
Episode Krissta Sandreas
Suara alarm berdering di atas meja kecil berukuran 30 cm kubus dimana di atasnya bukan hanya ada alarm saja tetapi juga ada lampu tidur dan juga ponsel yang terletak di sampingnya. Tangan kanan yang meraih kearah jam alarm untuk memberhentikan suaranya dengan menakan tombol off.
Kriss membuka kedua matanya setelah meraih jam alarm yang berada di samping tempat tidurnya. Tangan kanan Kriss yang memegang jam alarm itu kemudian meletakkannya kembali di atas meja setelah mematikan jam alarm yang telah berdering.
Kriss membuka selimut kemudian membangunkan dirinya lalu berjalan menuju ke arah toilet setelah memakai sendal nya. Kriss membersihkan dirinya kemudian menggunakan pakaian kaos berwarna putih dan celana pendek berwarna hitam. Ia memakai sepatu berwarna putih kemudian keluar dari apartemen untuk berlari di taman dekat apartemen untuk lari pagi seperti biasanya.
Hanya membutuhkan waktu 1 jam saja untuk berolahraga di pagi hari yang selalu dilakukan oleh Kriss setiap harinya walaupun dalam keadaan akan sekolah. Kriss akan menyempatkan waktunya untuk olahraga terlebih dahulu sebelum berangkat ke sekolah.
Kriss yang selesai lari pagi kembali masuk ke apartemen, namun saat dirinya ingin membuka pintu apartemen dipanggil oleh Farel yang baru saja terbangun.
"Hy Kriss." Ucap Farel dengan wajah yang acak-acak baru bangun tidur. Terlihat jelas dirinya menggunakan baju piyama dan juga wajah yang belum dimasuki oleh air.
"Hm."Jawab Kriss dengan mengalihkan pandangannya tertuju kepada Farel dengan meliriknya dari bawah hingga ke atas kemudian memberikan kode kepadanya.
"Apa?" tanya Farel.
"...." Kriss yang menggelengkan kepalanya.
Farel yang melihat ekspresi Kris dengan menggelengkan kepalanya dan memberikan kode kepada dirinya. Farel kembali memeriksa dirinya yang ternyata masih menggunakan piyama namun keluar dari apartemen.
"Hehe." Jawab Farel kemudian cepat-cepat membuka gagang pintu dan masuk ke dalam apartemen.
"Dasar bocah." Jawab Kriss kepada Farel.
Kriss yang melanjutkan aktifitasnya dengan membuka pintu lalu masuk ke dalam apartemen miliknya. Kriss mengambil air mineral yang berada di atas meja di dekat dapur dengan duduk dan menikmati air mineral nya dalam tegukan demi tegukan. Selang beberapa saat setelah minum, Kriss bergegas membuat sarapan.
Kriss hanya menyiapkan roti, telur, selada, tomat dan mayones. Ia menikmati sarapan paginya dengan makan itu dan meminum susu. Setelah selesai sarapan, ia kembali membersihkan apartemennya mulai dari menyapu, mengepel, dan mengelap semua ruangan. Waktu terus berjalan hingga pukul siang hari, baru ia kembali membersihkan diri setelah selesai mengerjakan pekerjaannya.
Kriss berjalan ke meja belajarnya dan menghidupkan laptop. Duduk di kursi sambil mengeringkan rambut kepalanya dengan menggunakan handuk berwarna putih sambil menunggu laptop yang baru saja dihidupkan olehnya.
Kriss meletakkan handuknya di punggung kursi dengan meraba rambut kepala yang sudah tidak terlalu basah. Flash disk yang berada di samping laptop itu ditancapkan ke port USB yang berada di laptop.Tangan Kriss memegang mouse dengan tangan kanan dan siap mengetik di keyboard dengan tangan kiri.
Kriss mulai memeriksa beberapa rekaman yang telah di copy dalam flash disk itu. Kriss pertama memeriksa rekaman CCTV yang berada di dalam ruangan laboratorium. Durasi rekaman yang cukup panjang Karena laboratorium itu dibuka dari pukul 9 pagi hingga jam 4 sore. Butuh waktu untuk memeriksa nya tanpa harus di cepat-cepat durasi menontonnya.
Untuk mempersingkat waktu dan melihatnya tanpa memotong rekaman, Kriss berjalan menuju ke tempat tidurnya di mana ponselnya diletakkan di atas tempat tidur. Kriss menelpon Farel dan juga Kyler untuk segera datang ke dalam kamar apartemen.
Mereka yang tiba dengan cepat karena memang mereka berdua sudah berada didekat pintu dan ingin masuk ke dalam apartemen Kriss. Kriss yang selesai menelpon mendengar suara bel berbunyi dari pintu apartemen kemudian berjalan dan membukanya.
"Kami sudah mau ke sini dan kau menelpon." Jawab Kyler.
"Baguslah, aku kira kalian masih tidur." Jawab Kriss meledek Farel.
"Kau meledekku karena tidur berjalan lagi?" tanya Farel.
"Tentu, aku yakin kau minum bir lagi setelah pulang kemarin kan?" tanya Kriss.
"Oke. Kalian ambilah laptop lalu kembali kemari." Jawab Kriss.
"Oke." Jawab Kyler dan Farel dengan cepat.
Mereka yang kembali ke apartemen masing-masing untuk mengambil laptop pribadi mereka untuk dibawa ke dalam apartemen Kriss. Mereka berdua masuk ke dalam apartemen Kriss yang tidak dikunci oleh terus kemudian menutup pintunya kembali.
"Sudah datang?" tanya Kriss.
"Sudah, kami juga sudah menghidupkan laptop ya." Jawab Kyler.
"Tonton Rekaman CCTV di laboratorium. Kyler dari pukul 9 pagi hingga 12 pagi. Farel dari 12 pagi hingga pukul 15 siang. Aku sisanya, sekalian ingin melihat rekaman yang berada di lorong." Jawab Kriss dengan memberikan 2 flash disk yang sudah di isi rekaman dari copy paste file rekaman.
"Baiklah."Jawab Kyler dan Farel menerima flash disk yang di berikan oleh Kriss.
Mereka bertiga dengan sangat serius memeriksa rekaman CCTV yang berada di ruang laboratorium komputer. Kriss tidak lupa memesan Delivery untuk makan siang mereka dan cemilan lainnya.
"Kalian berhentikan dulu, dan makan siang dulu." Jawab Kriss yang sudah melihat ponselnya bahwa makanan pesan antar yang sudah berada di depan pintunya dan juga saat itu bel sudah berbunyi.
"Kau memesan makanan untuk kami?" tanya Farel.
"Tentu." Jawab Kriss.
"Kau memang yang terbaik Kriss, kalau tidak mata ku sudah menjadi mata panda yang terus memandangi video ini." Jawab Farel.
"Lakukan tugas mu dengan baik dan akan di sediakan cemilan untuk mu." Jawab Kyler.
"Benarkah?" tanya Farel.
"..." Kriss hanya mengangguk dan tersenyum berjalan menuju pintu untuk mengambil makanannya.
"Biarkan aku yang ikut membawanya." Jawab Farel yang berniat baik.
Kriss hanya diam melangkah membuka pintu sedangkan Farel yang mengikuti Kriss langsung mengambil pesanan itu dari kurir delivery dan membawanya ke dalam. Kriss hanya menggeleng kepala dan memberikan transaksi pembayaran kepada delivery dengan ponselnya.
"Terima kasih tuan, jangan lupa bintang 5 ya." Jawab delivery.
"ya." Jawab Kriss yang langsung membuka aplikasi dan memberikan bintang 5 kepadanya dan menutup pintu apartemen miliknya.
Makanan dibawa oleh Farel ke atas meja makan, mereka bertiga meninggalkan laptopnya di kamar untuk makan siang. Mereka bertiga duduk di meja makan dan menikmati makanannya. Setelah selesai, mereka tetap duduk di situ dan mulai mengobrol sebentar.
"Apa yang kalian dapat?" tanya Kriss.
"Aku, hanya ada 3 orang yang memakai komputer itu." Jawab Kyler.
"Kalau aku hanya ada satu orang yang menggunakan komputer itu." Jawab Farel yang belum selesai makan.