
Kriss, Farel dan Kyler yang selesai memberitahu Billy, mereka kembali ke kamar masing-masing.
Esok harinya, mereka pergi ke sekolah seperti biasanya. Tapi ketika Kriss masuk ke dalam kelas dan mengikuti mata pelajaran Daniel, ada yang aneh dengan Daniel. Saat mereka semua masuk ke dalam ruang komputer dan duduk di masing tempat untuk mengikuti pelajaran yang di berikan oleh Daniel.
Daniel melihat Kriss dengan ekspresi yang sangat intens sehingga membuat Kris tidak nyaman. Daniel juga memerintahkan Kris untuk duduk tepat di depan mejanya. Ketika sedang memberi persentasi di depan kelas tentang teori pelajaran yang ia bawakan kepada siswa sesekali Daniel melirik ke arah Kriss.
"Ini manusia kenapa?" tanya Kriss dalam hati.
Kriss tetap bersikap santai hingga jam pelajaran yang dibawakan oleh Daniel selesai. Tapi ketika jam pelajaran itu selesai Daniel tiba-tiba memerintahkan Kriss untuk menemuinya.
"Kriss tinggal sebentar, ada yang ingin aku bicarakan kepadamu. Yang lain boleh keluar." Ucap Daniel.
Semua siswa keluar dari ruangan itu sementara Kris masih duduk di ruangan itu dan sedang bertanya dalam hati apa yang sebenarnya ingin dibicarakan oleh Daniel kepadanya.
"Kriss, aku dengar bahwa kau mendapatkan beasiswa di sekolah ini karena kepala sekolah yang menjabat dulu telah memberikan hal itu kepada mu." Ucap Daniel.
"Iya pak. Ada apa Pak Daniel mempertanyakan hal itu?" tanya Kriss.
"Tidak apa-apa. Oh ya semenjak kau masuk kedalam sekolah ini aku melihat ada potensi yang ada pada dirimu yang sangat luar biasa sehingga Aku mengaguminya." Jawab Daniel.
"Masih banyak siswa yang lebih dibandingkan aku. Bapak terlalu memuji." Jawab Kriss.
"Tidak. Itu kenyataan. Tapi ada hal yang lebih rahasia untukku katakan kepadamu. Kau bisa datang ke sini malam ini. Aku akan memberi tahukan kepada mu detailnya." Jawab Daniel.
Daniel yang memberikan kartu nama beserta dengan alamat yang dituju lalu pergi meninggalkan Kris yang masih berada di dalam ruangan.
"Untuk apa dia memberikan kartu namanya dan juga tepat ini? Bukankah ini adalah bar King?" tanya Kriss dalam hati.
"Ada apa sebenarnya?" tanya Kriss dalam hati yang penasaran.
Kriss yang ngambil kartu nama tersebut memasukkannya ke dalam kantongnya lalu berjalan keluar dari ruangan itu sambil berfikir Apakah ia harus menerima tawaran itu atau tidak.
Sampai pada malam hari yang mendekati waktu perjanjian yang disepakati oleh Daniel sendiri kepada Kriss tiba. Kriss memutuskan untuk datang ke tempat itu agar mengetahui apa yang sebenarnya ingin dikatakan oleh Daniel.
Bar King dengan suasana beberapa meja sebagai tempat untuk para pengunjung yang menikmati minuman bir atau makanan lainnya yang dapat dipesan di menu bar King. Pada Bar King terdapat 2 lantai. Dan saat ini suasana yang berada di lantai satu sangat ramai.
Kriss yang tiba di tempat itu langsung disambut oleh seorang pelayan yang sudah mengenali Kriss.
"Anda tuan Kriss?" tanya ya.
"Iya." Jawab Kriss.
"Tuan Daniel sudah menunggu Anda di dalam. Silahkan ikut dengan ku."Jawab pelayan itu yang mengantarkan Kriss ke lantai 2 dimana ada ruangan khusus yang terdapat pada lantai 2 tersebut.
"Oh, lantai 1 hanya khusus sebagai kamu biasa saja sedangkan di lantai 2 untuk tamu VIP dan juga ruangan Tuan Daniel." Jawab pelayan itu yang menjelaskan kepada Kris ketika Kris sedang memperhatikan sekelilingnya.
"Silahkan." Jawab Pelayan itu yang menunjukkan pintu kepada Kriss lalu tolong bukakan pintu itu untuk Kriss.
Saat di dalam ada dua sosok yang tidak asing bagi Kris yaitu Daniel dan juga Dien. Kriss tetap bersikap santai dan tidak ingin bertanya lebih dulu tentang maksud tujuan mereka berdua berada dalam suatu ruangan ini dan memanggilnya untuk kemari.
"Duduklah." Ucap Daniel.
"Bawakan makanan dan minuman terbaik untuknya." Jawab Dien yang memerintahkan pelayan itu.
"Baik tuan." Jawab pelayan dan berjalan keluar.
"Kau mungkin bertanya-tanya mengapa aku ada disini. Tapi tenang saja kami berdua tidak akan macam-macam denganmu. Perkenalkan sekali lagi Dien, adik kandung dari Pak Daniel." Jawab Dien.
"Iya. Dia adalah adik kandung ku. Kami berpisah sejak kecil ketika orang tua kami sudah bercerai. Aku ikut dengan ibuku sedangkan ia ikut dengan ayahku. Tapi kami berdua mengundangmu kemari bukan untuk menjelaskan latar belakang kami saja namun lebih untuk memintamu untuk bekerjasama dengan kami." Jawab Daniel.
"Bekerjasama?" tanya Kris yang kaget ketika Daniel mengatakan untuk bekerja sama dengannya.
"Apakah ini maksud dari percakapan mereka beberapa hari yang lalu ketika aku mengikuti mereka untuk menjadikanku sebagai poin catur mereka." Jawab Kriss dalam hati.
"Iya, kami membutuhkan bantuanmu untuk melakukan beberapa hal. Dan imbalannya adalah sejumlah uang yang kau inginkan selagi itu angka yang masih pada batas maksimal 8 digit." Jawab Daniel.
"Bantuan apa?" tanya Kriss.
"Kakak jelaskan dengan detail kepadanya agar ia tidak bertanya-tanya." Jawab Dien.
"Pertama, Aku ingin kau tetap bertahan untuk mengalahkan Gibrel dalam setiap ujian yang diujikan di sekolah JS. Aku ingin kau merebut posisi pertama yang selama ini ia raih. Kedua, Aku ingin kau mempermainkan perasaan Gibrel dengan cara mencintai Ella. Setelah semua itu selesai dalam semester ini maka bayaran akan aku berikan kepadamu." Jawab Daniel.
"Kenapa harus melakukan itu? Lalu ada dendam apa sebenarnya kalian dengan Gibrel dan Ella? Lagian, bukan kah Dien adalah ah sahabat Gibrel?" tanya Kriss.
"Hahaha, ternyata samaran ku selama ini berhasil Kak. Lihat, Kriss melihatnya seperti itu." Jawab Dien.
"Karena kami 1 ayah beda Ibu. Ada dendam tersendiri yang ingin kamu selesaikan. Dan lebih tepatnya adalah perebutan kekuasaan. Contohnya adalah bar ini." Jawab Daniel.
"Maksud ya?" tanya Kriss yang terus bertanya dan ingin mengkorek banyak informasi yang bisa dia dapatkan dari kesempatan ini.
Pelayan datang membawa makanan dan juga minuman.
"Aku akan ceritakan dengan singkat. Kau nikmati saja hidangan yang ada di depan mu." Jawab Daniel.
"Sebenarnya kami tidak ingin melibatkan siapapun dalam perselisihan ini. Namun, karena saat ini aku melihat bahwa ada perselisihan antara kau dan juga Gibrel. Di tambah aku melihat bahwa Ella seperti ya menyukai mu. Karena hal itu membuatku Aku berfikir untuk menjadikan mu sebagai sekutu." Jawab Dien.
"Iya, lagian ini adalah keuntungan besar yang bisa kau dapatkan dalam kesempatan ini. Aku dengar kau selalu bekerja part-time setelah pulang sekolah. Hal ini menandakan bahwa kau membutuhkan banyak uang." Jawab Dien lagi
"Dari mana kau mengetahui semua itu?" Tanya Kriss kepada Dien dengan wajah seriusnya untuk membuat mereka mengakui.