
***Selamat Hari Raya Idul Adha untuk seluruh umat muslim. Doakan author sehat terus dan punya waktu untuk selalu up dua episode setiap hari. Berhubung Author lagi sibuk CPNS. Doakan juga lulus berkas CPNS ya wwwkww.
Happy weekend dan selamat membaca. Runffu episde yang kedua. Sedang di ketik hahahahaha. Author sibuk Benerπ€£. tapi gak lup Ucapin terima kasih kepada Readers yang slelau setia membaca. Jangan lupa Like, voter, bintang 5 dan juga komentarnya πππ
Episode Kenzo Sandreas***
"Jadi apa yang membuat ibu menyuruh dia datang kembali ke rumah ini? Apa rencana ibu?" tanya Ceysi.
"Aku memberi tahu mereka tentang pernikahan mu dengan Damico yang di awali dengan pertunangan yang akan di adakan dalam waktu dekat ini kan?" tanya Cai.
"Iya. Lalu hubungannya?" tanya Ceysi.
"Aku ingin kau merebut Kenzo. Tapi sepertinya tidak mungkin, mendapatkan Damico juga tidak ada ruginya. Karena kau juga sudah berbuat banyak kepada Damico. Jika kau merebut Kenzo dengan cara yang sama seperti mendapatkan Damico itu tidak mungkin karena kita tahu bagaimana sifat keluarga Sandreas itu menurut kebanyak itu." Jawab Cai kepada Ceysi dalam rencana busuk ya.
"Kenapa aku tidak bisa? Jika Kenzo adalah orang yang lebih banyak hartanya dan menjamin kehidupan kita itu jauh lebih baik." Jawab Ceysi dalam hati.
"Lalu rencana ibu?" tanya Ceysi.
"Aku hanya ingin kita berdua berbaikan dengan Zhafira. Jika dia merasa cemburu melihat kau dengan Damico. Kau lepaskan saja Damico lalu rebut Kenzo. Kenzo jauh lebih baik dari Damico. Tapi untuk saat ini lebih baik masuk ke rencana awal." Jawab Cai.
"Kenapa ibu bisa berfikir seperti itu?" tanya Ceysi.
"Karena aku bisa melihat bahwa Damico juga sama cabul ya dengan ayah ya. Tapi karena mereka kaya, tidak masalah jika kau bersama dengannya sebagai istri sah ya. Lagian ayahnya juga teman ku yang punya balas Budi terhadap ku. Jadi mereka akan selalu menyetujui apa yang aku minta." Jawab Cai.
"Benar juga. Tapi Bu, seperti yang sudah ibu ketahui bahwa aku sudah hamil anak Damico 2 minggu." Jawab Ceysi dengan memegang perutnya dan menatap wajah Cai dengan memberikan ekspresi menyedihkan.
"Karena hal itu lah yang membuatku khawatir. Lebih baik segera meminta dan iku untuk segera melamarmu dan juga mempercepat pernikahan kalian." Jawab Cai dengan memegang kedua bahu Ceysi dan mengelus perut Ceysi.
"Iya Bu, aku sudah membicarakannya dan ia mengatakan bahwa semingu lagi akan menyiapkan pernikahan. Dia sebenarnya sudah melamar ku. Tapi tidak secara terbuka." Jawab Ceysi dengan menunjukkan cincin perak yang dilapisi dengan permata berlian yang melingkar di jari manis ya.
"Kapan itu terjadi?" tanya Cai.
"Kemarin pagi aku bertemu dengan ayahnya di rumah sakit dan mengatakan tentang kehamilan ku dan juga mengatakan yang sebenarnya. Paman menyuruh dia untuk melamar ku di malam harinya. Paman sangat senang dan juga Damico ternyata juga menyukainya." Jawab Ceysi.
"Benarkah?" tanya Cai memastikan
"Tentu." Jawab Ceysi.
"Baguslah dengan begitu semuanya akan lancar." Jawab Cai.
"Kembali ke topik awal. Jadi apa yang harus aku lakukan dalam berakting ketika dia nanti berada di dalam rumah ini?" tanya Ceysi.
"Tentu saja menjadi saudara yang baik Dengan memberikannya hormat dan meminta maaf kepadanya karena telah merebut Damico dari dirinya." Jawab Cai.
"Meminta maaf?" tanya Ceysi yang keras kepala.
"Tentu, untuk menunjukkan ketulusan mu dan juga agar dia lebih percaya pada kita lagi. Ketika kita mendapatkan kepercayaan kembali dari dirinya akan mempermudah kita untuk memperolehnya mendapatkan banyak harta dari Kenzo." Jawab Cai.
"Ibu benar, dengan begitu perusahaan paman atau perusahan ayah bisa meminta kerjasama dengan Kenzo." Jawab Ceysi.
"Tapi Bu, aku melihat bahwa Zhafira seperti orang yang berbeda." Jawab Ceysi.
"Berbeda?" tanya Cai.
"Seperti yang aku katakan kepada Ibu tentang pertemuan ku tadi dengan ya. Dia seperti orang yang berbeda, dan juga aku sudah memakinya tadi saat bertemu. Bagaimana jika dia tidak memaafkan ku?" tanya Ceysi.
"Dia hanya gadis polos, tenang saja. Dia akan menuruti apa yang kita katakan karena dia sudah kita besarkan. Walaupun dia tidak akan patuh kepada kita tetapi dia harus bisa membalaskan Budi kepada kita tentang bagaimana kita membesarkannya hingga saat ini." Jawab Cai.
"Semoga." Jawab Ceysi yang yang sedang memikirkan banyak hal tentang apa yang terjadi pada hari ini.
"Klek...,." Suara pintu terbuka dan suara hentakan kaki berjalan ke arah Cai dan juga Ceysi yang masih asyik bercerita dan lebih tepatnya adalah berdiskusi untuk merencanakan aksi mereka terhadap Zhafira.
"Kenapa kalian berdua begitu serius bercerita?" tanya ayahnya.
"Ayah sudah kembali dari luar kota?" tanya Ceysi yang langsung memeluk.
"Tentu. Ini oleh-oleh untuk kalian berdua." Jawabnya sambil memberikan sebuah hadiah.
"Terima kasih ayah." Ucap Ceysi yang manja.
"Lalu apa yang kalian ceritakan?" tanyanya.
"Zhafira." Jawab Cai.
"Ada apa dengannya? Apa yang terjadi selama hampir dua bulan aku tidak di rumah?" tanyanya.
"Setelah kita membuat dirinya menandatangani surat itu. Dia pergi dan terdengar di bawa oleh orang lain . Tapi setelah itu dia tidak ada kabar. Dan tiba-tiba di saat pesta publik aku bertemu dengannya...." Cai menceritakan dengan singkat bagaimana ia bertemu dengan Zhafira untuk pertama kali dari berita itu.
"Dan kalian tidak mencelakai dia kan?" tanyanya.
"Tentu saja tidak. Aku hanya mencari dia namun dia tidak ada. Kami sudah melapor polisi tapi tidak ada. Yang lebih terkejutnya adalah dia bersama dengan tuan muda Kenzo Sandreas." Jawab Cay kembali menjelaskan dengan detail apa yang terjadi tanpa menutupi terhadap suaminya kecuali masalah menjual Zhafira dengan CEO itu.
"Kalian siksa juga tidak masalah asal jangan membunuhnya. Walaupun membunuh ya setidaknya jangan meninggalkan jejak dan buatlah seperti kecelakaan biasa. Lagian dia tidak ada gunanya lagi. Hanya saat menghilangkan namanya harus karena kecelakaan atau kematian yang wajar agar semua orang tidak mencurigai kita." Jawabnya.
"Apa tadi? Tunangan Kenzo Sandreas, Zhafira?" tanyanya dengan ekspresi yang benar-benar tidka tahu berita apapun.
"Iya....." Ceysi juga menjelaskan pertemuan pertama dia setelah menghilang itu
"Aku akan menjelaskan semuanya. Lebih baik mandi dulu, setelah itu kemarilah ada yang ingin aku katakan kepada kalian." Jawab Cai kepada suaminya untuk bersih-bersih terlebih dahulu.
Kemudian Cai memerintah kepada para orang-orang bayarannya.
"Ikuti terus jejak orang-orang ini. Laporkan segera kepada ku." Jawan Cai.
"Baik Nyoya." Jawab mereka dari telpon itu