
Episode Kenzo dan Zhafira
Zhafira yang sudah selesai menghidangkan bubur di hadapan Kenzo. Ia berjalan ke dapur kembali mengambil minum mineral dan meletakkan celemek ke gantungan lagi.
"Cepat ke sini." Ucap Kenzo yang memerintah Zhafira untuk segera makan bersama dengannya.
"Iya." Jawab Zhafira yang berjalan cepat membawa dua botol minum air mineral.
"Duduklah dan makan bersama ku." Jawab Kenzo.
"Iya." Jawab Zhafira yang duduk di samping Kenzo dan mengambil mangkok yang berisi bubur itu.
Kenzo yang sedang melahap bubur ayam di lihatin terus oleh Zhafira. Membuat Kenzo yang melirik Zhafira yang terlalu fokus melihatnya. Kenzo yang memanggil Zhafira namun tidak ada jawaban membuatnya berinisiatif jahil.
Menggunakan jari tangan untuk menyentil dahi Zhafira dengan pelan.
"Apa aku begitu tampan sehingga membuat mu melihatku seperti itu?" tanya Kenzo setelah menyentil Zhafira.
"Hanya merasakan sepertinya kamu sedikit berubah menjadi lembut." Jawab Zhafira.
"Benarkah?" tanya Kenzo.
"Iya." Jawab Zhafira dengan menganggukkan kepalanya.
"Jadi suka dengan sikap yang mana?" tanya Kenzo makin menjahili.
"Semuanya." Jawab Zhafira.
"Makanlah sebelum dingin." Jawab Kenzo dengan perasaan dalam hati yang sedang terbang melayang di udara.
Zhafira makan bubur ayamnya.
"Bagaimana? Enak?" tanya Kenzo.
"Iya. Jadi ini adalah resep dari dia?" tanya Zhafira lagi yang masih penasaran siapa orang yang di maksud dengan Kenzo.
"Mungkin hampir mirip. Tapi tetap saja masakan dia paling enak?" ucap Kenzo.
"Oh." Jawab Zhafira begitu saja dengan dingin karena cemburu dengan fikiran-fikiran negatifnya untuk menebak dan terus makan bubur dengan cepat namun wajah yang murung.
Kenzo yang mengetahui itu hanya tersenyum melihat Zhafira. Ia menikmati bubur dengan menatap wajah Zhafira yang murung.
"Apa dia cemburu?" tanya Kenzo dalam hati.
"Ah tidak mungkin. Mana mungkin dia cemburu dengan bunda. Aku yang terlalu ke geer." Jawab Kenzo dalam hati.
"Ambilkan minum itu." Ucap Kenzo kemudian Zhafira hanya diam saja namun memberikan botol minum itu.
"Kau kenapa berwajah masam seperti itu?" tanya Kenzo.
"Tidak apa-apa. Aku bawa ini untuk di cuci." Ucap Zhafira yang membawa mangkok kosong milik Kenzo dan miliknya ke dapur untuk di cuci.
"Baiklah, aku juga akan melanjut pekerjaan ku " Jawab Kenzo.
"Dasar tidak peka." Ucap Zhafira yang melirik ke belakang saat Kenzo pergi meninggalkannya.
Baru beberapa jam Kenzo bekerja, Riki masuk dan memberikan kabar buruk.
"Tuan muda...." panggil Riki dengan tergesa-gesa saat masuk ke ruangan Kenzo.
"Ada apa?" tanya Kenzo.
"Lihat ini?" ucap Riki yang memberikan sebuah majalah yang berisi berita Kenzo.
"Kenapa sampai kecolongan seperti ini?" tanya Kenzo.
"Aku juga tidak tau." Ucap Riki.
Dalam berita itu berjudul 'CEO misterius grup Sandreas muncul bersama dengan tunangannya.' Sebuah berita yang ada di majalah. Walaupun itu adalah majalah bisnis yang hanya orang-orang tertentu yang dapat membacanya namun itu juga menjadi pemicu yang tidak baik.
"Bagaimana dengan internet?" tanya Kenzo.
"Aku baru saja menyelesaikannya." Jawab Riki yang sudah menghapus semua berita tentang Kenzo dan Zhafira yang terekspos di media sosial.
"Baguslah." Ucap Kenzo.
"Tuan maaf jika saya tidak bekerja dengan baik" Ucap Riki.
"Tidak apa-apa paman. Mungkin ini juga sebuah pertanda yang baik. Biarkan semuanya terekspos." Jawab Kenzo.
"Tapi, bukannya ini akan menjadi bomerang untuk Anda sendiri?" tanya Riki.
"Tidak apa-apa." Jawab Kenzo.
"Bagaimana dengan tuan besar dan Nyoya. Mungkin mereka sudah mengetahuinya." Ucap Riki.
"Tidak apa-apa. Biar aku yang membereskannya." Jawab Kenzo.
"Baik tuan muda." Ucap Riki yang pergi.
Baru saja Riki keluar, panggilan VC dari Jack.
"Iya Daddy." Jawab Kenzo.
"Apa maksud dari berita itu?" tanya Jack.
"Bunda sudah tau?" tanya Kenzo.
"Jawab pertanyaan ku." Ucap Jack.
"Aku akan menjelaskan semuanya Daddy ketika di rumah." Jawab Kenzo.
"Kapan?" tanya Jack.
"Malam ini." Jawab Kenzo.
"Baiklah. Bunda mu belum mengetahui itu. Jadi sebelum dia marah lebih baik kau selesaikan." Jawab Jack.
"Untuk saat ini rahasiakan dulu Daddy. Aku akan menjelaskan semuanya nanti." Jawab Kenzo.
"Oke." Jawab Jack mematikan panggilan itu dengan cepat karena ada suara Caca yang sedang memanggilnya.
"Sepertinya harus bergerak sekarang." Ucap Kenzo.
Kenzo duduk kembali dan menyelesaikan pekerjaannya sesegera mungkin.
Sedangkan di rumah besar Cai yang saja kembali dari hotel setelah pesta publik berlangsung. Ia menyelidiki apa yang terjadi di lihat dirinya kemarin. Ia terus mencari informasi tentang Zhafira yang selamat dari geng itu.
Orang suruhan Cai yang di beri tugas untuk mendapatkan semua informasi tentang perusahaan itu ternyata yang didapatkannya hanyalah sebuah puing-puing kehancuran dari perusahaan tersebut. Orang itu juga menceritakan bahwa sudah sebulan lebih perusahaan itu bangkrut dan kematian atas CEO yang memiliki saham perusahaan tersebut dalam sebuah kejadian kebakaran di sebuah gedung di pinggir kota.
Cai merasa semua itu hanyalah sebuah kebetulan sehingga dirinya lebih mencari kaitannya dengan Zhafira yang selamat. Cai mencocokkan waktu di mana ia mengirimkan Zhafira pada sore hari kepada CEO itu. Ternyata waktunya pas sesuai dengan tanggal di mana ia mengirimkan Zhafira.
"Apa mungkin ini adalah keberuntungan anak itu karena ia selalu saja beruntung dalam kehidupannya." Ucap Cai dalam hati sambil menikmati teh. Ia duduk di ruang tamu miliknya sendirian.
"Sejak kecil anak ini selalu di lindungi oleh surat wasiat itu. Jika saja surat wasiat itu mengatakan ketika ahli waris yang meninggal akan jatuh ke ayahnya maka aku tidak pernah repot-repot untuk mengurus dirinya." Ucapnya memikirkan informasi di masa lalu dan informasi yang baru saja ia dapatkan hari ini. Ia juga memerintahkan orang itu untuk mencari keberadaan Zhafira. Ia memerintahkan orang suruhan itu mengecek semua perusahaan Sandreas mencari keberadaan Zhafira.
Surat wasiat yang ditinggalkan oleh ibu Shen kepada Zhafira yaitu jika Zhafira meninggal maka seluruh harta akan diberikan oleh anak yatim piatu di sebuah yayasan sedangkan jika Zhafira hidup semua hartanya akan diberikan kepadanya saat umur 25 tahun atau saat ia sudah menikah. Itulah mengapa Damico bertunangan dengan Zhafira. Dan mengapa mereka segera menipu Zhafira untuk menandatangani surat itu.
Saat dirinya sedang meletakkan gelas kemeja ternyata ada sebuah majalah yang terpampang cover depannya adalah foto Zhafira dan juga Kenzo.
"Kenapa hidupnya selalu beruntung?" gerutunya membaca majalah itu.
"Jika saja Ceysi bisa merebut Kenzo. Hidup kami akan tenang selamanya." Ucapnya dalam hati dengan tersenyum licik.
"Tapi sayangnya Ceysi akan melangsungkan pernikahannya beberapa bulan lagi dengan Damico." Jawabnya dalam hati.
"Jika memang itu tidak bisa, bagaimana jika aku memanfaatkan Zhafira kembali atas persetujuan Dion. Jika kami masih berhubungan keluarga ini menguntungkan kita." Ucapnya lagi dalam fikirannya.