Junior Sandreas

Junior Sandreas
Feng Si Kulkas 1000 Pintu: Bella Sandreas



Bella yang baru saja terbangun dari tempat tidur dan melihat jam yang sudah pukul 10 pagi. Ia bergegas dengan cepat membersihkan dirinya dan bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit bertemu dengan Feng.


2 Jam kemudian, Bella yang pergi sendirian menggunakan mobil miliknya dengan memakai topi, kacamata dan masker untuk menutupi wajahnya agar tidak dilihat oleh wartawan atau orang lain. Bella keluar dari mobil yang di parkirnya di rumah sakit kemudian pergi menaiki lift dari parkiran menuju ke lantai kantor Feng.


Bella yang sudah tiba di lantai itu keluar dari lift langsung menuju ke kantor Feng, namun Iya tidak menemui sosok yang ingin dia jumpai. Bella berjalan menuju tempat informasi di mana ada suster yang ia kenal.


"Suster Anna." Panggil Bella kepada seseorang yang sedang berdiri mengambil dokumen dari ruang informasi itu.


"Siaaaapa?" tanya suster anak kepada Bella namun sudah diberi tanda kepada Bella dengan membuka sedikit maskernya untuk menunjukkan wajahnya.


"Nona Bella?" tanya dengan keras karena terkejut.


"Stttttttt, atau semua orang akan mengetahui." Jawab Bella yang memberhentikan suster Anna dan juga dua suster lainnya yang kaget dengan kemunculan Bella.


"Di mana dokter Feng?" tanya Bella.


"Anda ingin bertemu dengan dokter Feng?" tanya Anna.


"Iya."Jawab Bella dengan sambil menganggukkan kepalanya dan memakai maskernya maskernya lagi.


"Kebetulan saya akan menemani dokter fang untuk mengecek rutin para pasien pada siang hari ini. Ikuti saya." Jawab Anna.


"Terima kasih." Jawab Bella yang kemudian mengikuti Anna dari belakang untuk bertemu dengan Feng.


"Itu benar Bella Chan, si ratu selebriti?" tanya suster di situ.


"Tentu saja." Jawab salah satunya lagi.


"Aku benar-benar melihatnya hari ini adalah sebuah keberuntungan yang tidak terduga."


"Benar, Aku sedang bermimpi apa tadi malam sehingga bisa bertemu dengan orang sepertinya. Dia benar-benar cantik aslinya bukan hanya berada di balik layar TV."


Kedua suster yang melihat Bella tadi sangat histeris melihat Bella karena mereka adalah fansnya.


"Nona ada masalah dengan dokter Feng?" tanya suster Anna yang merasa kepo dengan mereka berdua karena bela bertanya kepadanya kemarin dan juga langsung datang hari ini.


"Maksud ya Suster Anna?" tanya Bella.


"Kemarin, sebelum anda menanyakan kabar dokter Feng. Saat itu, kami sedang dalam kegiatan seperti saat ini yaitu pengecekan rutin di sore hari sebelum dokter Feng pulang. Namun, saat kami mengecek salah satu pasien dan teman dari pasien lainnya sedang menonton siaran langsung Anda. Mereka semua bergosip tentang kecocokan anda dengan Dailon. Hal itu mungkin membuat dokter Feng pencemburu." Jawab Suster Anna.


"Benarkah?" tanya Bella.


"Iya. Saya melihatnya dari tatapan dokter Feng yang tidak senang dengan ucapan mereka....." Jawab Suster Anna yang kembali menjelaskan tentang bagaimana situasi kemarin gimana pun bergegas masuk ke dalam kantornya dan pergi begitu saja dengan wajah yang kesal.


"Benarkah?" tanya Bella yang merasa senang sampai tidak berpikir bahwasanya itu akan mengakibatkan buruk bagi dirinya.


"Kenapa anda sepertinya senang? Apakah gosip dari komentar yang diberikan fans itu adalah benar?" tanya suster Anna.


"Tentu saja tidak. Aku senang karena menandakan bahwa dokter Feng mencintaiku." Jawab Bella dengan tersenyum.


"Baguslah jika seperti itu, hanya saja Aku khawatir bahwa daftar Feng tidak terbiasa dengan gosip yang beredar sebagai seorang selebritas." Jawab Suster Anna.


"Iya juga, dia selama ini melarangku untuk melanjutkan karir sebagai selebriti." Jawab Bella dalam hati yang berfikir atas pernyataan yang diberikan oleh suster Anna.


Mereka yang mengobrol dari lorong rumah sakit menuju tempat dimana Feng mengecek pasiennya. Setelah berjalan beberapa apa meter dari tempat mereka tadi akhirnya mereka tiba pada tujuan.


"Anda tunggu disini, aku akan memberitahukan kepada dokter Feng bahwa Anda saat ini datang." Jawab Suster Anna.


"Sekali lagi terima kasih." Jawab Bella.


Suster Anna masuk ke dalam ruangan pasien dan memberikan data kepada Feng sembari mengatakan bahwa saat ini Bella ada di luar ruangan.


"Kenapa lama sekali?" tanya Feng.


"Di luar ada Nona Bella yang menunggu Anda dokter Feng." Jawab Suster Anna langsung to the poin.


Feng yang tergolong dengan pernyataan yang diberikan oleh suster Anna.


"Iya maksud ku anda di tunggu oleh Nona Bella di luar." Jawab Anna menerangkan kembali dari pernyataan dirinya.


"Katakan padanya bahwa kita saat ini sedang sibuk." Jawab Feng yang menerima file kertas yang berisi data pasien yang diberikan oleh suster Anna.


"Kenapa anda tidak ingin menemuinya sebentar?" tanya Suster Anna.


"Suster apa Anda tidak melihat bahwa aku sedang bekerja?" tanya Feng dengan dingin.


"Maaf dok,..." jawab Suster Anna yakin melanjutkan ucapannya namun diberhentikan oleh Feng.


"Bantu aku mengecek infus pada mereka." Jawab Feng.


"Hmm, baiklah." Jawab Suster Anna.


Suster Anna yang takut atas perintah dari Feng dengan cepat bergegas keluar untuk memberitahukan kepada Bella lalu masuk kembali dan melakukan perintah Feng.


"Dokter Feng mengatakan bahwa ia sedang sibuk." Jawab Suster Anna.


"Katakan padanya aku akan menunggunya." Jawab Bella.


"Oke." Jawab Suster Anna.


"Katanya dia akan menunggu Anda selesai." Jawab Suster Anna yang sedang mengecat tekanan aliran infus yang ada pada pasien sambil berkata kepada Feng.


"Apakah perintahku kurang jelas?" tanya Feng.


"Semuanya normal dari pasien nomor 9 hingga 11 dokter Feng." Jawab Suster Anna yang takut.


"Lihat ini juga." Jawab Feng yang menunjuk pada pasien nomor 8. Dimana di dalam bangsal ruangan pasien terdapat 4 orang pasien di setiap bangsal ruangan.


Bella menunggu dengan sabar di luar kursi tunggu yang berada di luar pintu ruangan pasien. Setelah beberapa lama bela menunggu akhirnya Feng dan juga suster Anna keluar dari ruangan itu untuk berpindah ke ruangan berikutnya.


Feng yang melihat sosok dalam masih menunggu di luar dia hanya acuh tidak acuh menganggap Bella tidak ada di situ. Bella Yang mengetahui yang sedang menghindari dirinya ia mengejar Feng yang berjalan.


"Bolehkah aku berbicara sebentar kepadamu?" tanya Bella.


"Apakah tidak bisa melihat bahwa aku sedang sibuk bekerja?" tanya Feng.


"Baiklah. Aku akan menunggumu sampai ai kau tidak sibuk lagi, jika kau tidak ingin aku mengganggumu maka berikan aku waktu untuk berbicara padamu. Atau aku akan masuk ke ruangan pasien dan mengganggumu dalam bekerja." Jawab Bella yang juga menjadi kesal atas perilaku Feng yang kembali menjadi lelaki yang dingin seperti kutub Utara.


"Kau mengancam ku?" tanya Feng.


"Tidak, aku hanya memberikan pilihan kepadamu." Jawab Bella.


"Terserah." Jawab Feng yang berjalan masuk ke dalam ruangan dan Bella tidak masuk melainkan ia pergi menuju ke ruangan kantor Feng.


"Dasar Feng si kulkas 1000 pintu. Memang cocok di panggilan sebagai Bubo. Seperti burung hantu salju dan juga memiliki ekspresi datar." Jawab Bella dengan kesal sambil berjalan menuju ke ruangan kantor Feng.