
Episode Krissta Sandreas
Hy Readers. Author tgl 1 Juni akan rilis 1 karya baru lagi dengan judul Suami Pilihan Kakek. Jangan lupa baca dan jadikan favorite ya 🙏🙏🙏🙏
"Kami tidak menemukan hal apapun." Ucap seseorang yang menelpon melaporkan melaporkan tentang kejadian Zhafira yang ingin di ketahui oleh Cai.
"Jadi apa yang kalian dapatkan?" tanya Cai.
"Kami hanya menemukan bahwa nona Zhafira masuk ke dalam mobil tuan Kenzo dan ikut masuk ke perusahaannya setelah dari hotel." Jawabnya.
"Kirimkan alamat kantor nya." Jawab Cai.
"Baik Nyoya." Jawabnya.
Cai yang sudah mendapatkan alamat kantor pusat Sandreas bergegas menuju ke sana dengan memikirkan sebuah rencana untuk menemui Zhafira. Cai bertujuan untuk menjalin hubungan keluarga lagi dengan Zhafira. Dengan begitu iya bisa mendapatkan dukungan dari keluarga Sandreas jika ia dapat membawa Zhafira kembali ke rumah.
"Aku akan bertemu dengan mu, bagaimana pun caranya aku harus bisa membawamu kembali." Ucap Cai dengan mengambil tas dan juga kunci mobilnya untuk berjalan keluar dari rumah untuk mengendarai mobilnya menuju perusahaan pusat keluarga Sandreas.
Beberapa waktu perjalanan dia menuju ke ke kantor pusat, iya memarkirkan mobilnya dan segera menuju ke lobby utama. Tiba di pusat informasi lantai pertama Cai langsung meminta karyawan itu memanggil Kenzo.
"Bisa bertemu dengan Kenzo Sandreas?" tanya Cai.
"Maaf, anda siapa?" tanya resepsionis itu.
"Saya adalah calon ibu mertuanya."Jawab Cai dengan sangat percaya diri mengaku dirinya adalah calon mertua Kenzo.
"Apakah benar bos besar sudah mau menikah?" tanya seseorang yang menjadi resepsionis juga.
" Aku dengar tadi malam Bos besar mengumumkan pertunangan nya." Jawab resepsionis lainnya.
"Tapi di lihat-lihat wanita ini mencurigakan. Sudah banyak orang-orang seperti dirinya untuk mencari bos besar agar bisa bertemu. Di mulai dari mengaku sebagai pacarnya, tunangannya, keluarganya bahkan saat ini mertuanya?"
" Apakah bos kami sebegitu populer nya di kalangan masyarakat?"
" Bahkan kami sebagai karyawan ya saja tidak pernah bertemu dengannya sekali pun. Walaupun aku sudah bekerja di tempat ini selama 5 tahun."
" Aku juga. Sudah bekerja 10 tahun tapi tidak pernah bertemu dengannya."
"Apa kalian berdua sudah selesai berdiskusi ya? Aku ingin bertemu dengannya untuk membawa putri ku kembali ke rumah." Jawab Cai.
"Maaf Nyoya. Kami berdua tidak memiliki kuasa untuk memanggil Bos besar bertemu denganmu. Bahkan kami berdua juga belum pernah bertemu dengannya sekalipun selama kami bekerja di sini." Jawab Resepsionis ini dengan jujur.
" Tidak berbohong. Karena benar bahwa Kenzo adalah orang yang sangat tersembunyi di dunia bisnis. Rumor mengatakan bahwa tidak banyak orang yang mengenalinya hanya beberapa orang terkuat dan memiliki kekuasaan yang dapat bertemu dengannya."Ucap Cai dalam hatinya.
"Lalu bagaimana aku bisa bertemu dengannya?" tanya Cai.
" Kami berdua tidak mengetahui itu, karena biasanya orang yang datang akan menemui tuan Riki." Jawab keduanya.
"Biarkan aku bertemu dengan tuan Riki itu." Jawab Cai.
"Tapi jika Anda belum ada membuat janji kamu tidak bisa untuk melakukan itu." Jawabnya.
"Apa nyoya benar-benar tidak bisa bahasa manusia bahwa kami tidak punya kuasa untuk melakukan itu. Lagi pula setiap harinya kami melakukan pekerjaan dengan baik bagaimana kami akan dipecat. Kami sudah sering mendapatkan orang gila seperti mu." Jawab mereka bergantian karena kesal.
"Iya. Satpam, usir wanita gila ini." Perintah orang itu kepadanya.
Mereka berdua memanggil satpam yang berjaga sebagai petugas keamanan di kantor itu untuk mengusir Cai seperti biasanya mereka mengusir orang-orang yang ingin bertemu dengan Riki atau Kenzo dengan secara paksa.
"Aku bilang panggilkan Kenzo." Ucap Cai dengan nada yang kuat.
Cai yang berdiri di depan meja resepsionis itu menjatuhkan sebuah benda yang ada di atas meja sehingga semuanya jatuh ke lantai sehingga berantakan. Cai seperti orang yang sedang mencari masalah di dalam perusahaan itu membuat situasi semakin kacau.
"Anda keluar." Ucap mereka berdua berteriak kepada Cai untuk mengusirnya karena terlalu emosi melihat perilaku yang dilakukan oleh Cai.
Orang-orang yang mendengar suara itu langsung berbondong-bondong melihat kejadian yang saat ini telah terjadi di mana Cai sedang mengamuk. Kedua satpam yang dipanggil bahkan tidak bisa membuat suasana menjadi lebih tenang. Mereka kewalahan menghadapi Cai yang memberontak ketika di pegang.
"Apa kalian tidak mengerti siapa aku?" tanya Cai.
"Maaf Nyoya, Anda harus mengikuti protokol yang sudah di terapkan di perusahaan ini. Jika Anda tidak ada janji dengan siapa pun di perusahaan ini apalagi janji kepada atasan maka anda tidak diperbolehkan untuk masuk." Ucap Satpam itu.
"Iya. Anda harus menghargai pekerjaan kami dan saya mohon kan untuk Anda keluar dari sini." Ucap Satpam satunya lagi.
"Apa susahnya kalian panggil Kenzo ke sini?" Ucap Cai yang kembali berteriak ingin bertemu dengan Kenzo sehingga membuat orang-orang yang melihatnya benar-benar tidak habis pikir.
Cai berani menyebut nama Kenzo dengan begitu mudahnya di perusahaan ini. Sedangkan mereka mengetahui bahwa bosnya itu tidak pernah bertemu dengan mereka bahkan namanya juga menjadi sebuah perbincangan yang dilakukan secara diam-diam tanpa terbuka. Mereka semua takut untuk membicarakan siapa Kenzo.
" Dia benar-benar wanita gila."
"Iya dari semua perempuan yang ingin bertemu dengan tuan Kenzo adalah orang-orang yang masih muda dan juga cantik tetapi kali ini lihatlah rupanya."
"Iya benar-benar buruk."
"Aku calon ibu mertua Kenzo. Apa aku perlu meminta izin kalian untuk bertemu dengan menantuku?" tanya Cai.
"Ada apa ini?" tanya Riki yang baru saja keluar dari lift melihat banyak orang yang sedang berkerumun.
"Tuan Riki untung Anda datang. Lihat wanita itu sejak tadi mengamuk di tempat ini dan mengatakan bahwa ia ibu mertua bos besar." Jawab seorang karyawan.
"Apa? Coba pinggir." Ucap Riki yang memerintah orang yang sedang berulang itu untuk memberinya jalan ke depan.
Riki berjalan setelah diberikan kelonggaran untuk ke depan dan ia melihat Apa yang sedang ia lihat saat ini.
"Maaf tuan, nyoya ini memaksa untuk masuk " Ucap Satpam. Mereka semua sebagai karyawan memberi penghormatan kepada Riki dengan membungkukkan kepalanya. Yang tadinya mereka ribut menjadi diam dan takut karena kedatangan Riki.
"Tidak apa-apa. Lepaskan dia. Kalian semua Bubar dan kembali pada tugas kalian masing-masing." Ucap Riki.
"Kau siapa?" tanya Cai yang melihat Riki sangat dihormati oleh mereka semua membuat ia juga terdiam dan bertanya dengan mudahnya tanpa ada rasa takut.
"Ada apa Anda meminta bertemu dengan Tuan Kenzo?" tanya Riki dengan wajah yang serius walaupun ia sudah mengetahui siapa yang sedang berhadapan dengannya.