kakak sedang sibuk, aku melihat kakak Queen dan Kriss keluar dari ruangan. Aku kira mereka bersama." Jawab Ella dengan jujur.


"Oh, itu tidak mungkin. Seperti yang kau ketahui, dia jarang di lingkungan yang ramai seperti ini. Dan juga, dia tidak pernah berdekatan dengan lelaki." Jawab Mawar.


"Tidak ada yang tidak mungkin, mungkin saja." Jawab Ella.


"Benar juga, tali sepertinya tidak. Kenapa? Kau cemburu teman sebangku mu di rebut oleh Queen atau bukan hanya sekedar teman sebangku?" tanya Mawar.


"Tidak kak, aku hanya bertanya saja. Oh ya, seperti sudah maalam. Aku lebih baik pulang duluan, supir ku juga sudah menjemput." Ucap Ella yang permisi kepada Mawar untuk mengahlikan pembicaraan agar tidak canggung dan kabur dari situasi ini.